Ibu, Sahabat dan Teladan (Eps. Pump It Up)

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Siang itu, aku dan sahabatku Mbak Fita sedang menikmati cilok (yang kami beli sewaktu berada di Bendung namun belum sempat di makan) bersama segelas teh segar di food court yang bersebelahan dengan wahana permainan. Kami beristirahat sejenak usai berkeliling di kawasan Bendung Gerak Waru-Turi, Kediri. Selain itu, kami juga saling sharing karena kami belum pernah bertemu sejak dinyatakan lulus dari SMAN 1 Ngawi.

Bendung Gerak Waru Turi, Kediri

Disela kami menikmati makanan, datanglah sekeluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan 2 anaknya. Mereka duduk disamping permainan Pump it up. Adik imut yang kira-kita usia sekolah dasar itu beranjak dari tempat duduknya dan mulai memasukkan satu persatu koin, hingga 5 credit. Mata kami mulai terfokus dengan apa yang akan dilakukan gadis mungil itu. Ternyata, adik itu bermain PIU dengan level minimal Hard(8). Hmm…kami saja paling tinggi bermain dengan level normal.

Dalam perbincanganku dengan Mbak Fita, Mbak Fita juga bercerita salah satu manfaat PIU ini jika dikaitkan dengan ilmu yang sedang Dia tekuni. Selain membakar kalori, PIU juga meningkatkan hormon adrenalin. Salah satu manfaat adanya peningkatan hormon adrenalin ini adalah membuat indera kita lebih sensitif untuk bereaksi. 
Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa peningkatan hormon adrenalin dalam tubuh yang terjadi secara alamiah, menghasilkan peningkatan kekuatan stamina yang jauh lebih besar dari sekedar peningkatan yang diciptakan melalui dooping zat-zat kimia.(http://grahita.net/2011/08/02/fakta-tentang-hormon-adrenalin/)

Selain hormon adrenalin, juga ada hormon endorfin. Kata Mbak Fita, hormon endorfin sama saja dengan hormon kebahagiaan. Senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang. Endorfin itu disekresi oleh kelenjar pituitary yang ada di otak, yang dikeluarkan saat seseorang merasa senang dan rileks. Manfaatnya banyak, diantaranya mengendalikan stres, aliran darah lancar dan bisa meningkatkan sistem imun. Terima kasih Mbak Fita, sudah mau share ilmunya... ^^

*Kembali ke adik yang tadi* Kakinya dengan sigap menginjak sesuai dengan arahan yang ada dimonitor. Hampir semua mata yang ada disekelilingku mulai memperhatikan permainan adik itu yang nilainya nyaris perfect. “Baik sekali kemampuan fokus Adik ini” gumamku dalam hati. Aku berbincang dengan Mbak Fita, kemudian kami berpikir bahwa kemampuan adik ini pasti diawali dengan latihan yang rutin atau sering memainkan permainan asal Korea ini, dan bisa jadi didampingi oleh seseorang yang dengan sabar memberi arahan kepadanya.

Sesaat kemudian, muncullah seorang Ibu dari samping mesin PIU dengan membawa dua gelas teh dingin yang diletakkan didepan pad permainan. Ya, wanita itu adalah Ibu si mungil itu. Setelah menyelesaikan 2 credit permainan (6 stage), Adik tersebut menarik tangan Ibunya keatas pad. Akhirnya anak dan ibu tersebut bermain arcade, dan ayahnya memperhatikan permainan istri dan anaknya sembari duduk memangku debay.

Disinilah aku dan Mbak Fita mulai penasaran dengan cara bermain ibunya. Apakah ibu ini juga akan selihai anaknya yang masih sangat kecil ini? Ataukah sebaliknya? Kami memperhatikan dengan saksama, terutama saat pemilihan level. That’s right, ibu dan anaknya ini memulai permainan dengan level yang sama, Hard(8). Permainan pun dimulai dan diluar dugaan kami, ibu dan anak ini seperti sebuah tim yang sangat kompak, bahkan ada sesi harus berputar untuk mengikuti arahan yang ada. Sesekali saat jeda, adik imut ini menghampiri ayahnya dan mencium adiknya yang masih bayi. Eh…ternyata si debay juga melihat kearah monitor PIU. Wah…sepertinya si debay sedang merekam dan nantinya saat sudah bisa berjalan, ikut main PIU.hehe
Ayah, Ibu, Anak dengan aktivitasnya (dari kamera Mbak Fita)
Bagi kami, bukan masalah seberapa tinggi level yang anak tersebut capai (walaupun PIU bisa mencapai level very hard atau level diatas 18), namun dari pemandangan tersebut yang aku dan Mbak Fita belajar tentang peran seorang ibu. Ibu adalah madrasah, sahabat sekaligus teladan bagi anak-anaknya.
*
Di jaman yang serba modern ini serta didukung perkembangan teknologi, ada banyak sekali permainan yang tersebar khususnya untuk anak-anak. Namanya permainan, ada dampak positif dan negatif. Terkait PIU sendiri, ada beberapa orang tua yang membatasi anaknya untuk tidak bermain namun (kalau boleh beropini) bagiku ada banyak hal-hal positif yang dapat diajarkan kepada buah hati. Ini menurutku, jika tidak sependapat, saling menghargai ya ^^ *peace

Jadi seperti ini, aku ingat sebuah nasehat “didiklah anakmu sesuai jamannya…”, bagi seorang ibu harus pintar bagaimana mendidik anaknya bukan hanya dengan cara klasik yaitu dengan melarang. Misalnya, saat keluarga sedang jalan dan berbelanja di Mall, bersama anak-anak melewati game center, ini anak kan mudah sekali tertarik, bisa jadi mereka ingin main, walapun hanya sebentar kemudian bosan. Disini nih, seorang orang tua khususnya ibu, harus pandai memperlakukan anaknya. Bisa jadi menolak permintaan anak, bisa jadi mengiyakan namun dengan syarat.

Pengetahuan ibu tentang dunia luar sangat diperlukan disini, jika ingin memperbolehkan anaknya bermain, harus tahu mana permainan yang dapat dijadikan alat untuk menanamkan nilai-nilai positif untuk anaknya, Bisa jadi efek pelarangan anak bermain tanpa alasan akan menyebabkan seorang anak mencari sendiri tentang dunia luar tanpa sepengetahuan orang tuanya, yang ditakutkan adalah ketika anak jauh dari orang tua. Misalnya saat kuliah ia tinggal di Kos, bisakah ia memilih sesuatu yang baik dilingkungan barunya?

Terkait hal diatas, ada beberapa tips (menurut saya yang terlintas saat bermain PIU) menjadi seorang ibu ketika menghadapi anak yang ingin bermain PIU. Sekali lagi, ini opini pribadi, jika ada yang kurang sependapat, saling menghargai dan mari kita diskusikan bukan perdebatan. Setuju?
  • Ketika seorang anak ingin bermain PIU, perbolehkan saja, namun dengan syarat. Permainan PIU menurutku adalah permainan yang mempunyai efek ketagihan ingin bermain terus. Jadi usahakan bagi anak, maksimal 1 credit saja atau 3 stage. Berikan pemahaman bagi anak untuk mengatur waktu. Selain pelajaran mengatur waktu, tanamkan kepada anak nilai saling menghargai dan memberi kesempatan kepada orang lain. Permainan PIU adalah permainan yang sangat diminati banyak orang, bahkan antriannya bisa sampai panjang, tentu melihat kenyataan ini, perlahan anak akan mengerti dan dengan sendirinya anak akan memiliki “warning” jika banyak orang telah mengantri dibelakangnya.
  • Perhatikan pemilihan lagu. Menurutku, seorang ibu jangan hanya berkutat dengan rumah saja, sesekali mengamati sekitarnya, atau ketika masih muda, ada temannya yang suka main, gali informasi yang bermanfaat yang kiranya suatu saat nanti dibutuhkan. Dalam permainan PIU khususnya ketika full mode, akan banyak sekali pilihan lagu, mulai instrumen hingga K-Pop yang dilayarnya disertai video klip. Usahakan untuk anak-anak jangan dipilih lagu-lagu yang mayoritas tentang cinta atau konten negatif, karena masa anak-anak ini rekamannya kuat sekali, kasihan diusianya yang masih kecil, harus mengkonsumsi lagu-lagu yang bukan peruntukkannya. Pilihkan saja instrumen yang ringan, agar anak tidak menghafal lagu yang kontennya tidak pantas bagi anak-anak.
  • Ubahlah background/ animasi video pada monitor. Seperti yang aku bilang sebelumnya, lagu-lagu di PIU dilengkapi dengan video klip yang akan menjadi background monitor. Bayangkan jika anak anda melihat  video klip yang pakaiannya (maaf) tidak pantas ditiru anak-anak, pasti kita sebagai orang tua (aamiin) tidak akan rela anak kita memandang hal-hal seperti itu. Maka dari itu, ketika bermain PIU untuk anak, backgroundnya diubah tanpa video klip dengan cara BGA OFF pada command mode > system.
  • Sebelum memulai permainan, selalu tanamkan kepada anak untuk memulai segala sesuatu dengan mengingat Allah, yaitu dengan berdoa. Tanamkan juga tentang bersyukur, karena atas ijin dan kehendak-Nya, masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bermain.
  • Saat bermain, tanamkan nilai percaya diri, berani menerima tantangan, fokus, cermat, memperbaiki kesalahan dan tidak mudah menyerah serta nilai-nilai positif lainnya. Permainan PIU memiliki tingkatan level dan tingkatan nilai. Manfaatkan level-level ini untuk menyemangati anak untuk tidak menyerah misalnya saat anak dalam stage 1 nilainya E, berikan semangat agar pada stage selanjutnya nilainya lebih baik, dikoreksi juga kenapa bisa mendapat nilai seperti itu. Lakukan komunikasi itu dengan kasih sayang, agar anak dapat mencerna. Ingat, dengan kasih sayang bukan berarti memanjakan.
  • Setelah permainan usai, pasti anak akan meminta istirahat sejenak karena lelah. Ini adalah waktu yang sangat efektif untuk orang tua khususnya ibu, menanamkan nilai-nilai positif. Khususnya di PIU ini, setelah anak selesai, ajak ia duduk, misalnya sambil meminum teh, ajak ia berkomunikasi. Mulai komunikasi kepada anak dengan mengajak bersyukur kepada Allah, karena telah diberikan kelancaran dalam bermain PIU. Kemudian ajak dia diskusi ringan. Misalnya seperti ini, “Menurut adik/kakak, apa sih manfaat bermain PIU ini?”. Arahkan jawaban anak salah satunya untuk kembali bersyukur dengan apa yang Allah karuniakan kepadanya. “Alhamdulillah ya Dik, Allah memberi kita kaki yang sehat, mata yang sehat dan tubuh yang sehat. Bayangkan ketika semua itu tidak ada, kaki adik sakit, kesleo mungkin, adik bisa tidak main PIU ini? Jadi setiap saat kita harus selalu bersyukur ya Dik sama Allah sudah dikasih banyak sekali nikmat salah satunya nikmat kesehatan. Alhamdulillah”.
Itu beberapa tips menurut opini pribadi terkait bermain PIU untuk anak. Semoga dapat bermanfaat untuk sahabat semua, yang mungkin adiknya atau saudaranya yang masih kecil tiba-tiba ingin bermain PIU. Menanamkan nilai-nilai moral kepada anak bukan hanya dilakukan di rumah dengan hanya menyuruh atau melarang, namun dapat juga dilakukan melalui permainan, kejadian sekitar atau saat berjalan-jalan dan berinteraksi dengan masyarakat.

Ingat, ibu adalah seseorang yang tidak hanya pandai dalam urusan rumah tangga saja, lebih dari itu, ibu adalah madrasah, sahabat bermain sekaligus teladan/panutan untuk putra-putrinya, dalam hal apapun. Makanya, bagiku salah besar jika ada yang berpendapat untuk apa seorang wanita bersekolah tinggi, misalnya hingga S3, ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga (saja), toh hanya mengurus anak dan rumah. Jangan salah, profesi ibu rumah tangga adalah profesi yang paling mulia dan membutuhkan skill. Justru seorang ibu harus berpendidikan tinggi dan didukung moral yang baik. Ingat sebuah pepatah, wanita adalah tiang Negara. Benar sekali, karena dari ibulah akan lahir generasi masa depan, bisa jadi baik, bisa jadi buruk. Semoga menjadi ibu yang dapat menjadi teladan dan melahirkan tunas-tunas harapan berpendidikan dan bermoral serta beriman di masa depan. Aamiin
***
GANIZ, 31 Desember 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Indonesia Youth Forum 2014: Surga Nyata Bawah Laut, Wakatobi

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari 1 Rabu, 21 Mei 2014
Pada hari pertama seluruh peserta Indonesia Youth Forum 2014 disambut oleh tarian tradisional Kabupaten Wakatobi di Bandar Udara Matahora. Saat pesawat mendarat seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Wakatobi beserta pemuda menyambut dan mengalungkan selendang dengan kain khas Kabupaten Wakatobi.
Prosesi penyambutan kedatangan peserta di Bandar Udara Matahora, Wakatobi

Peserta kemudian dipertemukan dengan orang tua angkat masing-masing. Saya mendapatkan orang tua angkat dari Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Wakatobi bersama empat peserta Indonesia Youth Forum 2014 yang lainnya, yaitu Stefy (Bandung), Yudhita (Bengkulu), Yani (Wakatobi) dan Setiami (Wakatobi).

Kegiatan pada hari pertama selanjutnya adalah opening ceremony. Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Wakatobi hari ini menghelat Opening Ceremony Indonesia Youth Forum 2014 dengan perayaan akbar yang dimeriahkan oleh beragam ritual adat khas Wakatobi di Pelabuhan Pangulubelo-Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Para peserta mengenakan pakaian adat daerah masing-masing yang tersusun dalam satu kesatuan Bhineka Tunggal Ika.
Penyambutan oleh orang tua angkat di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Wakatobi

Indonesia Youth Forum 2014 tahun ini sendiri mengambil tema “The Role of  Youth : Action on Preserving Heritage and Marine Tourism  Sutainability” hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta peran pemuda terhadap segala suatu hal yang berhubungan dengan keberlangsungan cagar alam dan pariwisata maritim.

Tahun 2014 ini ISYF bermitra dengan Kabupaten Wakatobi menjadi tuan rumah forum yang akan menghadirkan 150 orang pemuda terpilih dari seluruh Indonesia  yang social project-nya telah terpilih melalui serangkaian proses seleksi.

Sejumlah ritual adat seperti Duata, Kabuenga, Tari Lengko dan Kansodaa untuk menyambut sekaligus menghibur seluruh peserta maupun tamu undangan. Kemudian peserta dan tamu undangan mendapat suguhan Liwong dari jajaran Dinas Pemkab Wakatobi.
Foto bersama beberapa peserta dari daerah lain saat Opening Ceremony

Duata merupakan prosesi dimana nantinya akan ada parade sampan dan ratusan masyarakat Suku Bajo yang akan menari diatasnya, khusus pada momentum ini akan ada prosesi penerbangan lampion sebagai simbol perdamaian.
Salah satu prosesi adat pada Opening Ceremony IYF 2014 oleh Masyarakat Wakatobi

Turut hadir pada Opening Ceremony yaitu, Kementerian Pemuda dan Olahraga diwakili oleh Bapak Eka Sukma Wijaya dan Ir.Hugua selaku Bupati Wakatobi. Bapak Imam Gunawan selaku Asisten Deputi Kementrian Pemuda dan Olahraga adalah salah satu representative yang hadir, selain itu turut hadir pula perwakilan dari PT.Microsoft Indonesia dan Coca-cola Foundation. Sosok dibalik euphoria Opening Ceremony Indonesia Youth Forum 2014 ini  adalah Bupati Wakatobi yaitu Ir.Hugua, Beliau hadir dan memberikan sambutan kepada seluruh delegasi dan Warga.

Bupati Wakatobi menyambaikan bahwa membangun bangunan dengan uang begitu mudah, tetapi ketika kita menyediakan lahan untuk keluarga berkumpul, tanaman hijau dan seluruh komponen biota itu adalah hal yang jarang. Beliau menekankan pada sambutannya bahwa Ia mengharapkan bahwa Wakatobi dapat menjadi inspirasi awal dari pergerakkan pemuda kedepannya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik kedepannya.
Panitia IYF 2014 beserta Tamu Undangan dari Kemenpora dan pihak sponsor

President Director Indonesia Student and Youth Forum, Dr. A. Fajar Kurniawan, M.Si., M.M. dan Project Officer IYF 2014 yaitu Yute Inten Apsari turut menyampaikan sambutannya pula dan Ia menjabarkan beberapa hal yang melatar belakangi mengapa hal yang menjadi fokus Indonesia Youth Forum 2014 adalah hal yang berkenaan dengan keberlangsungan sumber daya laut dan pariwisatanya.

Sore hari ada kegiatan Parade perahu dari Suku Bajo dan festivallampion. Kegiatan malam ditutup dengan kegiatan orientasi untuk para peserta di Patuno Resort. Pada orientasi ini para peserta dijelaskan seluruh rangkaian kegiatan yang harus diikuti peserta selama kegiatan Indonesia Youth Forum 2014 berlangsung.
Parade perahu dari Suku Bajo

Festival Lampion
***
Sumber : Laporan Kegiatan Indonesia Youth Forum untuk Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya oleh Vita Ayu Kusuma Dewi

Indonesia Youth Forum 2014: Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, hari ini mencoba merapikan file-file yang ada di Laptop  tersayang. Seperti yang kusampaikan pada postingan sebelumnya, banyak sekali naskah yang hanya berujung pada “diam” dalam folder. Salah satunya adalah review kegiatan Indonesia Youth Forum 2014 yang dilaksanakan pada bulan Mei 2014 yang bertema“The Role of Youth : Action on Preserving Heritage and Marine Tourism Sutainability” yang dilaksanakan di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Wakatobi, mendengarnya asyik bukan. Kepulauan kebanggaan Indonesia yang sangat terkenal di mata dunia. Hayo…ada yang belum tahu?  Hehe.. saya saja sebenarnya baru mengetahui saat mengikuti Indonesia Youth Forum 2014. Sejak pertama kali berkunjung ke Wakatobi aku sangat senang, karena banyak sekali hal yang akhirnya ku ketahui tentang uniknya Indonesia.

Bentuk kegiatan Indonesia Youth Forum 2014 kemarin adalah Meet the Leader, Meet The CEO, Live In Suku Bajau, Save Coral Campaign Mangrove for peace, Corporate Action, Indonesian Youth Intiative forum  dan Forum Discussion on shore, sabanna and boat.

Ohya,  mengenai review  kegiatan yang akan kusampaikan dalam beberapa hari ini adalah review perhari, bukan detail seluruh yang aku alami disana. Jujur ya, karena banyaknya yang aku alami disana, aku sampai bingung mau menulis yang mana Sudah ada draft tulisan hingga halaman 11 yang menceritakan baru sampai hari ke 3. Itu saja masih banyak yang outline. Mohon doanya ya semoga bisa menyelesaikan cerita detail itu bersama naskah yang lain.

Sesi 1 ini aku akan berbagi proses seleksi menuju Indonesia Youth Forum 2014.
*
Pada awalnya peserta mengirimkan formulir serta aplikasi dengan ketentuan: Berusia 17-21 tahun ketika acara berlangsung, memiliki social project yang sedang dijalankan dan menjadi panitia inti proyek, mengisi formulir pendaftaran dan esai serta membawa media partner pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Kemudian panitia Indonesia Youth Forum 2014 menyeleksi melalui dokumen yang diterima melalui email. Setelah aplikasi diterima maka panitia Indonesia Youth Forum akan menginformasikan kepada peserta bahwa aplikasinya diterima dan berhak mengikuti tahap selanjutnya yaitu interview.

Interview dilakukan melalui media sosial skype. Setelah lolos tahap interview 1 maka interview dilakukan pada tahap 2 untuk memastikan kegiatan atau project social calon peserta telah dilakukan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Setelah dinyatakan lolos melalui tahapan seleksi administrasi, proposal dan interview, peserta wajib mengikuti serangkaian kegiatan Indonesia Youth Forum 2014 di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
***

Sumber : Laporan Kegiatan Indonesia Youth Forum untuk Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya oleh Vita Ayu Kusuma Dewi (2014)

Akhirnya Ku Mengerti…

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Well, Alhamdulillah, akhirnya… Ya, akhirnya aku memberanikan kembali ke lapak yang mulai usang ini. *Maaf tak bermaksud meninggalkanmu

Usai membaca postingan Mbak Nadya Intan Kemala, sahabat waktu Jenesys 2.0 Batch 18, rasanya seperti di cambuk buat nulis lagi. Entah kenapa alasan-alasan seperti malas, faktor internal, faktor eksternal benar-benar menjadi alasan paling jitu buat menghentikan sejenak aktivitas di blog. Kalau aku flashback dulu waktu SMA, waktu awal-awal membuat blog rasanya tak semalas sekarang ini. Justru saat SMA dulu, aroma ke”alay”an sangat kental sekali ditulisan-tulisanku. Mulai huruf besar kecil, singkatan super parah, dan bahasa gaul yang tidak tepat penggunaannya. *Alhamdulillah, pernah muda dan hingga sekarang masih semangat muda*. Semuanya seperti sangat berwarna dalam hariku menulis, seperti tergerak, dan renyah (bagiku).

Faktor niat memang sangat mempengaruhi. Kalau lagi pengen nulis, walaupun hanya ada waktu setengah jam, pasti selesai. *Apalagi dalam beberapa hal saya termasuk dalam tipe deadliner, yang sebenarnya kurang baik.

Nah, terus setelah ini saya mau nulis apa pemirsa? Sebenarnya, kalau aku mau jujur sama diriku sendiri, banyak sekali draft tulisan yang belum selesai. Mulai impian meneruskan kumpulan cerpen “Sketsa Mentari”, cerita pendakian persahabatan (Jalak Lebah Argo Lawu dan Sajak Panderman) yang terhenti di halaman 11, cerita Trilogi Sempu dengan sahabat dari Libya, cerita kesempatan ke Jepang Part II yang terhenti di outline, cerita Indonesia Youth Forum dengan keindahan Wakatobi yang baru sampai hari ke-3 (*Maaf Kak Marcel, belum memenuhi janji membagikan cerita selama di Wakatobi), cerita Indonesia Youth Summit yang hanya penggalan-penggalan, dan banyak cerita yang hanya berakhir pada angan. Satu lagi, revisi profil jurusan dan cerita selama kuliah. *Tanpa eksekusi=Omong kosong*

Bismillah, mulai hari ini, kembali meluruskan niat, merapikan kenangan-kenangan yang mulai tak beraturan, mencoba menuliskan satu persatu memori yang semoga saja dapat menjadi pelajaran, dan semoga Allah masih memberi sebuah kesempatan. Terima kasih ya Allah, Engkau mempertemukanku dengan mereka, yang menginspirasi.

*Setelah membuka folder writerpreneur, banyak sekali naskah mengendap. Insya Allah agar tidak lama berdebu, akan aku post di blog dan harapannya dapat menjadi inspirasi dan cerita yang bermanfaat untuk sahabat sekalian. Bismillah, one day, one story…
***
Gazebo S2, 29 Desember 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Aku, Coach, Partner, Mereka dan Bulutangkis (1)

| 0

16 menit yang lalu, hari telah berganti. Lapangan bulutangkis itu tetap semakin memanas, bahkan wajah lelah akibat bermain sejak babak penyisihan, semakin tampak. Namun tetap saja, teriakan semangat masih bergelora. Aku baru saja menyelesaikan 2 set pertandingan final dengan harus menerima kekalahan dan puas di posisi 2 cabang bulutangkis kategori ganda campuran untuk angkatanku. Maaf partner, saya tidak bisa mengembalikan bola-bola itu ketika diarahkan kepadaku, maaf banyak kesalahan yang  kulakukan… 

Bukan tanpa sebab dan akibat, dalam permainan ini aku belajar banyak hal dari mereka….


Aku akan mencoba mendekatimu, permainan…
Sekitar 2 bulan yang lalu, aku dikenalkan dengan permainan ini. Mungkin inilah pertama kalinya selama mahasiswa mengikuti bulutangkis. Sejak lama Mbak Mustika sudah mengajakku untuk latihan setiap hari rabu, tapi entah mengapa aku selalu tidak datang. Hingga pada suatu waktu, 2 bulan yang lalu, hatiku tergerak untuk ikut. Sejak itulah aku jatuh cinta dan ketagihan tiap minggu untuk datang.

Di Gedung Serbaguna Balai RW 10, Mojolangu, aku dipertemukan dengan orang-orang yang telah berpengalaman di permainan ini. Ah.. kamu tahu bagaimana rasanya pertama kali main, meskipun sudah melakukan pemanasan? Pulang dari latihan mulai terasa nyeri di tangan, namun itu tak bertahan lama, minggu kedua dan seterusnya sudah terbiasa.

Witing trisno, jalaran soko kulino…
Minggu demi minggu terlewat, aku banyak diajari tentang teknik permainan bulutangkis. Satu hal yang kupelajari, aku kira dengan kemampuan bulutangkisku yang minus (-) bukan lagi nol (0), mereka tak akan menerimaku. Ternyata aku salah, justru mereka dengan sabar mengajari, dan pastinya tetap memperhatikan hak-hak kami sebagai perempuan. Coach putri adalah Mbak Mustika, dan hampir semua pemain putra kuanggap coach, karena mereka telah mengajariku dan mengevaluasi permainanku.

Aku mulai terpukau dengan permainan putra, seperti ia telah lama bersahabat dengan raket dan cock itu. Ingin sekali kuteriakkan “kalian hebat”, tapi aku takut mereka akan berkata seperti Keenan dalam film perahu kertas, “kamu tahu pemain bulu tangkis ada berapa sih Vit?”.  Ya, aku hanya bisa melihat dan kagum dengan sportivitas yang mereka junjung.

Aku bermain di Lapangan?
Mendekati hari H pertandingan, kurang lebih tiga minggu yang lalu, pemain putri angkatanku masih kurang. Ketika itu Mas Sandi menawarkan kepadaku. Sebenarnya aku tidak mau karena aku sadar, aku belum bisa apa-apa untuk bulutangkis ini. Dibandingkan anak-anak yang lain, aku kalah jauh. Namun setelah negosiasi dan diberi motivasi, akhirnya kuputuskan untuk bergabung dalam Tim. Aku bermain di ganda campuran bersama Mas Ridwan di Tim C. Ada 3 Tim yang akan bertanding di WRE games mewakili angkatan.

Bermain dengan “Bye”
4 Desember 2014, diakhirnya diumumkan juga hasil drawing pertandingan cabang bulutangkis. Kulihat satu persatu, ternyata namaku berada di Tim A, dan Tim A tidak bertanding pada hari pertama. Aku dan kawan-kawan Tim A bertanding di minggu selanjutnya, 13 Desember 2014. Sedikit lega karena masih ada waktu untuk latihan. Rabu terakhir latihan, pertama kali aku dipertemukan dengan Mas Ridwan di Lapangan. Aku belajar banyak tentang teknik bulutangkis dari partner ganda campuran ini. Saat latihan tersebut aku diajari teknik bola pendek. Bola yang katanya lebih mematikan daripada smash.

Bismillah, kita bisa atas ijin-Nya…
13 Desember 2014 akhirnya datang juga. Pagi itu aku telah bersiap untuk menghadapi pertandingan yang dijadwalkan pukul 11.00 WIB. Siangnya, aku berangkat bersama Mbak Amel, partner ganda putri Tim A. Sesampainya di Lapangan Tombro, suasana masih lengang dan beberapa pemain serta panitia melakukan pemanasan. Akupun langsung ikut bergabung. Pertama aku melakukan permainan dengan Mbak Amel, kemudian kembali diajari pukulan melambung oleh Mas Ridwan. Aku sadar dengan kelemahanku, aku sangat lemah dengan bola melambung belakang, yang katanya bola yang sangat mudah untuk dismash. Pun juga diajari dengan dropshoot, posisi attack serta defense.

Tentang raket dan sepatu…
Selama bermain bulutangkis aku selalu meminjam raket dari Mbak Priska, Mbak Amel, Mas Sandy atau Mbak Vivi. Seperti pemain yang tidak pernah menyiapkan diri. Alhamdulillah mereka mau meminjamiku raket selama latihan dan pertandingan.

Sepatu, sepatu Jazz Girvi yang kukenakan adalah sepatu pemberian orang tuaku saat aku akan memasuki SMA. Aku  lupa waktu tepatnya aku mulai memiliki sepatu itu, yang pasti sepatu itu telah menemaniku sekitar 5 tahun. Sepatu kain yang tiada tandingannya karena tidak ada sepatu sport lain yang kupunya. Meskipun sudah usang, kekuatannya untuk menapak masih sempurna. Alhamdulillah, setidaknya masih memiliki sepatu sport yang terus memanjang dengan sendirinya.

Partner baru? Mampukah aku?
Waktu telah menunjukkan pukul 13.00 WIB namun permainan tak kunjung dimulai. Saat aku memasuki lapangan kembali, Mas Ridwan telah menggendong tas raketnya keluar lapangan. Aku bertanya kepadanya, ternyata Mas Ridwan ada janji dengan konsultan. How about me? Mas Ridwan mempercayakan posisinya digantikan Mas Fery, pemain ganda putra di Tim A. Fery? Ya, pemain dengan andalan smashnya dan mungkin spesialis pemain belakang ketika di Tim campuran. Kemampuanku hanya seujung kuku dihadapannya. Apa aku bisa berpasangan dengannya di Lapangan? Atau hanya memalukan saja? Tiba-tiba muncul ketidakpercayaan diri terhadap diriku sendiri. Aku belum terlalu memahami karakter bermainnya.

Kalian penentu, lakukan yang terbaik…
Usai menunaikan shalat ashar, aku dipanggil panitia karena sebentar lain bermain dibabak penyisihan melawan Tim B 2011. Yah..rasanya tidak enak main dengan seangkatan, karena kita sama-sama berjuang atas nama angkatan. Namun disinilah saya diajari sportivitas. Selamat… lawan tanding kali ini adalah Mbak Fany, pemain tunggal putri sekaligus ganda campuran yang sudah tidak diragukan lagi teknik penempatan bolanya. Pasangan Mbak Fany adalah Mas Ridho, sama-sama kuatnya. Hmm… dari empat orang yang ada di Lapangan, mungkin hanya aku yang pemula. Satu lagi, pertandingan penyisihan ini penentu apakah Tim A dapat lolos dipertandingan selanjutnya atau tidak, karena posisi Tim A dan Tim B sama-sama 2-2. Jika pertandingan ini kalah, maka Tim A tidak dapat lanjut ke babak semifinal. Apakah kita bisa? Insya Allah! Ya Rabb, hanya atas ijin-Mu aku disini, hanya atas pertolongan-Mu, kemenangan ini dapat kami raih.

Aku ingat dengan perkataan seorang sahabat, kemenangan itu hanyalah bonus, yang terpenting adalah kita berusaha melakukan yang terbaik. Ya, kemenangan sudah ada yang mengatur, dan teman-teman langsung menimpali “diatur wasit”.

Samping Lapangan telah ramai supporter dari seluruh angkatan. Alhamdulillah, tidak ada yang berkomentar dengan kostum yang kukenakan. Di Lapangan, Mas Fery selalu meyakinkan kepadaku “Bisa, confidence, tenang…” dan setiap mendapat poin selalu mengucapkan “Alhamdulillah”. Inilah yang kucari, bawalah Allah dimanapun kita berpijak, dalam posisi diatas, dibawah ataupun tak dimengerti. Mungkin ini adalah permainan dengan teriakan supporter paling absurd yang pernah kujalani. Terima kasih coach Anggih dengan andalannya “nice”, coach Rahmat, coach Redha, coach Mustika dan semua pemain serta teman-teman seangkatan yang menyemangati dari pinggir lapangan.

Aku semakin grogi dengan permainan yang semakin memanas, mulai cock yang mengarah ke wajahku, hingga bola melambung yang sangat kutakutkan. Ditengah permainan, Mas Fery mengingatkanku untuk tetap pada posisi attack, seperti berasa hanya pelengkap jika melihat smashnya yang mematikan. Namun aku ingat lagi bahwa aku telah berjanji akan melakukan yang terbaik ketika di Lapangan. Permainan semakin tak terkendali, score beda tipis, dan Tim kami unggul di set pertama dengan memenangkan permainan.

 Set 2 dimulai, aku kembali melakukan kesalahan menerima bola bawah dagu dan bola out. Maafkan aku teman-teman 2011, maafkan aku Mas Fer, tidak bisa menjadi partner yang baik.

“Mbak Ve diam aja di posisi depan, yang belakang biar aku yang ngatasi” terus Mas Fery mengingatkan.

Sebuah pelajaran berharga ketika bermain dalam Tim, terutama ganda campuran. Tidak boleh egois, harus mau menerima saran dan kritik, saling memahami satu sama lain, saling melengkapi satu sama lain, saling mengingatkan satu sama lain dan saling-saling lainnya. Mungkin seperti itu juga masalah jodoh. *eeeyyyaaaa #plak #fokus

Entah sungkan atau apapun alasannya, Mas Fery tidak pernah sekalipun memarahiku ketika di Lapangan. Disela istirahat coach Rahmat dan coach Anggih memberikan pengarahan permainan.  Score yang tipis berakhir dengan kemenangan untuk Tim C. Hmm.. lelah dan keringat mulai bercucuran.

Set 3 ini kupasrahkan sepenuhnya kepada Allah, hanya Dia, dan karena-Nya, kami dapat lanjut ke babak selanjutnya. Semangat semakin membara beriringan dengan capai yang kian terasa. Masih seperti permainan sebelumnya, jaga depan. Menit demi menit bergulir, suara mulai tak beraturan dan set 3 ini Alhamdulillah kami unggul. Akhirnya bisa melanjutkan permainan. Usai penyisihan akan ada pergantian pemain karena beberapa ada yang sakit. Ya Allah, terima kasih, kehebatan partnerku hanyalah atas pemberian-Mu, dan kemenangan awal ini hanyalah karena ijin-Mu.

Pertandingan lanjutan dan semifinal hingga selesai final dilanjutkan usai sholat isya. Akhirnya kami pulang sejenak ke Kos, dan merebahkan tubuh. Terasa nyaman rasanya, Alhamdulillah.
***
*Bersambung...
GOR Tombro-GANIZ, 14 Desember 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Srikandi Teknik

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Mungkin seperti inilah wanita Teknik, yang katanya sudah dapat dibedakan dari caranya berjalan. Ku pikir kami biasanya saja, mungkin mereka yang belum terbiasa. Inilah kami, tetaplah wanita pada umumnya.

Mengapa kalian tersentak ketika kami mencoba bermain Pump, ya mainan asli Korea yang bukan hanya lihai dalam memindahkan jejak kaki itu. Bukan, bukan untuk senang-senang. Kami belajar menempatkan sesuatu pada tempatnya. Terlebih dari itu, kami bisa belajar fokus dan konsentrasi dengan ini. Kekeluargaan dan tentunya bersyukur atas anugerah Allah, yang memberikan nikmat kesehatan sehingga kaki kami masih bisa melangkah. Mungkin itulah yang tak kalian sadari, kami hanya berusaha memandang dari sisi yang lain. 

Kenapa? Kenapa kau kembali tersentak saat kami bermain yang lain, badminton, futsal dan permainan semacamnya. Bukan kodrat kami memainkannya? Tidak, kami tidak ingin mencari perhatian. Kami tidak ingin dikatakan "wah". Cobalah berpikir dari sisi lain, tolong jangan judge kami. Apa kami aneh? Hanya karena pola kain yang kami kenakan berbeda? Atau hanya karena... ah sudahlah, kami yakin dengan pilihan kami. Kami sadar resiko kami, terjerat, tenanglah kami berpikir tentang itu.

Terima kasih telah memperhatikan kami. Kami seperti manusia biasa, terkadang juga ingin melakukan aktivitas yang sama dengan kalian. Terima kasih telah menerima kami, dengan segala kekurangan kami.
***
SM Futsal, 7 Desember 2014 
Vita Ayu Kusuma Dewi

Hujan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim 

Allahumma Shoyyiban Nafi'an...

Ditengah intensitas hujan yang sangat tinggi, permainan masih saja berlanjut. Aku masih menikmati satu persatu episode yang ingin ku tulis. Tentang si "pacar" yang ngajak berantem sejak 4 minggu yang lalu karena datanya tidak normal, dan alhamdulillah berdamai dengan penengah dosen pembimbing. Tentang aktivitas-aktivitas Kampus, tentang semua, namun bukan tentang hal yang rentan dibicarakan. 

Sepenggal lirik nasyid ini cukup mewakili...
"Langit biru telah kelabu, awan berarak sendu. Bumi bertasbih, senandung lirih, hujan. Gerimispun membasahi, sudut-sudut hati. Tumpahkan semua puisi rasa dalam nyata. Kubiarkan hujan mengawal rinduku, padamu yang indah disana. Kubiarkan hati menembus cinta-Mu, dan akupun merasa bahagia...." (Ali Sastra-Hujan)

Seandainya engkau tahu dan memahami bahwa banyak sekali yang mengagumimu, mereka bercerita tentangmu tanpa ragu, kepadaku. Semoga Allah menghindarkan kita dari fitnah dan menguatkan iman kita masing-masing. Semoga yang terbaik untuk segala resah yang selama ini dirasa. Semoga yang terbaik untuk kesucian yang belum ternoda. Aamiin
***
SM Futsal, 7 Desember 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Sportifitas

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Aku menulis ini ditengah euforia pertandingan futsal putri dalam WRE games 2014. Sorak sorai pendukung masing-masing angkatan menambah seru pertandingan dimenit ke 8 dengan skor sementara 3-1, unggul untuk TIM A 2011.

Aku masih sibuk mencari peraturan permainan sepak bola perihal pakaian, tapi sudahlah aku takut untuk lapangan hijau ini, lebih baik aku hanya menjadi penggembira. 

Beda rasanya ketika hari rabu, latihan rutin badminton dan juga nanti ketika pertandingan. Aku bebas mengenakan pakaian sport menurut keyakinanku, tidak terjerat seperti ketika bermain di sini. Lagi-lagi entahlah! Ya Allah jangan Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk ya Allah...

Aku hanya ingin belajar untuk istiqomah dengan apa yang kupilih sendiri ya Allah... 
***
SM Futsal, 7 Desember 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Aku Rindu atau Cemburu?

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ibarat debit, ini adalah debit puncak yang bisa saja mengakibatkan limpasan….

Malam ini sudah tak terbendung lagi rasa dihati. Ibarat orang jawa “ga kuat nandang roso”. Bukan karena apapun, hanya karena hal sepele. Melihat peta yang tertempel kuat di dinding bertuliskan “Insya Allah, I’ll be here (again)” disetiap sudutnya, membuatku tak kuasa lagi, dan akhirnya perlahan gerimis datang, kemudian hujan bertebaran.

Rindukah aku ya Allah? Ketika rindu ini sangat-sangat menggebu, aku berusaha untuk melampiaskannya dengan mendaftar satu persatu kegiatan, namun kenyataannya berlawanan, hampir semuanya belum berkesempatan dan kalaupun diterima, masih ada kendala pendanaan. Jerman, Norwegia, Bogor, Jakarta, Yogyakarta dan beberapa daerah tempat diselenggarakannya event lainnya, sepertinya belum saatnya. Ataukah ada niat yang tak semestinya? Astaghfirullah… semoga hati ini tetap dijalan-Mu ya Allah..

“Mbak bagaimana persiapan ke Jermannya?” tanya Putri sahabatku yang sama-sama diterima untuk mempresentasikan papernya.
“Maaf Put, aku ga bisa berangkat. Pendanaanku belum cukup. Maaf ya, salam buat Jerman, semoga aku bisa menyusulmu kesana suatu saat nanti. Bawa nama Indonesia dan berikan yang terbaik” jawabku melalui pesan facebook.
“Iya Mbak, mungkin bukan di Jerman tempat Mbak, tapi ada tempat lain yang telah disiapkan untuk Mbak…..” tuturnya.

Iya benar apa yang dikatakan Putri, insya Allah ditempat lain.

“Mbak, mungkin ini udah saatnya Mpean ga ikut lomba lagi, tapi malah mengadakan lomba. Tidak selalu kita berada di atas Mbak, ingat roda terus berputar” ucap sahabatku yang berbeda Kampus

Sesaat setelah pesan itu aku balas, sahabatku kembali menjawab “Semua ada bagiannya. Kalau bisa lolos dan ikut lomba terus, gimana dengan kesempatan peserta lain? Dari kita yang menjadi pelaku hingga pada akhirnya kita yang menjadi pengamat dan pengarah bagi mereka”

“Mungkin kamu diminta fokus skripsi dulu sekarang, biar cepet selesai. Ayo semangat! Bukannya masih ada banyak rencana setelah lulus nanti?” ujar kakak tingkatku di Kampus.

Ya, itu juga benar. Mungkin sekarang aku diberikan waktu full untuk fokus dengan tugas akhir. Semoga ini yang terbaik, Aamiin. Aku percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Aku yakin, setiap usaha pasti tak akan berujung sia-sia. Jalan masih panjang, terbentang dihadapan, tak hanya sekedar dunia…

Terkadang kita memang harus memandang dan fokus pada satu titik. Semua ada waktunya, bersabarlah dan kuatkan kesabaranmu. Bismillah.. fokus.. fokus.. fokus.. perbaiki niat... Lillahi Ta’ala.
***
GANIZ, 11 November 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

3 Tahun Bersamamu, Teknik Pengairan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
22 hari tak terasa telah terlewat setelah menghadapi ujian seminar usulan skripsi diruang 1.4 Gedung A Teknik Pengairan. Tadi saat akan kuliah Etika Profesi, aku, Amel, Aina, Lintang, Eva, Swesty, Fery dan Ivan berbincang tentang dunia pasca kampus, lanjut S2, bekerja dan membangun keluarga. Tak terasa juga, 3 tahun sudah berada di almamater ini. 1…2…3… Teknik dan 64 yang menjadi kebanggaan, Kampus biru yang menjadi impian, dan fenomena salah jurusan yang berujung pada kebahagiaan.
Pasca sempro - One step closer...

3 tahun bukan waktu yang singkat dan penuh dengan banyak kejadian, yang terus membuatku belajar, belajar, dan belajar memperbaiki diri. Bersama mereka, dosen, karyawan, pekerja bangunan, kawan seperjuangan, teman baru, keluarga senasib sepenanggungan dan semua elemen yang berada di Kampus dan luar Kampus. Aku kira 2011 akan menjadi awal yang menyeramkan, yang saat itu tengah malam bulan ramadhan ditetapkan sebagai Danton Fakultas Teknik, yang katanya teknik itu keras, kejam dan penuh dengan beban. Ternyata tidak, Allah menempatkanku ditengah orang-orang yang menyadarkanku akan kebesaran dan kuasa-Nya. Nikmat-Nya yang terus mengalir selama aku berada disini membuatku menyesal sempat merasa kesal ditempatkan di Teknik. Calon mahasiswa kedokteran yang tidak pernah sampai pada keinginan, mungkin itulah yang tepat.

Teknik adalah perantara dari Allah. Allah telah memberiku banyak nikmat. Nikmat Islam, Iman, kesehatan, dan nikmat lain yang tak akan pernah habis jika disebutkan. Mungkin jika Allah tak menempatkanku di Teknik, aku tak akan pernah berjuang menuju-Nya, aku tak akan pernah menyadari akan nikmat-Nya, aku tak akan pernah merasakan menapakkan jejak kaki di Belahan bumi-Nya, aku tak akan pernah merasakan musim gugur, musim dingin dan musim panasnya Negeri Sakura, bertemu muslimah luar biasa di HKI, menyelam di Segitiga Karang Dunia Wakatobi, menikmati dinginnya hawa Kota Kembang dan tempat lain yang awalnya hanya angan-angan. Ah...banyak sekali aku dipertemukan disini. Terima kasih ya Allah telah menempatkanku disini, Teknik, insya Allah tempat terbaik yang baru kusadari.

Kini aku berharap, keberadaanku disini tak akan lama lagi. Aku ingin melanjutkan mencari ilmu disana, dimanapun Universitas yang mau menerimaku, dibidang Teknik Sumber Daya Air, Sipil, atau Kebencanaan yang memang sangat kuinginkan. Akankah Negeri Sakura itu akan menerimaku lagi, atau hanya Kota Kembang, Kota gudeg atau Kota lain yang dapat kujadikan persinggahan mencari ilmu selanjutnya? Jika memang belum bisa melanjutkan, aku ingin kembali ke Kampungku, Ngawi, untuk mengabdi. Aku memohon yang terbaik ya Allah...

Terima kasih ya Allah, telah Engkau hadirkan banyak sekali keluarga disini, keluarga Jurusan, Fakultas, Universitas, Organisasi intra-ekstra Kampus, lingkungan Kos, serta orang lain yang sengaja Allah hadirkan disekelilingku, aku mendapat banyak pelajaran berharga.

*Harus kuakhiri karena dosen yang akan mengajar SK3  telah datang, dan akhirnya aku kembali rindu ikut kegiatan. Semoga masih ada kesempatan dari Allah… Aamiin
***
GBT R.1.5 Teknik Pengairan, 11 November 2014

Vita Ayu Kusuma Dewi

Kalimantan, Malaysia, Singapura, Macau, I'm coming!!!

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu dan hampir bersamaan banyak kawan-kawan yang baru pulang ke Malang lagi setelah aktivitas luar Kampus seperti studi banding, magang, konferensi dan juga lomba dari luar Negeri. Sebenarnya aku jadi ingat sama Ayah, dulu setiap beliau pulang darimanapun, beliau selalu membelikan oleh-oleh khas dari daerah tersebut. Tujuannya adalah biar aku suatu saat nanti punya semangat untuk menginjakkan kaki disana :)
Kalimantan dan Singapura dari Mbak Mustika, Mbak Ita dan Mas Luri

Malaysia, Macau, Singapura dari Mbak Anggun, Mas Yunus dan Mbak Ita

Terima kasih kawan-kawan semoga dapat menginjakkan kaki di tempat-tempat yang kalian pijak :) Aamiin... 
***
GBT, 27 Oktober 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi



Wake Up! Allah sedang Berbicara denganmu!

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Malam ini seperti kembali bergelora semangat memandangi peta dunia di Kamar Kos dan berusaha mewujudkan mimpi menapakkan jejak dari satu Negara ke Negara lain. Terasa tertampar setelah vakum beberapa bulan absen dari kegiatan yang diawali dengan proses seleksi. Akhir-akhir ini mencoba aktif kembali namun terkendala masalah dana untuk roundtrip ke tempat dilaksanakannya kegiatan. Kesempatan yang terabaikan!

Hari ini sejak pagi disuguhi semangat dari teman-teman yang pernah satu kegiatan dan satu forum dengan mereka, yang saat ini mereka sedang melejit mengikuti kegiatan Nasional dan Internasional. Kawan Indonesia Youth Forum 2014 Wakatobi, Nutrifood Leadership Awards 2013 dan 2014, ICAST Kumamoto 2013, NFEC 2013,  Jenesys 2.0 Science and Technology 2014 dan masih banyak kawan dari kegiatan lain yang saat ini sedang mengembangkan potensi yang telah diberikan Allah kepada mereka. Lalu satu pertanyaan dalam diriku yang terus menghampiri,  kamu kemana saja Vita?
Memori Wakatobi

Saat sedang menulis naskah ini, dilayar televisi baru saja diumumkan The Best Culture Costume  dalam HiLo Green Ambassador  yang pemenangnya adalah Mbak Fina, kawan delegasi Jawa Timur saat  IYF 2014, bulan Mei lalu. Beberapa saat kemudian, diumumkanlah Grand finalist 6 besar HiLo Green Ambassador yang salah duanya adalah Mbak Vania dan Mas Dika, kawan seleksi tahap 2 Nutrifood Leadership Awards 2013 Kota Surabaya. Barakallah Mbak dan Mas semua, semoga bermanfaat kegiatannya dan diridhoi oleh Allah. Aku belajar banyak tentang lingkungan, leadership dan entrepreneur dari kalian.

Sesaat kemudian, seorang kawan mengabarkan bahwa beberapa sahabat sedang go abroad, ada yang melanjutkan belajarnya, ada yang mengikuti conference, dan masih banyak lagi. Hmmm…semakin jauh. Wake up, Vita!

Jujur aku semakin teringat dengan sebuah pesan, Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, Allah sedang berbicara dengan kita. Ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, Allah ingin tahu, apakah kita akan menyebut nama-Nya dan meninggikan-Nya bahwa karena Dia-lah, kita bisa seperti yang kita harapkan, ataukah kemungkinan yang kedua, ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita berpikir itu hanya karena usaha kita, karena kita pintar dan akhirnya kita merasa hebat. Ingat, Dia-lah pemilik segala sesuatu dan atas kuasa Allah-lah kita dapat menikmati nikmat-Nya yang sangat luas. 

Kalaupun ketika kita berharap ternyata tidak dapat terlaksana dan tidak sesuai harapan, Allah sedang berbicara dengan kita tentang keyakinan, apakah kita masih yakin akan pertolongan Allah, ataukah kita akan meragukan-Nya, kemudian perlahan mencari sandaran lain selain-Nya. Berbaik sangkalah pada Allah, Allah tidak akan membebani seseorang diluar batas kesanggupannya. 

Terima kasih ya Allah, masih diperkenankan untuk bersama mereka, mereka yang selalu mengingatkanku untuk selalu dijalan-Mu :’)
***
GANIZ, 17 Oktober 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Move On

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Semoga bermanfaat, sebagian pembahasan dalam kajian OMG (Obrolan Muslimah Engineer) "Udah Putusin Aja!"(FT, 3 Oktober 2014)

Bismillah, semoga Allah tetap menjaga hati ini dari niat yang tak semestinya. Sedikit berbagi dari sebuah buku dan OMG tentang #MoveON :D

“Teh,aku ga bisa #MoveON nih dari dia!” | Cara untuk #MoveON itu banyak 1.Mengingat Allah akan membuat galau karena cinta menjadi ketenangan Mengingat Allah berarti kita yakin kalo Allah selalu bersama kita&melihat apapun yang kita perbuat,sehingga kita lebih berhati2 :’)

#MoveON “…Hanya mengingat Allah, hati menjadi tenteram” (QS.13:28)| Masih belum yakin bisa #MoveON ? 

#MoveON 2.Gabung ke majelis ilmu. Saat kamu bergabung dengan orang2 yang semangat mengkaji ilmu Allah,tak ada celah bergalau ria ttg cinta

#MoveON 3.Baca kisah Nabi dan sahabat-sahabatnya. Kamu akan tahu bagaimana kehidupan sehari-hari beliau, yang selalu memberikan inspirasi 

Kamu juga tahu tentang ujian dlm hidup beliausehingga kamu sadar, ujian yang kamu terima belum ada pa-apanya, apalagi hanya sekadar 

#MoveON 4. Lakukan apa yang menjadi hobi dan passionmu.Daripada galau buat #MoveON,lebih baik nulis yang bermanfaat bagi orang lain 

5.Kalau memang harus galau #MoveON, galaulah yang bermanfaat :) Galau dosa-dosa yang sudah diperbuat kemarin, tidak terjadi peningkatan iman untuk hari ini dan berusaha #MoveON kepada Allah 

6.Niatkan #MoveON hanya karena Allah, ingin mendekat kepada Allah dan meninggalkan hal yang dilarang Allah. 

Nah itu tadi 6 jurus jitu #MoveON dari buku UPA | UPA apa? | Udah Putusin Aja! :D 

Masih galau? Iya, Aku udah berusaha tapi tetep aja ga bisa #MoveON?| waduh…berarti jurus tadi tidak mempan ya?| Belum | Gubrak :3 

Ya udah, semoga jurus #MoveON ini mujarab, lupakan dan jauhkan semua yang berkaitan tentang dia! Sudah selesai 

Maksudnya Teh? Harus mengenyahkan dia dari bumi ini cuma biar aku #MoveON gitu, membencinya?jadikan musuh?| Bukan :3 

Kamu pengen #MoveON tapi kamu masih suka stalking FB,twitter ,path, blog, apapunlah sosmednya dia?| Katanya #MoveON? :D 

*nyengir* tiap hari, tiap waktu kalau online mesti nongol nama dia | Pantas aja ga bisa #MoveON 

Ok dear, ketahuan sekarang masalah utamanya, kamu ga bakal bisa #MoveON kalau kamu masih suka stalking tentang dia Yakin deh! Allah sayang sama kamu , jangan disia-siakan itu #MoveON 

Kamu putus itu tandanya Allah tau dia belum pantas buat kamu. Percaya sama Allah, suatu saat nanti Allah akan mempertemukanmu dengan yang halal buat kamu. #MoveON

Bila kenangan tentangnya membuatmu susah #MoveON, ingat lagi dan kuatkan dalam hati, bahwa kamu melakukannya,ingin lebih baik karena Allah 

#MoveON bukan sebatas pelampiasan perasaan, namun sebagai sarana perbaikan :) 

Jika #MoveON dimaknai hanya sebatas pelampiasaan bisa dipastikan keyakinan yang telah mantab akan terkikis pelan-pelan

Witing tresno jalaran soko kulino,mulainya cinta karena terbiasa Begitupula untuk #MoveON 

Maka #MoveON pun butuh waktu, proses dan pembiasaan untuk tidak bersentuhan dengan hal yang berhubungan dengan dia :) 

Yuk #MoveON kepada Allah, semoga Allah selalu menjaga hati ini dari fitnah yang keji :’) Semoga dimudahkan untuk segera #MoveON :)
***
OMG, 3 Oktober 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Karena Separuh Agamaku, Dirimu

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ini hanya beberapa dari keseluruhan materi yang disampaikan oleh Ust.Yosi dan Ust.Cahyadi di acara SAB (Widyaloka UB, 2 Oktober 2014). Semoga bermanfaat, bisa juga search dengan hastag #SAB untuk tweet da ri teman-teman lain :)

#SAB ini bahas apa sih? |Kamu tau lagunya NOAH?|Tau| Nah bahas salah satu liriknya, "karena separuh agamaku, dirimu" :D

Jika belum siap menikah, jadilah jomblo berkualitas dan bermartabat :D #SAB 

Kalau yang sudah ngebet nikah, yuk perbaiki niat lagi!Niat nikahnya karena Allah atau sungkan? :D kamu ngebet,butuh/memang pantas? #SAB 

Jangan salah mengartikan kata "menyegerakan", menyegerakan itu butuh persiapan diri, beda dengan tergesa-gesa yang didominasi nafsu :) #SAB 

Yuk buka QS. Al-Anbiyaa:37 biar kita sadar diri :') | ada hubungannya sama #SAB? | iya ada, sok atuh dihayati :') 

Nikah itu yang haram jadi halal|kok bisa?|Iya,yg awalnya pandangan kpd bukan mahram bisa jadi zina mata,kalo udh nikah malah pahala :') #SAB 

Ust.Cahyadi berpesan"nikah tu bukan masalah pengen"|terlalu sederhana dan tak bertanggungjawab|Nikah itu butuh visi dan misi yang jelas #SAB 

Menunda menikah dgn alasan kesiapan boleh, asal TIDAK untuk melakukan kemaksiatan(Ust.Cahyadi| Jangan sampai pacaran berkedok ta'aruf #SAB 

Nikah itu untuk selama-lamanya,makanya butuh persiapan| Siap spiritual, mental, konsepsional,fisik,material dan sosial | Sudah siap? :) #SAB 

Kamu siap untuk berbagi dengan orang yang sebelumnya bukan apa2 bagimu?Jika kamu tak siap hakmu dibagi maka kamu belum siap menikah #SAB 

Bro&Sist, jangan sampai salah menaruh hati pada seseorang ya!|Pacaran bukan solusi, kl blm siap nikah #ikhlasin #perbaiki diri saja :') #SAB 

Hukum nikah itu ga cuma satu,karena kondisinya setiap orang beda. Bisa jadi wajib, sunnah, makruh, mubah dan haram.Islam itu indah :') #SAB 

Kamu sakit hati diputus pacar? Dia nikah sama orang lain?|Jangan sedih, ALLAH SAYANG kamu. Allah tunjukkan dia belum pantas untukmu :') #SAB 

Karena nikah itu ibadah, maka niat, tujuan dan prosesnya harus karena Allah :') |Allah dulu, Allah lagi, Allah terus :') #SAB
***
Widyaloka, 2 Oktober 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi