Kata Ibu "Terima, Jangan Buat Sakit Hati Orang"

Bismillahirrahmaanirrahiim
Saya ingin membagikan sebuah hikmah percakapan saya semalam dengan Ibu saya. Iya, beberapa hari ternyata mood saya berantakan karena mau jadwalnya "cuti" datang. Selain itu ada saja hal yang hinggap dan tidak sinkron antara hati dan pikiran, jadilah suasana yang kalut berkepanjangan. Hal-hal kecil jadi sensitif di pikiran saya, hingga kadang menimbulkan respon yang saya harus semedi dulu untuk berbicara dengan diri sendiri dan menenangkan diri dengan membaca buku.

Begitu juga dengan kemarin, entah kenapa tersulut lagi hati, istilahnya membuat kemrungsung, tak sesuai dengan harapan. Salah sih, saya terlalu berekspektasi dengan keinginan saya. Akhirnya saya langsung minta pendapat ibu saya. Selepas itu saya pulang ke kos menuju rak buku dan membaca kisah. Bertemulah kisah mulia, Sa'id bin 'Amir dengan kesederhanaanya. Part paling meleleh saat istrinya menangis karena tidak jadi membeli pakaian baru yang layak dan keperluan rumah tangga lantaran suaminya, Sa'id bin 'Amir menggunakan uangnya untuk investasi akhirat. Serta pembelaan Sa'id bin 'Amir saat rakyatnya mengutarakan 4 evaluasi atas dirinya. Subhanallah, betapa diri ini langsung instrospeksi diri, luluh ya Allah, menangis rasanya meratapi keinginan duniawi diri sendiri. 

Lalu ada pesan masuk dari Ibu saya, yang mungkin baru mengaktifkan HP. Kata beliau, "...diterimo, ojo gawe gelone liyan..." (Diterima, jangan membuat sakit hati orang). Astaghfirullah, dalam hati saya. Entah setan apa yang merasuki diri  ini sehingga kalut dengan nafsu duniawi. Saya bersyukur punya keluarga besar yang prinsipnya "menerima", apapun keadaannya. Apalagi beliau yang sudah berpengalaman dengan pahit manisnya kehidupan. Ya, terkadang kalau diterapkan, menerima apapun perlakuan orang dan tidak boleh menyakiti itu harus mengorbankan kebahagiaan diri sendiri. Namun, benar juga sih, mending kita yang sakit hati daripada membuat orang lain yang sakit hati.

Seketika saya ingat pesan dalam salah satu ceramah Aa' Gym, kita tidak bisa memaksa orang lain bersikap baik kepada kita, namun kita bisa memaksa diri kita untuk memberikan sikap terbaik kita. Terima kasih ya Allah, telah meluruskan hati yang hampir saja berbelok ke nafsu duniawi ini :')
***
Wisma Wageningen, 5 Oktober 2019
Vita Ayu Kusuma Dewi

Comments