Motivawriter, Kak Wahyu

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Beberapa hari yang lalu, ada yang memberi tantangan kepada saya untuk menuliskan tentangnya. Qadarullah, saya sedang hectic jadi belum sempat menulis hari itu juga dan besoknya. Alhamdulillah, saya bersyukur, hari ini diberikan kesempatan oleh Allah untuk menuliskan apapun tentang sahabat saya tersebut.

Kak Wahyu namanya, lengkapnya Wahyu Wibowo. Pemilik akun Wahyu Wibowo dengan lapak Bacaan Sastra Kita dan pendiri WAW academy. Pertemuan pertama kami di Wisma Widalatika Cibubur, dalam kegiatan pelatihan Forum Indonesia Muda ke -15, 4 tahun yang lalu. Kami akrab melalui obrolan tentang menulis didepan gedung Sedap Malam saat mempersiapkan pentas Api Ekspresi. Walaupun kami bukan satu kelompok, kami tetap menjaga silaturahim pasca pelatihan.

Kak Wahyu kuliah di program studi matematika Universitas Sriwijaya, wong kito galo.hehe...Kak Wahyu pernah lolos PIMNAS juga, huhu bikin envy...Setelah PIMNAS di Semarang, beliau juga tergabung dalam ikatan alumni PIMNAS Unsri. Karyanya juga da yang berkaitan dengan prodi kak Wahyu. Antologi, itulah salah satu karya antologi kak Wahyu yang mengupas tema matematika.

Kalau urusan menulis, beliau produktif sekali, kalah mah saya... Ketika tinggal di Palembang sudah produktif, tinggal di Yogyakarta apalagi. Ketika kak Wahyu di Jogja sering saya jumpai di beranda facebook postingannya tentang karya-karyanya yang terbit. Kemudian suatu waktu saya bertanyalah bagaimana bisa aktif menulis seperti itu, plus menghasilkan karya yang diterbitkan di surat kabar. Bonusnya lagi, terkadang dapat uang. Lalu, ada pada suatu hari, kak Wahyu langsung menyuruh saya menulis 5 menit tanpa henti, apapun tulisannya. Itulah salah satu treatment ketika itu.

Kak Wahyu juga merambah dunia bisnis, bisnisnya masih linier dengan hobinya menulis. Ya, lapaknya tentang buku. Jadi kalau pada cari buku original lebih murah atau buku sastra bisa hubungi kak Wahyu. Saya juga pernah sharing dengan kak Wahyu bagaimana mendapatkan banyak followers.hehe... Soalnya followersnya sekarang sudah lebih dari 13k.

Yang tidak saya tanyakan ke kak Wahyu adalah, apakah sekarang dia aktif nge-blog? Hehe...Sebelum postingan ini, saya juga pernah menuliskan tentang karya kak Wahyu, buku yang ditulis bersama kak Alen. Tulisan saya sebelumnya ada di "Inspirasi Mendayung Impian" *wajib baca ya, pelengkap yang cerita tantangan ini.

Eh..pengen bahas satu lagi, tentang usia. Kak Wahyu senang banget ketika tau kita sama tahun kelahirannya, apalagi segi umur kita beda dua bulan, namun dari segi angkatan, kak Wahyu adalah kakak tingkat saya. Jadi pertanyaannya, kenapa sih orang Palembang lebih cepat satu tahun belajarnya? Hehe...banyak juga sahabat saya yang berasal dari Palembang yang jadi kakak tingkat saya padahal kami seumuran.hmmm....

Nah, begitulah sedikit tentang kak Wahyu, salah satu tantangan dadakan yang baru saya selesaikan. Alhamdulillah lunas ya kak Wahyu tantangannya.hehe...Saya tidak akan memberitahukan kalau saya sudah menulis tantangan ini, ingin tau apakah kak Wahyu baca blog ini.heuheu...
 *** 
Puri Fikriyyah, 28 Maret 2017
 Vita Ayu Kusuma Dewi

Quality Time bersama Ibu, Bogor-Lampung

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Kamis, 16 Maret 2016, ibu saya datang ke Bogor bersama Budhe, mbok Tris. Ba’da subuh beliau sudah sampai di Terminal Bubulak dan menuju kos saya menggunakan Go-car. Sesampainya di kos, beliau istirahat dan saya menikmati jajan yang dibawa dari rumah.hehe..Ada madumongso, rengginan, kerupuk ketela, dan beberapa olahan lainnya. Saat beliau istirahat, saya turun ke lantai bawah untuk sejenak menembakkan arrow. Intinya setiap hari saya harus memanah, walaupun hanya 30 tembakan.

Usai menembak, saya mengobrol sejenak dengan Ibu dan mbok Tris kemudian mandi. Pagi itu saya ada kelas jam 09.00 WIB hingga 14.00 WIB. Itu artinya saya harus meninggalkan beliau berdua di kos.huhu..sedih, tapi beliau tidak mengijinkan saya untuk bolos kuliah. Study must go on..Pagi itu juga saya membicarakan rencana untuk silaturahim ke Lampung, apakah jadi atau tidak, dan Ibu bilang terserah. Akhirnya saya menghubungi mbak Aya, saudara yang bekerja di DAMRI, menanyakan ketersediaan tiket. Alhamdulillah ada untuk keberangkatan kamis malam dari stasiun Gambir.

Kamis itu adalah hari yang hectic, mulai kuliah, ke toko bangunan, kalibrasi sensor, hingga nge-lab. Alhasil setengah empat sore saya baru sampai di kos. Sesampainya di kos saya langsung packing alat-alat panahan dan 2 baju ganti, sebab hari sabtu, 18 Maret 2017, saya harus mengikuti SKM di Bogor. Kiranya hanya 10 menit packing, kemudian kamipun berangkat dengan memesan Go-car. Alhamdulillah, setelah ditolak sekali, dapatlah sopir yang sama.hehe..Akhirnya mau mengantar. 

Jalanan Bogor seperti biasanya, macet. Sampai-sampai mbok Tris kira sudah sampai Jakarta karena lamanya jalan menuju stasiun Bogor. Ini adalah kali kedua Ibu ke Jakarta dan pertama kalinya mbok Tris ke Jakarta. Kami menikmati perjalanan menuju Gambir. Ini quality time saya bersama Ibu yang hampir semuanya di perjalanan. Saya tau, Ibu masih lelah perjalanan dari Ngawi ke Bogor dengan waktu tempuh 18 jam. Tapi beliau selalu menutupi rasa lelahnya. Ya Allah.. :’(
Kami harus sampai di Gambir sebelum jam 19.00 WIB, dan kamipun maraton dari stasiun Gondangdia menuju Gambir. Kami memanfaatkan kembali jasa Go-car. Kali ini kami mendapat driver perempuan, yang beliaunya ramai orangnya. Hehe...Ibu selalu meng-aamiin-kan dengan keras setiap ibu driver mendoakan saya segera mendapat jodoh. Sabar ya bu, semoga sebentar lagi ada yang datang ke ibu. Saya tau bagaimana perasaan ibu, dan maaf belum bisa membawa orang yang akan menjaga saya hingga nanti, saat kembali kepada Allah SWT.

Alhamdulillah sebelum jam 19.00 WIB kami sampai, dan masih sempat ke mushola. Jam 19.00 WIB tepat, kami berangkat. Perjalanan dimulai dengan kemacetan ibu kota. Alhamdulillah statusnya masih padat merayap. Ibu dan mbok Tris sudah tidur sebelum masuk tol Merak, dan bangun ketik telah sampai pelabuhan. Ini kali pertama beliau berdua menggunakan kapal untuk menyeberang antar pulau. Setelah parkir, kamipun menuju deck atas untuk istirahat. Ibu terserah saya mau dimana, dan saya tawarkan untuk di deck luar, karena biasanya saya pusing kalau didalam. Tapi sebelum memutuskan, ibu saya ajak masuk kedalam ruang kapal. Ada ekonomi dan lesehan. Ruang ekonomi memang sedikit pengap, begitulah yang saya rasa dan di-iya-kan sama Ibu saya. Akhirnya kami memilih menikmati semilir angin di deck kapal, bersama banyak orang lainnya yang memilih hal yang sama. Perjalanan tengah malam di bawah rembulan yang mengobati kerinduan saya kepada Ibu, pun sebaliknya. Quality time walau di perjalanan. Kamipun terlelap, dan alhamdulillah tidak masuk angin.
Malam itu saya tersadar, perut saya melilit tak karuan. Saya ingat-ingat lagi, apa yang salah dengan yang saya makan. Ternyata seharian saya belum makan. Saya hanya menyantap roti mini dari Bread IPB dan sebotol NU. Selebihnya hanya satu buah apel. Alhamdulillah Ibu sudah mempersiapkan makanan, dan alhamdulillah rasa sakit itu berkurang. Terima kasih ya Allah, Engkau anugerahkan Ibu yang pengertian

Sekitar 2 jam perjalanan, sampailah kami di pelabuhan Bakauheni, Lampung. Menara Siger menyambut, dan kamipun menuju bus kembali untuk melanjutkan perjalanan darat. Perjalanan kami masih panjang, estimasi sampai di Sri Kencono, Bumi Nabung, Lampung Tengah adalah sekitar jam tujuh pagi. Kami kembali terlelap di bus, hingga akhirnya terbangun karena AC di bus sangat dingin. Sekitar subuh, kami sampai di kota Metro. Istirahat sejenak untuk sholat subuh, kemudian melanjutkan kembali perjalanan. Saya jadi teringat pertama kali menginjakkan kaki di Lampung.
Sekitar pukul tujuh pagi kami baru memasuki kecamatan Rumbia dengan kondisi jalan rusak parah sepanjang 8 km. Beberapa truk bermuatan besar terhenti di jalan karena terjebak pada lubang jalan. Kondisi yang sama seperti tahun lalu. Kami fokus pada pegangan bus karena sering oleng dengan kondisi jalan setelah hujan. Ibu dan mbok Tris yang baru pertama kali kaget melihat kondisi jalannya. Sebab jalanan dari Bakauheni melalui Lintas Timur mulus. Hari jum’at, sekitar pukul delapan pagi kami sampai di SK 1, Bumi Nabung dan memberi kejutan ke saudara di Lampung. Akhirnya kami menikmati kebersamaan hingga sore hari. 

Sore harinya saya bersiap kembali ke Bogor untuk mengikuti SKM di Bogor. Rencananya setelah SKM langsung kembali ke Lampung untuk menjemput Ibu. Sedih rasanya, quality time singkat dengan Ibu harus ditunda ketika saya harus kembali ke Bogor. Ibupun mendukung saya mengikuti SKM dan begitulah keluarga saya, termasuk almarhum Bapak, mendukung apa yang dilakukan anaknya jika memang untuk pengembangan diri.

Sore itu, saya berat meninggalkan Ibu di Lampung yang pastinya ke Bogor demi bertemu anaknya. Namun dengan ijin beliau pula akhirnya saya kembali ke Bogor. Di bus, sepanjang perjalanan, tak terasa saya menangis. Antara sedih, haru dan perasaan yang tek terdefinisikan. Tubuh saya mulai bereaksi, tepat seperti apa yang di sampaikan Ibu sebelum saya berangkat pulang ke Bogor. Di kapal penyeberangan Adinda Wisnu Karsa, akhirnya saya memilih di ruang ekonomi, bukan di deck. Saya tahu kondisi saya tidak maksimal dan mulai flu, saya takut drop ketika SKM. Alhamdulillah di kapal Bakauheni-Merak ini bersih, tidak pengap, tidka seperti kapal yang membawa saya dan Ibu saya dari Merak.
Kiranya hari sabtu pagi, pukul setengah enam saya sampai di Gambir, dan menuju kos mbak Eva untuk menumpang mandi sebelum menuju tempat SKM. Alhamdulillah Allah mudahkan, Allah berikan tempat persinggahan. Setelah melahap makan pagi dan mandi, akhirnya saya bertolak ke Cibinong menggunakan Bajaj, KRL dan ojek ditengah hujan yang mengguyur. Alhamdulillah saya sampai, meski basah namun Allah masih kuatkan diri ini untuk melaju menembus SKM. Alhamdulillah... Terima kasih Ibu atas pengorbanannya, love you Mom.. :’) 
***
Puri Fikriyyah, 19 Maret 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Beasiswa PMDSU Batch 3 2017 : Saatnya Ta'aruf

| 6
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, Allah masih mengiringi kita hingga saat ini dengan segala karunia dan nikmat-Nya yang tak terhingga kepada kita. Alhamdulillah atas ijin Allah juga bisa kembali mengupdate blog ini, yang semoga blog ini dapat bermanfaat dan disertai ridho Allah SWT. 

Terkait beasiswa PMDSU batch III sempat kemarin saya update blog kalau di website PMDSU telah dihapus nama-nama calon promotor yang sempat muncul beberapa waktu yang lalu. Tulisan saya sebelumnya ada di "Beasiswa PMDSU Batch 3 2017: Persiapkan Dirimu".

Alhamdulillah, baru saja sebelum adzan magrib tadi, rekan PMDSU, mbak Nanis memberi kabar di grup kalau nama-nama hasil seleksi calon promotor PMDSU batch III sudah ada. Nah, buat rekan-rekan semua bisa melihat nama-nama promotor di link berikut ini "Hasil Seleksi Calon Promotor PMDSU Batch III"

Jika melihat surat tersebut, jika saya rekapitulasikan maka promotor berasal dari universitas berikut:
1. Institut Pertanian Bogor (39 promotor)
2. Institut Teknologi Bandung (15 promotor)
3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (23 promotor)
4. Universitas Airlangga (6 promotor)
5. Universitas Andalas (9 promotor)
6. Universitas Brawijaya (9 promotor)
7. Universitas Gadjah Mada (48 promotor)
8. Universitas Hassanuddin (21 promotor)
9. Universitas Sriwijaya (3 promotor)
10. Universitas Indonesia (9 promotor)
11. Universitas Sumatera Utara (4 promotor)

Jadi total keseluruhan promotor ada 186 promotor dari 11 Universitas. Sebenarnya berapa sih kuota tiap promotor? Berdasarkan pengalaman batch sebelumnya, satu promotor menerima 1 hingga 3 mahasiswa. Apabila promotor tersebut masih memiliki mahasiswa PMDSU aktif di batch sebelumnya, maka kuotanya juga tidak penuh untuk tahun ini.

Lalu syarat-syaratnya apa? Terus sistem PMDSU bagaimana? Untuk hal tersebut telah saya tuliskan di "Sekilas tentang Beasiswa PMDSU".

Alhamdulillah, satu pintu terbuka mengenai nama-nama promotor. Seperti yang sempat saya utarakan, sekarang saatnya untuk ta'aruf dengan calon promotor. Bagi yang belum kenal, mencoba perkenalan. Bagi yang sudah kenal, kenalilah lebih dalam lagi. Ibaratnya mah kepo ya, tapi kepo secara ilmiah. Hehe... Informasinya bisa dicari di google scholar, research gate, website universitas atau paling enaknya tanya sama google. Jika sudah mengenal secara "CV", jika ingin berlanjut bisa mencoba menghubungi beliau yang bersangkutan, sopan santun dan tata krama serta etika berkomunikasi dipakai ya. Semoga saja tak bertepuk sebelah tangan. Nah, yang paling penting, libatkan Allah dalam segala sesuatu, termasuk memilih. Allah yang Maha membolak-balikkan hati manusia, dan bisa saja Allah membuat promotor terkesan dengan rekan-rekan yang menghubungi beliau. Ikhtiarkan dengan sebaik-baik ikhtiar dan luruskan niatnya hanya karena Allah. Semoga jalan yang kita ambil berkah, bermanfaat dan mendapat ridho Allah.

Jika ada yang perlu disharingkan silahkan ^^ Semoga informasi ini bermanfaat. Semangat menggapai ridho Allah ^^
***
Bus Damri Gambir-Lampung, 16 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Quality Time Ranger PMDSU

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah ya Allah, hari ini masih diberikan kesempatan memperbaiki diri. Siapa yang sedang melakukan penelitian? *tossh...kita sama...

Tadi malam, tepatnya usai mata kuliah optimasi berakhir, sekitar pukul setengah 7, saya dan beberapa rekan di kelas berencana sekalian makan malam. Sejak di kelas, kami sudah saling surat menyurat via kertas ala anak SD jaman dulu. Target awal kuliner malam adalah sop duren Raffi, yang letaknya tak jauh dari kampus. Namun, karena ada promo makanan di salah satu resto di Taman Yasmin, akhirnya kami memilih mengunjungi resto tersebut.

Kami berangkat ba'da magrib. Perjalanan lancar jaya. Saya boncengan dengan kak Tiara, dengan motor pinjaman dari Irwan. Mas Dwi boncengan dengan mas Nanda. Kamipun menuju resto di Taman Yasmin tersebut. Singkat kata, ternyata resto tersebut sudah tutup pukul 18.00 WIB. Setelah kami lihat lagi di instagram, ternyata memang ada informasi tersebut, namun kami tidak membaca detailnya.

Alhamdulillah, walaupun tutup, kami masih punya alternatif sop ayam pak Min, yang outletnya ada dimana-dimana. Kamipun kesana. Kami makan seperti layaknya orang lain makan.hehe..namun sepertinya kami ingat pesan pak Dekan, "dimanapun kalian berada, ingat masih punya hutang pada negara, riset". Ya, kami membicarakan riset di sela makan malam kami. Membicarakan sidang terbuka lebih tepatnya, dan yang tak mau ketinggalan, tugas kontrol yag revisi menjadi bahan perbincangan kami sepanjang berada di sop pak Min. 

Usai kami makan, kak Tiara masih ingin mencicipi usul pertama makan malam, sop duren. Setelah dari pak Min, kami menuju sop duren Raffi di Dramaga. Sesampainya di sop duren Raffi, kami memesan 3 menu, kecuali mas Nanda yang sudah kenyang katanya.

Obrolan kami mengalir, awalnya membahas "trip" yang berujung pada wacana, karena lebih prioritas kampus. Lalu agar tidak wacana, kami merencanakan camping di gunung kapur yang lokasinya hanya 15 menit dari kampus. 
Lalu, obrolan mengalir setelah mas Dwi menunjukkan berita tentang awardee PMDSU batch 1 dari ITB yang nantinya akan lulus berpredikat doktor termuda (24 tahun) di Indonesia yang memecahkan rekor MURI. Sejak membahas itu kami membahas lagi penelitian. Kami sharing mengenai riset, dan disitulah saya merasa bersyukur. Saya bersyukur Allah pertemukan saya dengan orang-orang yang saling menguatkan, yang saling mengingatkan. Saya bersyukur, Allah berikan mereka sebagai perantara semangat.

Saya sangat ingat satu kalimat dari mas Dwi, "ilmu itu harusnya tidak hanya luas, tapi volume, yang mendekatkan kita kepada Allah". Iya, terkadang kita lupa ilmu itu milik Allah, dan atas ijin Allah kita mendapatkannya. 

Lalu, saya selalu menanyakan ke mas Nanda, berapa jam dia tidur sehari, berapa banyak jurnal yang dibaca, dan targetnya bagaimana. Mas Nanda ini yang pernah saya ceritakan dalam "kompor kebaikan". Malu dengan diri sendiri rasanya, dia sudah menghasilkan publikasi jurnal dan draft ke 2 yang akan segera submit.

Kak Tiara, yang sudah asyik kalau menurunkan persamaan. Ini kakak sabar banget kalau menurunkan persamaan, saya saja sudah bosan dia masih lanjut. Saya belajar banyak semangat belajar dari kak Tiara. Ya, setiap mereka semua adalah inspirasi bagi saya. Setiap diri ada ciri khas yang bisa dijadikan inspirasi.

Kemudian, saat saya membuka buku catatan kuliah, tadi malam saya menemukan sebuah catatan tertanggal 13 Februari 2017. Isinya sebagai berikut, "riset itu seperti naik pohon, semakin tinggi semakin indah pemandangannya. Saat diri singgah di ranting sisi kiri dan menemukan keindahan, ada hasrat untuk naik lagi, kemudian pindah ke ranting sisi kanan. Ternyata pesona dari tempat singgah di ranting sisi kanan menakjubkan. Memang banyak keindahan yang ditemukan, tapi sadarkah jika  diri ini lupa akan tujuan menaiki pohon tadi?"

Nah, terkadang itulah yang terjadi. Saat riset berjalan, ternyata menarik. Lalu kita cari lagi, cari lagi, dan terus mencari pemandangan yang menarik. Sampai kita lupa tujuan awal. Ilmu itu semakin dicari semakin tak akan pernah habis. Begitulah kiranya, makanya ketika melihat pada sisi ranting yang bukan tujuan kita, pesan dosen pembimbing adalah "turun dulu, tulis dulu". Maksudnya, saat riset berjalan ada satu cabang ilmu ditulis hasilnya dulu. Agar tidak terlupa dan kita ingat apa tujuan awal riset atau naik pohon tadi.

Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki diri. Saya berharap bisa fokus agar tidak tersesat. 

Alhamdulillah, makan malam tadi malam tidak hanya berakhir pada perut kenyang. Namun juga teringat akan hutang-hutang pada rakyat yang belum selesai. Semoga Allah selalu berikan kekuatan kepada kami untuk terus menempa diri demi ilmu yamg in syaa Allah bermanfaat di masyarakat.

Begitulah quality time ala kami, semoga Allah memudahkan, melancarkan dan meridhoi setiap aktivitas hari ini. Aamiin

***
Puri Fikriyyah,15 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Belanja di Lazada dengan Go-Points

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sesekali mau sharing pengalaman belanja online.hehe...Sahabat semua sudah tau go-points kan? Salah satu fitur Gojek, yang apabila kita pakai go-pay kita mendapatkan kesempatan untuk meraih points. Akhirnya saya merasakan keuntungan go-points ini. Awalnya saya mau memakainya untuk "nonton", tapi saya tidak suka ke bioskop sebenarnya, akhirnya saya manfaatkan dengan cara lain, belanja. wanita oh wanita...hehe..
Inginnya ini...

Kalau sahabat semua lihat di fitur go-points , disitu banyak sekali yang bisa dimanfaatkan, mendapatkan souvenir Gojek, free ride, potongan go-glam, go-clean dan lain-lain. Kemarin saya sedang mencari beberapa alat panahan online. Sebenarnya sudah menemukan toko terpercaya khusus alat panahan. Barang yang saya incar adalah SF T-gauge. Banyak orang menyebutnya "fismill". Harga untuk brand SF adalah Rp200.000,-. Saya mencoba mencarinya di Lazada, namun yang ada disitu adalah brand  "Liangjian".  Teman saya membeli dengan merek Liangjian seharga Rp185.000,-, dan saya melihat produk tersebut di Lazada sedang diskon. Akhirnya saya coba membelinya. 

Sebelum dan sesudah reedem voucher

Nah, saya cek apakah ada di go-points untuk voucher Lazada dan alhamdulillah ada. Masih banyak voucher lain seperti Lyke, blanja.com, Zalora, Sayurbox, Qlapa, Benscrub, Dotstoyland, Berrybenka dan masih banyak lagi, coba cek saja ya di fitur go-points.hehe..

Pastikan kamu langsung pakai vouchernya ya..

Saya akhirnya memilih voucher diskon Lazada 25% yang setara dengan 300pts. Alhamdulillah masih cukup. Diskon yang diberikan Lazada maksimal Rp35.000,-.  Alhamdulillah sekali kan, berasa go-pay kemarin untuk belanja bukan Gojek.hehe.. Lalu saya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Lazada di go-points. Cara memakai vouchernya  adalah:
1. Kunjungi situs http://www.lazada.co.id, buat akunnya atau kalau sudah punya akun tinggal login
2. Pilih produk yang akan dibeli, lalu checkout barang yang ada di troli. Kemudian klik "konfirmasi pesanan"
3. Setelah mengisi alamat dan informasi lainnya pada halaman pengiriman ,klik "lanjutkan"
4. Pada kolom "detail order" masukkan kode vouchernya
5. Sistem akan mendeteksi voucher dan total biaya yang harus dibayarkan akan dikurangi dengan diskon secara otomatis
6. Setelah semua selesai, selesaikan pembayarannya dan tunggu barang datang

Bonusnya lagi dari Lazada, kita bisa mendapatkan Big points Air Asia. Di sini saya juga memanfaatkannya, karena punya akunnya, siapa tau jadi jalan rezeki.  Mudah bukan memakai vouchernya? Alhamdulillah vouchernya jadi rejeki dari Allah. Saya menunggu 2-3 hari ke depan sampai barang sampai. 

Nah, begitulah caranya memakai go-points untuk belanja di Lazada. Nanti akan share pengalaman lain pemakaian go-pointsnya. Pokoknya jangan belanja lagi.hehe...

Selamat mencoba sahabat, jangan kalap ya...^^
***
Puri Fikriyyah, 14 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Cek Kesehatan Gigi di OMDC Mampang

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Ini adalah kali pertama saya  ke dokter gigi selama di Bogor. Sebenarnya terakhir kali saya ke dokter gigi adalah saat SMP, itupun karena Bapak yang demen banget cek kondisi kesehatan anaknya. Dulu treatment terakhir adalah filling atau penambalan, yang sekarang bekasnya masih kelihatan, dan inginnya ditambal ulang. Sejak bolak-balik rumah sakit selama seminggu karena mata kambuh dan menghabiskan dana hampir seperempat nilai beasiswa yang saya terima, akhirnya saya memilih tindakan preventif. Mulai detik itu saya menjadi aware terhadap kesehatan. Sayapun tak mau hal itu terjadi pada anggota tubuh lain. Akhirnya, saya putuskan untuk men-scaling atau membersihkan karang gigi. Tak kebayang dari SMP hingga sekarang apa kabar yang dibalik gigi.

Awalnya survey harga, beberapa tarif di dental clinic  Bogor, untuk scaling saja sekitar 300-400ribu, tergantung kondisi gigi. Ada yang lebih murah, tapi di tukang gigi. Taukah kalian apa beda tukang gigi dan dokter gigi? Kalau dokter gigi jelas ya, yang tukang gigi ini terkadang basicnya bukan dokter tapi ikut pelatihannya. Menurut beberapa cerita, sangat riskan sekali. Hal itulah yang memantabkan saya untuk memilih dokter gigi. Lebih bergaransi...
Kartu pasien unyu...

Suatu ketika, salah satu senior saya di Forum Indonesia Muda mengupdate foto di instagram. Dia baru saja selesai perawatan gigi. Saya melihat tag akunnya dan ternyata @omdc_official. Setelah saya telusuri lokasinya di Jalan Warung Jati Barat, sekitar 600m dari halte Buncit Indah, sekitar 4km dari stasiun Pasar Minggu. Setelah kepo, ternyata OMDC ada yang di Mampang dan Alam Sutera. Founder dan co-foundernya pasangan suami istri drg.Oktri Manesa dan drg.Toto. Satu lagi, kalau ke OMDC wajib reservasi dulu, kalau langsung datang takutnya sudah penuh apalagi after work. 

Setelah melalui negosiasi karena penuh terus saat mengajukan waktu, saya mendapat jadwal after work hari selasa, namun karena saat itu saya masih di Lab mengerjakan sesuatu akhirnya saya membatalkan. Sempat diajak ke dokter gigi di Bogor tapi saya masih penasaran dengan OMDC. Akhirnya saya re-schedule menjadi senin, 13 Maret kemarin, jam 15.00 WIB. Saya sengaja meluangkan waktu untuk mengetahui kondisi gigi yang sekarang. 
Sembari menunggu...secangkir teh hangat menemani

Langsung ke pengalamannya ya. Saat saya datang, petugas OMDC membukakan pintu dan mempersilahkan saya langsung ke lantai 2 karena telah reservasi. Bagi yang belum bisa menemui petugas di lantai 1 yang counter depan. Nuansa kalemnya fuchia mendominasi klinik OMDC, ini salah satu ciri khasnya. Sayapun disambut Mbak-mbak di counter atas dan diminta KTPnya untuk dibuatkan kartu pasien. Setelah itu saya menunggu di ruang tunggu yang nyaman sekali, bisa buat bobok loh.hehe...Di ruang tunggu sofanya empuk lengkap dengan bantal kalau mau istirahat.  Kemudian, ada mas-mas yang menghampiri saya, menanyakan mau dibuatkan apa sembari menunggu. Kopi, teh, dan ada pilihan panas atau dingin. Ramah banget..Ada juga majalah-majalah yang bisa dibaca. Lumayan lama guys kalau antri.huhu... Saya datang jam 15.30 WIB, baru masuk ruangan sekitar jam empat lebih sedikit. 

Dokter yang menangani saya adalah dokter Vandra. Beliau ramah dan baik. Pada awal pemeriksaan ditanya keluhan, lalu saya bilang tidak ada keluhan, hanya ingin scaling karena sejak SMP tidak pernah lagi ke dokter gigi. Akhirnya beliau memeriksa kondisi gigi saya. Di OMDC kalian dapat gratis semacam scan  gigi, jadi gigi kalian akan dimonitor dan muncul di layar televisi yang ada didepan kita. Disitu kita akan diberitahu kondisi sebelum perawatan dan sesudah. Jadi, menurut pemeriksaan gigi saya ini perlu dicabut 3, dan ditambal 3. huaaa...yang dicabut sudah tau alasannya karena kelihatan juga. hehe..Kalau yang ditambal, satu gigi rahang bawah, 2 gigi rahang atas. Yang rahang atas ini bekas tambalan lama, karena mengenai 2 gigi maka dihitungnya 2 gigi. Akhir dengan memikirkan budget, saya memutuskan ditambal 1 saja yang bawah. 

Paket yang saya ambil adalah Total Filling Solution Silver, terdiri dari 2x scaling, 1x penambalan laser dan 1x flouride treatment, jatuhnya lebih murah dibandingkan kita ambil perawatan satuan. Contoh harga-harganya seperti yang tersebar di postingan ini ya, lainnya ada di instagram OMDC. Lengkap.

Setelah pemeriksaan, dokternya langsung ambil tindakan, pertama scaling dahulu, kemudian dokter memberikan kaca untuk melihat hasilnya, lebih beda tapi saya baru sadar setelah sampai rumah kos, ada 2 gigi yang kurang bersih scalingnya. Setelah scaling selesai beberapa saat kemudian dokter menambal dengan laser gigi saya yang bawah ada lubang kecil, sayang kalau tidak ditutup. Setelah penambalan selesai, dokter melapisi gigi saya dengan flouride treatment.

Alhamdulillah, sekitar 45 menit selesai, dan tidak ada keluhan ngilu ataupun sakit. Kemudian dokter berpesan jangan kumur selama 20 menit setelah flouride treatment. Sayapun ke kasir dan mendapatkan free minuman yang tidak boleh diminum terlebih dahulu.hehe... Selain biaya perawatan, untuk yang pertama kali datang ada biaya administrasi sebesar Rp35.000,-. Ada diskon Rp10.000,- jika kita mau foto di booth lantai 2 dan upload di sosial media.
Pesan dokter....

Setelah selesai semuanya, saya pulang. Setidaknya saya tau kondisi gigi saya dan apa yang harus saya lakukan. Setelah ini, saya akan memanfaatkan fasilitas kesehatan kampus untuk menambal ulang 2 gigi atas, lumayan harga mahasiswa. Sembari lihat hasil tambalan satu gigi bawah dari OMDC. 

Reviewnya sebatas itu dulu ya guys, mungkin ada yang ingin memeriksakan giginya di OMDC. Ohya, OMDC juga memiliki cafe di samping klinik. Cocok buat yang setelah itu mau lanjut quality time dengan temannya. 

Semoga, gigi saya, gigi kamu, gigi kita semua sehat selalu ya ^^
***
Puri Fikriyyah, 14 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Beasiswa PMDSU Batch 3 2017 :Persiapkan Dirimu!

| 44
Bismillahirrahmaanirrahiim
Beberapa waktu yang lalu saya membagikan sebuah status mengenai beasiswa PMDSU di status facebook saya. Ini dia status saya mengenai hal ini....
Status ini saya bagikan setelah melihat ada nama-nama calon promotor telah tertera di website  "PMDSU Batch 3". Seketika itu juga langsung tersebarlah link ini ke grup teman-teman. Sebenarnya informasi promotor yang ada di website PMDSU belum keseleuruhan tertera, seperti riwayat riset, kontak yang bisa dihubungi dan minat bidangnya. 

Informasi mengenai promotor ini menjadi salah satu hal penting dalam rangkaian pendaftaran beasiswa PMDSU. Ibaratnya, promotor inilah yang akan membersamai kita selama menjalani program PMDSU. Pastikan kita tidak salah pilih. Ya, sebelas dua belas sama seperti jodoh.hehe...


Masa ta'aruf dengan calon promotor harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebelum melangkah ke pendaftaran. Mencari tau via google scholar, research gate, mbah google dan media lain apapun yang bisa menjadi bahan pertimbangan kita memilih promotor. 


Setelah dirasa cocok dan mantab, barulah mendaftar beasiswa PMDSU. Persiapannya apa saja? Alur beasiswa dan persiapan berkasnya telah saya tulis di "Sekilas tentang Beasiswa PMDSU kemenristekdikti"


Baru saja tadi malam saya melihat website PMDSU dan nama-nama promotor tidak tercantum lagi. Berarti yang kemarin saya sebarkan itu belum final dari Kemenristekdikti. Berarti, kita harus menambahkan lapisan kesabaran untuk menanti informasi resmi kapan akan dibuka beasiswa ini. Ayo semangat! Sekarang dipersiapkan saja berkasnya. Kalaupun masih ingat nama-nama promotor yang sempat tayang di website bisa digali infornasinya dari sekarang. Ohya, masa studi yang akan ditempuh berarti dari tahun ini, 2017 hingga 2021. Siapkan ya guys, kalau kata pembimbing saya direncanakan antara 2017-2021 itu mau apa saja, yang kiranya akan berpengaruh pada studi. Misalnya, mau nikah, cuti hamil, punya anak dan lain-lain. Begitu pesan pembimbing saya. 


Saya tuliskan ulang ya kewajiban pelamar beasiswa PMDSUnya. Pelamar harus (a) mencari informasi selengkap mungkin tentang bidang studi promotor, yang akan dijadikannya sebagai pembimbing. PMDSU 2016 (b) mendaftarkan diri sebagai pelamar PMDSU melalui laman http://budi.ristekdikti.go.id/pmdsu dengan memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan (c) mendaftar ke PPs Penyelenggara yang dituju dengan memenuhi persyaratan pendaftaran sebagai pelamar PPs tersebut (d) mengikuti dan memenuhi seluruh persyaratan Proses Seleksi yang diselenggarakan oleh PPs Penyelenggara tujuan; (e) melihat hasil Penetapan Penerima PMDSU yang diumumkan oleh PPs tempat studi (f) jika diterima bersedia menandatangani kontrak dengan Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti sebagai Calon Dosen. (sumber : Buku panduan penyelenggaraan PMDSU)


Semangat ya rekan-rekan pejuang ridho Allah dimanapun kalian berada. Feel free to ask.. Terima kasih untuk semua yang turut mendoakan..mohon doanya ya saya segera seminar hasil, sidang dan lulus di S2nya..agar bisa fokus ke satunya. Aamiin...semoga Allah ridhoi langkah ini... ^^
***
Puri Fikriyyah, 14 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Arjuna, Penguat Iman

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dear Arjuna, perantara yang telah Allah titipkan...

Kini ku tau bagaimana rasanya jatuh ke dalam pelukan, terbawa hingga relung hati yang paling dalam nan nyaman. Lalu aku tersadar aku enggan pulang dan hampir lupa dengan tujuan...
Ternyata imanku belum sanggup menghindarimu dari pandangan. Mengenalmu, membawaku pada lingkaran kebaikan yang kudambakan.

Kini, kuharap kamu temaniku untuk pulang, agar aku tak meninggalkanmu di tengah perjalanan. Bersama-Nya, melalui kamu menggapai tujuan...

~Arjuna : nama busur panah yang selama ini menemani saya~
***
Wisma Wageningen, 12 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Sepatu Winter, Kenangan yang Tak Terbeli

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Pernahkah kalian mempunyai suatu barang, suatu hari ingin menjualnya tapi pada akhirnya tidak jadi dijual? Kalau iya, kenapa tidak jadi? Hari ini saya ingin sharing mengenai hal itu. Suatu hari, saya bersih-bersih kos dan memisahkan barang-barang berdasarkan sering atau tidaknya dipakai. Kemudian saya mendapati barang yang paling banyak variasinya ada di rak sepatu dan baju di almari. Pandangan saya tertuju pada rak sepatu, yang memang saya suka koleksi terutama heels. Beberapa heels memang hanya saya pakai saat lomba fashion show dan acara-acara tertentu. Lalu, ada satu barang yang saya anggap seperti useless  di Indonesia. Sepatu winter yang saya beli di Harajuku, Jepang. 

Waktu itu saya melihat iklan olx, dan tergoda untuk menjual sepatu winter tersebut via olx, at least saya jual sesuai harga asli baru boleh nego. Kemudian tanpa pikir panjang, saya mengambil beberapa foto dari berbagai sisi  sepatu winter tersebut dan langsung membuat iklan di olx. Setelah saya upload, baru ada sesuatu yang mengganjal. Rasanya seperti banyak pertimbangan, padahal iklan tersebut sudah tayang. Tak berapa lama ada yang sudah mengontak via whatsapp menanyakan sepatu tersebut. Hati saya bergejolak, kemudian melayang pada ingatan di Jepang, betapa sepatu winter itu telah menemani kemanapun saya pergi ketika winter di Jepang. Ya Allah...ini sepatu tak ternilai harganya, apalagi saat membelinya langsung jatuh cinta dipandangan pertama, di pusatnya fashion Jepang, Harajuku. 

Sepatu winter penuh kenangan...

Sepatu ini saya beli dengan merelakan mengurangi jatah makan selama di Jepang. Saat itu karena saya ingin sekali memiliki. Lalu, keluar dari toko saya langsung memakainya jalan-jalan ke Harajuku, Akihabara dan daerah lain. Sepatu ini juga membuat tampak elegan dengan padu padan apapun fashionnya. Kenangan-kenangan bersama sepatu itu tergiang-ngiang, hingga akhirnya karena yang menghubungi belum memberikan kepastian, saya bilang ke dia sepatu sudah terjual, ke diri saya sendiri. 

Oh... hampir saja saya menjual kenangan yang harganya tak ternilai, yang aslinya tak bisa ditukar dengan uang, yang dia tak terbeli oleh apapu. Kenangan yang akhirnya membuat saya sadar untuk menilai sesuatu bukan hanya dari uang, yang memberikan pelajaran kepada saya untuk tetap bertahan pada pilihan. Alhamdulillah, saya tidak jadi menyesal dan sepatu itu in syaa Allah akan menjadi perantara Allah lagi menyusuri winter di Jepang ataupun Negara lain yang Allah perkenankan. 

Nah, begitulah kisah saya dengan sepatu winteryang menurut saya sangat berharga. Bagaimana dengan kisah benda kenanganmu?
***
Wisma Wageningen, 12 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

IELTS Prediction hingga Toko Bangunan

| 0
Bismillahirrahmaanrrahiim
Jum'at (10 Maret 2017), saya sudah merencanakan beberapa agenda yang akan dilakukan selama di Kampus. Pagi nge-lab, siang tes bahasa inggris dan sorenya belanja bahan. Alhamdulillah selain agenda-agenda tersebut, seperti rutinitas jum'at pagi biasanya, saya masih berkesempatan untuk latihan panahan tersebih dahulu hingga pukul setengah sembilan.
Mbak Ella, mbak Septi..rekan yang rajin latihan mandiri...

Mas Hanif, Andy, Iqbal dan yang baru lupa namanya...

Kemudian saya menuju laboratorium Mekanika Tanah dan mengeluarkan sampel-sampel akar padi serta menimbangnya. Alhamdulillah ada mbak Aini, jadi pekerjaan lebih cepat terlaksana. Pada saat itu juga, kami membagi tugas dengan Mbak Riani untuk melihat atap polycarbonate yang akan digunakan untuk atap greenhouse. Mbak Riani pun sudah melaksanakan tugasnya dan kami saling mengirim report  via WA. Alhamdulillah dilancarkan Allah, kemudian saya beserta mbak Aini menuju English First Yasmin untuk mengikuti tes bahasa inggris.
Adonan kue padi yang sudah kering..hehe

Mengapa kami memilih EF? Sebenarnya, kami hanya menjalani serangkaian tes karena mendapatkan voucher gratis dari EF, sok mangga kalau teman-teman mau langsung saja menuju website EF dan isi data dirinya, nanti akan dihubungi oleh pihak EFnya. Saya dan mbak Aini juga berencana menyiapkan IELTS untuk sebuah dokumen. Awalnya sudah stres karena diminta IELTS, sedangkan diri ini tidak percaya diri dengan kemampuan bahasa inggris terutama grammar. Tapi tidak ada yang salah kan dari mencoba?

Kami diminta datang jam sebelas siang, dan kami langsung menyerahkan kode booking yang telah dikirimkan pihak EF ke SMS. Kami disambut staff EF dan langsung tanya jawab mengenai bahasa inggris. Setelah itu kami menuju ruangan untuk reading dan listening. Ohya, berbeda dengan TOEFL ITP, IELTS ini lebih komplit, selain listening dan reading serta structure, IELTS dilengkapi dengan speaking and writing.Paket komplit bin mumet.hehe..
Are you ready?

Waduh.. saat reading panjang juga artikelnya.hehe... Mau tidak mau tidak boleh ngantuk, cari moodboster, dan apapun yang bisa membuat fokus. Begitupula dengan listening, jangan sampai ke-distract ya. Nilai langsung keluar karena kami tes menggunakan komputer. Ohya, EF Yasmin ini enak sekali tempatnya dan strategis, ada starbuck dan Domino pizza juga disampingnya. Ruangannya rapi, fasilitas juga kece, staffnya ramah-ramah. Alhamdulillah...

Nilai saya tergolong dalam kategori B1 Intermediete dengan kelemahan di reading. Berbeda dengan mbak Aini yang levelnya C1 Advance. Wah...perlu diupgrade lagi nih..sering-sering nonton tanpa subtitle dan menyanyi bahasa inggris mungkin. Setelah itu kami menunggu tutornya untuk speaking. Speakingnya bersama native. Alhamdulillah di dalam ruangan tutornya baik. Namanya Dhani, aksen british. Saya ditanya banyak hal di sini, lebih mengalir sebenarnya. Alhamdulillah setelah kurang lebih 10 menit, saya keluar. Hasilnya sudah bagus katanya, namun kelemahannya di grammar, kesinambungan kalimat, pronounciation sama vocabularynya ditambah. Secara ngobrol sudah memahami dan bisa menanggapi. Alhamdulillah tambah koreksi lagi dan perbaiki.

Memasuki tes terakhir sudah sedikit lelah. hehe... Writing, disini hanya ada 2 soal namun pengerjaannya 1 jam. Saya diminta membuat report berdasarkan diagram. Serta menuliskan opini. Kata rekan-rekan yang sudah pernah tes, jangan sampai banyak mengulang kata. Tapi saya tidak tau persis berapa kata dan kata apa yang saya ulangi. Alhamdulillah mengarang bebas selesai. Kesimpulan sementara, harus lebih semangat belajar bahasa inggris dan juga moodnya diperbaiki agar ketika tes tidak mudah bosan dan menyerah. Namun, alhamdulillah, Allah beri kesempatan ikut prediction ini, at least saya tau mana yang harus di improve. Writing belum bisa dinilai karena petugasnya tidak ditempat, namun akan dikabarkan via telepon. Kamipun langsung pulang. Ohya sekedar informasi, untuk IELTS preparation di EF harganya sekitar 5juta untuk 2 bulan, tiap minggu 3 pertemuan. Lumayan menguras kantong ya...hehe...but remember, jer basuki mawa beya.

Di tengah perjalanan hujan deras datang. Allahumma shayyiban nafi'an...Saya dan Mbak Aini tetap melanjutkan perjalanan, alhamdulillah masih dikuatkan Allah. Kami menuju toko Megabaja. Sesampainya di Megabaja saya langsung melihat sampel, berdiskusi dan membeli bahan. Untuk pengetahuan, atap greenhouse ada banyak macamnya, screen UV, paranet atau yang polycarbonate. Masing-masing tergantung kebutuhan. Dari segi range harga, untuk plastik UV, 1 rolnya 3,2juta (4,2m x 50m), paranet 1,6 juta (3,6m x 100m) atau plycarbonate 126ribu permeter. Tergantung kebutuhan dan budget
Mencari  kamu bahan terbaik...asyik

Sore harinya, saya langsung menuju laboratorium menunggu bahan-bahan datang. Alhamdulillah, disore hari ditemani hujan masih bisa menikmati lezatnya es durian.hehe...
Ice cream of the day...

Alhamdulillah agenda dilancarkan Allah, semoga agenda rekan-rekan semua diberkahi dan dalam naungan ridho Allah. Aamiin...saling mendoakan ya...
***
Puri Fikriyyah, 11 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Terima Kasih Telah Menguatkan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Ini lanjutan dari kisah “cerita hari rabu” kemarin. Saat berlatih panahan di ALC, tepatnya setelah sesi drilling, coach Def membagi kami menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok dibekali satu tongkat toya. Alhamdulillah para srikandi dikumpulkan bersama sesama srikandi. Saya, mak Sisi, mbak Khalida dan bu Afi menjadi satu kelompok. Tugas kami adalah menurunkan toya dengan menggunakan jari telunjuk yang tidak boleh dikaitkan. Tantangan pertama ini dapat dilalui semua peserta dengan waktu kurang dari satu menit. Alhamdulillah, tangan saya tegang sebenarnya, entah kenapa.hehe..maafkan yaa paling lama turunnya...

Lalu, dua kelompok dilebur menjadi satu kelompok. Wah..semakin dahsyat ini menyatukan delapan kepala. Lebih seru dan variatif. Ronde pertama kami hanya diberi waktu satu menit untuk menurukan toya itu. Ya Allah, seperti tawuran, saling meneriakkan...dan maaf gara-gara diri ini tak mau turun tangannya jadi kita hukuman push up dan squat. Ya Allah saya sangat merasa bersalah saat itu, menjadi salah satu penyebab kegagalan karena tidak bisa sejalan dengan kawan-kawan. Saya perhatikan wajahnya sudah sedikit kecewa, maaf coach...hal kecil ini belum bisa saya selesaikan dengan baik...

Lalu sesi dimulai lagi sebab tak ada yang berhasil satu menit, akhirnya coach Def menambah waktunya menjadi satu setengah menit. Kami memulai permainan dan tetap saja, tangan saya yang paling tegang. Semua meneriaki saya, eh salah, ada beberapa yang hanya memandang, dan saat itu coach lain memberikan arahan ke saya, "turun vita tangannya, turun vita..." saya mendengarnya dari berbagai arah. Ya Allah...kenapa saya tak sinkron dengan mereka..tapi saya bersyukur ada yang “berbaik hati” mengarahkan. 
Ini kelompok satunya...

Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan tantangan ini lebih cepat dari kelompok satunya. Eh salah satu coach berdegum “gini aja kok lama”. Oh..ya Allah saya merasa bersalah, walaupun perkataan itu secara langsung bukan ke saya. Maafkan coach kalau saya tegang...maybe i’m not confident with my self..and don’t believe with my decicion.

Selain yang disampaikan coach Def hikmahnya tentang teamwork, kepercayaan, pengambilan keputusan, serta salah satunya ada tambahan dari coach Adhe berupa kepemimpinan, bahwa setiap orang adalah pemimpin, saya menangkap esensi lain. Saya sadar berada diantara banyak kepala dengan segala idenya akan membuat kita sadar akan dua sisi. Sisi yang melemahkan dan menguatkan. Akan ada yang melemahkan kita, tidak yakin akan kemampuan kita, namun disisi lain akan ada yang percaya kita bisa dan mengiringi langkah kita untuk bisa sepertinya.

Saya bersyukur, disela kesulitan, Allah hadirkan perantara-perantara pembawa kekuatan, yang menjadikan diri ini selalu dalam lintasan agar tidak terjerumus dalam keputusasaan. Jadilah kuat kawan dan jadilah penguat bagi lingkungan.

Terima kasih ya Allah, telah menghadirkan banyak pelajaran dalam setiap aktivitas yang kulakukan. Terima kasih :)
 *** 
Puri Fikriyyah, 10 Maret 2017 
Vita Ayu Kusuma Dewi

Catatan Hari Rabu, dari Panahan hingga Diskusi Persoalan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari telah berganti beberapa menit yang lalu, dan kami masih terjaga. Terima kasih ya Allah telah menguatkan kami, menguatkan setiap langkah kami, menguatkan hati kami, dan semoga tetap Engkau kuatkan kaki ini melangkah di jalan yang Engkau ridhoi hingga di akhir nanti, saat kami kembali. 

Saya bersyukur berada di sekeliling orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat, yang semangat menuntut ilmu, yang saling mengingatkan dalam kebaikan, dan....masih banyak lagi. Saya yakin, pada dasarnya, semua orang itu baik, hanya saja, pada perjalanannya, dia lupa pada jalan yang seharusnya. Semoga Allah selalu mengingatkan kita ya, ketika kita terlupa arah :)

Saat ini saya sedang merenungi dan mengevaluasi hari kemarin, rabu tepatnya, yang beberapa saat lalu belum berganti. Seharian saya berada pada lingkaran yang in syaa Allah di jalan kebaikan. Pagi hingga siang bersama rekan-rekan panahan, kemudian sisanya hingga tengah malam ini, berada pada lingkungan kampus, baik nge-lab hingga diskusi tugas. 

Saya sering teringat pesan yang sering disampaikan dalam kajian yang intinya, "Barang siapa yang bangun di pagi hari dan hanya sibuk memikirkan dunia, sehingga seolah-olah tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka akan tertanam penyakit dalam dirinya,  kebingungan dan kesedihan, kesibukan, kebutuhan yang tidak terpenuhi dan khayalan dan cita-cita yang tidak tercapai". Pesan itu membawa lamunan saya kepada suatu hal. Terkadang saya berpikir, kenapa dari pagi hingga malam seolah-olah hanya dunia yang dituju. Namun, disela memikirkan itu saya kembali bersyukur, ya Allah..hampir saja hamba-Mu ini terbuai duniawi, tapi Engkau hadirkan mereka, yang menjadi pengingat diri...Misalnya seperti rabu kemarin, pagi hari saya mengikuti latihan panahan di Archery Learning Center, Depok, bersama coach Defrizal dan rekan-rekan berbagai club. Coach Def memulai pertemuan dengan memberikan pencerahan, terutama meluruskan niat kembali. Untuk apa datang ke ALC, untuk apa latihan, dan pertanyaan lainnya, agar niat kita berlatih tak lain dna tak bukan hanya karena Allah, agar kita bisa berdakwah melalui panahan, agar setiap yang membutuhkan kita siap untuk mengajarkannya. Kalau latihannya niatnya bukan karena Allah, ilmu itu hanya akan berlaku selama kita hidup, berbeda dengan ilmu sebagai amal jariyah, in syaa Allah akan selalu hidup meskipun kita telah tiada. 

Latihan panahan bukan hanya melepaskan anak panah, drilling, teknik, kuning, namun lebih dari itu, panahan adalah pembentukan karakter dan kebiasaan, oleh karena itu sesuai dengan hadist, latihan hari ini harus ada kemajuan dari hari kemarin, pun hari esok harus lebih bagus dari hari ini, agar kita tidak menjadi orang yang  merugi. Agar bisa lebih baik dari hari kemarin, kita harus open mind terhadap saran dari rekan kita, tidak boleh mengedepankan ego masing-masing, bahwa yang kita kerjakan adalah yang paling benar. Jika kita menomorsatukan ego, maka kita tidak akan pernah berubah dan nyaman dengan apa yang kita lakukan selama ini, padahal itu tidak tepat. 

Coach Def juga mengajarkan agar kita juga menerapkan perintah Allah dalam QS. Al-'Ashr (103) ayat 1-3, Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. Poin terakhir, saling menasehati. Untuk itulah kita perlu partner latihan, sebab manusia tidak diciptakan sendiri. Tentang partner latihan, saya pernah membahasnya di tulisan saya "Kamu Butuh Partner!". Indah bukan jika olahraga yang kita jalani mendapatkan value dari Allah, bukan hanya sekedar kebugaran? Alhamdulillah, Allah ijinkan saya bergabung ke lingkaran ini, lingkaran orang-orang yang tak hanya berorientasi dunia. 

Sebenarnya panahan bukan hanya sebatas itu saja, panahan juga mengajarkan untuk kita mengkoreksi apa-apa yang telah kita lakukan, apa yang kurang tepat diperbaiki, apa yang salah ditinggalkan, jika gagal coba lagi dan pastinya berani koreksi dan memperbaiki. Semua itu akan mengalir, mengikuti kebiasaan yang kita lakukan. Panahan menuntut agar hati ini selaras dengan fisik dan fikiran. Sekali tak sama, arah anak panah yang kita lesatkan akan kemana-mana. Berbagai kitab juga mengajarkan agar kita tak mencela, mencela anak panah yang meleset, menyalahkan coachnya, dirinya ataupun peralatannya. Sungguh, saya bersyukur, yang saya rasa dari bangun tidur hingga malam saya seolah-olah penuh kegiatan dunia, tapi di dalamnya Allah sisipkan perantara yang membuat diri ini kembali meluruskan niat menjadi semestinya, hanya karena-Nya.

Banyak sekali yang saya rasakan dari panahan, setiap minggunya saya mendapatkan ilmu baru. Mereka juga kembali mengingatkan, bahwa Allah akan memuliakan orang-orang yang senantiasa menuntut ilmu. Hal yang paling saya sukai adalah, ketika para coach menjelaskan, langsung merujuk pada contoh-contoh di zaman Rasulullah. Ya Allah, panahan ini dakwah, semoga Engkau ridhoi jalan ini...
Salah satu sesi latihan rabu bugar, 8 Maret 2017

Hari rabu kemarin, saya banyak mengkoreksi diri sendiri, mulai dari teknik yang masih kurang ajeg tangannya, hingga saya tidak terlalu perhatian dengan "Arjuna", busur saya, sehingga ia melukai tangan saya. Hal-hal keci yang menjadi pengingat bahwa kita tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri. Latihan usai jam setengah satu siang, dan saya langsung meluncur ke Bogor. Saya hanya memiliki waktu satu setengah jam, dan qadarullah, Allah atur waktu sedemikian rupa sehingga saya bisa sampai tepat waktu, bahkan sebelum jam 14.00 WIB. Cerita tentang ini sudah saya tuliskan dalam "Allah Maha Pengatur Waktu".

Alhamdulillah, sesampainya di laboratrorium mekanika tanah, saya langsung memotong akar padi agar bisa masuk ke oven, dibantu pak Dodi. Beberapa menit kemudian mbak Aini datang dan pekerjaan terasa lebih ringan. Alhamdulillah. Pekerjaan laboratorium ini juga mengajarkan kesabaran, kita harus sabar mengantri, sabar menunggu dan sabar menjalaninya. Sekitar setengah jam tugas kami usai untuk hari rabu, hari ini akan dilanjutkan kembali. 

Alhamdulillah, Allah berikan kami rasa lapar, itu artinya kami masih punya organ pencernaan. Kami belum makan dari pagi, dan sebelum melanjutkan menuju Lab.Wage, kamipun makan terlebih dahulu di Warteg murah meriah Redcorner. Kami memakan makanan kami di Wageningen, dan di Lab ada pak Edy. Kamipun sembari sharing, apalagi mbak Aini dan pak Edy harus lulus tahun ini. Kami sharing mengenai gelar dunia dan keluarga. Betapa selama ini, saat menempuh pendidikan, kita telah mengorbankan anak, istri, keluarga dan bagi pak Edy, mahasiswa beliau. Itu menjadi semangat tersendiri untuk menghadapi halang rintang yang ada saat menyelesaikan pendidikan ini. Ada banyak tekanan memang, namun Allah pasti akan memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang berikhtiar diiringi keyakinan dan kesabaran. 
Saatnya membuat adonan...tanah..hehe

Sekitar pukul setengah lima sore, saya berpindah ruangan ke Lab. Pindah Panah, basecampnya kak Tiara dan mas Dwi. Agenda kami adalah diskusi tugas teknik kontrol alat dan mesin pertanian. Sesampainya di Lab, baru ada mbak Inna, Riani dan kak Tiara. Mas Alvin, Dwi dan Nanda masih belum hadir. Setengah jam setelah kedatanganku, mereka hadir. Alhamdulillah, saya banyak belajar dari kegigihan mereka, saya banyak belajar dari kesabaran mereka menuntut ilmu, saya banyak belajar tentang cara mereka bertahan dalam jalan ini. Ya Allah.. limpahilah mereka keridhoan-Mu..jadikan ilmu ini sebagai pemberat timbangan kebaikan di akhirat nanti...

Hingga hampir tengah malam kami mengerjakan dan satu persatu pulang karena mas Alvin dan Mbak Inna sudah ditunggu keluarganya. Akhirnya tadi malam saya juga menanyakan, seperti mas Nanda, sudah produktif jurnal. Saya tanya, tidur jam berapa, bangun jam berapa, dan ternyata mirip. Kenapa saya tak produktif? Padahal mas Nanda bilang, dia juga seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Pun juga ada kendala-kendala yang dihadapinya. Saya sadar, apa yang saya alami selama ini belum seberapa. Mungkin, kelapangan hati mereka dikarenakan mereka lebih dekat kepada Allah SWT. Terima kasih telah dipertemukan dengan mereka ya Allah... Saya jadi teringat, jika ada sesuatu yang menimpa saya, itu mungkin karena kesalahan-kesalahan saya. "...apa-apa yang menimpa kamu dari hal-hal yang buruk, maka itu (sebabnya) dari (kesalahan) diri kamu sendiri..." (An-Nisaa(4):79).
Alhamdulilah..masih dikuatkan Allah

Alhamdulillah ya Allah, saya belajar banyak hal di hari rabu, saya bersyukur bertemu orang-orang yang senantiasa mendekatkan dan selalu mengiringi langkah ini untuk menuju-Mu, tetapkan jiwa dan langkah ini hanya kepada-Mu. Saya bersyukur, di pertengahan malam ini, saya bisa mengevaluasi diri, semoga dengan bersama mereka yang menuju-Mu, sayapun ikut serta seperti itu. Terima kasih atas segala-Nya ya Allah, semoga hari ini, di kamis ini, saya masih bisa menggali hikmah-hikmah dan evaluasi diri agar selalu meniatkan dan segala-Nya berujung pada-Mu. 
***
Puri Fikriyyah, 9 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi