Gagal Nonton Detective Conan : The Darkest Nightmare

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Semalam kami bertemu lagi, yeay.. Seperti sabtu biasanya, ada meet up yang tak terduga tapi telah direncanakan oleh-Nya. Alhamdulillah semalam bisa berjumpa kembali dengan keluarga WRE yang ada di Jakarta. Rencana meet up ini berawal dari "kode" Mbak Farah di grup yang tertulis "ehem..nonton conan yuuuk..". Hasil diskusi digrup setelah melalui analisa ekonomi serta pertimbangan lokasi antara Plaza Semanggi dan Grand Indonesia, akhirnya terpilihlah Grand Indonesia untuk menonton Conan. Kenapa harus disana? Soalnya Film Conan ini hanya ditayangkan di CGV Blitz. 

Tahu tentang Conan kan ya? Itu loh yang waktu kita kecil sering baca komiknya sampai berjilid-jilid dan ada filmnya di TV. Kalau tidak kenal Conan, pasti kenal sama yang namanya Shinichi Kudo, sang detektif yang gaweannya membantu polisi mengungkap suatu kasus. Serial manganya yang asli digambar oleh Gosho Aoyama dan kalau di Indonesia komiknya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dengan judul Detektif Conan. Nah, tahun 2016 ini ada filmnya dengan judul Detective Conan : The Darkest Nightmare. Nih posternya kalau belum tahu, atau kunjungi informasinya di website CGV Blitz ini.


Sinopsis filmnya menceritakan seorang mata-mata yang menyusup ke Badan Kepolisian Jepang, dan dia mengambil sejumlah file rahasia dari berbagai badan Intelijen agen rahasia seperti MI6 (inggris), BDN (jerman), dan CIA (amerika) dan FBI, Setelah itu, mata-mata mencuri mobil dan melarikan diri. Rei Furuya dan rekan-rekan polisinya langsung mengejar si mata-mata yang kabur dengan mobil curiannya tersebut. pelarian si mata-mata itupun berakhir ketika mobil yang dikendarainya terguling setelah ditembak oleh seorang sniper agen FBI Shuichi Akai. Keesokan harinya, Conan dan teman-temannya pergi ke sebuah wahana akurium yang baru saja direnovasi. Saat naik wahana, komedi raksasa, Conan melihat seorang wanita yang duduk sendirian dan dalam keadaan terluka. Wanita itu memiliki warna mata yang berbeda kiri dan kanan. Tapi saat ditanya, wanita itu tampaknya menderita amnesia begitu parah, dia bahkan tak ingat namanya sendiri dan telepon genggamnya juga rusak. Conan dan teman-temannya berjanji untuk membantunya mendapatkan kembali kenangan siwanita tersebut. Sejak saat itu sang wanita asing itu tinggal bersama Conan. (movie.co.id)

Begitulah kira-kira tentang film Detective Conan. Kalau cerita kami tentang gagal nobar Conan ini dikarenakan beberapa hal. Kalau aku pribadi sih sampai Grand Indonesia film sudah jalan sekitar 15 menit.hehe..Jadi gini, rutinitas sabtu biasanya sampai sore dan setelah itu aku ke Kos menaruh laptop sebentar kemudian berangkat ke Jakarta menyusul teman-teman yang sudah standby di West Mall GI sejak sore. Ketika aku berangkat yang sudah di GI ada Mbak Farah, Mbak Atik dan Mas Andri. Beberapa teman lain seperti Mbak Eva tidak bisa hadir karena kurang enak badan, Mas Caesar masih lembur proyek, Mbak Tiwi ada janji dengan kawannya serta sahabat-sahabat yang lain sedang dinas di luar kota. Mas Henu menyanggupi hadir dan masih dalam perjalanan.


yang sudah di GI sejak sore dan yang menyusul -tanpa aku-

Estimasiku sampai GI sekitar jam setengah 9 karena biasanya dari Kos sampai Jakarta Pusat sekitar 2,5-3 jam, dan bisa lebih cepat jika angkutannya lancar tanpa macet dan ngetemYa seperti biasa juga naik angkot 2x ke Stasiun barulah naik KRL. Alhamdulillah dapat rejeki angkot yang mau lewat jalan alternatif karena lewat jalan biasanya macet parah apalagi ada panggung hiburan di Bara. Perjalanan angkot lancar. Sesampainya di Stasiun Bogor cari KRL yang arah Stasiun Sudirman belum ada, akhirnya aku naik yang paling awal berangkat, Jakarta Kota. Rencanaku nanti transit di Manggarai atau turun Stasiun Gondangdia. 


No love, no friendship can cross the path of our destiny without leaving some mark on it forever. [Francois Mauriac]

Sampai Stasiun Manggarai KRL tak mengalami masalah, namun setelah menunggu sekitar 10 menitan KRL jurusan Stasiun Sudirman tak kunjung datang. Akhirnya kuputuskan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Gondangdia saja. Kira-kira di Stasiun Cikini aku berfikir kenapa tidak turun Juanda kan bisa naik Transjakarta sampai halte Tosari, yang didepan GI. Singkat cerita turunlah di Stasiun Juanda dan langsung menuju halte busway. Aku langsung naik yang ada dulu sampai harmoni. Di Harmoni ternyata busway arah Monas-Tosari hingga Blok M tak kunjung datang. Kiranya 20 menit menunggu buswaynya datang. Sudah baterai HP menipis sampai akhirnya mati, tapi belum juga sampai Halte Tosari. Untungnya aku sudah memberitahu di grup kalau mau nonton, nonton aja. Nanti aku menunggunya di tempat makan. Sesampainya di Halte Tosari sudah jam sembilan lewat 15 menitan dan akupun jalan-jalan saja di East Mall, sambil menunggu yang nonton, pikirku. Pas cek HP yang non internet ternyata Mbak Farah dan Mbak Atik telepon. Ternyata mereka ga jadi nonton.
Ohya, sebagai persiapan, didalam KRL aku mau pesan online tiket nonton, buat jaga-jaga kalau tidak telat bisa ikut menonton. Alhadulillah -silaturahim membawa rejeki- dapat harga tiket nontonnya Rp19000,- melalui website groupon.  Lumayan kan buat mahasiswa saving dari Rp75000,- ke harga Rp19000,- hehe..Tuh kan rejeki..makanya paling ga bosen buat silaturahim.hihi

Ohya, lanjut ya ceritanya, akhirnya dari East Mall, aku langsung menuju West Mall lantai 3 menyusul mereka berempat. Alhamdulillah ketemu mereka (lagi) dan salah satu alasan tidak jadi nonton adalah alasan persahabatan. So sweet ya..huhu.. padahal itu sudah pengen nonton banget loh dibelain ke Blitz. 

Memahami dan menurunkan ego pribadi, 2 alasan utama yang membuatku banyak belajar dari mereka. ah..speechless deh kalo denger beberapa alasan mereka sebenarnya. Makasih ya rek  sudah banyak membuatku belajar dari kalian. :') Akhirnya rencana nonton kita tunda, karena kebersamaan bersama sahabat itu rasanya sudah melebihi segalanya, apalagi sahabat-sahabat yang selalu saling mengingatkan untuk tetap dijalan-Nya. :')


Mereka...sahabat selamanya sampai Surga-Nya..Aamiin

Rencanapun kita ganti dengan tetap bersama, yaitu dengan karaoke. Bukan karaokenya yang utama tapi kebersamaannya itu lo. Sewaktu menunggu Grabcar, kami berempat menunggu di Amarta lobby dan diberi kesempatan oleh Allah untuk beradu tatap dengan Kakak Rangga Dewamoela, SM*SH. Jadi berasa pengen nyanyi you know me so well.....

Ekspresi kita serba serbi pokoknya, yang pasti gimana caranya biar ga kelihatan ndeso, yang ketemu artis ga minta foto. Akhirnya cuma lempar senyum saja sambil duduk disampingnya. Ea...berada didekatmu mengajarkanku..apa artinya.. #salahlagu

Untungnya kita memang niat wefie karena Mbak Atik mau pamit duluan-walaupun akhirnya se Grabcar. Akhirnya wefie-lah kita walau Kak Rangga tak ikut menghadap kamera. We know you so well kok Kak Rangga, sepertinya dari raut wajahnya sudah sedikit lelah. Semoga selalu dalam lindungan-Nya dan terus berprestasi kakak.


Kak Rangga..lihat kamera dong jangan HP terus..

Efek HP..menjauhkan yang dekat...jauh di hati padahal dekat di raga

Setelah menunggu akhirnya Abang Grabcar datang dengan muka lelah juga karena tak tau jalan. Penuh drama banget lah naik Grabcar semalam sampai banyak diamnya di mobil. Jarak yang seharusnya hanya sekitar 4km berasa puluhan kilometer. Alhamdulillahnya kita sampai tempat NAV Karaoke Kuningan dengan selamat. Disanalah kami berpisah dengan Mbak Atik, karena paginya Mbak Atik ada janji ke car free day. Kami berempat masih menikmati kebersamaan dalam ruangan medium-small sambil berekspresi lewat lagu dari lagu jadul hingga kekinian, slow sampai nge-rap, dari galau sampai bergembira, nano nano lah. Ketika pulang kita disambut hujan, Allahumma shoyyiban nafi'an...

Akhirnya aku pulang dengan Mbak Farah dengan Gocar, dan Mas Andri menginap di tempat Mas Henu. Uniknya Mas Gocar bilang sesuatu dikiranya kita habis pisah jalan sama pacar. hehe...Masing-masing kita sudah ada yang punya Mas, yang punya Allah.hihi...

Jadilah kemarin, tadi malam hingga hari ini adalah momen bahagia yang terus mewarnai hariku agar tidak berdiam diri di Kos yang akhirnya memunculkan kegalauan, dan sebelum menulis cerita ini tadi sempat melihat-lihat kembali foto selama satu bulan ini, ternyata 3 weekend terakhir kita (WRE) selalu bersama. Efek nagih rek ketemuan sama kalian..


Ini yang di kokas, ceritanya di sini

Ini yang edisi 17 Agustus, ceritanya juga disini

Ya seperti itulah ceritanya, semoga ada yang bisa diambil sebagai hikmah dari perjalanan kami. Buat seluruh sahabatku, dimanapun kalian berada baik didunia nyata maupun maya, saling mendoakan ya, semoga selalu terjaga dijalan-Nya, dimudahkan dan dilancarkan rejekinya serta selalu sehat dan dalam lindungan-Nya. Semoga Allah masih ijinkan kita untuk bertegur sapa dan berbagi cerita. Aamiin
***
Laboratorium Wageningen, 28 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Sekilas Tentang Beasiswa PMDSU Kemenristekdikti

| 28
Bismillahirrahmaanirahim
Sesuai keinginan buat share bagaimana proses mendapatkan beasiswa PMDSU setahun yang lalu, in syaa Allah berawal dari postingan ini akan saya sampaikan mengenai beasiswa ini (sesuai yang saya alami). Kenapa ga share dari dulu? Karena beasiswa ini mensyaratkan beberapa poin pada tahun pertama, jadi saya putuskan menunggu jalannya proses belajar selama setahun terlebih dahulu. Sampai detik inipun saya sedang menunggu evaluasi dari pihak Kampus dan Kemenristekdikti mengenai hasil studi saya selama setahun dan apakah saya layak melanjutkan beasiswa ini. Mohon doanya juga ya kawan semoga bisa lolos evaluasi dan terus melanjutkan menuntut ilmu di Kampus IPB ini.

Ohya, beberapa waktu yang lalu juga banyak BC, jarkom maupun info-info dibeberapa website informasi beasiswa menyiarkan bahwa tahun 2016 ada pendaftaran beasiswa PMDSU. Iya ada, tapi tahun 2016 hanya untuk seleksi Perguruan Tinggi penyelenggara beasiswa PMDSU batch III. Sampai berita yang viral di media sosial ini mendapatkan feedback dari pihak PMDSU.

"Meluruskan informasi yang beredar bahwa pada tahun 2016 ini akan diselenggarakan penerimaan mahasiswa PMDSU Batch III, dengan ini dapat kami sampaikan bahwa seleksi untuk penerimaan calon mahasiswa penerima beasiswa PMDSU Batch I telah dilaksanakan pada tahun 2013, sedangkan untuk batch II telah dilaksanakan pada tahun 2015. Untuk tahun 2016 ini akan dilaksanakan seleksi untuk perguruan tinggi penyelenggara PMDSU Batch III, sedangkan untuk seleksi penerima mahasiswa calon penerima beasiswa PMDSU Batch III akan dilakukan pada tahun 2017" [Website PMDSU]

Bagi yang belum mengetahui tentang beasiswa PMDSU,  PMDSU singkatan dari Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul. Biasanya teman-teman singkatnya menyebut beasiswa S2 dan S3 yang dilakukan dengan masa studi 4 tahun. Kalau secara bahasa formalnya rekan-rekan sekalian bisa membaca di  Panduan Penyelenggaran Beasiswa PMDSU Tahap III. Skema ini semoga dapat menjelaskan bagaimana jalannya beasiswa PMDSU




Pertanyaan umum dari teman-teman semua misalnya syaratnya apa, prosesnya bagaimana, bisa terjawab dari leaflet berikut. Tapi jangan dibaca bagian jadwal pelaksanaan ya, soalnya ini leaflet tahun lalu, ketika batch II.hehe...






Sekarang banyak yang tanya, daftar promotornya dimana kak lihatnya? Sabar..sabar ya kawan, kalau sudah final in syaa Allah akan diumumkan di website  PMDSU, karena sekarang masih dalam seleksi promotor. Di buku panduan yang linknya saya share diatas ada jadwalnya. Semoga jadwal itu dapat membantu untuk tetap tenang dan sabar.


Nah, kalau saat ini sambil menunggu apa yang perlu disiapkan? Kalau berdasarkan pengalaman, yang pasti penuhi syarat umumnya dulu seperti IPK harus diatas 3,25, lulus S1 maksimal 2 tahun terakhir dan memenuhi berkas-berkas yang diminta. Sertifikat bahasa inggris seperti TOEFL ITP dan hasil tes TPA Bappenas itu yang sangat perlu disiapkan dari sekarang, karena keduanya tidak bisa dadakan. Plus rencana studi dan penelitian, jangan seperti saya yang serba dadakan ketika itu. Terkait syarat belum tahu juga apakah tahun ini ada perubahan.


Rekan-rekan semuanya harus juga sering mengupdate website http://budi.ristekdikti.go.id/pmdsu/ siapa tahu ada informasi awal dari pihak PMDSU.  Eh..untuk mengakhiri sekilas beasiswa PMDSU ini saya ingin menyampaikan salah satu jawaban atas pertanyaan beberapa waktu lalu yang dilontarkan pada saya. "Mbak kalau dapat beasiswa ini boleh nikah ditengah proses studi?". Jawaban saya masih sama dengan yang saya  jadikan caption di instagram.



Mau nikah sebelum dapat beasiswa, pas dapat, atau setelah lulus itu pilihan kita (dan atas ijin-Nya). Ada juga kok kakak angkatan yang menikah di masa studi tapi dia bisa bagi waktu untuk tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa dan juga kewajiban dikeluarga. Beasiswa tak akan menghalangi jalanmu buat menikah, begitupula menikah tidak akan menghalangimu mendapatkan beasiswa [VAKD] 

Mulai sekarang sembari melengkapi berkas, coba buat rencana hidup jika mengambil beasiswa ini, dengan itu jika terjadi sesuatu ditengah jalan, bisa diantisipasi. Untuk awalan, saya rasa cukup sekian dulu ya, jika ada pertanyaan yang ingin disharingkan bisa dituliskan di kolom komentar atau langsung menghubungi via email. In syaa Allah setelah keluar hasil evaluasi keberlanjutan beasiswa, akan saya posting cerita perjalanan yang saya lalui ketika mendaftar PMDSU.


Semoga selalu dilimpahi rahmat Allah dan semangat selalu, selamat dini hari bagi yang membaca post ini langsung ketika terbit. Selamat istirahat bagi yang sudah membaca dan akan istirahat, dan bagi kawan PMDSU tetap sabar semangat menunggu kepastian, semoga Allah berikan yang terbaik untuk kita ^^

***
Ngawi, pergantian hari 23-24 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Pelabuhan Rindu itu Ngawi

| 16
Bismillahirrahmaanirrahim
Dalam rangka menyukseskan pekan mudik se-Wageningen, akhirnya Allah ridhoi diri ini sampai Ngawi. Alhamdulillah kemarin setelah dari Cikarang bisa langsung pulang ke Ngawi sesuai rencana. Sore itu selepas berpisah di sekitaran Pilar, Cikarang, aku diantarkan Mas Yusya ke Fly over tempat agen bus AKAP. Melalui jalan di Cikarang yang lumayan macet di jalan Stasiun Lemah Abang sampai kawasan elite Jababeka, jadilah sore itu perjalanan explore sedikit di Cikarang. Lumayan jauh sih menurutku buat sampai lokasinya tapi enjoy banget perjalanannya soalnya Mas Yusya juga memberi info ini daerah mana, terus juga ngobrol ada universitas apa saja. Setelah sampai, aku berburu tiket. Mas Yusya yang bantu tanya-tanya, sampai akhirnya dapat info kalau bus ke Ngawi kebanyakan sudah berangkat terakhir jam empat sore. Ada satu agen sampai Ngawi Rp250000,-. Akhirnya aku coba ditempat lain dulu, setelah lihat Laju Prima, Lorena dan beberapa agen lain jatuhlah pilihan pada Handoyo. 

Walau hanya sampai Solo aku iyakan, dan dapatnya ekonomi AC. Harga tiketnya Rp140000,- tapi anehnya kok yang patas hanya Rp155000,-. Bus katanya bakal sampai setelah magrib tapi setelah ditunggu ternyata setelah isya baru sampai. Thanks banget buat Mas Yusya untuk waktunya sudah mau direpotkan, terima kasih juga sudah mau diajak sharing, masih tetap jadi ketua kelas yang mengayomi.hehe..Setelah hujan agak reda datanglah si bus, secara penampakan dari luar biasa saja, tapi ketika masuk didalam rasa patas busnya, dari bangku hingga fasilitasnya.


Alhamdulillah perjalanan dan langsung khilaf ketiduran.hehe.. Hingga sampai di Karawang waktu istirahat baru nyadar kok pas buka mata, mata kiri agak sakit, ternyata karena ketiduran bersandar sama kaca dan ketatap. Setelah istirahat itu susah buat tidur lagi, hingga sampailah kami di Tol Cipali. Ketika awal-wal masih diajak ngobrol sama Mas-mas asal Semarang.

"Mbak dapat tiket harga berapa?" tanya Masnya
"140 ribu Mas, Masnya berapa?" jawabku
"Aku 150 ribu Mbak malahan, padahal yang naik dari Kampung Rambutan cuma 110 ribu lo" tuturnya
Aku kaget, berarti kemahalan dong yang kubeli. "Beneran Mas 110 ribu, walah mahal ya Mas berarti punyaku sama Masnya"

Dari percakapan singkat itu baru sadar kalau tiap agen harga tiketnya beda-beda, pantas ditiket tidak ditulis harganya, padahal di agen kalau dari Bogor ditulis harganya berapa. Lumayan banget kalau harga asli Rp110000,- ada margin Rp30000,- buat beli jajan.hehe..mahasiswa. Tapi tak apalah, rindu itu tak bisa diuangkan.

Di tol berliku itu rasanya pengen merem tapi lihat hujan dari kaca langsung meleleh, tiba-tiba kangen banget sama almarhum Bapak. Kangen ada yang mendekap dan menjaga dari jauh, memberi nasehat hingga menuntun selalu dijalan-Nya. Sampai saat ini belum kutemukan lelaki sepertimu Pak, dan mungkin tidak ada :'(

Rindu itu semakin membucah dan menguatkan buat pulang ke Rumah, saat Bogor tak lagi kondusif dengan suasana hati. Belum juga menemukan yang bisa mendengarkan minimal seperti Bapak sama Ibu dan keluarga. Tetiba teringat dengan segala petuah Bapak dan Ibu.huhu..jadilah nangis bombay di Tol Cipali, untung Mas sebelah tidur.

Setelah nangis itu kupaksa memejamkan mata. Perjalanan yang terasa lama akhirnya. Sekitar subuh, bus yang kunaiki sudah sampai Boyolali dan sekitar jam lima memasuki terminal Kartasura. Nah, bus Handoyo sepertinya tidak mau ke terminal Solo, akhirnya kami diturunkan di pertigaan. Kemudian di oper untuk ke Terminal Tirtonadi. Disinilah aku diturunkan...



Beralih ke bus lokal bersama adik-adik pelajar yang memenuhi bus, kamipun menerobos pagi di Kartasura- Solo. Sekitar pukul enam pagi sampailah di Terminal Tirtonadi.

Wis suwe wis suwe kangen sik tak rasakke, rasane rasane koyo ngene, penggalan lirik lagu Terminal Tirtonadi ciptaan Didi Kempot itu mewakili isi hati. Terminal Tirtonadi ini favorit banget, fasilitasnya sangat sangat mendukung dan terjaga. Apalagi toiletnya juga gratis, ruang tunggu nyaman dan tertib dengan hanya membayar Rp1000,- di Peron.


Akupun bergegas ke ruang tunggu sebelah timur, dan langsung dapat bus Mira untuk melanjutkan perjalanan ke Ngawi. Buat ke Ngawi cukup Rp14000,- saja dari Terminal Solo.



Bahagia rasanya bisa pulang, walau hanya 2 hari. Paling tidak bisa berjumpa dengan keluarga yang di Rumah sebelum nanti susah pulang kalau sudah mulai penelitian. Sekitar jam delapan pagi aku sampai di Terminal lama Ngawi. Sudah banyak perubahan di Ngawi dan di Desa yang sudah ada gapura selamat datang di Desa Sumberbening. hehe..berapa lama aku tak pulang kok sudah berubah gini...

Ngawi, apapun kata orang tentang kota ini, tetap menjadi pelabuhan untuk mengobati rindu pada apa dan siapa-siapa yang ada di Kota ini, dan semoga yang masih disemogakan dari hati juga bisa terealisasi di Ngawi. 

Agenda di Ngawi ingin ke Rumah saudara sekaligus ke Makam almarhum Bapak dan Almarhumah Bulek yang kemarin meninggal saat aku berada di Bogor.

Sayangnya pas aku pulang Adik sudah balik ke Solo..
***
Ngawi, 23 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi