Numpang Narsis..hehe

| 7
Bismillahirrahmaanirrahiim
Pada postingan dibalik naskah #1 aku kan menambahkan akan ada talkshow dari  Mozaik Indie Publisher sekaligus launching dari antologi pertamax moment. Alhamdulillah acara tersebut terselenggara lancar pada tanggal 27 Januari 2013 di Toko buku Togamas Malang. Terima kasih ya atas doanya berikut ini ada dokumentasi yang sedikit terabadikan kemarin.

Alhamdulillah sama Allah diberi kesempatan untuk mewakili sahabat-sahabat penulis pertamax moment untuk sharing dengan sahabat-sahabat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Rasanya tak tergantikan dan tidak bisa dibeli dengan apapun. Ternyata ada sisi lain ketika kita bisa berbagi cerita dengan orang lain apalagi orang tersebut terinspirasi dari kita. Yang penting baiknya aja diambil yang buruk dijadikan pelajaran. 

Terima kasih untuk Allah, keluarga, sahabat dan semuanya saja, juga kepada Mozaik Indie Publisher yang telah menyelenggarakan acara ini. 


Mbak Vivi sebagai moderator ^^

Ketika awal acara masih sedikit yang datang ^^(kenapa saya mengheningkan cipta seperti itu ya.hehe :o )


Pertamax moment juga nih, pertama kalinya berbicara proses kreatif buku didepan senior juga diantara tumpukan buku-buku ^^
Mbak Rhegita (Penulis Egi Anak Bau Kencur) juga mensharingkan proses kreatif bukunya ^^

Antologi Pertamax Moment ^^
Esok harinya, ternyata acara tersebut mejeng di koran ^^




-.Vita Ayu Kusuma Dewi-Rescue Iffah



Secret #9 "Cukup!"

| 8
Bismillahirrahmaanirrahiim


"...Terima kasih ya sudah membuat aku menyesal. Terima kasih  sudah memberi pelajaran yang bakal berguna untukku kedepan. Terima kasih mungkin kemarin akan jadi komunikasi terakhir jika Allah menghedakinya. Maaf dan Terima kasih untuk semuanya..." Tertanda: Reyna Ambaramita

"Heh Rey, apa-apaan ini? Kamu ada masalah sama siapa?" tanya Naya
"Ga usah dipikir Nay, cuma tanganku aja pengen nulis kaya gitu" jawab Rey

*Maaf ya tidak jelas ceritanya ^^

-.Vita Ayu Kusuma Dewi - Rescue Iffah

Inikah Petunjuk-Mu :'(

| 8
Bismillahirrahmaanirrahiim
sumber gambar : disini

“Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan doamu........" 
 (Q.S. Al Mu’min: 60)

Ketika hati sudah bergenderang "ingin" pada sesuatu, aku hanya bisa meminta pada pemilik-Nya. Pemilik segala dunia dan isinya. Pemilik diri ini dan juga pemilik apa-apa yang dititipkan dalam jiwa dan raga ini. Terkadang, bersimpuh pasrah menyerahkan apa yang akan terjadi pada diri atas apa yang ia ingini, pun terkadang tak kuasa menahan apa-apa yang telah memaksa kaki ini melangkah.

Ya Rabb, inikah petunjuk-Mu. Inikah jalan-Mu? Ridhoilah aku untuk menempuh jalan ini, jalan untuk menemukan-Mu, mendekatkan diri ini seutuh-Nya kepada-Mu. Peluklah mimpi ini tetap dijalan-Mu :'(  

sumber gambar : disini
*Teman-teman mohon doanya semoga rencana beberapa bulan lagi akan terealisasi, baru saja mendapat kabar dari sahabat, katanya ia siap membantu. Subhanallah :'( Ingin menangis, semoga jalan ini diridhoi. Aamiin...



-.Vita Ayu Kusuma Dewi - Rescue Iffah

Secret #8 "Bersyukurlah"

| 14
Bismillahirrahmaanirrahiim

sumber gambar : http://stmik-amikbandung.ac.id/foto_berita/56IPK.jpg
Apa yang terbayang dibenak teman-teman ketika melihat gambar diatas? Hihi... Mumpung akhir semester nih pasti dipojok-pojok Kampus membahas IPK. Itu analisisku saja, tak jarang dari mereka juga sibuk dengan organisasinya alias memikirkan ummat.

Aku ingin berbagi perasaan ini dengan sahabat-sahabat semua tentang yang satu ini. Kemarin banyak yang curhat dan histeris melihat nilainya. Ketika ku kembalikan kepada diriku sendiri ternyata hati ini bisa legowo menerimanya. Ada yang bertanya ke aku, "Mbak pertama kali dapat nilai C+ tumben ga histeris, biasanya udah plan inilah plan itu untuk memperbaiki?" kujawab dengan senyum padahal dalam hati juga berbicara "sebenarnya sudah ada planning untuk memperbaiki tapi apakah harus diumumkan ke khalayak?"

sumber gambar : http://kampus.unikom.ac.id/s/userassets/10509553/blog_images/image_2c143978a412a43a1ebe3776c6decfd7.jpg


Ya memang kuliah ini pertanggungjawabannya kebanyak pihak, Allah, diri sendiri, orang tua, masyarakat, dll. Tergantung kita menyikapinya. Dulu ketika aku semester 1 rasanya dapat nilai jelek itu sakit banget. Setelah aku pelajari ternyata pada waktu itu aku belum bisa mengukur kemampuanku, dalam artian aku hanya meminta nilai tinggi tanpa melihat seberapa paham pada materi yang disampaikan.

Tidak munafik memang sebagai mahasiswa dilema akan butuh nilai atau pemahaman. Kalau aku rasa memang dua-duanya. Ya kita sama-sama mahasiswa istilahnya temenku itu "ga usah munafik deh lo butuh nilai kan" dari omongannya temenku itu aku jadi tersadar sesuatu. Hihi... Nilai bagus atau jelek tergantung kita bagaimana menerimanya. Dapat nilai jelek atau bagus yang perlu dilakukan adalah disyukuri. Mungkin banyak yang dibawah kita yang kita tidak tahu. Mungkin ada hal yang salah ketika proses belajar, mungkin ada faktor x yang membuat kita lupa pada Sang Pemilik Ilmu, Allah. ^^ Intinya kembali lagi ke kita.

Jangan sampai nilai jelek kita hanya membuat kita terpuruk, berkata kotor atau misuh atau menyalahkan teman, menyalahkan dosen. Yuk kita bangkit ^^ Belajar dari kesalahan dari semester lalu untuk perbaikan di semester depan. Jangan lupa murnikan niat kembali karena Allah Ta'ala bukan karena yang lain ^^

Lihatlah kawan, betapa mirisnya kawan-kawan yang dibawah kita dan dengan bangganya kita berkata didepan mereka "Rek, nilaiku jelek. Aku dapat B". Bisa-bisa tanggapan mereka hanya diam karena kita tak bisa memahami perasaan mereka. Dari narasi yang panjang diatas aku ingin menyimpulkan (hehe...maaf ya) Kita kan sudah berusaha, berdoa dan melalukan yang terbaik untuk Agama, Bangsa, Negara, Masyarakat, diri sendiri dll, kalau dikasih nilai baik yuk kita pertanggungjawabkan nilai itu, agar nilai itu menginterprestasikan kompetensi kita. Jangan sampai nilai itu hanya bayangan saja bukan aslinya. Kalau nilainya masih kurang memuaskan kita kaji lagi apa yang salah dan kita perbaiki. Jangan lupa mendekatkan diri dengan Sang Pencipta ^^ Pokoknya jangan terpuruk lagi ya kawan-kawanku, tak selamanya kita berada diatas dan tak selamanya kita dibawah. Roda zaman akan tetap berubah. Semua yang kita harapkan insyaallah akan bisa jadi kenyataan dengan memasrahkan kepada Allah ^^ Kalau kata Mbak Ria "hadirkan Allah dalam setiap apapun dan bagaimanapun keadaannya" ^^ Tetap  positive thinking (husnudzon sama Allah), qona'ah, bersyukur dan berusaha lebih baik lagi ^^

Sekian dari saya, semoga bermanfaat ^^ (diambil yang baik-baik aja ya, jangan ditiru yang tidak pantas ditiru)

-.Vita Ayu Kusuma Dewi - Rescue Iffah

Secret #7 "Sejenak Amnesia"

| 16
Bismillahirrahmaanirrahiim

Biarkan hati ini bergeming sendiri. Mungkin jalan terbaik adalah sejenak melupakanmu. Semua tentangmu. Bayang-bayang nanar yang meranggas kepercayaan demi kepercayaan yang telah ada semakin semu. Ya, mungkin jalan yang ku ambil tidak sesuai lagi dengan aturan yang ada. Selebihnya, biar Allah yang mengatur semua ini. Maaf jika akhir-akhir ini nanti aku sedikit menaruh sekat antara kita. Aku hanya ingin memurnikan kembali rasa ini, aku takut tempat yang telah kutata untukmu telah dimasuki nafsu terlebih dahulu. Sekali lagi maaf, tak ada maksud apapun dari perlakuanku selama ini. Aku hanya menganggapmu seorang kakak, tidak lebih. Aku juga tidak ingin kehadiranku menimbulkan tanya karena sesungguhnya aku hanya ingin menjadi keluarga kecil yang baru saja ku temukan denganmu, juga sahabatku dan sahabatmu. Ijinkan aku melantunkan bait-bait lirik dari Tashiru untukmu, yang hadir dalam mimpiku, orang baru namun menghadirkan semangat yang baru, dan yang saat ini berkutat diluar zona nyamanmu.....

Kau tahu tentang hatiku
 Yang tak pernah bisa melupakanmu
Kau tahu tentang diriku
Yang selalu mengenangmu selamanya

Kini kusadari Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai

Maafkanlah segala khilaf yang tlah kita terlewati
Tlah membawamu kedalam jalan yang melupakan Tuhan
Kita memang harus berpisah
Tuk menjaga diri
Untuk kembali mengarungi hidup
Dalam ridho Illahi

Kutahu bahwa dirimu
Mendambakan kasih suci yang sejati
Kuyakin bahwa dirimu
Merindukan kasih sayang yang hakiki

Dan bila takdirnya kita bersama
Pastilah Allah akan menyatukan kita 



-.Vita Ayu Kusuma Dewi - Rescue Iffah

Secret #6 "Rahasia"

| 3
Bismillahirrahmaanirrahiim

"Rey, ini kotak apa? Perasaan dari kemarin ga pindah-pindah. Kado ya?" tanya Naya penasaran.

 "Tidak kok Na, kotak biasa itu. Ga ada isinya kok cuma disimpen aja" jawab Rey.

"Ah.. ga mungkin, Rey itu kalau naruh sesuatu pasti ada maksudnya. Bukannya kamu kalau naruh kotak kosong di gudang sana ya Rey?" tukas Naya.

"Kamu dibilangin kok ngeyel sih Na. Itu kotak kemarin kan pas bersih-bersih kamar" Rey menggeleng.

Naya menyerobot kotak itu, dibukanya perlahan dan didapatinya kotak itu berisi seperangkat benda yang cantik.

"Rey, ini bagus banget. Kamu  ga pernah bilang punya kebaya cantik seperti ini? Terus ini wedges nya juga cantik" Naya berdecak kagum.

"Tuh kan Rey bohong, sekarang ngaku ga ini dari siapa? Sebentar Rey, ini kaya kebaya buat wedding ya?" tuding Naya. 

Rey terdiam,  kebaya modern merah muda itu segera diamankan dari Naya.

"Ini masa lalu Na, jangan diungkit lagi ya. Paham kan maksudku?" Nada Rey pelan.

"Iya Rey, maaf ya" Naya segera mengembalikan apa yang diambilnya. Suasana senyap menghampiri.




-.Vita Ayu Kusuma Dewi - Rescue Iffah

Secret #5 "Maaf"

| 0


Bismillahirrahmaanirrahiim


"....Kamu terlalu baik, aku tidak berani menyentuhmu (walau sebatas berjabat tangan) sebelum Kau halal bagiku..."


"Belum saatnya aku mengatakan bahwa dia adalah Kamu. Insyaallah suatu saat nanti jika memang Allah ridho aku akan mengatakan bahwa yang menasehatiku itu adalah Kamu. Aku yakin kamu sebenarnya merasakan itu, tapi kamu ragu. Tetaplah terjaga dalam kedamaian, aku hanya ingin engkau selalu berada dalam naungan-Nya. Baik-baik ya Kakak, jangan takut, jangan resah Allah selalu bersamamu ^^"


-. Vita Ayu Kusuma Dewi-Rescue Iffah

"Pandangan Pertama: Seperangkat Alat Memasak"

| 14
Bismillahirrahmaanirrahiim
Mengenai pandangan pertama, banyak sebenarnya kalau diijinin nyebutin satu persatu juga bakal panjang.hehe Salah satu hal yang berkesan hingga saat ini adalah pandangan pertama pada "seperangkat alat memasak". Pasti banyak yang bertanya-tanya ada apa dengan seperangkat alat memasak sehingga dia sangat berkesan ketika melihat pertama kali, iya kan?

Jadi seperti ini ceritanya, aku kan kuliah ini kebetulan nge-kos ditempat yang tidak ada dapurnya tapi suasananya enak banget. Bagaimana tidak, tiap pagi lantunan ayat suci Al Qur'an, intinya kebutuhan rohaninya dapat. Depan kos-ku adalah masjid. Sebenarnya bukan ini hubungannya sama seperangkat alat memasak.hehe

Berhubung di kos ku tidak ada alat memasak seperti kompor, panci dan kawan-kawannya, aku merasa kangen memasak. Maklum lah calon ibu *aamiin* kalau setiap hari hanya masak nasi lauknya beli terus rasanya kurang afdhol, bagiku. Hampir satu tahun seperti itu tapi ada alternatif, temanku kos ada yang membawa alat digambar bawah ini jadi masih bisa memasak walau masih kurang puas.hehe




Nah, karena ketahuan satpam kos alat itu tidak digunakan lagi soalnya listriknya lumayan besar kawan. Akhirnya kami kembali ke rutinitas awal. Jenuh juga ternyata.hehe Waktu kemarin pulang dari Kampus, tepatnya di basement dekat parkir motor aku melihat something dan itu adalah seperangkat alat memasak. Hore........... Melihat itu rasanya ada hasrat untuk memasak yang menggebu-gebu.Huhu Fotonya menyusul ya, lupa belum difoto.hehe

Alhasil, tangan ini terasa gatal untuk segera menggunakan alat-alat itu. Ya Allah, aku ingin memasak. Setidaknya belajar, masih bisa merasakan asem, asin, manis atau tidak. Soalnya kalau dirumah kadang asin masakanku. Hehe

Tidak butuh tenggang waktu yang lama esok harinya aku segera pergi ke penjual sayur. Untungnya di Gang depan kos-ku ada yang jualan sayur mentah tiap pagi. Aku membeli tahu, tempe, jagung, teri dan beberapa bumbu. Aku kangen masakanku dirumah, nasi goreng sambel teri dan sambel tempe. Hoho


Flashback : tahukah teman, aku paling sering mendapat orderan nasi goreng dari Ayahku. Sambel teri sama sambel tempe yang diajarin Ibuku ternyata ketika aku yang memasak enak juga. Terus kadang buat camilan dari mie, adikku suka. Paling cacatnya keasinan (Ibu yang bilang) :P Narsis yang parah. Maaf ya....

Lanjut ke cerita pandangan pertama ^^ Pagi itu juga setelah melihat seperangkat alat memasak, aku melancarkan aksiku. Jreng...jreng..jreng.... Menu sarapan pagi nasi goreng tahu sambel teri tempe siap dicoba ^^ Ini tampilan sederhananya...



Di kos-ku hanya tersisa aku dan satu adik kos-ku karena kondisi liburan maka komentatornya adalah adik kos-ku. "Mbak nasinya enak" kata Adik kos-ku. Alhamdulillah.... ^^ Ternyata tanganku dan insting memasaknya tidak hilang. Satu lagi aku sisakan untuk temannya Adik kos-ku yang mau main ke kos. Tahukah teman-teman apa komentarnya? "Mbak, kata temanku nasi goreng buatan Mbak enak banget" Yuhu... Alhamdulillah ^^

Padahal kalau ada yang tahu behind the scene memasak diatas, penuh perjuangan sekali. Bagaimana tidak, alat yang ada hanya kompor, wajan dan 2 teman kecilnya serta panci. Membuat sambal kan perlu di uleg. Kalian tahu ngulegnya pakai apa? Pakai sendok dan alasnya piring >.< Astagfirullah... untung saja tidak mempengaruhi cita rasa.

Nah, dari pandangan pertama terhadap seperangkat alat memasak dikos  ini banyak hikmahnya. Untuk para kaum hawa ini, jangan meninggalkan hobi memasak ya, memasak itu asyik lho.. Rasanya puas kalau bisa memakan masakannya sendiri. Coba tanya para kaum adam kalau mereka dimasakin dan masakannya enak, bagaimana perasaannya? Pasti senang juga. Terus jangan mudah nyerah kalau alat masaknya tidak lengkap. Jangan langsung bilang "ah..ga jadi masak, ga ada ini, ga ada itu..."

Seorang calon ibu rumah tangga yang baik, harus bisa improvisasi ^^ Yups, apapun bisa jadi alat memasak asalkan logis, ok ^^ Semangat memasak ya. Semoga bermanfaat, maaf jika ada salah.

Suatu kesan tersendiri ketika melihat pertama kali alat-alat memasak, rindu akan hadirnya membuat jiwa terkadang risau, kapan ya bisa memasak lagi. Untungnya jalan Allah itu tak disangka, ada saja petunjuk-Nya walau sekedar keinginan untuk kembali menyentuh alat-alat memasak. Semoga menjadi masterchef ^^

Satu pesan lagi ini jangan lupa ya ^^
“Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al Insyirah: 7)


“Pandangan Pertama Special Untuk Langkah Catatanku”

-.Vita Ayu Kusuma Dewi - Rescue Iffah

“Giveaway Senangnya hatiku:ACC...!!!”

| 30



Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah... hore... libur tetap ditunda tapi senang ^^ 
Akhir semester seperti ini menjadi salah satu momen bersejarah bagi mahasiswa khususnya mahasiswa Teknik, khususnya lagi mahasiswa Teknik Pengairan. Dapat aku pastikan mereka berkutat dengan tugas besar atau praktikum yang belum selesai meskipun selama UAS. Do your best, Ganbatte!! ^^ 

Kami memang ditekankan pada pemahaman bukan hanya sekedar menghitung. Itulah sebabnya mendapatkan 3 huruf yang ditunggu itu rasanya butuh perjuangan. ACC...!!! itulah kata-kata yang kami tunggu. 16 Januari 2012, aku senang sekali akhirnya aku FREE dari tanggungan semester 3. Subhanallah walhamdulillah, dipermudah sama Allah hingga postest dihelat. 

Ada lebih dari 4 tugas besar dan 1 praktikum pada semester 3 ini yang aku ambil menjadi rangkaian syarat lulus mata kuliah. Awalnya memang jenuh tapi dengan keyakinan semua pasti ada ujung dan Allah menjajikan akan indah pada waktunya, akhirnya selesai juga kewajiban itu. Berikut ini beberapa dokumentasi tugas besar yang telah di cap ACC...!!! Alhamdulillah.. terima kasih ya Rabb ^^


Rasanya sedikit plong, adem ayem tinggal memikirkan kegiatan lain diluar mata kuliah. Sesuatu banget pokoknya kalau di ACC. Banyak yang bisa diekspresikan ketika ACC. Aku saja kemarin hampir menyerah karena terlalu lama menunggu kata ACC, tapi sayangnya Allah tak membiarkan itu. Allah memberiku semangat melalui lingkunganku, mengingatkanku kembali tujuanku dikota Rantauan ini. Senang sekali pokoknya, sampai tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata. Senang itu saja mungkin tidak cukup untuk bersyukur pada Allah, sujud syukur dan terus memuji asma-Nya ^^

Semua butuh proses, mungkin itu yang perlu ditekankan pada kami para mahasiswa. Tidak ada yang instan. Kalau adapun esensi yang diambil tidak akan maksimal. Setiap proses yang dilalui memberikan banyak pelajaran yang dapat kita gunakan demi perbaikan nantinya. aku sendiri merasakan hal itu. Dengan adanya proses menuju kata ACC, aku semakin dewasa. Semakin mengerti bahwa tak selamanya kita menuntut hak sebelum melaksanakan kewajiban. Tidak pula aku terus emosi jika harus ada revisi. Tidak pula mengerjakan punya sendiri tanpa mengindahkan teman-teman lain yang belum selesai. Ini sebuah kenangan dimana saat mengerjakan tugas besar, hingga tugas besar itu menjadi teman saat terlelap hingga ACC itu tepampang dicover tugasku. (#tidak bermaksud lebay.hehe)

Melalui proses ini ternyata kekeluargaan diantara aku dan keluarga kecilku semakin erat, dimana ada rasa senasib sepenanggungan diantara kami. Huhu Terkadang sedih tugas besar berakhir sebab kenangan bersama saat asistensi, menunggu dosen seperti anak terlantar didepan ruangan, rolling untuk makan sampai membuat kartu antrian untuk maju dosenpun kami lakukan. Semua terasa ringan ketika bersama sahabat. Tugas besarku sampai bisa dibuat duduk boneka tersayangku.hehe

Akhirnya, aku hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Allah pastinya, kepada keluarga dan kerabat, sahabat-sahabatku, kepada alat elektronik seperti laptop dan HP atau juga lainnya, dan juga kepada siapa saja yang telah membantu hingga tugas ini selesai.

Bagiku aku senang dengan adanya ACC ini, tak terkira sekali. Namun yang perlu aku garis bawahi adalah didalam kesenangan itu aku tidak boleh terlarut. Aku tidak boleh kufur dan berbangga diri, sebab didalam kata ACC tersimpan satu tanggung jawab, amanah dimana apa yang telah kita perjuangan harus aku transfer lagi kepada adik tingkat atau orang lain.

 "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar Rahman :13)

Untuk semua kawan-kawanku jangan pernah menyerah ya, apapun yang terjadi kita harus tetap istiqomah. Jika ada kesulitan mohon kepada Allah agar dimudahkan dan diberik petunjuk, jika dipermudahpun jangan lupa pada Sang Pencipta dan yang paling penting disela-sela kesenangan atau pengerjaan tugas jangan pernah lupakan Sang Pemilik ilmu, maksudnya ketika waktunya ibadah ya ditunaikan ibadahnya ^^ Semoga sharing ini bermanfaat bagi kawan-kawan semua. Semoga kesenangan ini bisa menghantarkan kita khususnya aku untuk lebih dekat dengan-Nya. Aamiin ^^


-.Vita Ayu Kusuma Dewi - Rescue Iffah

“Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Senangnya Hatiku” 


Dibalik Naskah #3 "Impian"

| 17
Bismillahirrahmaanirrahiim
Edisi spesial "Dibalik Naskah" hari ini adalah bukan naskah yang sudah terbit dalam sebuah antologi, tapi naskah ini kira-kira 1 tahunan yang lalu yang aku posting di web annida-online.com. 

Alkisah, (#kaya mendongeng aja) dulu itu aku dikasih tantangan sama salah satu dosenku. Intinya siapa yang bisa lolos tulisannya diposting dimajalah online atau dimana aja nanti dijamin akan dapat nilai A plus ada bingkisan menarik dari dosen tersebut. Bertepatan dengan momen itu alhamdulillahnya tulisanku di posting di Annida walau sebenarnya dalam rangka lomba juga. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.hihi

Naskahnya bisa dibaca di http://www.annida-online.com/artikel-4779-vita-ayu-kusuma-dewi.html. Ada yang mau tertawa? Ya itu mimpi satu tahun yang lalu. 2012 kan sudah terlewat, sayangnya impian rohani itu masih belum tercapai :( Kebanyakan maksiat ini kaya'nya. Kalau pas hafal bisa ngerti ya lancar tapi kalau pas bener-bener lupa, parah. Astagfirullah :(
*didapat dari web I luv ISLAM.com
Kalau untuk impian besar di PIMNAS, belum berkesempatan. Kemarin cuma sampai dikirim saja setelah melalui presentasi di Universitas. Doakan ya kawan-kawan blogger untuk tahun ini insyaallah saya, Lintang, Alfiyah, Reni dan Mas Syams berkesempatan menjemput impian di PIMNAS. Aamiin... 

Untuk mengakhiri semester  1 alhamdulillah rezeki dari Allah tak terputus, semester 2 sayangnya menurun prestasinya gara-garanya aku terlalu berkutat dengan dunia. Ingat banget aku saat semester 1 ketika aku masih mengingat Allah dalam segala kesibukanku, Allah masih mengingatku bahkan Allah memberiku lebih tapi ketika semester 2 aku bener-bener hedon, menyelamatkan rundown kegiatan lebih aku utamakan daripada menyelamatkan waktu sholat. Astaghfirullah jangan ditiru teman, ini benar-benar kesalahan besar yang aku harap tidak terulang pada kawan-kawan. Alhamdulillah semester ini aku kembali tersadar dan kurasakan pertolongan Allah itu begitu dekat. Subhanallah... ^^

Perubahan pada lingkungan alhamdulillah sudah mulai berjalan juga karena uluran kasih sayang Allah yang tak terbatas. Nah, mimpi besar 2012 yang terakhir belum bisa terwujud karena Allah masih menyimpannya.ceileh... hehe Alhamdulillah sekarang masih ingin fokus mencari ilmu, insyaallah masalah *special one* itu sudah diatur sama Allah. Insyaallah dia akan datang disaat yang tepat dan jangan pernah menjadikannya angan-angan kata seseorang dalam mimpi. (Mungkin sebenarnya Anda tahu siapa dalam mimpi itu) 

Pokoknya masih fighting memperbaiki diri juga mengupayakan untuk terus bermanfaat bagi orang lain. Finnaly, jika kamu punya mimpi, yakinlah akan mimpi itu. Usahakan dan pasrahkan pada Allah, insyaallah yang demikian akan lebih membuat kita legowo jika Allah mengganti mimpi itu dengan yang lebih baik. ^^ Jangan sampai terbuai dalam mimpi ya kawan-kawan. Semoga langkah kita selalu dalam naungan-Nya dan selalu diberi petunjuk-Nya ^^
-.Vita Ayu Kusuma Dewi - Rescue Iffah

Secret #4 "Hati untuk Eja"

| 5
"Dia masih bertahan dengan Lily, Rey" kata Naya, sahabatku.
"Ya biarkan saja Na, itu kan hak Dia. Semoga saja Lily mengerti kalau Eja ga bisa berpaling darinya" jawabku.

"Ah.. kamu hanya meredam perasaanmu kan Rey, aku paham apa yang Kamu rasakan. Jujurlah Rey, kamu suka kan sama Eja?" Naya memaksaku menjawab.

Aku hanya tertunduk. Aku tidak akan memaksakan perasaan ini sekalipun aku tahu, aku tidak bisa terus seperti ini.
 
"Tolong Ja, sekali ini saja. Jangan menatap masa lalumu terlalu lama. Lihatlah disekelilingmu... termasuk aku" gumamku.

 *
"Kalau Lily balik lagi sama Kamu, masih mau Kamu Ja?" tanya Keyla, sahabat karib Eja saat kami bersua.
 "Enggaklah Key, Lily udah bahagia tuh sama pasangannya" hela nafas Eja terasa berat.
"Alah... ga usah bohong kamu Ja. Aku tahu sampai kapanpun hati kamu itu cuma buat Lily sekalipun kamu udah punya yang baru disini buat ngisi hati kamu" goda Keyla.

Aku hanya tersentak mendengar itu, untungnya Naya paham dengan gerak-gerikku. Aku dan Naya saling berpandangan. Eja masih sibuk dengan salah tingkahnya ketika disebut nama Lily. 

"Udahlah ga usah dibahas Key, masa lalu biarlah berlalu.hehe" Eja mengalihkan pembicaraan.

Sore itu berakhir, meski hanya sejenak bertemu Keyla dan Eja, teman komunitasku aku banyak tahu tentang Eja. Memang urusan hati Eja bukan urusanku namun jujur saja aku tidak tega melihat Eja masih bertahan dengan Lily, sahabat sekolahnya dulu dengan kondisi Lily sudah bersama cowok lain. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa seperti itu. Mungkin benar kata Naya, ada tempat yang sengaja aku tata untuk Eja.

"Aku tak berharap banyak Ja, disini ada orang yang juga ingin berbagi hati denganmu kalau kamu mau. Itu aku, Ja!" aku terus bergeming dalam hati. Biar hati yang memilih, tapi aku masih berharap Eja akan memilihku jika memang Eja merasa aku pantas menjadi sandarannya.
*** 

*diikutsertakan dalam #FF2in1, 16 Januari 2013 oleh Nulisbuku.com

Secret #3 "Dia dalam Mimpi"

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim

Ingin rasanya menjawab pertanyaan teman-temanku, terutama tentang salah satu naskah/ tulisan cerpen. Sepertinya tak usah ku sebutkan judulnya karena memang belum saatnya untuk membahas ini.hehe Insyaallah nanti di sesi "Dibalik Naskah" akan dibahas.

Secret #2 "Rose and Beauty"

| 6
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ini hari kedua Beauty bersamaku, begitu pula dengan Rose yang hampir seminggu ini menemani kesepianku. Mereka tidak bisa berbicara namun dengan hadirnya mereka setidaknya aku punya alasan untuk sekedar menengok ruang kecil tempatku menyandarkan lelah setiap harinya.

Dibalik Naskah #2 "Dilarang Stop!"

| 0


Bismillahirrahmaanirrahiim
Kembali lagi bersama Vita atau Rescue Iffah (obsesi penyiar.hehe) yang akan mengulas dibalik naskah yang telah berada dalam antologi atau hanya terposting dalam sebuah web, tentunya bukan blog-ku sendiri.hehe Langsung saja untuk kesempatan yang indah ini, aku ingin bercerita tentang dibalik naskah yang berjudul “Dilarang Stop untuk Mengingatkan” yang berada dalam antologi “Dilarang Stop!” terbitan 27 Aksara hasil event dengan nama yang sama yaitu event menulis tentang dilarang stop.

Secret #1 "Naskah Tertunda"

| 0



“Ta, bangun Ta. Ayo bangun Ta!” Teriak Indra sambil menepuk pipiku.

Aku berada di pangkuan Indra dengan badan basah kuyup. Beratapkan tenda dan beralaskan tikar, semuanya bingung dengan kondisiku. Tak berapa lama lagi, kawan – kawanku menggendong seorang pria yang tidak asing. Rendy, yang ada dipangkuan kawan – kawanku adalah Rendy.

Dibalik Naskah #1 "Pertamax Moment"

| 0

Bismillahirrahmaanirrahiim
Sesuai janji beberapa jam yang lalu, edisi "Dibalik Naskah #1" akan membahas tema yang tak jauh beda yaitu naskahku yang lolos pada event "Pertamax Moment". Pas mantab banget sepertinya.hehe

Rescue Kembali ^^

| 0


Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, siang atau malam bagi teman-teman yang lain ^^
Bagaimana kabarnya? Sungguh, tak terhitung lagi berapa jam, hati bahkan bulan aku menelantarkan rumah maya ini. Rasanya ingin kembali mengukir jejak-jejak awal aku menulis.