Bersinar Bersama Forum Indonesia Muda

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim Alhamdulillah setelah 3 cerita Negeri Sakura ke Paris Van Java, Ada Cinta di Paris Van Java  dan Reuni Kecil WRE di Bandung, hari ini akan aku posting episode terakhir dari perjalanan yang hanya bermula dari niat walimahan tersebut. 

Pagi itu aku di antar oleh Mbak Eva ke pertigaan depan perumahan untuk mencari angkot dari Soreang menuju Terminal Leuwi Panjang. Rencananya aku sudah memantabkan akan naik bus menuju Cililitan kemudian langsung menuju Markas atau bisa disebut Mabes di Rawamangun. Alhamdulillah hanya sesaat menunggu, langsung aku pamit kepada Mbak Eva dan naik angkot. Alhamdulillah, lagi-lagi ini Bapak angkotnya baik. Bapaknya juga berasal dari Jawa, namun istrinya di Bandung. Kamipun banyak bercerita, walaupun ada penumpang lain.hehe... Vita kumat kan..ga bisa diam.

Bapak tersebut bercerita bagaimana perjuangannya menghidupi istri dan anaknya. Alhamdulillah Bapak sopir ini guru dan pengusaha angkot, namun kalau hari minggu kadang narik buat tambahan, kata Beliau.

Sesampainya di Terminal aku diantarkan sampai dalam. Alhamdulillah ya Allah, Bapaknya memberi gratis biaya angkot. Alhamdulillah... silaturahim membawa rejeki. Ga nyangka..Akupun berdiri disekitaran bus besar luar kota. Untuk memastikan aku menghubungi Ulik, princess FIM Kece, Bandung. Aku memastikan bus yang akan kutumpangi.

Namun, namanya rejeki dari Allah, ada-ada saja rejekinya. Mbak Ulik bilang kalau rombongan FIM Kece yang mau ke Mabes belum berangkat. Ma syaa Allah... Mbak Ulikpun mengarahkan aku untuk menuju Salman, ITB, dengan naik DAMRI, sebab teman-teman FIM Kece bawa 2 mobil dan satu mobilnya masih belum berangkat dan masih cukup. Alhamdulillah..tidak jadi ke Jakarta sendiri.

Akupun menyambut baik ajakan tersebut. Itukan FIM, selalu menjadi perantara dari Allah untuk memudahkan langkahku, setelah kemarin skripsi di bantu, kemudian saat datang pertama kali di Bogor, dan banyak lagi kisah bersama FIM, khususnya FIMalang yang ngangenin. Akupun naik DAMRI jurusan Dago. Saat di DAMRI aku diberitahu Sarah, FIM Kece, untuk turun Jalan Jakarta, karena kalau ke ITB terlalu jauh. Aku kan tidak tahu arah akhirnya aku bilang ke kondektur dan ternyata aku salah naik. Kalau ke Jalan Jakarta harusnya aku naik DAMRI ke arah Cicaheum. Akupun diturunkan didekat lampu merah Pasir Koja. 

Kemudian aku bilang ke Sarah, dan Sarah juga menanyakan posisiku. Aku telepon dan kebingungan sendiri,dilain sisi tak ingin merepotkan. Walaupun sebenarnya aku telah merepotkan mereka.heuheu..maafkeun Vita ya.. Akhirnya merekapun bilang kalau aku diam ditempat saja mereka yang kesana. Ah...aku tak mau..jauh...jauh...google maps aja bilang jauh. Aku kembali menghubungi Sarah dan ada gaalternatif angkot atau angkutan lain, dan Sarahpun mengeluarkan sebuah kata kunci "ojek". Yaelah...mesti kan kagak kepikiran buat naik ojek. 

Akhirnya akupun pesan Gojek. hehe..benar-benar Gojek sangat membantu.Ternyata Abangnya salah menuju lokasiku gara-gara aku salah nunjukin di Peta. Ampun Bang, aku ga tau Bandung..punten..... Tapi tak masalah Abangnya baik hati. Alhamdulillah hari itu aku dipertemukan dengan orang-orang yang baik hati. Kemudian aku diantarkan menuju BTM Pasteur, tempat aku dan Sarah buat ketemu. Benar-benar banyak cerita selama di Bandung.

Seperti biasa, sepanjang perjalanan aku tak bisa hanya diam. Akupun ngobrol banyak dengan Abang Gojek. Aku juga banyak dinasehatin nanti kalau dari BTM kalau pesan Gojek jangan didepan BTM, karena banyak ojek lokal. Iya juga sih..bisa bertentangan juga seperti di IPB Bogor sampai ada spanduk Gojek dilarang masuk.Sesampainya di BTM aku belum menemukan Sarah, dkk. Akhirnya aku menunggu didepan KFC sekalian buat beli minuman. Beberapa saat kemudian Sarah menghubungi dia sudah sampai dan aku akan dijemput oleh anak yang pakai Jaket FIM. Yey,, ketemu mereka pertama kali.

Sepanjang jalan tol Cipularang


Aku juga berjalan kearah pintu BTM dan dari kejauhan nampak juga jaket FIMnya walaupun orangnya masih belum kenal.hehe... Semakin dekat dan hanya senyum kemudian baru menyapa. Namanya Daka, alumni Telkom University. Akupun bergegas mengikuti Daka dan juga masuk ke mobil ketemu Sarah. Alhamdulillah ketemu pertama dengan Sarah, Daka, Mas Fikri dan Luqman, sahabat FIM 15. Ah...FIM selalu membuatku terpesona dengan kekeluargaannya

Padahal baru pertama ketemu tapi langsung akrab. Sepanjang perjalanan kami tidak tidur. Ada- ada saja, mulai tebakan sampai kita harus menjelaskan dari sudut pandang Mayor kita kuliah saat melewati Tol Cipularang. Lucu dan bermakna, jadi aku menjelaskan dari sisi Teknik, Sarah sisi Kedokteran dan Psikologi, Mas Fikri sisi FPIK, Daka sisi Telkomnya dan Luqman sisi bahasa. Kok ya nyambung ya.hehe...

Belum lagi membicarakan sejarah tol, terutama saat di KM 97, yang sering kecelakaan, dibahas dari sisi mistis maupun sisi ilmiah yang memang pada KM tersebut anginnya terasa kencang. Jujur ini jalan bagus banget kanan kirinya, efek gunung dibelah mungkin.
Akhirnya setelah Daka ngebut hampir sampailah kita ke Mabes

Paling lucu kalau kita lihat rambu-rambu sepanjang Tol Cipularang.hehe... Misalnya nih "Anda Ngantuk!", nah lo itu tanya apa bentak.hehe..sepele hanya tanda baca tapi coba diintonasikan. Makanya sepanjang perjalanan kami tak bisa tidur. Belum lagi tebakan ala Kokologi dari Daka, tambah seru deh perjalanan Bandung - Jakarta. Mereka asyik yah! 

Parahnya nih Daka nyetir Bandung-Mabes hanya 1,5 jam, tapi ga ngerasa ngebut tuh.hehe..Kamipun bergegas menuju Mabes karena sudah tak sabar ketemu rekan FIM lainnya. DI Mabes sudah banyak yang menunggu dan kamipun melaksanakan agenda yang telah direncanakan sampai magrib. Alhamdulillah silaturahim... Disela istirahat ada anak FIM yang bawa kripik tempe Ngawi loh, jadi kangen Ngawi
Asli buatan Ngawi

Malamnya, alhamdulillah rencananya kan mau balik ke Bogor dengan ABTB, tapi kita FIM Hore dapat tumpangan Kece lagi, untuk ke Stasiun Cawang. Nah, lucunya nih, kita salah jalan dan sempat malah masuk ke Hotel..wkwkwk

Foto dulu didepan Mabes



Alhamdulillah sekitar jam 8 kami sampai Stasiun Cawang setelah melalui drama salah jalan dan tertidur di kereta serta di angkot.hehe..Sesampainya di Kos, masuk Kamar, ada yang ketok pintu. Ternyata ada anak Kos yang baru pulang exchange dari Malaysia. Alhamdulillah rejeki lagi, kecripatan  oleh-oleh.
Sekarang oleh-olehnya besok ke Negaranya..Aamiin

Alhamdulillah betapa banyak rejeki yang kudapat setelah silaturahim ke Bandung. Padahal niatnya walimahan, sama Allah dikasihnya lebih, sangat lebih. Aku semakin yakin kalau silaturahim itu mendatangkan rejeki. Yuk jangan bosan silaturahim ya kawan. Semoga perjalananku Bogor-Bandung-Jakarta-Bogor tersebut dapat diambil hikmah dan pelajarannya. Aamiin.. Terima kasih juga ya Allah telah mengenalkanku dengan keluarga FIM.

“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya, maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi” (HR Muslim)


Jangan lupa daftar FIM 18 ya kawan!
***
Wisma Wageningen, 30 Januari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

  
Salam PEMUDA!!

Salam PERUBAHAN!! 


 H-2 pendaftaran #FIM18. 


 Kamu memiliki semangat untuk bergerak membuat perubahan? 


 ⚠ Berkolaborasi dan bersinergilah untuk bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang lebih baik, dalam keluarga besar Forum Indonesia Muda. 


Karena kita tidak bisa mengubahe dunia sendirian! Siapkan dirimu menuju #FIM18! Kami tunggu aksimu! Semua persyaratan dapat dilihat pada portal pendaftaran mulai 1 Feb 2016.


 Simak terus linimasa kami : 

Twitter : @fimnews
Instagram : @fimnews 
Fanspage : https://www.facebook.com/forumindonesiamuda 
Line : http://line.me/ti/p/%40cnz0088f 
Free download e-book FIM : https://goo.gl/Z3gthC

Reuni Kecil WRE di Bandung

| 0
Bismillairrahmaanirrahiim
Alhamdulillah bisa melanjutkan cerita Negeri Sakura ke Paris Van Java dan Ada Cinta di Paris Van Java. Jadi setelah dari Alun-alun Bandung yang panas namun tetap rame membahana, aku, Reza, Muslim, Wahyu dan Mas Adib kembali ke Buah Batu. Kalau mereka rencananya mau makan siang ke Telkom namun aku memutuskan untuk turun disuatu tempat saja. Akupun diturunkan di sebuah perempatan yang aku tidak tahu namanya, yang jelas didepan PLN, ramai sekali bahkan macet berkilo-kilo. Aku akan melanjutkan pertemuanku dengan sahabat di WRE, Eva. Sekalian mumpung di Bandung.hehe
Siang itu di Alun-alun Bandung

Aku lihat google maps jarak antara tempatku berdiri dengan Kopo, tempat tinggal Eva sekitar 9km, niatnya sih naik Gojek, biar segera sampai dan tidak pindah-pindah, pun saran dari teman-teman juga seperti itu. Akhirnya aku pesan Gojek namun entah mengapa susah find tempatku berdiri, salah terus. Daripada kelamaan akhirnya aku bertanya dengan warga-warga yang lewat dan ada beberapa yang kurang tahu.hehe... Akhirnya ada Bapak dan anaknya berhenti didepanku, kemudian aku bertanya dan Beliau tahu. Akupun diarahkan untuk menaiki angkot di seberang berwarna hijau, lupa nomor berapa, pokoknya angkot hijau arah Terminal Leuwi Panjang, setelah itu di Leuwi Panjang aku disuruh bertanya untuk ke arah Kopo.

Ok... capcus nyebrang, cukup mudah menyeberang karena sedang macet. Alhamdulillah beberapa saat angkot yang dicari langsung menghampiri. Agak sesak memang, tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak seperti itu tidak berangkat-berangkat. Sekitar 15 menit kiranya aku sampai di depan Terminal Leuwi Panjang. Nah, sejujurnya aku bingung naik apa setelah itu. Mencoba Gojek  masih susah buat menemukan tempat, atau mungkin jaringanku yang memang bermasalah. Tak kehabisan akal, akhirnya aku menghampiri penjual Golang-galing (sebutan Jawa), tapi ini yang cakwe. Intinya sebenarnya aku cuma mau tanya dimana angkot ke Kopo tapi modusnya beli.hehe...

Kata Abang penjual cakwe, aku harus naik angkot ke Soreang, nanti turun di Permai-permai gitu. Ya sudah karena angkot telah siap akupun naik dan aku bilang dulu ke Bapaknya kalau mau turun di Kopo yang di Perumahan tersebut. Alhamdulillah baik sekali Bapak sopirnya.

Perjalanannya lumayan lama, hehe.. untung tidak jadi Gojek, soalnya aku nyadar kemampuan my lovely backbone. Mbak Eva sudah berkali-kali menghubungi tapi tidak aku angkat, mungkin Mbak Eva takut aku kesasar. *Maafkan Mbak Eva

Ohya, dari Buah Batu naik angkot kalau diakumulasi aku habis 10000, entah mahal atau murah sih, tapi kata Mbak Eva memang harganya sekitar itu. Sepanjang perjalanan ke Kopo ada Mall, lumayan gede bisa buat refreshing.hehe

Alhamdulillah setelah hampir setengah jam atau bahkan lebih, aku sampai juga di tempat yang dibilang Mbak Eva dan dari seberang sudah kelihatan Mbak Eva telah menunggu. Yeyeye...alhamdulillah. Terima kasih ya Allah...

Kamipun bergegas menuju kontrakan Mbak Eva dengan motornya, sebelum sampai kontrakan isi amunisi dulu di Indomaret, sekaligus persediaan semalam. Setelah sampai di Rumah, lebih tepatnya penginapan Kantornya Mbak Eva, aku bertemu dengan Mbak Ira dan Mbak Fitri~semoga aku tidak lupa nama. Mbak Ira juga kakak tingkatku di WRE dan violaaaa Reuni kecil-kecil WRE di Bandung.

Kami ngobrol sejenak kemudian langsung istirahat karena memang waktunya tidur siang. Akupun ke kamar Mbak Eva dan kita banyak bercerita. Seperti biasa lama tak jumpa, cerita kesana kemari tanpa jeda. Sampai akhirnya akupun bercerita kenapa bisa dapat cakwe yang kubawa tersebut. Jujur, baru kali ini lihat cakwe makannya pakai saos.What theeee...rasanya aneh bin ajaib.hehe Soalnya kalau di Jawa itu manis loh, serius.
Abaikan wajah lelah saya.hehe

Tak terasa waktu semakin sore dan hujan. Padahal Mbak Eva mau mengajakku ke tempat ngehits di Kopo. Kita tunggu sampai magrib tapi tetap saja hujanpun tak mau reda.Wa ya sudahlah....belum rejeki.

Akhirnya kitapun memutuskan untuk pesan Hokben saja, sekalian sudah lapar tapi hujan. Ohya, aku juga dikenalkan dengan Mas Slamet dan Mas Arif, teman kerja Mbak Eva.Alhamdulillah asyik dan baik orang-orangnya. Sembari menunggu Hokben, kamipun bermain UNO. Ini mainan sebenarnya buat nunda lapar. hehe

Tapi..ternyata eh ternyata, sudah hampir satu jam makanan tak datang-datang dan kamipun sudah sangat lapar sekali kawan. Usut punya usut ternyata Abang Hokben keliling kompleks gara-gara tidak menemukan alamat. Yaelah Bang..inisiatif telepon dong Bang.hehe
Buronan selama satu jam yang ga datang-datang

Setelah kenyang kami tetap main UNO.hehe...kasihan sama Mbak Ira banyak dicoret dan ending-ending aku korbannya pemirsa.huhu... Sampai akhirnya hujan reda, sudah diatas jam 9 dan kamipun bergegas masuk ke Kamar.hehe...tidak ada yang spesial di malam minggu, cukup tidur saja sambil bercerita masa lalu. #Eh

Aku dan Mbak Eva sepakat esok hari mau ke Pasar Minggu, sekalian jalan pagi. 
*
Pagi tiba, meski sedikit kesiangan jalan, kami tetap memacu langkah ke Pasar Minggu. Alhamdulillah menikmati pagi di Kopo dengan hiruk pikuk para pedagang. Nah, meskipun badanku kecil tapi aku tak tahan lihat makanan dan akhirnya kalap beli makanan dipagi itu. Beli buah, camilan, lontong, udang dan apalagi ya, gethuk, makan besar lah.hehe...

Akupun sampai lupa kalau aku harus bergegas ke Jakarta untuk menghadiri agenda lain. Takut kesiangan jam 7 kami pulang ke Rumah dengan perburuan makanan, tapi ada miss yang terjadi, kami tidak membelikan Mas Slamet makan, ya Allah...maaf ya mas, khilaf.

Hasil kalap...hehe

Kamipun makan pagi bersama dan setelah itu aku mandi dan bersiap-siap untuk kembali ke Bogor dengan ke Jakarta terlebih dahulu. Alhamdulillah pertemuan tak disengaja atas ijin Allah. Terima kasih ya Mbak Eva dan semuanya, maaf semalam merepotkan kalian. ^^

Nah, belum selesai cerita ini, jadi setelah dari Mbak Eva aku mau ke Jakarta, ngapain? Tunggu ceritanya esok hari ya ^^
***
Wisma Wageningen, 30 Januari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Setelah Hibernasi

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ya Allah beda ternyata. Baru pagi tadi bangun-bangun sudah ada Ibu disamping, malamnya tidur masih dipeluk, sekarang sore hari sudah sepi kembali ke Kos. Biasanya sore seperti ini masih bersama keluarga besar bercanda walaupun yang ditonton adalah film India.

Tak terasa seminggu ternyata hanya sebentar sekali, apalagi sejak hari pertama di Rumah aku justru merepotkan dengan edisi sakit yang harus di bawa ke RS dan akhirnya semua tetangga dan keluarga ikut repot dengan menjenguk.

Dilain sisi Alhamdulillah bisa kembali rutinitas lagi ke Bogor, ingin segera menyelesaikan S2 dan in syaa Allah S3 kemudian pulang, banyak di Ngawi. (Dear suami, tinggal di Ngawi ya, please)

Kangen juga sama blog ini, selama seminggu sakit dan beberapa hari setelahnya banyak cerita yang belum tertuliskan. Bahkan cerita lanjutan Bandungpun belum sempat terselesaikan karena selama sakit sama sekali tidka menyentuh laptop, handphonepun jarang kecuali melayani penjualan Gerai Mentari.

Bismillah..mulai istiqomah kembali
30 Januari 2016 Bandung part 3
31 Januari 2016 Bandung part 4
1 Februari 2016 Malang, I’m in Love
2 Februari 2016 Inikah Nafas Terakhir?
3 Februari 2016 Menuju Mimpi Menginspirasi
4 Februari 2016 1 Day Trip Pacitan, Jawa Timur

Semoga beberapa hari kedepan tidak ada halangan lagi untuk menulis. And finally, baru pisah beberapa saat sama ibu dan adik dan keluarga besar, aku kangen banget.huaa….kalau tahu rapat dibatalkan pasti aku balik minggu depan, tapi ternyata Allah berkata lain, ada panggilan Kampus mendadak. Alhamdulillah ya Allah memang rencana-Mu itu indah :')

***
Puri Fikriyyah, 29 Januari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Ada Cinta di Paris Van Java

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Berlanjut ke part 2 setelah cerita Negeri Sakura ke Paris Van Java. Pagi itu Mbak Syifa mendengarkan interview berbahasa inggris sambil ketawa mengikuti apa yang dibicarakan dilayar. Duh keren ini Mbak, cara belajar bahasanya salah satunya menonton tayangan berbahasa lain tanpa subtitle. Sugoi! Setelah siap berangkat karena janjian di depan Perumahan dengan Muslim dan Wahyu, aku membereskan barang-barangku kemudian membuka “smule” dan karaoke.hehe… Pagi itu Mbak Syifa membuatku kangen Jepang, dan aku karaoke lagu Kiroro Best friend duet langsung dengan warga sana. #tsaaah

Sudah jam 7 dan aku bergegas pamit ke Mbak Syifa. Ternyata didepan sudah ada Muslim, Wahyu, Mas Adib dan temannya Muslim,  Reza. Wah heboh hebring seru lama tak jumpa dengan Mas Adib. Akupun memanfaatkan kesempatan itu untuk mendengar pengalaman Mas Adib, seperti salah satu pencapaian beliau menerima beasiswa IELTS selama satu tahun, sebagai pemula yang belum pernah tes IELTS, nilai beliau memukau juri loh. Keren dah! Muslim dan Wahyu juga pernah ke Ausy, dan Reza sekarang  mengabdi menerangi Negeri. Satu mobil dengan orang-orang luar biasa, semoga ketularan luar biasanya. Aamiin…

Farid masih murajaah

Setelah melalui adegan tersesat, sampailah kami di Balai Sartika, tempat sahabat kami, Farid melangsungkan akad nikah dan resepsi. Didepan gedung sudah banyak karangan bunga berjajar dengan ucapan selamat, Barakallahu… Farid. Ketika masuk nuansa merah menghias diruangan dan proses akad nikahpun sudah dimulai. Ketika kami masuk Farid sedang melantunkan tahfidz QS.ar-Rahman. Huhu…brebes..brebes…haru.. keren kawan!
 “Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan) Allah adalah Dia menciptakan dari jenis kamu pasangan-pasangan agar kamu (masing-masing) memperoleh ketentraman dari (pasangan)-nya dan dijadikannya di antara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [Ar-Rum(39) : 21]

Kamipun yang mendengarkan terdiam takut juga kalau-kalau ada yang salah, tapi Alhamdulillah Farid menyelesaikannya dengan baik. Huaa…katanya ini salah satu mahar kalau tidak hadiah nikahnya. Setelah itu kami mendengarkan khutbah nikah, salah satu yang disunnahkan Rasulullah dan setelah khutbah, akad nikahnya dimulai. Ini proses menegangkan, dimana Arsy’nya bergunjang, yang disebut Mitsaqan Ghaliza.

Hampir menegangkan..sebelum tangan digenggang sama Bapaknya Ipun

Alhamdulillah dengan mahar cincin 10gram, sah dan diiringi lagu ketika cinta bertasbih, Mbak Ipun keluar dari persinggahannya. Ma syaa Allah cantik. Kami yang melihat Farid dan Ipun ketawa melihat tingkah mereka.hehe..lucu..maklum..pertama kali bersentuhan, so sweet bukan? *kita nanti gitu ya  #loh ngomong sama tembok

Pokoknya kalau lihat pasangan aktivis yang prosesnya syar’i pasti so sweet ga ketulungan. Barakallahu laka wa baraka alayka wa jama’a bainakuma fii khair ya kawan

Sambil menunggu resepsi kamipun menunggu diluar dan mengobrol, Alhamdulillah tambah kawan dari Telkom. Pukul setengah sebelas prosesi resepsi dimulai, berawal dari Farid dan Ipun memasuki gedung dan di sambut dengan adat Sunda bercampur Timur Tengah dan Jawa (menurutku). Resepsi pernikahan memang salah satu tempat yang pas untuk mengenalkan budaya. Ah..adatnya dibungkus apik dengan tarian dan nyanyian Sunda, kemudian disusul tarian sepasang raja dan ratu berbusana layaknya kebaya Jawa, terakhir ditutup dengan shalawat diiringi tarian mbak-mbak berkerudung. Indonesia memang banyak budaya.

Tarian sesi 3

Setelah tarian itu sepasang Pengantin didudukkan bak Raja dan Ratu, dengan balutan busana merah merona. Acara diawali sambutan dan doa kemudian dimulailah dengan silaturahim dan pemberian ucapan selamat. Saat antri aku melihat sosok yang (sepertinya kenal) tidak asing. A….itu kan…ehmm.. itulah, penyanyi nasyid pokoknya.hehe….Akhirnya bisa lihat langsung. Ini tak perlu dipanjangkan karena kalau diceritakan bakal panjang.hehe…

Reuni keci-kecilan

Tak lupa kami berfoto bersama. Tak terasa juga sudah banyak kawan yang menggenapkan separuh agamanya. Semoga Samara dan amanah ya kawan, setelah ini bakal ada lagi undangan dari kawan-kawan SMAN 1 Ngawi lainnya.

Tamu masih berdatangan namun resepsi break sejenak shalat dzuhur. Alhamdulillah… kamipun shalat dan pamit ke Farid dan Ipun. Setelah dari Balai Sartika kami melanjutkan perjalanan ke Alun-alun Bandung. Jalanan macet dan susah cari parkir, tapi Alhamdulillah dapat walau lumayan jauh. Eits…santai kami terbiasa jalan kaki, hanya yang buat tak nyaman adalah si wedges.hehe…

Menyusuri sekitar Alun-alun Bandung sudah banyak yang berubah terutama sekitar Museum Asia Afrika, sejak KAA kemarin memang semuanya dirombak dengan sangat “apik”. Terakhir self travelling ke Bandung 2014 awal, dan itu beda banget kondisinya.
Geng Jones Baper ~ Jomblo happiness bawa perubahan.hehe

Sesampainya di karpet hijau yang ada dihalaman Masjid, kamipun ketengah, foto dan udah gitu aja. Eh.. gini ya kalau jalan sama  cowok-cowok, istirahat sejenak kek, foto lebih banyak gitu? Duh.. gitu aja ya.haha…ini cowok-cowok ga sebanding banget sama jalannya, hanya foto cekrek..cekrek..cekrek..udah ngajak balik. Okelah berhubung aku juga tak suka berlama-lama, kita pulang saja. Akhirnya perjalanan macet yang ditempuh hanya diganti dengan 5 menit foto bersama, dan beruntungnya kita duduk-duduk dulu makan es krim. Ini juga, makan es krimnya ga dibarengi menikmati pemandangan, jadi cepat banget. But..thank you ya guys, karena aku pengen ke Alun-alun Bandung, kalian turutin, kalian rela-relain, thanks buat mobil dan meluangkan waktunya ya Za. Buat kalian Allah yang balas ya.

Perjalanan yang hanya berniat mendatangi walimahan namun berlanjut pada hal-hal baru seperti teman baru dan kebersamaan. Terima kasih ya Allah, atas ijin-Mu. Nah, itu lanjutan perjalanan di Bandung part 2, setelah dari Alun-alun aku masih melanjutkan perjalanan loh, tahukah kalian aku kemana? Tunggu episode selanjutnya ^^
***
Puri Fikriyyah, 14 Januari 2016

Vita Ayu Kusuma Dewi

Negeri Sakura ke Paris Van Java

| 2
Bismillahirahmaanirrahiim
Sesuai janji kemarin dipostingan Prolog Sekali Perjalan Dua Tiga Pertemuan Terlampaui , hari ini aku akan memulai menceritakan perjalanan kemarin.

Jum'at kemarin (8/1/2016), ba'da ashar sekitar pukul empat sore aku bergegas menuju Stasiun untuk perjalanan ke Pool travel Baraya, di Sarinah, Jakarta Pusat. Seperti biasa, 2 kali angkot dan kemacetan mengawali perjalananku ke Stasiun.

Rencananya kami (Aku, Muslim dan Wahyu), tidak hanya berangkat bertiga. Awalnya aku dan kawan-kawan SMASA Ngawi regional Jabodetabek sepakat untuk datang ke Walimahan Farid hari Sabtu, 9 Januari 2016. Namun karena banyak yang masuk Sabtu seperti Felix, Yusya, Intan, kemudian ada yang ujian seperti Mbah Kung, piket jaga seperti Prima dan keperluan lainnya akhirnya yang fix berangkat hanya tiga. Bahkan Andreas yang juga ikut booking travel tidak jadi berangkat karena ada perintah mendadak.

Nah, niat awal kami hanya satu, datang ke walimahan, itu saja. Berawal dari situlah ternyata aku dapat lebih. Cerita ini hanya membahas yang pertama saja. Hehe.. Jadi jangan lewatkan cerita esok hari untuk kelanjutannya.

Pertama, berawal dari niat walimahan aku dipertemukan dengan sahabat yang pertama kali ketemu di Jepang. Lhoh kok bisa?

Iya, bisa! Aku saja ga nyangka.hehe.. Jadi awalnya di Bandung rencananya aku mau menginap di tempat kawannya Muslim. H-1 berangkat Wahyu menanyakan apa aku kenal Syifa. Aku girang dan aku bilang "iya", dengan diawali ke-alay-anku tanya "yang kacamata, yang baru pulang dari Korea, yang pinter bahasa Jepang?".Hehe..

Setelah memastikan yang kumaksud orang yang sama, Wahyu memberi tahu kalau Syifa di Bandung. Mbak Syifa pun juga menghubungiku menanyakan rencanaku ke Bandung.

2013. Aku, Mbak Syifa dan Mbak Yuni ketika di Jepang

Lagi-lagi dunia itu sempit. Ternyata Wahyu adalah temannya Mbak Syifa. Jadi pas di travel, Jum'at malam aku baru memutuskan menginap di Rumah Mbak Syifa dan men-cancel menginap di Rumah temannya Muslim.

Kami berangkat dari Sarinah jam 7 malam setelah aku berputar Jakarta dengan Gojek memburu waktu dari Stasiun Sudirman. Sepanjang perjalanan aku bikin rame travel karena ngobrol terus, padahal penumpang lain pada tidur.hehe..Maklum lama nian tak jumpa.

Aku, Muslim dan Wahyu bercerita banyak hal sampai kita turun di Buah Batu, Bandung, sekitar pukul setengah 11 malam. Aku dan mereka berdua memutuskan jalan kaki menuju Universitas Telkom, jaraknya lumayan, tapi sudah terbiasa karena VR. 

Wahyu dan Muslim menantangku jalan kaki, kalau aku mah ayo ayo wae. Kemuduan kami mampir sejenak untuk makan karena mereka tahu aku lapar, belum makan.huhu..terima kasih. Kami makan di Warung samping Alfamart di dekat jembatan dengan menu Pecel Lele Madiun. Wah..penjualnya orang Jawa dan akupun bebas berbahasa Jawa. 
Reuni Winscout skala kecil

Setelah makan mereka mengantarkanku ke Perumahan depan Universitas Telkom untuk menemui Mbak Syifa. Wah..tak sabar rasanya. Kurang lebih 1,5 km kami berjalan, sampailah kami di Perumahan dan aku ketemu Mbak Syifa.yeye...alhamdulillah...

Ga nyangka ketemu pertama di Negeri orang sekarang bisa ketemu di Negeri sendiri. Hampir tengah malam dan Muslim serta Wahyupun kembali ke Kos yang akan mereka tinggali.

Sepanjang jalan dari gerbang ke Rumah Mbak Syifa, kami terus bercerita aktivitas kami masing-masing. Sampai-sampai malam itu kami tidak bisa tidur, dan baru memejamkan mata pukul setengah tiga pagi.

Mbak Syifa banyak cerita tentang aktivitasnya selama di Korea ketika exchange, pengalaman-pengalaman selama disana dan kami juga kembali bernostalgia dengan Jepang. Alhamdulillahnya "kecipratan" atau kebagihan rejeki dari Korea berupa souvenir cantik made in Korea.  Alhamdulillah..terima kasih ya Allah, terima kasih Mbak Syifa.

Unyu..Korea punya nih

Mbak Syifa juga cerita penelitiannya mengenai radar dan keinginannya lanjut di Chiba atau UK. Wah...envy sama cita-citanya. Mbak Syifa ini jago banget bahasa Jepang, dan sudah ia tekuni dari SMP. Dia juga bisa bahasa Korea. JLPTnya saja sudah N3, untuk orang non Jepang yang bukan konsen kesana it's amazing.

Kemudian Mbak Syifa juga cerita perihal mengejar Prof. Indonesia yang memegang salah satu laboratorium di Chiba, dan dia mengejar sampai ke Bali. Keren bukan perjuangannya.

Malam itu aku banyak belajar banyak dari Mbak Syifa, yang dulu di Jepang ketemu sudah menginspirasi, sekarang tambah lebih menginspirasi.
2015, Mbak Syifa dan aku

Buat teman-teman, kalau kalian punya mimpi perjuangkan. Jangan setengah-setengah, itu juga yang dilakukan Mbak Syifa. Kalau sudah menemukan passionnya apa, ditekuni. Tetap ingat juga ya apa kata Allah, setiap kesulitan ada kemudahan. Pasti ada satu titik yang membuat kita (hampir) menyerah, kehilangan semangat saat menekuni aktivitas kita, atau saat memperjuangkan beasiswa atau ikut eventluar Negeri, tapi percayalah selama yakin dan percaya kepada-Nya kita akan tetap melangkah dan terus memperjuangkan di jalan-Nya.

Sekali lagi terima kasih ya Allah Engkau pertemukan kami kembali dengan cara-Mu, semoga Engkau ridhoi impian-impian Mbak Syifa dan menguatkan ukhuwah diantara kami :)
***
Puri Fikriyyah, 13 Januari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi



Nikmat Sehat dan Waktu Luang

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah masih diberikan kenikmatan berupa kesehatan. Saat aku menulis tulisan ini aku sedang berada di Ruang rawat inap Vanda 3-2 di Rumah Sakit KBP. Siang tadi adik tingkat dibawa ke RS karena sejak hari jum’at denam. Diagnosa dokter adik tingkatku sakit gejala DBD. Ya Allah..bersamaan dengan jadwal UAS yang semakin padat.

Saat berada disini aku ingat banyak hal, ingat saat aku rawat inap juga di RSI Kustati Solo pasca kecelakaan. Tadi baru saja ada perawat juga yang masuk ke bilik sebelah adik tingkatku di opname dan perawat itu berkata “siapkan nanti puasa mulai jam 12 ya Pak”. Ya Allah..itu dulu aku alami saat di RSI Kustati ketika di vonis harus operasi. Kelihatan dari luar tegar tapi ketahuilah sunggu rasa takut, cemas, memburu menjatuhkanku. Namun saat itu Allah kuatkan, dengan apapun yang ada disekitarku dan dengan sebuah mimpi.

Ya Allah…ini jam 11 malam dan perawat itu menyiapkan peralatan yang harus dipakai oleh pasien bilik sebelah, aku semakin ingat dengan kronologi diberikannya pakaian operasi dan pemasangan infus bius.

Berasa ingin menyanyi lagunya Edcoustic “Musahabah Cinta”, Tuhan..baru kusadar..indah nikmat sehat itu, tak pandai aku bersyukur, kini ku harapkan cinta-Mu…

Sahabat, masih ingat kan dengan sebuah Hadits Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh al Bukhari, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim dan selainnya dari sahabat Ibnu ‘abbas ra.)

Yuk sama-sama menyadari dua kenikmatan ini dan memanfaatkan sebaik-sebaiknya selagi masih sehat dan ketika ada waktu luang, jangan sampai bermalas-malasan dan menuruti nafsu syetan. Langkahkan kaki dan tubuh serta jiwa ini dijalan kebaikan untuk menggapai ridho-Nya.

Semoga Allah melindungi kita dari hal-hal yang tak bermanfaat dan kufur atas nikmat-Nya. Aamiin
***
Vanda 3-2 RS KBP, 12 Januari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Prolog "Sekali Perjalanan, Dua Tiga Pertemuan Terlampaui"

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah bisa nge-blog lagi. 4 hari terakhir lagi banyak diperjalanan dan sama sekali tidak update blog padahal banyak yang akan diceritakan. Perjalanan itu aku mulai hari jum'at lalu. Baru kembali ke Bogor lagi minggu malam, seninnya tepar luar biasa.hehe ini baru pertama kali seharian tidak keluar Kos dan hanya istirahat-ibadah-makan

Hari ini alhamdulillah bisa ke Kampus, hanya sekedar peringatan kalau masih ada tugas. Cerita lengkapnya perjalananku beberapa hari lalu in syaa Allah akan aku post besok ya. Perjalanan sekali dayung, dua tiga bahkan lebih pertemuan dadakan terlampaui.

Seperti biasa, perjalananku beberapa hari yang lalu juga menghadirkan hikmah dan kejutan. Sampai aku sendiri speechless. huhu... Terima kasih ya Allah atas kuasa-Mu. 

Perjalanan Bogor-Jakarta-Bandung-Jakarta-Bogor memberikan banyak pelajaran dalam hidupku, tentang apapun. Semoga saja besok diijinkan Alllah posting . Aamiin

Semoga hari ini bermanfaat dan diridhoi Allah ya Sahabat semuanya, aku mau pulang ke Kos dulu ya.
***
FAPERTA, 12 Januari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Masih Bersamamu, Wangi-Wangi Wakatobi

| 12
Bismillahirrahmaanirrahiim
Langit menangis bersama deru ombak yang semakin terasa…..
Meski jarum jam terus menuju ke angka enam, matahari masih enggan untuk muncul. Hujan sejak dini hari tadi juga tidak henti-hentinya menyapa. Suara ombak didepan kamar semakin terasa dekat. Air kembali pasang, aku keluar sejenak menikmati Laut lepas didepan mata. Kapan lagi tinggal langsung ditepi Pantai. Ketika di Malang, ingin menikmati Pantai harus menempuh perjalanan hingga 3 jam kearah selatan, dan disini tanpa ragu, bangunan-bangunan rumah dibangun tepat ditepi Pantai. Buka pintu diwaktu pagi langsung mendapat sambutan meriah dari ombak yang saling berkejaran.

Rumah, laut dan hujan...

Hujan mengingatkanku pada sebuah karya, berusaha membohongi hati yang ingin dimengerti…..
Dingin mulai terasa, sepertinya hari ini akan dipenuhi hujan. Agenda seharusnya dimulai setengah 7 pagi untuk sarapan. Jarak kamar yang jauh dari ruang makan dan Aula membuat kami, peserta Indonesia Youth Forum 2014 putri harus dijemput memakai mobil. Kondisi hujan yang lebat sangat tidak memungkinkan untuk berjalan kaki.

Menunggu jemputan...

Peserta putra yang ada di Rumah panggung, rumah tanpa paku, karena semua berasal dari kayu yang disambung tanpa menggunakan paku, juga masih dimanjakan oleh kamar yang nyaman.  Tampaknya mereka juga masih menikmati kegiatan paginya.

Anjungan penuh cinta, semilir angin membahana…..
Pantai Patuno, pantai yang indah dengan laut lepas dan air yang sangat jernih. Disisi Pantai ini dibangun Patuno Resort yang membuat semua mata memandang bebas. Anjungan yang dibangun didepan Restoranpun menjadi salah satu obyek yang dapat dijadikan tempat berfoto. Sayangnya, kamera yang telah kupersiapkan ternyata tidak berfungsi maksimal karena baterainya tidak terisi penuh meski sudah di charger semalam.

Anjungan Patuno Resort

Gerimis tak akan menyurutkan langkah untuk mencari ilmu…..
Hari kedua di Wangi-Wangi, sebuah hari yang akan dipenuhi dengan jadwal padat Master Class, Meet the Leader, Met the CEO,  Ministerial Session dan agenda malam bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi.

Master Class yang pertama diisi oleh Kak Esther K. Sianipar. Kakak  yang menghabiskan 19 tahun overseas ini merupakan Community  Affairs Manager di Microsoft Indonesia. Kak Esther menggantikan pembicara yang seharusnya Kak Clair Deevy, seorang Microsoft’s Community Affairs and Citizenship programs di Asia.

Kak Esther memperkenalkan Microsoft Indonesia, tentang  tujuan, program-program yang dilakukan dan juga sharing dengan peserta tentang bagaimana memiliki software microsoft secara gratis.

Salah satu program Microsoft adalah Microsoft Youthspark. Youthspark merupakan program pelatihan bertahap berbasis teknologi bagi siswa agar siswa tersebut mandiri dan mereka didorong untuk membuat ide-ide yang nantinya akan dilombakan serta direalisasikan. Jargon yang diusung Youthspark ini adalah “Empower youth to change their world”.



Selain itu dibidang edukasi dan mahasiswa sebenarnya Microsoft memberikan fasilitas seperti software gratis untuk mengembangkan potensi. Pada sesi ini antusias peserta sangat tinggi, mereka berebut untuk bertanya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Microsoft dapat di akses di www.microsoft.com.
 
Berbagi itu indah ,langkah kecil menginspirasi dan memberi arti…..
Master Class yang kedua diisi dari Coca Cola Foundation Indonesia. Pihak CCFI  diwakili oleh Ibu  Titie Sadarini. Beliau merupakan Corporate Affairs Director CCFI. Beliau menjelaskan salah satu program yang dilakukan CCFI yang dinamakan Perpuseru. Perpuseru merupakan program yang bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar berbasis informasi dan teknologi.

Kegiatan Perpuseru ini memiliki sasaran pemuda, perempuan, dan masyarakat wirausahaan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah bekerjasama dengan perpustakaan, dimana diperpustakaan tersebut tidak hanya tersedia buku-buku namun ditunjang oleh teknologi.



CCFI memberikan bantuan berupa komputer atau laptop agar masyarakat juga tidak tertinggal serta memberikan skill melalui pelatihan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sudah banyak alumni peserta pelatihan Perpuseru yang akhirnya dapat bekerja dan mengembangkan usahanya setelah mengikuti program Perpuseru. CCFI berhasil menggandeng 34 perpustakaan di Indonesia  untuk berkolaborasi  memajukan di Indonesia melalui sumber daya manusianya. Selain itu, Perpuseru merupakan salah satu solusi untuk anak-anak yang putus sekolah.

Teknologi memang merupakan dua mata pedang yang dapat bermanfaat sekaligus menjerumuskan. Oleh karena itu dalam program Perpuseru memanfaatkan analisa kebutuhan obyek untuk menghindari dampak negative teknologi. Misalnya mereka, peternak ayam yang ingin mengetahui info beternak di internet maka di Perpuseru, dia akan dituntun dan diarahkan untuk mencari yang dia butuhkan.

Dari pemaparan CCFI, aku lebih bersemangat mewujudkan “Rumah Cerdas Mentari” yang telah kurancang untuk Desa tercinta. 

Menjadi pemuda yang tidak apatis, peduli sesama, peduli bangsa…..
Sesi selanjutnya adalah Ministerial Session yang diisi oleh Bapak Esa Sukmajaya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Disini kami dibagi menjadi beberapa grup berdasarkan wilayah untuk membahasa masalah. Untuk wilayah Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB ditunjuk sebagai pintu gerbang pariwisata nasional. Berbeda dengan daerah Kalimantan yang merupakan lumbung pangan nasional. Disinilah kami para pemuda diajak berpikir tentang isu kepemudaan yang berkembang di lingkungan dan di Dunia.

Sesi yang bertema "Pembangunan Kepemudaan Dulu, Kini dan Nanti" tersebut menyepakati dari hasil voting  bahwa isu kepemudaan yang paling banyak adalah tentang pendidikan. Hal ini sesuai pula dengan hasil survey Dunia.



Para pemuda memiliki peran yang signifikan untuk daerah dan lingkungannya. Seorang pemuda diharapkan memiliki power, ide-ide kreatif untuk terjun ke masyarakat serta memiliki kapasitas yang lebih untuk dirinya.

Sesi selanjutnya adalah Meet the CEO. Pematerinya adalah Bapak Jend. Tni (Purn.) Luhut B. Pandjaitan dengan materi yang disampaikan Building Partnership for  a Sustainable Youth Movement. Dalam sesi ini beliau menyampaikan peran penting pemuda dalam perjalanan Bangsa dilanjutkan dengan kerjasama antar jaringan demi keberlanjutan menuju Indonesia emas.

Kesimpulan yang dapat diambil dari pemaparan Bapak Luhut adalah pentingnya sikap dalam membangun “partnership” demi gerakan pemuda yang berkelanjutan. Upaya-upaya yang dapat dilakulan (1) Mengembangkan kapasitas diri: tanggap, tanggon, trengginas (2) Mampu bekerja dalam tim (3)  Tidak berpikir secara konvensional (4) Berani bermimpi untuk sesuatu yang konstruktif  (5) Berani meyakinkan dan mengajak orang lain untuk bersama sama mewujudkan impian tersebut (6) Membangun jaringan demi mendapatkan “the right man in the right place” tanpa melihat latar belakang yang tidak relevan dengan tujuan.


Tidak perlu banyak politisi, lakukan aksi membangun Negeri…..
Meet the leader, Ir. Hugua sebagai Bupati Wakatobi memberikan materi untuk peserta IYF 2014. Disesi ini aku benar-benar terpukau dengan cara membangun wilayah Wakatobi. Ini penjelasan yang membuat aku lebih tahu akan Wakatobi. Apalagi aku baru tahu kemarin kalau Wakatobi adalah singkatan dari Pulau-pulau besar di Kepualauan Wakatobi. Wangi- Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Selama ini aku hanya tahu keindahan Wakatobi yang diucapkan orang. Alhamdulillah hari ini bisa bertemu langsung dengan pemimpin di Kepulauan Wakatobi.

Ir.Hugua inspiratif sekali menurutku. Beliau menyampaikan materinya dengan renyah dan mudah dimengerti. Cerita perjalanannya membangun Wakatobi sejak awal dilantik membuat terharu namun dibungkus dengan penyampaian yang menyenangkan. Setelah dilantik beliau bersama sopirnya berjalan menuju suatu lahan dan meletakkan batu pertama untuk membangun Bandara. Bukan hanya impian semata namun Beliau melanjutkan impiannya dengan aksi-aksi nyata untuk benar-benar membangun lapangan terbang meski diawali dengan ditertawakan.

Usaha yang tak pernah berhenti dilakukan bersinergi dengan pembangunan moral masyarakat wakatobi. Bapak Hugua memaparkan local authority is the key actor of coral reef ecosystem   sustainability dengan studi kasus Kepulauan Wakatobi.

Malamnya bersama Pemerintah Kabupaten Wakatobi dinner bersama, menari dan menyanyi bersama dan pastinya saling menebar cerita. Asyik..lebih banyak mengenal tentang Wakatobi. Banyak tarian Wakatobi disajikan.


Terima kasih untuk ilmunya hari ini, semakin cinta dengan Indonesia. Ternyata banyak hal yang belum ku mengerti dari Negaraku sendiri. Semoga bisa merambah ilmu di Pulau-pulau Indonesia yang lain. Semangat untuk agenda esok yang lebih baik dari hari ini. Sebelum tidur main ke Pantai dahulu.

Kami ke Pantai setiap saat karena tepat didepan kamar itu laut.hehe..Belakang kita itu laut loh..



Hai neptunus selamat beristirahat…. ^^
***
Diketik ulang dari diary selama berada di Wakatobi,
Tertanggal di diary : Patuno Resort, Wakatobi, 22 Mei 2014


Vita Ayu Kusuma Dewi