Dia, Lebih dari Sekadar Atlet

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, apa kabar iman? Semoga engkau tetap pada sebaik-baik keadaan ^^. Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan cari tanda tangan seminar di Kampus, mengurus tentang NRP, dan beberapa aktivitas lain. Semoga Allah ridho dengan kegiatan-kegiatan ini dan selalu memberikan perlindungan-Nya. 

Saya ingin sharing ketika latihan panahan kemarin, saya berlatih dengan orang-orang profesional, dan saya masih terus belajar teknik yang terkadang masih "patah". Kami berlatih mulai pagi, hingga pada akhirnya ketika siang hari hanya tinggal beberapa orang bertahan di lapangan. 

Awalnya masih normal, berlatih untuk terus grouping agar istiqomah pada satu pandangan, hingga berlatih akurasi jarak jauh. Kemudian, dari Masjid terdekat terdengar adzan dzuhur berkumandang. Kalian tau apa yang dilakukan salah seorang atlet? Yang awalnya dia telah siap menembak, tepat di shooting line, tiba-tiba mundur dan meletakkan busur panahnya ke bow stand. Ia kemudian melipir bersandar ke pagar dan menikmati adzan yang bergema dari beberapa penjuru. Disisi lain beberapa pemanah lain masih melanjutkan aktivitas menembaknya. 

Kemudian saat satu persatu adzan sudah mulai berhenti, ada salah satu atlet lain bertanya padanya, "kenapa tak jadi nembak?", dan ia menjawab "masih adzan, nanti ilmunya hilang". Masyaa Allah..sejuk yang mendengarnya. Seorang atlet yang tak hanya mengejar dunia, namun pribadinya benar-benar ingat akan kewajibannya kepada Allah SWT. 

Saya yang berdiri hanya beberapa meter darinya kemudian berpikir, selama ini terkadang masih abai dengan adzan, dalam artian masih banyak mengejar dunia dengan aktivitas-aktivitas, sedetikpun tak berhenti, padahan adzan tak ada 5 menit. Astaghfirullah..semoga Allah mau mengampuni hamba...

Saat itu pula saya belajar, kenapa ia dapat fokus, kenapa ia begitu tenang saat sudah berada di shooting line dan siap menembak target, kenapa anak panahnya diarahkan Allah ke sasaran, mungkin itu semua karena ia dekat dengan Allah, Sang Pemilik segalanya, termasuk anak panah dan diri kita sendiri. 

Ya Allah, sungguh hari-hariku akhir-akhir ini dipertemukan dengan orang-orang yang mendekat kepada-Mu, yang membuatku tertampar dan tercambuk untuk senantiasa berada di jalan-Mu, ya Allah tuntunlah hamba agar selalu dijalan-Mu hingga kembali pada-Mu dengan sebaik-baik keadaan atas ridho-Mu.. :")

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28) 

***
Ruang Diskusi Pascasarjana TEP, 26  Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Ibu...Antara Berkorban dan Mengutamakan

| 0
Bismillahirahmaanirrahiim
Alhamdulillah hingga saat ini Allah masih memberikan nikmat iman dan kesehatan kepada saya, dan semoga kepada sahabat semua juga demikian. Kemarin, saat saya di KFC, tepatnya menunggu kawan-kawan yang akan rapat di KFC Stasiun Bogor, saya melihat kebersamaan seorang ibu dan seorang anak yang hangat sekali. Sebenarnya saya masih bertanya-tanya ini nenek atau ibunya. Mereka berdua datang dan duduk disamping meja saya. Si anak terlebih dahulu duduk dan sekitar 10 menit kemudian ibunya datang membawakan satu porsi paket besar lengkap dengan pudingnya.

Sang ibu kemudian menyodorkan makanan itu kepada si adik dan adiknya tersebut tersenyum bahagia, bagaimana ya pokoknya bahagia, susah digambarkan lagi. Si adik kemudian makan, dan ibunya hanya memperhatikan ia makan sesekali membantu memotong ayamnya dengan tangan, istilahnya mah suwir.

Saya perhatikan saja adik tersebut makan, hingga pada suatu waktu ia berhenti, kemudian dengan sigap ibunya membantu membersihkan tangan si adik. Adik ini kemudian meminum minumannya dan melanjutkan makan puding dengan tatapan serius melihat televisi. Ibu tersebut kemudian melanjutkan makan makanan sisa si adik, dan hal itu dilakukannya termasuk ke minuman.


Momen berharga...kebersamaan ibu dan anak...

Pernahkan kalian mengalami hal seperti itu juga? Saya sering, bahkan bapak pun sering, tapi kalau bapak lebih ke membawakan makanan hasil rapat atau kegiatan, dan kata beliau yang diingat anak dirumah.

Kalau ibu keseringan seperti itu, ketika kami keluar makan malam atau memang ingin makan di Rumah makan, kami hanya memesan 3 porsi, untuk aku, adik dan bapak. Ibu menunggu sampai aku dan adik selesai makan kemudian ibu yang melanjutkan karena makan tidak habis. 

Betapa tulusnya cinta mereka sehingga mengutamakan buah hatinya terlebih dahulu dibandingkan dirinya sendiri. Ibu..engkau wanita hebat sepanjang masa, semoga aku bisa berlaku seperti itu untuk anak-anakku kelak :)
***
Apartemen Kalibata City , 26 Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Dari Panahan Aku Belajar tentang Kehormatan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Apa kabar iman hari ini sahabat? Semoga semakin taat dan dekat kepada Allah SWT. Alhamdulillah, saya bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan, saya bersyukur Allah telah membawa saya ke lingkungan yang in syaa Allah bisa membawa saya ke arah kebaikan, semoga senantiasa langkah ini beriring dengan ridho-Nya :)


"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah" (HR.Muslim 1467)

Seperti yang saya sampaikan di tulisan Bukan PelampiasanPanahan dan Rejeki, Inspirasi Nock dan Vanes Anak Panah bahwa panahan bukan hanya sekedar belajar fokus, pengambilan keputusan, pembentukan karakter dan masih banyak lagi, panahan menyadarkan saya pada satu hal yang sangat penting bagi wanita, ialah kehormatan.

Ijinkan saya bercerita flashback sejenak, tepatnya tahun lalu, saya merasa haru ketika coach saya di Rimaya berkata "Kak Vita dicariin yang akhwat", tidak tau kenapa langsung beripikir "why me? disana banyak coach - coach ikhwan yang jauh lebih bagus dari saya, padahal saya pemula". Beberapa waktu kemudian, saat berlatih berlatih bersama akhwat, akhirnya saya tau alasannya, lebih nyaman berlatih dengan sesama wanita.

Allahu akbar..Ya  Allah, begitu tulus niat mereka hanya ingin menjalankan sunnah, dan mereka menjaga dirinya sedemikian rupa untuk menghindari interaksi dengan lawan jenis selama masih ada  teman wanita yang bisa diajak berlatih...Alhamdulillah, ini sebuah pembelajaran sekaligus pengingat bagi saya pribadi. Tak pernah saya merasakan hal seperti ini di olahraga lain.

Edisi akhwat-akhwat AAC

Ya Allah, sejak saat itu saya belajar dan terus belajar dari mereka, bagaimana memposisikan menjaga diri, mencegah adalah lebih baik dari dari mengobati. Jujur sih, saya pernah gagal konsen gara-gara disebelah saya ada ikhwan yang main panahan ke X terus dan betapa tenangnya dia saat menembakkan satu persatu anak panah. Disitulah saya sadar "jaga hati woy..". hehe...Betapa perlunya menjaga hati agar tidak terjerumus ke penyakit hati. Semoga Allah menjaga  kita agar terhindar dari penyakit hati. Aamiin

Kemudian, hari kemarin terjadi lagi. Ada yang men-chat saya menyatakan hal yang hampir sama, intinya tidak nyaman memanah bersamaan dengan yang laki-laki, dengan kondisi banyak laki-laki. Akhirnya latihan ditambah pada hari minggu khusus yang perempuan. Setelah dilaksanakan hari minggu kemarin ternyata yang datang banyak, leibih banyak dari hari jum'at dan sabtu yang sudah jadwal rutin.  

Kemarin hari minggu (22/01/2017), akhirnya saya sempatkan juga sharing, dan niat mereka memang tidak mengikuti kompetisi, jadi hanya ingin melaksanakan sunnah, so latihan sesama perempuan saja sudah cukup.  Terkadang memang akhwat ingin sendiri tanpa ikhwan... :)


Latihan hari minggu khusus akhwat...

Sebenarnya bukan hanya itu, ditempat latihan lain, saya juga sharing ke salah satu Mbak-mbak, kenapa beliau tidak ikut latihan yang hari rabu, dan kami latihan hari kamis khusus Mom..tapi saya ikut single_Lillah sendiri.hehe... Jawaban beliau sederhana, tidak diijinkan suami, karena banyak yang laki-laki hari rabu, jadi diijinkannya yang hari kamis bersama ibu-ibu lain. Sungguh, niat mereka menjalankan sunnah diiringi dengan menjaga diri dari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Tulus sekali niatnya :')

Berbeda denganku yang terkadang tanpa peduli mau banyak yang laki-laki mau sama perempuan jalan saja, sejak saat ini saya ingin ikut menjaga diri seperti mereka. Minimal walaupun saya masih sering berlatihnya bersama yang laki-laki, saya harus menjaga jarak dan seperlunya saja berinteraksi. Bukan berarti menghindar loh ya..tapi menjaga, mengurangi interaksi yang tidak perlu. 

Ya Allah, terima kasih atas segala rencana-Mu membawaku ke dunia panahan ini, yang senantiasa mengajarkanku untuk tetap setia dijalan-Mu. Sungguh, dunia hanya sementara dan Engkau berikan aku kesempatan berkumpul dengan orang-orang yang in syaa Allah selalu mengingat-Mu dimanapun, kapanpun dan apapun aktivitasku. Jangan lepaskan aku ya Allah, tuntun aku ke jalan-Mu :')


"Orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhoan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik" (Al-Ankabut: 69)

Untuk semua srikandi, semoga Allah menjaga kita selalu :)
***
Puri Fikriyyah, 24 Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Gagal di Beasiswa (NCU)? Bangkitlah!

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Beberapa waktu lalu, ketika saya membuka facebook, saya melihat beberapa teman-teman SMA yang men-share sebuah artikel mengenai Bapak Guru di SMAN 1 Ngawi, yang mana itu merupakan SMA saya.hehe..Akhirnya saya baca dulu artikelnya bagaimana dan ternyata saya menemukan satu kalimat yang menggunggah semangat saya menyelesaikan pendidikan pascasarjana ini, akhirnya agar yang lain ikut bersemangat, saya share kembali artikel itu didinding facebook saya. Apa hubungannya sama gagal beasiswa? Sabar..sabar..mbak, mas, dek.. :D 


"Semua saya jadikan pelajaran, ini jihad fisabiillah" Pesan Pak Wigig

Lalu, beberapa saat kemudian..jeng jeng...ada seseorang yang men-chat saya via facebook messenger. Dia kakak tingkat SMA yang sebenarnya tidak tau persis saya yang mana, dikiranya saya seangkatan atau kakak tingkat kali ya, dipanggil Mbak ditanyain angkatan berapa.hehe...Intinya mah dia kakak tingkat saya di SMA, saya pernah tau orangnya yang mana kebetulan senior organisasi juga. Nah, disitulah saya ditanya apa sedang PhD di Jepang. Dalam hati saya aamiin-kan bisa belajar di Jepang lagi, sandwich atau postdoc mungkin. Akhirnya sama jawablah sekarang sedang menyelesaikan pendidikan di IPB, dan ke Jepang kemarin ada course disana. Berhubung dia tanya itu, saya balik tanya "masih di Jogja Mas?", soalnya terakhir dulu di SMA, taunya kakak ini kuliah di Jogja. Beliaunya jawab "Taiwan", lebih tepatnya melanjutkan studi ke NCU Taiwan.

NCU? National Central University? *kaya pernah dengar dan akrab*   Langsung lah saya tanya, "kenal Roro, Kartika, Mbak Maytri? " Usut punya usut ternyata mereka satu jurusan tapi beda konsentrasi.hehe...dunia itu sempit atau ukhuwah kita yang luas? :'D

Roro dan Kartika adalah rekan se-Fakultas di UB, mereka jurusan Teknik Sipil, kalau Mbak Maytri adalah kakak tingkat di WRE yang sekarang sedang double degree UB-NCU. Nah, gara-gara chat ini saya ingat betul bagaimana saya pernah mengikuti tes masuk beasiswa NCU ketika saya masih semester 7 di WRE UB.

Jadi, sebelum saya lulus saya memang mendaftar beberapa aplikasi beasiswa yang memungkinkan saya ikuti dengan jaminan sebelum maret 2015 saya sudah lulus sarjana. Salah satunya yang saya minat adalah beasiswa NCU untuk program master. Ketika itu pihak NCU mengadakan seleksi di Universitas Brawijaya. Tak mau kehilangan kesempatan saya mendaftar walaupun jurusan tujuan Teknik Sipil, karena tidak ada jurusan yang konsen ke sumber daya air disana. Pilihannya Teknik Sipil atau Ilmu Lingkungan. 

Saya mengikuti proses dari berkas hingga wawancana, hingga upload berkas secara formal. Saya berjuang bersama Adib ketika itu (yang berasal dari WRE). Saingannya sudah pasti dari mahasiswa Teknik Sipil. Ketika masuk ruang wawancara, semua berjalan lancar. Hanya memori tentang pronounciation "intensity" kami berbeda sehingga saya dan sensei NCU itu senyam senyum bersama.

Ketika wawancara diberikan kertas reminder untuk mengupload berkas pendaftaran ketika masa pendaftaran resmi di website sudah dibuka. Salah satu faktor teknis yang membuat saya gagal adalah saya gagal mempersiapkan dengan baik.

Ingatkan pepatah "if you fail to prepare, you prepare to fail". Jadi ceritanya, ketika itu saya masih fokus penyelesaian skripsi agar dapat lulus semester 7. Sayangnya saya tidak mempersiapkan berkas rekomendasi online dan beberapa berkas lain. Jadilah ketika masa mendekati upload saya gerilya. Disisi lain, ketika itu juga persiapan suatu kegiatan, dan apa yang  terjadi? Saya mengupload berkas via HP karena saat itu sedang perjalanan. Efeknya adalah saya tidak tau pasti apakah berkas terupload dengan baik ataukah ada yang kurang. Parahnya lagi, jangan ditiru ya, ini sikap orang yang tidak serius mendapatkan beasiswa, setelah saya upload via HP itu, saya tidak mengecek hasil unggahan saya di website dengan Laptop.

Kece banget kan sikap tidak serius saya? Jadi dari hal tersebut, teman-teman dan sahabat semua, siapapun yang menginginkan mendapat beasiswa, seriuslah dalam setiap langkah menuju beasiswa tersebut, jangan setengah-setengah, kalau tidak niat ya lebih baik tinggalkan daripada sia-sia kan? Usahakan dengan usaha terbaik, barulah berbicara Allah yang menentukan. Kalau tanpa usaha yang baik kita bilang semua itu takdir maka sama halnya dengan omong kosong.

Saya baru sadar dan menyesal saat melihat pengumuman, Adib, Roro, Kartika (yang mereka satu interview dengan saya) lulus beasiswa tersebut. Saya nangis nyesel dipojokan, tapi apa guna menyesali hal yang telah kita sia-siakan? Lebih baik kita ambil hikmahnya dan belajar dari kesalahan. Saat itu saya masih menanyakan via email ke panitia, kenapa saya gagal? Nah,baru sadar kan menyesal. Kemudian salah satu panitia membalas intinya mah berkas kamu ada yang kurang. Hah..sudah kuupload semua kak, dalam hati... Seketika itu saya benar-benar sadar kalau saya tak bersungguh-sungguh dan sudah membulatkan tekad agar kejadian itu tak terulang lagi.

Sejak saat kegagalan itu, walaupun akhirnya saya memilih jalan untuk bekerja, saya tetap mencari informasi beasiswa usai pulang dari kantor, kemudian mulai meyiapkan satu persatu persyaratan yang mungkin disyaratkan. Alhamdulillah, Allah jawab dengan rejeki diterima beasiswa PMDSU. Pada saat ini pula saya sadar, setiap kegagalan bukan berarti kita sedang gagal, Allah sedang mempersiapkan mental kita untuk menerima kejutan dari-Nya, yang pasti lebih indah dan lebih tepat untuk hidup kita.

Jadi, wahai kalian yang pernah gagal mendapatkan beasiswa, bangkitlah dan perbaiki kesalahan yang telah dilakukan pada pendaftaran beasiswa sebelumnya. Kita tak akan pernah tau bagaimana rencana Allah, maka dekatilah Allah, karena Allah lah yang akan menilai kita pantas atau tidak menerima beasiswa itu. Ketika sudah meniatkan dan memimpikan beasiswa, maka kewajiban kita adalah berikhtiar sebaik--baiknya dan bertawakal atas segala hasil kepada-Nya. Sedih dan menyesal boleh tapi sebentar saja dan lanjutkan dengan perjuangan baru yang selalu kita harap ridho-Nya.

Tetap semangat ya sahabat semua, semoga Allah memudahkan dan meridhoi langkah kita, semoga Allah senantiasa mengiringi kita dengan lindungan-Nya :)

Semoga bermanfaat ^^
***
Wisma Wageningen-Puri Fikriyyah, 23 Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Inspirasi dari Nock dan Vanes Anak Panah

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah pagi tadi masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk tetap latihan panahan bersama AAC atau Al-Hurr Archery Community (cerita bergabung AAC ada di cerita ini). Alhamdulillah juga kemarin dapat latihan bersama Ibu-ibu berbakat di Depok. Kemarin ketika latihan di Depok, sudah korban arrow, ada yang pecah, ada yang remuk nocknya, adapula yang vanesnya lepas. Akhirnya tadi malam, lebih tepatnya hampir tengah malam, saya mencoba memperbaiki nock dan vanesnya. Disela itulah saya mendapatkan banyak pelajaran dan hikmah. Akhirnya saya buat instagram stories. Nah, ini dia beberapa hikmahnya, hehe...

Senyumlah untuk semua orang..tapi hatimu jangan...itu kata lagu. hehe... Hampir sama dengan ini, nock arrownya boleh hancur tapi hatimu jangan. #baper..  Kalau sudah urusan hati, hanya kepada Allah tempat kembali dan obatnya dicari. Asal jangan penyakit hati, susah sembuhnya. Semoga kita terhindar ya dari penyakit hati... sama-sama kita belajar...
 Nah..percaya kan kalau Allah itu sudah mengatur rejeki kita? Yap..kalau rejeki mah ga bakal lari kemana, seperti vanes saya ini. Kemarin pas latihan baik-baik saja sampai akhirnya pas cabut anak panah dari bantalan vanesnya sudah lepas satu. Mau cari vanes sudah pasti terbang campur rumput kalau sudah jatuh.hehe... Eh..sudah disesi akhir ada yang datang ke saya menyerahkan vanesnya. Alhamdulillah...tidak sampai beli vanes lagi..masih rejeki..


Ada yang pernah patah semangat gara-gara kenyataan yang terjadi jauh dari harapan? Janganlah ya.. Allah menyuruh kita untuk tidak berputus asa. Kita bisa belajar saat menembak target. Itu target saya kemarin kertas putih bundar itu, tapi kenyataannya arrownya grouping mepet disisi atas target, dan ada juga yang berpaling diatasnya. But..sejauh kita sudah mengusahakan secara maksimal, tawakalkan hasilnya kepada Allah, in syaa Allah dengan hasil yang kita terima dengan ikhlas kita akan lebih berusaha lagi memperbaiki diri agar lebih bagus lagi ketika latihan nanti. 

Alhamdulillah, banyak sekali hikmah yang didapat dari panahan. Itu baru beberapa loh, belum semuanya.hehe...
I'm single and want to be like them...hehe..Diantara emak-emak kece bersama coach Iqbal dan coach Wulan....

Pagi ini kalau di AAC, kami latihan seperti biasa dan belajar thumb draw untuk horsebow  dari Mas Hanif, yang baru selesai sidang..barakallah...  Bagi saya ini ilmu tambahan yang mengesankan, sebab saya bukan pengikut aliran horsebow. Alhamdulillah masih bisa saling belajar mengajar bersama mereka. Kalau kemarin latihan di Depok, fokus ke teknik, jadi nembak dengan memperhatikan teknik yang benar dari jarak 5m sampai 12m, sekaligus persiapan sertifikasi level 2 yang in syaa Allah dilaksanakan Maret. Mohon doanya ya ^^
AAC pagi ini..20 Januari 2017

Ohya, hari ini juga di adakan rambahan percobaan di Bogor Open Archery Championship. Besok baru dimulai perlombaannya. Kece ih..sampai pakai teropong. Sayangnya buat umum minimal 40 meter.huhu..belum bisa expert seperti itu. Pak Presiden juga ikut lomba memanah loh, tapi jarak 20 meter untuk eksekutif..Pak panitia..harusnya jangan buat eksekutif aja pak 20 meternya, biar saya ada kesempatan untuk mencoba ikut.hehe...Apapun itu, jadi semangat buat saya latihan dengan teknik yang benar, serta  bisa sampai berpuluh-puluh meter seperti itu, sampai bawa teropong euy...In syaa Allah, saya yakin atas ijin dan semoga ridho Allah, saya bisa mengikuti kompetisi panahan jarak 40 meter (suatu saat nanti). Aamiin...
In syaa Allah dengan giat berlatih..tahun ini bisa ikut pertandingan seperti ini dan bisa jadi juara..Aamiin

Overall, alhamdulillah banget Allah masih kasih kesempatan kepada saya untuk belajar memanah, dan terus mengasah hingga sesuai dengan adab-adab memanah. Saya sangat bersyukur, disela kuliah, penelitian atau kegiatan lain, saya masih dikumpulkan dengan orang-orang yang meniatkan segala aktivitasnya untuk Allah SWT :')


Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada hiburan kecuali dalam tiga hal; seorang laki-laki yang melatih kudanya, candaan seseorang terhadap isterinya, dan lemparan anak panahnya. Dan barangsiapa yang tidak memanah setelah ia mengetahui ilmunya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri” (HR. Nasa'i – 3522)

Selamat beraktivitas, semoga segala agendanya diberkahi Allah :) 
***
Wisma Wageningen, 20 Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

The Power of Writing (?)

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah berikan hingga hari ini kepada kita semua, semoga kita selalu menjadi insan yang senantiasa bersyukur dan meniatkan segala aktivitas hanya kepada-Nya. Alhamdulillah, Allah juga masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menulis, dan tentunya atas ijin-Nya (yang semoga Allah juga ridho) tulisan ini dapat ter-posting.

The power of writing... sudah nonton videonya? Hehe... kalau belum sok mangga ditonton (maksa) di om youtube disini.. Selama ini yang sering saya sebut-sebut adalah kullu kalam addu'a...setiap perkataan adalah doa. Begitu juga dalam sebuah tulisan. Saya rasa tulisan  juga merupakan investasi doa berupa kata yang dapat dilihat setiap waktu kita menginginkannya. 

Jika sahabat semua perhatikan beberapa postingan saya sejak dulu yang saya sering curhat tentang kos-an ataupun keseharian, saya ini suka sekali menulis random, dimanapun, kapanpun, bahkan sampai ga tau dirinya kadang menulis bukan dikertas tapi ditangan, ditembok atau barang-barang. Hehe..jangan ditiru ke-absurd-an ini. Saya baru sadar kemarin ketika di Jepang, tulisan-tulisan saya dua tahun yang lalu atau beberapa bulan yang lalu diijabah oleh Allah.

Semua tulisan Vit? Ya tidak semuanya.. kan Allah menjawab doa kita dengan tiga jawaban, ya, tidak tapi akan diganti yang lain atau tunggu dulu, yang pasti semua doa kita akan ada jawaban indah dari-Nya. Ohya, di postingan ini ijinkan saya untuk bercerita yang berkaitan tentang pengalaman ke Jepang kemarin ya.

Jadi, 3 tahun yang lalu, tanggal 10 Desember 2013 saya berangkat ke Jepang, tepatnya ke Kumamoto. Itulah pertama kali saya ke Jepang dan langsung jatuh cinta karena banyak kejadian yang saya alami dan membuat saya ada "rasa" dengan Jepang. Berawal dari situlah, saat menginjakkan disuatu tempat, dalam diam termenung kadang saya bilang ke Allah "ya Allah bawa aku kesini lagi", biasanya saya menuliskannya ketika ada waktu duduk ataupun saat berada di bus. Sesampainya pulang ke Indonesia pun saya masih sering me-nggeje ria menulis "kangen Jepang", "goes to Japan 2014" dan beragam tulisan random saya yang tersebar hampir disemua buku kuliah. Tulisan itu seperti membawa semangat tersendiri bagi saya pribadi, seperti ingin mewujudkannya. 
Hanya segelintir kegejean saya...

Sampai pada suatu waktu, saat ada pendaftaran program yang berkaitan dengan program ke Jepang saya usahakan untuk selalu mendaftar, apapun hasilnya. Berhasil semua? TIDAK! Ketika itu saya menghibur diri bahwa Allah akan memberikan kejutan di program lain, hingga akhirnya ada satu program yang saya diterima. Jenesys namanya. Nah, cerita mengenai lika liku Jenesys telah saya upload videonya di tante youtube lagi disini dan disini... 

Di rangkaian Jenesys itu saya lebih gila lagi menulisnya, hampir setiap tempat dan kebanyakan dibuku saku Nihon go kaiwacho saya, random-lah. Saya percaya bahwa suatu hari, Allah akan kabulkan harapan yang saya tulis tersebut. Sebab, ketika 2013 saya meminta dikembalikan ke ke Kumamoto, saya dikembalikan beneran ke Kumamoto 2014. But, sebelum kita merasa sombong kalau tulisan kita dikabulkan, kita harus ingat, kita tidak akan pernah tau doa mana dan doa siapa yang dikabulkan Allah terlebih dahulu, bisa jadi doa orang tua, sahabat, teman atau orang yang tidak kita kenal sekalipun.
Menuliskan harapan di festival Tanabata Jepang 

Saya sangat berharap 2015 kemarin saya bisa ke Jepang lagi, ibaratnya mah nagih janji tulisan 2014. Sayangnya hingga penghujung tahun 2015, saya belum berkesempatan ke Jepang. Padahal saya menulis juga "S2 di Jepang", dan 2015 saya alhamdulillah diterima S2 di dalam negeri. Saya tetap menguatkan diri sendiri, tentunya atas kuasa Allah hati saya tetap terhibur dan percaya, suatu hari saya bisa ke Jepang. 

Alhamdulillah, Desember 2016 kemarin Allah ijinkan saya ke Jepang dengan tanggal keberangkatan hanya beda sehari dengan kesempatan ke Jepang pertama kali 2013. Allahu akbar... Allah kabulkan tulisan saya yang meminta diberikan kesempatan ketiga untuk ke Jepang. Jujur ya, saya speechless menjelang keberangkatan bahkan saat berangkat, karena saat berangkat saya berangkat sendiri dan teman-teman beda jadwal flight-nya. 

Apalagi ditambah dengan kenyataan  bahwa salah satu kalimat saya di naskah "Hachiko dan Penyesalan" dikabulkan. Ya Allah betapa indah rencana-Mu yang Engkau berikan kepadaku... Sungguh, Allah Maha Baik dan kejutannya itu loh...Kalau sudah seperti itu, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? :')
Alhamdulillah bertemu dengan Prof.Ueno dan Hachi..

Setelah saya baca-baca ternyata menurut penelitian Dr. Gail Mattews (2016), 40% kita akan mungkin mencapai goal kita hanya dengan menuliskannya. Mungkin dengan menuliskan mimpi-mimpi kita akan lebih mudah untuk menstimulasi semangat dan juga kita tahu kapan akan diusahakan untuk direalisasikan impian itu, walaupun kita belum tahu rencana Allah. Setidaknya kita berikhtiar dan mentawakalkan hasilnya kepada Allah.
Atas ijin Allah...mengulang kenangan ditempat yang sama...

Terlepas dari itu semua, yang perlu kita ingat kembali adalah, segala sesuatu terjadi atas ijin-Nya, bukan karena kita. Semoga saya pribadi khususnya dan kita semua, tidak terlelap dalam kesombongan bahwa apa yang kita capai atas kita sendiri, padahal sejatinya karena Allah ijinkan itu terjadi. Bukan berarti juga kita tidak berusaha, berusaha itu harus, realisasi atau tidaknya kita serahkan kepada Allah yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. 

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (QS. Al An'am(6):59)

Apapun yang kita terima hari ini semoga kita dapat senantiasa bersyukur dan berbaik sangka kepada Allah. Sayapun masih terus belajar dan terus belajar untuk membuat diri ini selalu berpikir positif. Mohon kita saling mengingatkan ya, agar kelak kita dikumpulkan di Surga-Nya :")

Nah, begitulah sharing  pembuka sebelum saya menceritakan perjalanan ke Jepang saya kemarin, in syaa Allah... Semoga bermanfaat tulisan ini dan membawa kita semakin dekat kepada Allah...
Selamat melanjutkan beraktivitas dan jangan lupa menuliskan mimpimu ^^
***
Puri Fikriyyah - Koridor SIL, 18 Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi


Masih tentangmu, Teknik Pengairan (WRE) UB

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Bagaimana kabarnya hari ini sahabat? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah ya... Menanggapi beberapa pesan melalui media sosial, baik email, WA maupun line ataupun melalui sms yang menanyakan tentang Teknik Pengairan, dan beberapa pertanyaan kurang lebih sama, makanya saya ingin meneruskan beberapa postingan sebelumnya tentang Teknik Pengairan Universitas Brawijaya. 

Sebenarnya sudah ada beberapa tulisan saya tentang WRE sebelum ini. Saya sarankan sebelum ke postingan ini, khususnya bagi adik-adik SMA yang minat ke Teknik Pengairan Universitas Brawijaya, alangkah baiknya membaca postingan saya yang sebelum ini. Minimal membaca tentang "Pendahuluan Teknik Pengairan" , "Teknik Pengairan lagi" dan beberapa ringkasan pertanyaan ada di postingan "FAQ Mahasiswa Baru Teknik Pengairan".

Saya berterima kasih juga kepada tumblr dan twitter "Galau Jurusan", karena salah satunya melalui tulisan saya yang ikut andil nampang disitu, menjadikan beberapa peminat ataupun yang masih membingungkan tentang Teknik Pengairan jadi tergiring mengunjungi blog ini. Suatu kebahagiaan pula bagi saya bisa sharing mengenai jurusan saya ketika menempuh pendidikan S1. Semoga tulisan ini masih bisa memberikan manfaat ya buat sahabat semua ^^

Alhamdulillah, kemarin dapat menanyakan beberapa hal ke Pak Sholichin, selaku ketua jurusan Teknik Pengairan, walaupun saya menghubungi Beliau melalui pesan facebook saat beliau sedang aktif. Saya bersyukur, dosen-dosen WRE sampai sekarang selalu berbaik hati dan sangat welcome untuk berdiskusi. Selain tetap bersilaturahim, perkembangan kita para alumni juga masih dapat terpantau oleh jurusan. Hehe..maafkan jadi curcol...

Nah, langsung saja ya ini beberapa informasi yang saya dapatkan:
*Berapa kuota mahasiswa baru Teknik Pengairan? 
Sejak Pak Sholichin menjabat sebagai ketua jurusan hingga sekarang, kelas yang dibuka di Teknik Pengairan hanya 3 kelas, dengan jumlah mahasiswa perkelas 40 mahasiswa, jadi setiap tahun ajaran baru Teknik Pengairan menerima sekitar 120 mahasiswa. 

*Bagaimana persaingan masuk di Teknik Pengairan?
Semakin ketat, itulah kata Beliau (Pak Sholichin).hehe..sabar sabar...ga boleh menyerah.. Hal itu didasari karena Teknik Pengairan sekarang sudah tersertifikasi AUN-QA...ye...barakallah, alhamdulillah...turut bahagia... Untuk saat ini persaingannya 1:6, namun diprediksi pada pendaftaran mahasiswa baru selanjutnya akan semakin ketat. 
Sertifikat Akreditasi dari BAN-PT... A berturut-turut..alhamdulillah (Sumber : website Teknik Pengairan)

*Emm...AUN-QA itu apa ya?
AUN-QA singkatan dari  ASEAN University Network-Quality Assurance. AUN-QA (AUN-Quality Assurance). AUN-QA bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan pendidikan yang berkualitas tinggi. Menurut referensi, keuntungan bagi perguruan tinggi dan program studi yang terlah tersertifikasi AUN-QA adalah prodi tersebut bisa disejajarkan dengan prodi universitas lain di ASEAN dengan kualitas tinggi. Nah, buat kamu yang ingin tau lebih tentang Teknik Pengairan yang tersertifikasi AUN-QA, coba baca ini ya "Teknik Pengairan, Goes For AUN-QA", "Jurusan Pengairan jadi yang Pertama AUN-QA".
Saat rapat visitasi AUN-QA (Sumber : website FT UB)

*Terus ada info untuk program magisternya ga?
Ada...hehe... Pak Sholichin menyampaikan bahwa program Magister Teknik Pengairan UB sudah membuka program double degree, Universitas yang sudah MoU adalah University of Technology Sidney (UTS), Australia dan Universiti Sains Malaysia (USM). Pak..ingin balik ke WRE Pak...hehe..

*Kak ruang kuliahnya nyaman tidak? Enak tidak lingkungannya?
Nyaman sekali, apalagi Teknik Pengairan punya gedung baru, alhamdulillah. In syaa Allah Malang adalah tempat yang nyaman buat belajar, sekaligus ngangenin, saya saja kangen Malang sampai sekarang.hehe...Fasilitas di Teknik Pengairan in syaa Allah sangat mendukung ide-ide kreatif yang akan kamu lakukan disana. Ini ada foto gedungnya, saya mendapat foto ini dari instagram Pak Dekan FT UB, yang merupakan dosen saya juga di Teknik Pengairan.

*Kalau masuk lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN nilai yang dilihat apa saja ya kak?
Sebenarnya kalau kebijakan ini saya belum tau pastinya bagaimana, tapi kamu bisa memprediksi mata pelajaran yang diperlukan di WRE apa melalui daftar mata kuliah yang saya pelajari di WRE di postingan "FAQ mahasiswa baru"

*Kak saya dari daerah, apa saya bisa masuk Teknik Pengairan?
Bisa banget..semua orang baik dari daerah maupun kota mempunyai kesempatan yang sama untuk masuk ke Pengairan. Jangan patah semangat ya ^^

*Kalau kuliah di WRE susah dapat kerja ga sih?
Saya sudah pernah bahas ini dipostingan sebelumnya, mohon dibaca ya linknya yang tadi saya sampaikan diatas. Tapi kalau boleh berpesan, sebelum kuliah, niatkan semuanya karena Allah. Memang realistis ketika seseorang setelah kuliah ingin kerja di perusahaan yang bagus manajemennya, dan kebanyakan yang dicari adalah sejahtera. Namun, kita lupa kita kuliah orientasinya kerja, jadi lupa kan kalau kita mau belajar dan dapat ilmunya ^^ Kalau boleh jujur saya agak jengkel atau bahkan merasa gimana ya, maaf banget sebelumnya ya, banyak yang tanya kuliah di WRE bagaimana, gaji pertamanya berapa habis lulus, -ya Allah semoga Engkau mengampuniku- saya jadi bertanya tujuan saat ini mau cari ilmunya dulu atau apa, begitu tergiurkah kita tentang dunia. Maaf, mungkin saya saja yang merasa ga nyaman ketika ditanya tentang kuliah tapi ujung-ujungnya gajinya berapa, dan setelah itu diimbali dengan jawaban "kok kecil kak gajinya, saya maunya di  lalalala..". Ya wis kalian tau yang terbaik kan ya :)

Ya, itu yang ingin saya sharingkan sebagai pengalaman. Kalau masalah kerja sebenarnya tidak usah khawatir, asal kita mau berusaha semaksimal mungkin, tidak gengsi asal kerjanya halal, dan tentunya yakin serta percaya bahwa rejeki Allah kepada hamba-Nya itu pasti ada, untuk yang mau berusaha. Kalau di WRE in syaa Allah banyak ladang, bahkan sebelum lulus bisa jadi kamu ditawari kerja, asal kinerjanya juga bagus. Alumni WRE juga banyak tersebar dibeberapa instasi baik instansi pusat hingga daerah yang tersebar di Indonesia, jadi jangan khawatirkan tentang pekerjaan sebelum kamu memulai kuliah. #maaf jika tidak berkenan ya saya hanya ingin sharing pentingnya meluruskan niat, walaupun saya sendiri juga terus memperbaiki niat saya hingga saat ini

Itulah informasi bercampur curcol untuk melanjutkan postingan sebelumnya, apabila dari sahabat atau adik-adik masih kurang jelas atau masih banyak tanda tanya, bisa disampaikan melalui komentar maupun via alamat email, in syaa Allah kalau saya bisa jawab saya jawab, kalau tidak saya akan menanyakan terlebih dahulu ke yang lebih memahami.

Silahkan mungkin ada tambahan informasi dari alumni WRE yang mampir ke blog ini ataupun ada koreksi jika saya salah atau kurang tepat menyampaikan informasi ^^

Semoga bermanfaat dan mari kita luruskan niat ya ^^
***
Koridor AGH Faperta, 17 Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Yuk Bersyukur! (Episode Safari Laboratorium)

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Sudah sangat terbiasa kami (eh saya aja deh :D) menghabiskan malam minggu alias satnight di Laboratorium, ataupun Kampus. Begitupula sabtu malam kemarin (14/01/17). Rutinitas sabtu kemarin adalah pagi dari Jakarta langsung ke tempat latihan panahan di Cibinong, sampai jam 11 siang, kemudian kembali ke Kampus dan harus melewati kemacetan panjang. Alhamdulillah sampai Kampus masih jam 2 siang. 

Saat di Wage (sebutan Laboratorium kami), saya masih mengerjakan sendiri, kemudian WA-lah saya ke Mbak Septi, ngajak nginep di Kampus mengerjakan hal lain, soalnya kalau di Kos ketiduran.hehe..dan ini sudah kesekian kalinya saya menginap di Kampus hanya untuk begadang mengerjakan tugas. Ini fenomena banget, ga tau kenapa kalau di Kos lebih sering ketiduran pas ngerjain, kalau di Kampus tidak seperti itu. Mungkin faktor mindset kalau Kos itu untuk istirahat, yap...mindset dari dulu sejak SMA.hehe...

Alhamdulillah Mbak Septi setuju dan kami numpang di Laboratorium Rudy, teman kami summer course, karena dia juga harus melakukan pengamatan terhadap dedek cendawannya sampai pagi. Tepat, kita lembur bareng. Sekitar setengah 9 malam, Rudy mengajak kami ke Laboratorium AGH terlebih dahulu, ke Laboratorium Nahoko, teman kami di summer course. Nahoko adalah mahasiswa Jepang yang melaksanakan riset S2nya disini. Sesampainya di Laboratorium Nahoko, kami membantu dia memisahkan kulit padi, batang, dan bagian lainnya tumbuhan padi. 
Yuk pisahkan bagian-bagiannya...hehe


Kau sadar kawan, urip iku mung sawang sinawang...hidup itu saling memandang, karena itulah kita terkadang tidak bersyukur terhadap kondisi kita. Malam itu saya tersadar, alhamdulillah ya penelitian saya tidak sebegitunya, pasti saya akan merasa kesepian kalau harus di Laboratorium sampai dini hari, memisahkan sampel sampel, sendiri...eh sebenarnya manusia tidak ada yang sendiri sih, lebih tepatnya tanpa teman kuliah. Nahoko bilang hari sebelumnya dia memisahkan padi hingga jam 3 dini hari tanpa teman di Laboratoriumnya yang berada di Lantai 4. Ya Allah... kuatkan dia...Lemes mendengarnya, gimana ya, walaupun hanya  memisahkan sampel, oven, menimbang itu lumayan capai loh, eh..lebih tepatnya juga bosen, apalagi tidak ada yang di ajak ngobrol.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)
Nahoko dan Daigo, teman kami sejak di summer course


Disitulah saya sangat-sangat bersyukur dengan penelitian sekarang, padahal awal-awalnya saya juga merasa tidak bersyukur dan meng-enteng-kan penelitian orang lain, edisi menghibur diri... Semoga Allah mengampuniku atas khilafku... Pukul setengah 11 alhamdulillah target sampel yang dipisahkan sudah selesai, akhirnya kami bersama-sama keluar Laboratorium. Aku, Mbak Septi dan Rudy mau ke Laboratoriumnya Rudy, Nahoko dan Daigo ke Asrama Internasional, tapi kami satu jalur, akhirnya jalan bersama.

Jurit malam...

Dipertigaan Seafast yang gelap gulita, kami berpisah menjadi 2 arah. Petualanganpun serasa dimulai. Setelah belok didepan Seafast, kami seperti mau jelajah malam.hehe..soalnya kanan kirinya pohon lebat kaya hutan..hihi...Ya sekitar 500 meter-lah. Sesampainya di Laboratorium Rudy, ternyata ada kakak tingkatnya juga sedang menginap, alhamdulillah ramai. Sesampainya disana sayapun langsung bergegas mengeluarkan laptop, kemudian merepair laptop sesuai dengan cerita di "Pentingnya relasi saat laptop tak bisa wifi" . 

Dedek cendawan...



Disela itu, saya dan Mbak Septi ikut-ikutan melihat Rudy yang melakukan pengamatan terhadap cendawannya. Wah, detail sekali, pengukuran morfologi, ekologi dan semacamnya yang saya tidak paham tapi mereka berdua nyambung.hehe... Tantangan lainnya adalah suhu lingkungan yang dingin, karena dedek cendawannya harus disesuaikan suhu lingkungannya. Pengamatan Rudy setiap 4 jam sekali, jadi jam 11 kami mengamati, kemudian nanti lanjut jam 3 dini hari lagi, kemudian pagi harinya lagi dan seterusnya. Ya Allah, betapa tak bersyukurnya aku selama ini yang masih bisa mengerjakan seperti analisa data di Kos, itupun sering ketiduran didepan Laptop, pengamatannya bisa menggunakan sensor yang kita tinggal memantau dan sebagainya....

Satnight kemarin sangat menyadarkanku bahwa setiap manusia akan menghadapi episodenya masing-masing, kita tidak boleh menganggap diri kita yang paling sulit, karena bisa jadi teman kita mengalami hal yang sama atau bahkan lebih sulit keadaannya daripada kita. Alhamdulillah, edisi safari laboratorium kemarin memberikan makna lebih untukku bersyukur. Memang harus direnew terus agar tidak sering mengeluh terhadap apa yang kita jalani. 
Kampus ketika ba'da subuh.... 

“Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur” (QS. Al Baqarah: 152)


Semoga saja kita termasuk orang yang selalu mensyukuri nikmat Allah (ya). Semoga kita dihindarkan dari sifat kufur nikmat dan api neraka..Aamiin.. 

 *** 
Puri Fikriyyah, 16 Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Pentingnya Relasi Saat Laptop Tak Bisa Wifi

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim... 
Kemarin, sabtu (14/01/2017) seharian saya berada di Laboratorium untuk mengerjakan beberapa progres baik tugas UAS maupun penelitian. Seharian pula laptop ini tak terkoneksi dengan internet. Pada awalnya hanya tidak mendeteksi wifi Wageningen, tapi sorenya tandanya berubah bukan hanya tak terkoneksi, tapi ada tanda seperti gambar dibawah ini. 



Sudah bingung sama keadaan dedek Laptop yang sudah 4 tahun menemani ini, akhirnya saya coba pakai troubleshoot problems, tapi nihil, tetap tidak bisa dan munculnya gambar dibawah ini.


Saya sempat hopeless sih, hehe.... soalnya memang sedang butuh untuk mencari salah satu referensi, kalau pakai HP kasihan paket data dan pindah-pindah lagi dari HP ke Laptop. Saya teringat ketika ENJ 2016, ekspedisi di Pulau Harapan, suatu malam, Laptop saya bermasalah dengan wifinya, saat itu Galih dan Mas Fhajar sebagai perantara Allah memperbaiki koneksinya dan alhamdulillah bisa. Akhirnya saya langsung menghubungi Mas Fhajar via line dan menjelaskan apa yang terjadi dengan wifi laptop. Alhamdulillah beberapa saat Mas Fhajar langsung merespon dan memberikan beberapa alternatif, salah satunya di shutdown dulu kemudian dinyalakan kembali, tapi setelah  saya lakukan tidak berpengaruh sama sekali.hehe.. 


Kemudian Mas Fhajar menjelaskan kalau ada masalah diperangkat wifi yang berada didalam laptop, bisa jadi jatuh atau sudah melemah. Akhirnya saya bilang kalau sudah menemani saya 4 tahun, dan saya diberi alternatif pakai cara lain. Caranya klik kanan pada “gambar komputer yang tanda silang (gambar awal)” tadi, kemudian pilih “network connection”, klik “change adapter”. Taraaaa...kosong sodara-sodara... 


Terus sama Mas Fhajar diarahkan lagi, klik “my computer”, klik kanan lalu pilih “properties”, kemudian setelah muncul jendela baru, klik “device manager”. Cari tulisan “network adapter”, ternyata disitu tandanya tanda seru semua.hehe... 


Ya sudah katanya kalau ada tanda seru berarti ada masalah, salah satu jalannya di instal lagi drivernya, bisa jadi yang sekarang tidak stabil. Belum berhenti disitu, kan driver laptop ini ada dirumah, lalu laptop ini slim edition, alias tidak ada tempat VCD. Alhamdulillah ada alternatif lain, kata Mas Fhajar download saja drivernya di mbah google Driver wirelless asus X401U”. 



Malamnya alhamdulillah saya ngungsi di Lab teman, jadi bisa pinjam laptopnya buat download. Alhamdulillah ada beberapa alternatif file download, saya pilih yang "Atheros". Nah ternyata tidak bisa langsung diinstal, maunya di uninstal dulu yang bermasalah tadi.

Setelah uninstal dan saya coba instal kembali alhamdulillah bisa. 



Ya Allah terima kasih, akhirnya tidak jadi membeli wifi adapter yang harganya mulai Rp75.000,- hehe.. kan lumayan bisa buat nabung yang lain.. Terima kasih ya Allah atas perantara bantuan-Mu melalui Mas Fhajar, rekan ENJ 2016. 

So, hikmahnya adalah jaga terus relasimu, dimanapun kamu berada dan kapanpun tetap komunikasi dijaga, berbagai macam relasi dengan background berbeda bisa jadi suatu saat nanti bisa menjadi perantara dari Allah untuk membantu mengatasi salah satu permasalahanmu. Alhamdulillah, atas ijin Allah dan semoga Allah ridho ^^ 

Semoga sharing diatas bermanfaat jika suatu saat nanti kalian ada yang mengalami hal serupa..semoga bermanfaat ^^ 
*** 
Puri Fikriyyah, 15 Januari 2017 
Vita Ayu Kusuma Dewi

Jika Aku Tak Mau Memulai, Lalu Siapa?

| 0
Bismillahirrahirrahmaanirrahiim... 
First story in 2017. *Tarik napas dalam-dalam... Alhamdulillah akhirnya setelah diri ini dibantu Allah melawan ketidakmauan menuliskan di blog, hari ini Allah ijinkan tulisan ini terbit. Saya baru sadar telah lama meninggalkan lapak ini, posting terakhir November 2016. Saya bersyukur juga karena Desember mulai menulis di buku diary, tapi tetap saja harusnya tetap bisa menebarkan cerita (yang semoga) bermanfaat diblog. Sejujurnya, beberapa minggu lalu sudah banyak yang akan diceritakan di diary blog ini, namun selalu terhalang pikiran nanti kebaca ini, itu dan akhirnya tidak jadilah tulisan itu diterbitkan. 

Kemudian sempat melalui proses perenungan lagi, lalu kapan mau memulai menulis diblog lagi, lalu siapa yang akan memulai kalau bukan diri ini, sesuatu banget. Hehe..Setelah beberapa kejadian ketahuan curhat diblog, sedikit mengurasi rasa kebebasan menulis, tapi setelah dipertimbangkan, kalau bermanfaat, kenapa tidak diteruskan. 

Bismillah, ini lembaran baru tanpa melupakan yang lama, dengan semangat baru, niat yang terus diperbaharui dijalan-Nya, dan semoga bisa terus istiqomah minimal program saya one day one story jalan. Mohon doanya ya kawan... Jadi target postingan bermanfaat di Blog ini selama setahun adalah 365 postingan, karena programnya "one day one story" ^^ 

Semoga istiqomah dan menebarkan tulisan - tulisan yang bermanfaat ^^

***
Puri Fikriyyah, 15 Januari 2017 
Vita Ayu Kusuma Dewi