Surat untuk (calon) Insinyur

| 8
Bismillahirrahmaanirrahiim


“Terkadang teman kita mentertawakan apa yang kita tulis, bahkan kitapun berlaku sama. Padahal bisa jadi, suatu saat yang tidak kita mengerti, semua akan terbalik, tulisan itu akan membuat kita menitikan air mata”
(Rescue Iffah, 2014)

Waktu tidak akan pernah bernegosiasi dengan kita, sekejap ia pergi tanpa permisi. Pernahkah kita sedikit menyisakan waktu membongkar kembali semangat membara diawal memasuki masa-masa mahasiswa? Jika saat ini desahan keluh kesah mengiringi, cobalah tengok kembali bagaimana kita dengan bangganya berkata “Anak  Teknik”. Lihat kembali senyum bangga orang tua kita yang mengharapkan anaknya menjadi insinyur, yang dapat menggunakan ilmunya untuk mengabdikan diri dimasyarakat, meninggalkan sebuah jejak yang bermanfaat.

Setiap apa yang kita pilih, meminta pertanggungjawaban. Meskipun akhirnya kamu merasa tak suka, tetap saja itu pilihan yang telah kamu pilih sebelumnya, lalu mana tanggung jawabmu? Atau hanya sampai itukah semangatmu? Bagi kamu, yang berkecimpung dalam dunia konstruksi, jadilah jiwa seperti baja ataupun beton. Kuat, tapi harus tetap ingat, bahwa semua memiliki batas termasuk kekuatan. Ada batas ultimate, ada batas ijin yang bisa kita gunakan menjadi faktor keamanan saat menghadapi kondisi-kondisi tertentu.

Berbicara belajar di teknik sama dengan berbicara kehidupan. Lagi-lagi kadang pilihan menjadikan kita tertekan, sebab sejatinya kita belum tahu bahwa ada kebaikan besar yang masih menjadi mutiara tersembunyi. Seperti tadi malam, diskusi singkat dengan sahabat perihal keinginan adiknya untuk pindah jurusan karena tidak kuat berada di teknik meskipun nilainya tergolong memuaskan untuk seseorang yang mengatakan tidak sanggup, “Aku bisa, tapi tidak cinta”, mungkin kalimat Kugy itu sama persis dengan apa yang dirasakan adik tersebut.

Berbicara jurusan, memang tidak selamanya kita diterima ditempat yang tidak kita harapkan. Memang tak selamanya kita ditempatkan pada tempat yang menurut kita akan membuat kita lebih baik. Tapi kita harus selalu yakin dan percaya pada pemilik ilmu-ilmu tersebut, Allah, bahwa Allah akan menempatkan pada tempat terbaik untuk kita. Sadarilah, butuh waktu untuk berproses. 

Tidak perlu jauh-jauh, aku juga merasakan hal yang sama dulu saat berada di ranah mahasiswa baru. Semua berubah saat hati mulai tersadar banyak hal yang telah Allah siapkan untukku, yang bisa saja tidak akan pernah aku dapatkan saat aku menjadi mahasiswa “non” teknik.

Pagi tadi, saat memasukkan kembali satu persatu sertifikat, aku menemukan sebuah surat yang menampar keras dibagian pembukanya. Sederhana, hanya coretan spidol hitam bercampur dua warna lain tertanggal 10 April 2014. Terdiam sejenak, ini adalah coretan yang dulunya ditertawakan, yang dulunya dihina karena dianggap lucu memarahi diri sendiri melalui tulisan. Saat aku menertawakan tulisan hatiku, saat ini keadaan membuatnya terbalik.

***

10 April 2012
HST….???
Ga lulus HST ga bisa ngambil Hidrolika Model Test,
Ga bisa ngambil HMT, rugi waktu,
Rugi waktu berarti rugi biaya,
Sadarkah???
Woey mau jadi insinyur apa kamu Vita!!! Mau ngerancang jembatan yang jerumusin orang ke sungai, mau bangun gedung yang bikin orang terjun bebas, atau mau buat waduk yang bikin desa kelelep air? Sadar Vita…sadar…ini tanggung jawab moral, mau lebih lama di neraka gara-gara kemasalanmu yang berakibat fatal itu? Yakin mau pindah jurusan? Pindah itu ga mudah, harus adaptasi, harus mulai dari 0, materipun mulai dari baru lagi, fikirkan lagi rencanamu itu! Katanya jiwa teknik, masak ujian gagal aja, nyerah? Try and try again Vita. Introspeksi lagi apa yang kurang dari kamu, cara belajar mungkin, atau pikiranmu ga fokus ke kuliah? Ada niat lainkah? Astaghfirullah Vita, amanah dari ortumu kamu buang kemana? Sadarlah…

Yakinlah Allah selalu membantumu ketika kamu ada masalah Vita, yakinlah Dia selalu ada jika kau butuhkan asal kamu ga lalai. Ini baru awal Vita, semester 2 belum genap, masih ada kesempatan memperbaikinya, kamu belum telat untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan saat ini asal kamu ga seperti ini terus, update semangatmu. Ingat ini masih awal, sangat awal. Jadikan ini sebuah pembelajaran untuk masa depan. Say no to galau… say no to give up… say no to MALAS.

Hidupmu Indah bila kau tau jalan mana yang benar, harapan ada, harapan ada, bila kau PERCAYA.

BANDUNG, menanti ^^
BELANDA, bukan sekedar mimpi ^^
Semangka…. Semangat karena Allah ^^

 ***
Membacanya mengingatkan akan hati yang tidak akan pernah berbohong tentang kebenaran. Bersyukurlah jika kau masih mempunyai hati yang lurus, yang masih membisikan sayup-sayup kebenaran saat kau mulai melenceng.

Aku buka kembali hasil ujian akhir semester di KHS semester 2 untuk mata kuliah Open Channel Hydraulic (HST) dan semester 3 untuk Model Test Hydraulic (HMT), Alhamdulillah karena masih diingatkan dan diberi kesempatan untuk bangkit oleh Allah, atas ijin Allah mendapat B+ dan A, yang artinya tidak perlu mengulang mata kuliah tersebut.

Lalu saat ini, apa kabar wahai hati? Apa kabar wahai iman? Masihkah bertahan dijalan kebenaran ditengah banyaknya tekanan? Keep fighting Lillahi Ta’ala… Luruskan niat belajar karena Allah, tetap jaga diri di zona berbahaya ini. Selamat menuntut ilmu, kawan mahasiswa dan khususnya kawan Teknik diseluruh penjuru bumi ini.


"Carilah hatimu di tiga tempat. Pertama ketika membaca Al-Qur'an, kedua ketika shalat dan ketiga ketika engkau mengingati mati. Jika pada tiga tempat itu kamu tidak menemukan hatimu, maka mohonlah kepada Allah agar Ia memberimu hati, karena sesungguhnya ketika itu kamu tidak memiliki hati." (Imam al Ghazali)

Ya Allah, kami berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', nafsu yang tidak kenyang, mata yang tidak menangis, dan do'a yang tidak dikabulkan. Aamiin 

Malang, 18 Maret 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

share on facebook

8 comments:

Wahyu Wibowo said...

Lama tak membaca kisah dan semangatmu, sekali ketemu sungguh menggugah.
~Izin share.
^_^

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

hehe..ini kisah ga sengaja juga kak, nemu di lipatan- lipatan kertas :) gimana kabarnya kak?

Wahyu Wibowo said...

Ini gak sengaja, bagaimana kalau sengaja? #wahhhh...
Alhamdulillah, masih bisa menjalin komunikasi dan tersnyum.
tentunya dirimu lebih baikkah?

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

alhamdulillah kak, ni mau TOT panitia, sebelum TOT posting dulu.hehe

Wahyu Wibowo said...

Ini yang namanya :: akademik oke, organisasi oke, ditambah telur juga ya... :D

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Hehe nasi teknik tu kak, nasi telur, tempe, tahu, timun :D

Wahyu Wibowo said...

eh, ketauan. yang jual ya? :p

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

ya ya ya..bisa jadi.. :D

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^