Aku Rindu atau Cemburu?

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ibarat debit, ini adalah debit puncak yang bisa saja mengakibatkan limpasan….

Malam ini sudah tak terbendung lagi rasa dihati. Ibarat orang jawa “ga kuat nandang roso”. Bukan karena apapun, hanya karena hal sepele. Melihat peta yang tertempel kuat di dinding bertuliskan “Insya Allah, I’ll be here (again)” disetiap sudutnya, membuatku tak kuasa lagi, dan akhirnya perlahan gerimis datang, kemudian hujan bertebaran.

Rindukah aku ya Allah? Ketika rindu ini sangat-sangat menggebu, aku berusaha untuk melampiaskannya dengan mendaftar satu persatu kegiatan, namun kenyataannya berlawanan, hampir semuanya belum berkesempatan dan kalaupun diterima, masih ada kendala pendanaan. Jerman, Norwegia, Bogor, Jakarta, Yogyakarta dan beberapa daerah tempat diselenggarakannya event lainnya, sepertinya belum saatnya. Ataukah ada niat yang tak semestinya? Astaghfirullah… semoga hati ini tetap dijalan-Mu ya Allah..

“Mbak bagaimana persiapan ke Jermannya?” tanya Putri sahabatku yang sama-sama diterima untuk mempresentasikan papernya.
“Maaf Put, aku ga bisa berangkat. Pendanaanku belum cukup. Maaf ya, salam buat Jerman, semoga aku bisa menyusulmu kesana suatu saat nanti. Bawa nama Indonesia dan berikan yang terbaik” jawabku melalui pesan facebook.
“Iya Mbak, mungkin bukan di Jerman tempat Mbak, tapi ada tempat lain yang telah disiapkan untuk Mbak…..” tuturnya.

Iya benar apa yang dikatakan Putri, insya Allah ditempat lain.

“Mbak, mungkin ini udah saatnya Mpean ga ikut lomba lagi, tapi malah mengadakan lomba. Tidak selalu kita berada di atas Mbak, ingat roda terus berputar” ucap sahabatku yang berbeda Kampus

Sesaat setelah pesan itu aku balas, sahabatku kembali menjawab “Semua ada bagiannya. Kalau bisa lolos dan ikut lomba terus, gimana dengan kesempatan peserta lain? Dari kita yang menjadi pelaku hingga pada akhirnya kita yang menjadi pengamat dan pengarah bagi mereka”

“Mungkin kamu diminta fokus skripsi dulu sekarang, biar cepet selesai. Ayo semangat! Bukannya masih ada banyak rencana setelah lulus nanti?” ujar kakak tingkatku di Kampus.

Ya, itu juga benar. Mungkin sekarang aku diberikan waktu full untuk fokus dengan tugas akhir. Semoga ini yang terbaik, Aamiin. Aku percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Aku yakin, setiap usaha pasti tak akan berujung sia-sia. Jalan masih panjang, terbentang dihadapan, tak hanya sekedar dunia…

Terkadang kita memang harus memandang dan fokus pada satu titik. Semua ada waktunya, bersabarlah dan kuatkan kesabaranmu. Bismillah.. fokus.. fokus.. fokus.. perbaiki niat... Lillahi Ta’ala.
***
GANIZ, 11 November 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

3 Tahun Bersamamu, Teknik Pengairan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
22 hari tak terasa telah terlewat setelah menghadapi ujian seminar usulan skripsi diruang 1.4 Gedung A Teknik Pengairan. Tadi saat akan kuliah Etika Profesi, aku, Amel, Aina, Lintang, Eva, Swesty, Fery dan Ivan berbincang tentang dunia pasca kampus, lanjut S2, bekerja dan membangun keluarga. Tak terasa juga, 3 tahun sudah berada di almamater ini. 1…2…3… Teknik dan 64 yang menjadi kebanggaan, Kampus biru yang menjadi impian, dan fenomena salah jurusan yang berujung pada kebahagiaan.
Pasca sempro - One step closer...

3 tahun bukan waktu yang singkat dan penuh dengan banyak kejadian, yang terus membuatku belajar, belajar, dan belajar memperbaiki diri. Bersama mereka, dosen, karyawan, pekerja bangunan, kawan seperjuangan, teman baru, keluarga senasib sepenanggungan dan semua elemen yang berada di Kampus dan luar Kampus. Aku kira 2011 akan menjadi awal yang menyeramkan, yang saat itu tengah malam bulan ramadhan ditetapkan sebagai Danton Fakultas Teknik, yang katanya teknik itu keras, kejam dan penuh dengan beban. Ternyata tidak, Allah menempatkanku ditengah orang-orang yang menyadarkanku akan kebesaran dan kuasa-Nya. Nikmat-Nya yang terus mengalir selama aku berada disini membuatku menyesal sempat merasa kesal ditempatkan di Teknik. Calon mahasiswa kedokteran yang tidak pernah sampai pada keinginan, mungkin itulah yang tepat.

Teknik adalah perantara dari Allah. Allah telah memberiku banyak nikmat. Nikmat Islam, Iman, kesehatan, dan nikmat lain yang tak akan pernah habis jika disebutkan. Mungkin jika Allah tak menempatkanku di Teknik, aku tak akan pernah berjuang menuju-Nya, aku tak akan pernah menyadari akan nikmat-Nya, aku tak akan pernah merasakan menapakkan jejak kaki di Belahan bumi-Nya, aku tak akan pernah merasakan musim gugur, musim dingin dan musim panasnya Negeri Sakura, bertemu muslimah luar biasa di HKI, menyelam di Segitiga Karang Dunia Wakatobi, menikmati dinginnya hawa Kota Kembang dan tempat lain yang awalnya hanya angan-angan. Ah...banyak sekali aku dipertemukan disini. Terima kasih ya Allah telah menempatkanku disini, Teknik, insya Allah tempat terbaik yang baru kusadari.

Kini aku berharap, keberadaanku disini tak akan lama lagi. Aku ingin melanjutkan mencari ilmu disana, dimanapun Universitas yang mau menerimaku, dibidang Teknik Sumber Daya Air, Sipil, atau Kebencanaan yang memang sangat kuinginkan. Akankah Negeri Sakura itu akan menerimaku lagi, atau hanya Kota Kembang, Kota gudeg atau Kota lain yang dapat kujadikan persinggahan mencari ilmu selanjutnya? Jika memang belum bisa melanjutkan, aku ingin kembali ke Kampungku, Ngawi, untuk mengabdi. Aku memohon yang terbaik ya Allah...

Terima kasih ya Allah, telah Engkau hadirkan banyak sekali keluarga disini, keluarga Jurusan, Fakultas, Universitas, Organisasi intra-ekstra Kampus, lingkungan Kos, serta orang lain yang sengaja Allah hadirkan disekelilingku, aku mendapat banyak pelajaran berharga.

*Harus kuakhiri karena dosen yang akan mengajar SK3  telah datang, dan akhirnya aku kembali rindu ikut kegiatan. Semoga masih ada kesempatan dari Allah… Aamiin
***
GBT R.1.5 Teknik Pengairan, 11 November 2014

Vita Ayu Kusuma Dewi