Ayahku Inspirasiku

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Semangat untuk terus mengenyam bangku pendidikan berasal dari Beliau, pria penuh perhatian dan kasih sayang serta ketegasan.

Pendidikan S1 ditempuh sambil berjualan "waluh" dan banyak jalan kaki. Ketika berkeluarga dan memiliki aku dan almh. kakakku, Tifa, beliau baru melanjutkan studinya. Sesekali Ibu memboyongku ke Bandung untuk menyusul Bapak. Itupun juga terkadang diiringi berjualan di Ciwalk. Ibu sengaja tidak bekerja karena tidak dijinkan Bapak. "Cukup tidak cukup biar Bapak saja yang mencari nafkah. Biar Ibu ngurus mbak sama adik di Rumah" kata Bapak.

Sampai sekarang jiwa haus akan pendidikan itu mengalir kepadaku, semoga saja bisa mengikuti jejak langkah Bapak (yang patut ditiru).

Sekarang juga mulai tersadar kenapa waktu bersama Bapak adalah quality time, bahkan sampai diajak ketempat kerja biar banyak waktu bersama. Ternyata memang bekerja di bidang teknik harus pintar membagi waktu untuk keluarga, karena uang dapat dicari tapi keluarga tak akan bisa terganti. Terima kasih telah mengajarkan banyak hal, Pak. :)




***

Green Lawu Residence, 29 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Behind The Story “Gerai Mentari”

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah 14 Agustus 2015 kemarin me-launching online Gerai Mentari. Ini salah satu impian saya sejak kuliah, punya ladang penghasilan sendiri yang bisa dikerjakan di Rumah dan harapannya Gerai Mentari ini jangka panjang hingga nanti berumah tangga. Memang sebenarnya saya fokuskan ketika nanti berumah tangga agar banyak waktu buat keluarga besar. Dulu sejak SMA sudah terbiasa dengan jualan tapi hanya pulsa. Alhamdulillah setelah tiga bulan mencari modal dengan menjadi engineering pemula, akhirnya Allah ijinkan rencana ini terealisasikan..
Terima kasih 15-5 sudah membantu

Berbeda dengan orientasi ketika kuliah, Gerai Mentari ini lebih saya persiapkan. Untuk lebih meluruskan niat, awalnya saya membuat proposal untuk Gerai Mentari ini, mulai latar belakang, tujuan, mekanisme, produk, motto dan juga atas saran sahabat ENJ, saya juga menganalisis SWOT.  Jadi Gerai Mentari ini in syaa Allah saya niatkan hanya untuk mengharap ridho Allah (Semoga Allah selalu membersihkan hati ini dari niat yang tak seharusnya).

Terinspirasi juga dari sahabat saya, Suci, yang ingin membuka sebuah butik ketika nanti sudah berhenti berkarir dibidang engineering. Motivasi ini terkuatkan setelah mengikuti majelis ilmu.

“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al. Baqarah 275)


Ada yang bertanya pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (berkah)”” (HR.Ahmad, Ath.Thobroni, dan Al Hakim)

Mengapa Gerai Mentari? Bukan Vita namanya kalau setiap apa yang dibuat nama bukanlah sebuah doa. Ada "doa" yang terselip  di sela nama "Gerai Mentari", tiada lain untuk mengharap ridho dan keberkahan-Nya.

Mentari sendiri menyisihkan satu ruang tersendiri dalam pikiran saya. Begitu dalam makna Mentari, ini terinspirasi dari tulisan sahabat saya di buku ketika kita SMP, dan juga tulisan seorang blogger yang saya lupa namanya.

Belajar dari mentari
Ia tak henti menyinari bumi, memberi cahaya, member penghidupan
Meski terkadang saat teriknya, orang-orang mengeluh atas keberadaannya
Tapi ia tetap member hangat sinarnya
Mentari mengajarkan kita makna member tanpa mengharap kembali

Belajar dari mentari
Ia memberi sinar
Sinar yang tak pernah membakar dirinya sendiri
Tidak seperti lilin yang berusaha menerangi sekitar
Tapi ia habis terbakar dengan sinarnya sendiri
Dialah mentari, seperti pelita, menyinari tanpa harus mati
Mentari mengajarkan member manfaat tanpa harus merugikan dirinya sendiri

Belajar dari mentari
Ia member semburat warna pelangi dipenghujung hujan
Seakan memberi semangat bahwa harapan itu masih ada

Belajar dari mentari
Ia memantulkan cahaya kepada bulan
Yang kemudian diagung-agungkan para pujangga karena indah cahayanya
Siapa yang tak menyukai cahaya bulan?
Padahal ia hanya pantulan cahaya sang mentari
Mentari mengajarkan keikhlasan menjadi pemain dibalik layar

Belajar dari mentari
Ia mencintai bumi
Tapi ia memahami, jika ia mendekat justru akan menghancurkannya
Mentari mecinta tapi ia memahami
Mentari mengajarkan cara mencintai

Dalam bukan cara Mentari mengajarkan sesuatu kepada kita? Semoga dengan hadirnya Gerai Mentari ini dapat memberi manfaat kepada sekitar ^^

Dalam perjalanan Gerai Mentari ini saya juga lebih mengais ilmu tentang fiqh jual beli, itu juga disarankan dari beberapa kawan yang lebih dulu terjun di dunia niaga, selain agar tidak terjebak riba  juga bisa mengantisipasi hal-hal yang dilarang dalam jual beli.

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memiliki hak khiyar (membatalkan atau  melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka , maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang” (Muttafaqun ‘alaih)

Lalu mengenai produk. Semua produk yang dijual berawal dari sebuah kebutuhan. Misalnya rok celana. Saya merupakan pengguna rok celana hampir 4 tahun ini. Sejak dulu menjadi produk rok celana bagi muslimah khususnya sangat sulit, hanya satu atau dua orang yang membuat. Menurut saya rok celana ini sangat efektif bagi kegiatan outdoor maupun indoor. Dengan desain yang unik dan bisa tetap atraktif, maka saya ingin menjadikan rok celana sebagai produk utama. Untuk saat ini saya bekerjasama dengan El Qirnie Collection, produsen rok celana yang ada di Depok. Levelnya belum distributor, semoga saja nanti bisa mencapai level distributor atau mendirikan produksi sendiri. Aamiin

Saya masih menjadi reseller atau agen dalam beberapa produk dikarenakan saya masih bekerja di konsultan swasta jadi belum bisa full day atau bahkan half day fokus. In syaa Allah kalau sudah di rumah bisa lebih fokus. Aamiin

Untuk khimar dan kaos kaki, ini merupakan tambahan. Produknya bekerjasama dengan Para Muslimah dan Mentari, yang merupakan produsen khimar dan kaos kaki. Alhamdulillah kemarin Gerai Mentari juga membuat produk sendiri berupa khimar segiempat yang lebih tebal dari bahan double hycon. Untuk saat ini masih dalam tahap labeling tapi sudah dipasarkan juga.

Dikerjakan disela aktivitas kantor, alhamdulillah Iffah series

Kemudian yang terakhir, set walimah. Jujur sejujur-jujurnya ini ulah saya sendiri, sebab saya ingin sekali membantu wanita-wanita yang ingin menikah dengan dress yang bisa dijangkau golongan menengah kebawah. Apalagi saya suka membeli kain dan menjahitkannya menjadi kebaya atau dress. Sebenarnya awalnya saya mempersiapkan dress untuk diri saya ketika menikah nanti (aamiin) tapi karena masih dirahasiakan akhirnya saya fokus dulu dengan keluarga sekarang, belajar dan berkarir. Mohon doanya semoga segera dipertemukan dan dihalalkan. Aamiin

Alhamdulillah penjualan hingga hari ini masih lancar dan 14 hari berjalan hampir 20 rok celana sudah sampai ditangan customer yang ada di Bandar Lampung, Jakarta, Semarang dan area Jawa Timur. Alhamdulillah atas ijin Allah dan atas kuasa Allah memberikan rezeki kepada saya. Semoga rok celananya bisa bermanfaat dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Terakhir, saya mohon doanya semoga terus istiqomah dan menghasilkan rezeki yang barakah untuk diri dan keluarga saya. Serta mohon doanya bisa diterima menjadi mahasiswa lagi dan mendapatkan beasiswa lolos  tahun 2015 ini. Aamiin

Silahkan intip Gerai Mentari, mungkin ada yang berminat bisa langsung order ke saya. Terima kasih

IG : https://instagram.com/geraimentari/

***
Green Lawu Residence, 28 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

Inspirasi Sukses dengan Sholat

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Antara bisnis dan sholat. Rasanya siang itu saya tertampar. Keras sekali. Apalagi akhir-akhir ini sangat hectic dengan laporan dan diskusi.

Alhamdulillah 14 Agustus kemarin bisa open Gerai Mentari, salah satu impian yang akhirnya terealisasi. Bacaan yang saya dapat di grup Al Hadiid ini benar-benar tepat disaat saya belajar memulai bisnis. Biarlah semua Allah yang mengatur, tugas kita hanya taat dan beribadah kepada-Nya bukan? :')

Ponorogo, 26 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

***

KIAT SUKSES BISNIS....

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman,yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,"Jadual sholatmu gimana?"

"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.

" Sholat dhuhur jam berapa?"

"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.

"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.

" Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata,"Pantas jadual hidupmu berantakan."

"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.

"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.

"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.

"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.

"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A,"Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok,. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B,"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut,"O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab,"OK Mas, nanti saya sampaikan."

Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah sms masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepada-Nya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.

Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

posted from Bloggeroid

Inspirasi Penemu 4G dari Kediri

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Yang awalnya saya merasa "lelah" akhirnya kembali tergugah dengan cerita di grup Jenesys, jarkom dari salah satu anggota. Semoga bisa menjadi inspirasi sahabat semuanya :')

Ohya, saya sangat ingin menuntut ilmu dibangku kuliah lagi, mohon doanya semoga pengumumannya memberi hasil terbaik ya sahabat :')

Jujur saya pengen sekolah, pengen S2, pengen S3 atau pengen double sekolah lagi. Entahlah, ilmu bagi saya adalah makanan yang enak meski dalam prosesnya terasa ada pahit. Tapi saya baru merasakan manis, manis sekali jika kita mau memahaminya apalagi mengamalkannya :')

Ponorogo, 26 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
***


Prof. Dr. Khoirul Anwar, Pemuda Kediri Penemu Teknologi 4G

Siapa sangka teknologi jaringan 4G yang saat ini menjadi sedang menjadi perbincangan hangat karena kecepatan datanya yang sangat cepat tersebut, ternyata penemunya adalah orang Indonesia. Dia adalah Khoirul Anwar, seorang profesor muda asal Kediri Jawa Timur.

Prof. Dr. Khoirul Anwar, demikian nama lengkap dan gelar yang menempel pada dirinya saat ini. Ia merupakan seorang ilmuwan top di Jepang yang berasal dari Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Khoirul Anwar adalah lulusan cumlaude Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2000. Setelah itu kemudian dia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor di tahun 2008.

Profesor muda kelahiran 1978 itu menemukan metode komunikasi yang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit dalam keterbatasan kanal komunikasi. Ia mengurangi daya transmisi, hasilnya kecepatan data yang dikirim meningkat tajam.

Sistem ini mampu menurunkan energi sampai 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya," demikian diungkapkan sang Profesor Khoirul Anwar. Ternyata penemuan hebat putra dari almarhum Sudjianto dan Siti Patmi ini terinspirasi dari film animasi Dragon Ball, sebuah film animasi dari Jepang yang kerap ia tontonnya sejak remaja.

Ketika Goku (tokoh utama Dragon Ball) akan melayangkan Spirit Ball yang merupakan jurus terdahsyatnya, Goku akan menyerap semua energi makhluk hidup di alam sehingga menghasilkan energi yang luar biasa," katanya. Konsep itu, kemudian dia formulasikan dalam rumus matematika untuk diterapkan pada penelitian oleh Khoirul Anwar.

Jurus Spirit Ball dianalogikan sebagai turbo equalizer yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.

Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Padahal awalnya hal itu dianggap tak mungkin di dunia telekomunikasi," katanya.

Lebih lanjut Khoirul mengatakan bahwa guard interval merupakan sesuatu yang tidak berguna di perangkat penerima. Selain hanya untuk pembatas, mengirimkan power untuk sesuatu yang tidak berguna adalah sia-sia, demikian ucap suami dari Sri Yayu Indriyani.

Metode ala jurus Dragon Ball ini bisa dibilang mampu memecahkan masalah transmisi nirkabel. Apalagi temuan ini bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk di jaringan GSM, CDMA, dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.

Menurut Khoirul, dalam penerapannya metode ini mampu menjawab masalah telekomunikasi di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah itu biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang," katanya.

Tak heran bila temuan ini menghasilkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010 lalu di Taiwan.

Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.

Dengan digunakannya teknologi ini oleh industri, Khoirul berhak mendapatkan royalti. Dan sebagai bentuk penghargaan terhadap orang tuanya, royalti pertamanya dia berikan kepada sang ibu di Kediri.

Awal pendidikan

Ini bukan sukses pertama bagi Khoirul. Pada 2006 lalu, ia juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal Frequency-division Multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier Code Division Multiple Access (MC-CDMA).

Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.

Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya kaget adalah, sistem telekomunikasi 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu.

Namun, Khoirul tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu, demikian diucapkan oleh Khoirul Anwar.

Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada tahun 1990. Sang ibu kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus Sekolah Dasar.

Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi selalu ada jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalnya, ketika dia melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya.

Begitu pula saat ia meneruskan kuliah ITB di Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. "Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi,” kata Khoirul mengenang masa lalunya.

Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang lebih tinggi. Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya meneruskan kuliah S3 dari salah satu perusahaan Jepang.

"Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa," katanya.

Tak pernah lupa Indonesia

Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. "Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri," kata Khoirul.

Di luar kehidupannya sebagai seorang periset atau peneliti, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah keagamaan di Jepang, bahkan kerap dipercaya menjadi khatib saat pelaksanaan Shalat Ied.

Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. "Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia," kata dia.

Selama mengajar kebudayaan Indonesia, ia banyak mendengar berbagai komentar tentang tanah airnya. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk mereka yang sering menghujat, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).

Khoirul Anwar dan Keluarga
Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, Jepang, tak jauh dari tempat kerjanya, bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani, dan tiga putra tercintanya. "Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1,5 tahun," Khoirul menjelaskan.

Anak pertamanya lahir di Yokohama, 1,5 tahun kemudian lahir anak keduanya di Nara, disusul anak ketiganya yang lahir 1,5 tahun setelah anak keduanya lahir. Ia tak sependapat dengan beberapa rekan Jepangnya, yang mengatakan kehadiran keluarga justru akan mengganggu risetnya.

Baginya keluarga banyak memberikan inspirasi dalam menemukan ide-ide baru. "Belakangan ini saya berhasil menemukan teknik baru dan sangat efisien untuk wireless network saat bermain dengan anak-anak," katanya.

Mudah-mudahan dengan mengulas cerita Prof. Dr. Khoirul Anwar, Sang penemu jaringan 4G dari Kediri ini menjadi inspirasi untuk anak muda untuk terus belajar dan berprestasi.


posted from Bloggeroid

FAQ Mahasiswa Baru Teknik Pengairan UB

| 6
Bismillahirrahmaanirrahiim
Mohon maaf sebelumnya khususnya untuk adik-adik Mahasiswa Baru Teknik Pengairan UB yang sejak kemarin-kemarin menghubungi saya, terkait mata kuiah belum bisa saya detailkan melalui pesan singkat. Semoga postingan ini dapat membantu adik-adik sekalian. Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan rangkuman pertanyaan yang diajukan oleh beberapa calon Maba WRE dan beberapa orang tua yang menghubungi saya via telepon, sms maupun email.

1.      Untuk prospek kerjanya lulusan Pengairan bagaimana?
Saya copykan dari postingan tentang WRE sebelumnya ya.

Banyak peluang kerja setelah kuliah WRE.  Analogi sederhananya seperti ini. Di Indonesia ada 30an Provinsi, setiap Provinsi ada Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Provinsi. Asumsikan paling sedikit membutuhkan 30 alumni WRE. Dalam setiap Provinsi pasti memiliki banyak Kabupaten dan setiap Kabupaten ada Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten. Bisa dihitung sendiri kan berapa banyak alumni WRE yang dibutuhkan? Nah, selain di Dinas PU lulusan WRE juga bisa bergabung dengan konsultan atau kontraktor. Selain itu, di Pertambangan juga ada divisi hidrologi, lulusan WRE juga dapat bergabung didalamnya. Masih banyak lagi bidang yang dapat dijadikan lapangan pekerjaan, selama ada usaha dan kemauan, lapangan pekerjaan in syaa Allah dimudahkan.

Ohya, pengalaman kemarin setelah ada kegiatan di BBWS Bengawan Solo saya di ajak senior ke Konsultan Swasta, disana saya langsung ditawari kerja, padahal saya sudah kerja di konsultan juga. Hal ini menandakan kalau memang kebutuhan tenaga Teknik itu banyak, yang penting jangan gengsi untuk memulai karir dari bawah, dari yang lokal. Rejeki itu tergantung bagaimana seseorang mensyukurinya. Semakin bersyukur in syaa Allah semakin ditambah sama Allah.

Alhamdulillah saya lihat teman-teman seangkatan saya yang lulus tahun ini hampir semuanya yang lulus langsung bekerja, ada yang di konsultan swasta, ada juga di BUMN dan ada juga di BBWS. 

Kalau saya ditanya kenapa tidak langsung berkarir di BUMN atau PNS, saya masih punya tujuan lain yang  tidak ingin terikat kontrak. Saling menghormati keputusan saja ya.

2.      Teknik Pengairan itu hampir sama seperti Manajemen Sumber Daya Perairan?
Tidak. Teknik Pengairan itu Fakultas Teknik, Manajemen Sumber Daya Perairan itu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

3.      Tentang pelajarannya, kalau di Teknik Pengairan apa saja yang dipelajari?
Teknik Pengairan mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan, perancangan, pelaksanaan, pengoperasian dan pemeliharaan serta pengembangan dalam kegiatan Sumber Daya Air. Kalau membuka website www.pengairan.ub.ac.id, berikut ini sedikit penjelasannya (dan tambahan kata dari saya):

Perencanaan prasarana dan sarana Sumber Daya Air  misalnya perencanaan pembangkit tenaga listrik, perencanaan sistem jaringan dan bangunan irigasi-drainasi lahan pertanian sawah, lahan kering, dan persawahan pasang surut atau rawa. Selain itu juga ada perencanaan waduk dan perencanaan sistem jaringan dan bangunan drainasi untuk kawasan perkotaan, jalan raya, lapangan terbang dan lapangan golf.

Pengembangan dan pengelolaan Sumber Daya Air misalnya penatagunaan sumber daya air wilayah sungai dalam rangka memanfaatkan daya guna air wilayah sungai, pengendalian daya rusak air, pengendalian dampak lingkungan dan konservasi lahan suatu daerah aliran sungai (DAS) serta pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG).

Nah kalau detail mata kuliahnya bisa dilihat di buku pedoman karena bisa jadi tahun ini ada pengurangan, penambahan atau penggabungan mata kuliah. Kalau selama saya kuliah 2011-2015 kemarin ini yang saya ambil mata kuliahnya.

4.      Tugas gambarnya apa banyak?
Namanya juga Teknik, gambar adalah nyawa utama, tanpa gambar akan susah memberikan gambaran apa yang di maksud. Hehe.. Tergantung dosen, tapi tugas besar semester 1 ada MKBA atau Menggambar Konstruksi Bangunan Air.

5.      Tugasnya banyak ya kak di Kuliah?
Sekali lagi tergantung dosennya dan tergantung bagaimana adik-adik menghadapinya. Standartnya anak teknik kok tugasnya.

6.      Kak aku diterima di Teknik Pengairan, tapi aku merasa bukan passionku?
Lah..mendaftar kemarin kenapa? Ingat lo banyak orang yang menginginkan kuliah di Pengairan tapi tidak diterima. Kamu harus mensyukuri itu. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu.. Ingat itu kan? Lihat videoku mungkin kamu akan berubah pikiran. Motivasi Salah Jurusan- Teknik Pengairan

7.      Kak aku suka kegiatan basket, ada wadah ga nanti di Teknik?
Ada. Ada lembaga otonom dan membawahi lembaga semi otonom salah satunya bidang minat bakat. Atau kamu bisa bergabung di UKM Universitas.

8.      Ospeknya 1 semesterkah Kak?
Tergantung panitia penyelenggara. Kalau pengalaman saya tiap sabtu hampir ada PK2 Fakultas dan Jurusan, secara bergantian selama satu semester. Tidak usah takut pelaksanaannya selalu ada pemberitahuan sebelumnya kok. Bahkan semakin kesini, semakin berkurang jumlah pertemuan PK2nya. Pesan saya, nikmati saja dan rasakan sendiri, jangan terpengaruh omongan orang sebelum kalian menjalaninya sendiri.

9.      Selama ospek harus pakai kemejakah kak?
Kemeja adalah pakaian yang menghormati dirimu sendiri Dek, PK2 biasanya memakai pakaian rapi, serapinya anak Teknik yang ga ribet. Kalian enak loh beneran, ga disuruh buat topi kertas kek atau apapun. Setiap fakultas PK2nya disesuaikan dengan keseharian dan aktivitas selama kuliah dan pekerjaan.

Seingat saya itu yang sering ditanyakan, jika ada pertanyaan lain bisa dipos di komentar postingan ini ya. Mohon maaf sekali jika saya slow respon atau bahkan ada yang lupa belum terbalas. Untuk yang menanyakan Kos di Malang mohon maaf sekali untuk saat ini saya tidak di Malang dan minim informasi Kos di Malang. Terima kasih atas pengertiaannya. Semangat adik-adikku, pesanku niatkan semua untuk menuntut ilmu karena Allah Ta’ala, urusan pekerjaan sudah Allah atur jika kita berusaha, berdoa dan yakin pada-Nya.

Ohya tolong dipahami buku pedoman yang diberikan ya. Jangan sampai salah langkah.

[Update 28 Agustus 2015]
Alhamdulillah ada respon baik sms maupun medsos. Maafkan kalau jawaban saya kurang memuaskan. Yang ditanya terkadang tidak lebih tahu dari yang menanyakan.

***
100 M dari Saluran Intake, 17 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

Antara Temayang dan Perjalanan

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Anak Lapangan. Fix, hari ini full day jadi anak lapangan. Yang sebelumnya cuma tahu batas DAS yang digunakan untuk proyek waduk pacal, debat gara-gara letak stasiun hujan yang antara koordinat dan kenyataan lapangan ga sesuai, dan banyak kenyataan lain yang berbeda dengan sket gambar pekerjaan.

Suatu kesempatan yang indah dan berharga dari Allah bisa turun lapangan, ga hanya merencanakan didepan komputer yang membuatku semakin "nyeri" dengan kesehatanku sendiri. Pagi tadi, 5 Agustus 2015, berangkat dari kantor pakai mobil kantor. Perjalanannya asyik karena memang aku suka perjalanan.

Ditengah perjalanan, disekitar Waduk Pacal, kami berhenti. Menikmati nasi diatas godong jati dan rerimbunan pohon, dengan harga sangat murah pula, padahal ikan dalam porsi besar (untukku).

Seneng banget bisa ketemu nasi jagung. Jarang-jarang sih makan nasi jagung, prosesnya itu loh butuh perjuangan dan kesabaran banget.



Dan..warung ini sepertinya terkenal meski sederhana. Beberapa "petinggi", kontraktor x dengan kartu pengenal didadanya juga mampir kesini.




Setelah itu ke Kantor Kecamatan Temayang. Menemui Camat dan menyerahkan bahan PKM 1 atau Pertemuan Masyarakat. Kemudian ke BAPPEDA dan keliling Dinas, mulai UPT PSAWS Bengawan Solo, Bina Marga, Pengairan, BLH, dll.

Ada satu garis besar yang kudapat hari ini. Bahwa teknik tanpa sosial bagai sayur sop tak ada kaldu dan sayuran. Hambar banget.

Sepintar-pintarnya anak teknik tanpa kemampuan komunikasi ke masyarakat, sudahlah mati dimasyarakat. Itulah sebabnya kenapa di pekerjaan teknik kita tidak bisa sendiri, kita butuh orang sosial, kita butuh community development, butuh orang yang "bisa menyampaikan kepekaan dan kepahaman secara sopan" bukan hanya menuntut kebenaran pendapatnya.

Self talk banget hari ini, skill komunikasi dan bahasa daerah perlu lebih ditajamkan. Terutama menghadapi masyarakat yang keras, sebab jika kita hadapi juga dengan keras maka musnahlah proyek yang akan kita bangun, alias tidak ada kesepahaman dan titik temu.

Dan sekarang masih akan keliling Kabupaten Bojonegoro, mencari mutiara-mutiara hikmah tersembunyi. :)

Diantara semua hikmah itu ada satu pesan tersirat saat melewati hutan jati Temayam....



....Langit Temayang berpesan, jangan sampai keikhlasan berguguran dan hilang kesabaran, hingga pertemuan diwaktu yang telah ditentukan datang...

***
Dander, 5 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

44 Jam, 3 Kota, Banyak Cerita

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
1 Agustus 2015. Seperti yang telah diceritakan dalam postingan sebelum ini, seorang bus mania kembali berulah. Siapa lagi kalau bukan aku? Hehe

Ya, sabtu siang kumulai langkahku dari Kota Reog, Ponorogo, sekitar ba'da dzuhur. Rencana awal perjalananku sabtu-minggu itu hanya ke Surabaya dan Malang. Tapi kenyataannya berubah, karena kangen banget sama keluarga :'D

Perjalanan ke Surabaya memiliki misi menimba ilmu kelanjutan ekspedisi kemarin, ke Malang silaturahim sekalian ambil barang kos yang tidak habis-habis, padahal sudah diangkut berkali-kali, dan ke Ngawi melepas kangen, dan semua itu harus kuselesaikan sebelum tanggal 3 Agustus 2015 atau hari ini pukul 07.30 WIB, karena masuk kerja.

Banyak yang tanya, "lo ga capek Vit?", "gitu ga remuk dibadan?" atau pertanyaan lainnya, alhamdulillah sejauh ini Allah masih memberikan nikmat kesehatan kepadaku dan diperjalanan bisa sambil istirahat. Nah ada satu pertanyaan yang beda "kamu ga takut a sendirian gitu?", paling pol aku cuma jawab, "ga sendirian kok kan ada penumpang lain sebagai teman, ada Allah yang melindungi kita". Sejujur-jujurnya ya tidak terlalu takut, tapi setidak-khawatir-takutnya cewek, tau lah ya pada suatu titik dia juga ingin dilindungi. So far, setiap perjalana selama orang tua mengizinkan dan yakin pertolongan Allah, tidak ada yang menakutkan, yang terpenting tetap hati-hati dan selalu mengingat-Nya :')

Perjalanan Ponorogo-Surabaya kurang lebih memakan waktu 6 jam kemarin, padahal biasanya ga sampe 5 jam, atau paling mentok 5 jam. Ya, karena ada sesuatu dan busnya pun sudah berusaha lewat jalan tembus (jadi kenangan). Alhamdulillah meski sopirnya agak ngebut pakai acara nerobos kemacetan 3 km, hampir nabrak beberapa kali, dan kejadian lain, akhirnya sekitar jam 6 sampai juga di Surabaya.

Setelah ketemu Bu Titiek, Mas Yoyon, jalanlah kita ke Cafe Mbah Cokro, ngobrol banyak sampai kadang keluar topik. Tapi bener deh, banyak banget yang didapat sampai bingung harus mengungkapkan darimananya.

Ditengah obrolan aku gagal fokus sama gelang prusik yang dipakai Mbak Adis, sepertinya kenal.



Itulah gelang kekeluargaan Karamian. Ah...kangen euy... Setelah diskusi dan saling share satu sama lain kita berpisah, tapi aku dan bu Titiek mampir ke Hostel dahulu, nganter tamu menginap di Hostel kesayangan turis, Da Rifi.

Di Hostel masih sempat ngobrol dan cerita dikit sama ibu, aku juga sempat numpang buat ke atas sejenak sampai akhirnya aku dan bu Titiek pulang ke Rumah beliau. Jam 11 malam kiranya kami sampai Rumah bu Titiek setelah menerobos keramaian Surabaya di malam ahad.

Sepanjang perjalanan kami banyak cerita, ya tentang apapun, mulai dari sesuatu hingga mobil. Bu Titiek tetap fokus pada kemudinya padahal aku banyak cerita, Terima kasih Bu sudah mau mendengarkan.



Sampai setengah 1 kiranya aku masih kontak dengan Mbak Nurul, masih dengan topik sepatu buat nanjak, sampai akhirnya aku ijin istirahat takut tidak bisa bangun pagi di rumah orang. Alhamdulillah sebelum jam 4 sudah bangun lagi dan tidak bisa tidur lagi, akhirnya mandi Subuh sambil menunggu aktivitas Bu Titiek. Pagi itu aku ikut bu Titiek belanja dan menemani bu Titiek masak sambil menulis resume kegiatan.

Nah, pagi itu setelah sarapan dan aktivitas lainnya, pukul 8 pagi bu Titiek mengantar ke Bungurasih. *Maaf bu saya merepotkan ibu*

Suasana Surabaya masih tampak lengang tapi terminal sudah banyak penumpang. Terminal Surabaya semakin ruwet karena proses pembangunannya yang belum selesai. Lebih tepatnya renovasi. Kemudian aku memilih bus jurusan Malang.

Kangen banget sama Malang, waktu sampai Malang, kaget sih, jalan kearah Kos sudah di paving setelah sebelumnya di aspal, dibeton lalu sekarang di paving. Alhamdulillah lebih baik. Kos an sepi sekali, alias ga ada orang, cuma ketemu Mbak Desy didepan gerbang mau foto ijazah.

Istirahat sejenak, ingat Mbak Lintang keluar, Mbak Alfi mungkin belum di Malang, akhirnya ke Kampus. Walaupun ternyata pas mau pulang baru tahu Mbak Lintang keluar ga sampai sore, Mbak Alfi sudah di Malang. Ya.. tahu gitu..

Ohya, Barakallah fii umrik buat Mbak Lintang, sahabatku terawet, terbaik, tergeje, dll. semoga yang terbaik untukmu dalam segala urusan, bentar lagi toganya berpindah, semoga segera disahkan sama anak gunung atau yang lain yang terbaik, semoga dilancarkan rejekinya, terus banyak ngajak aku main kemana-kemana, terpenting selalu sehat dan diridhoi-Nya :')



Kemudian ketemu dedek Fallan di FTP kemudian ke GOR ketemu teman-teman yang ikut POMDA. Suasana bergemuruh du GOR dan Mbak Eca menghampiri kami. Alhamdulillah dapat ilmu tentang karate disini.



Terjadilah pembicaraan dan Bang Chun datang, ketua INKAI UB. Seneng kenal mereka, ga ikut kegiatan tapi bisa nambah teman soalnya dikenalin lagi sama teman-temannya. Nah setelah itu kuliner didepan GOR sama dedek dan Mbak Eca, Bang Chun lagi ga bisa diganggu karena temannya ada yang vertigo.

Lihat karate ini jadi envy sama cewek-ceweknya, strong banget sist. Apalagi pas komite, duh..duh..beneran deh pengen. Mbak Eca salah satunya. Lagi-lagi dunia itu sempit atau ukhuwah kita yang luas, Mbak Eca adalah temannya temanku SMP, dan temannya Ijal adalah temannya Mbak Eca juga.



Waktu lihat temannya Mbak Eca jatuh saat tendangan pertama rasanya ngeri, tapi tak pantang menyerah tetap tanding lagi. Ada juga yang nangis gara-gara kalah, ada yang mental juara, dll. Siang itu aku belajar banyak hal dari olahraga dari Jepang ini.

Sampai ashar ternyata tidak sengaja Ijal datang, lalu Wakhid dan akhirnya kita berulah.



Setelah itu kita ngobrol sejenak lalu sharing di CL. Wah..kalau obrolan ini sudah tak teratur sampai masalah nikah juga euy --''

Magrib menandakan kita harus berpisah, soalnya aku juga harus melanjutkan perjalanan. Sebelum pulang kuperhatikan lagi UB, tambah keren ada papan penunjuk jalan yang berkelas. Alhamdulillah pernah menimba ilmu disini, pernah merasakan sudut kegiatan mahasiswa, dan pernah bermimpi lanjut S2 disini :')

Kembali ke Kos hebring sama Viola, Wahyu, Mbak Desy. Biasa saling cerita sebelum aku balik, sambik aku beres-beres buku yang masih 1 kotak dan 1 tas besar, kenapa barangku banyak banget di Malang?

Akhirnya setengah 8 malam, ditengah kemacetan Malang, aku bergegas balik. Thanks juga buat pemilik toko (Mbak Lintang, Suci, Alfi) hadiahnya dan baru tadi malam bisa menemukan suratnya, aku kira dulu ga ad suratnya ternyata ada.




Thanks juga buat adik kesayangan, Mita yang sudah ngasih aku pisau lipat dan dream catcher yang pas banget buat aku yang butuh pisau selengkap itu {}, eh iya requestku belum lo ya, yang sepaket :D

Selama perjalanan ke Ngawi kugunakan buat istirahat karena pagi harus naik motor ke Ponorogo.

3 Agustus 2015, pukul 02.00 kiranya aku sampai rumah. Sepanjang perjalanan kaget banyak terop ditetangga, ada yang menikah, ada yang hajatan lain. Ketemu Ibu, sungkem dan adik masih tidur, serta 3 kucing yang tidur nyenyak juga.

Aku ke Kamarku dan menikmati warna pink kemudian memotret hasil rontgen untuk dikirimkan dan aku tertidur dengan sendirinya. Alhamdulillah ketemu Ibu sama Adik {}

Pukul setengah 6 pagi, aku bergegas pakai masker, sarung tangan, ala touring dan berangkat sambil dikasih bekal makan, serta pisang. You know me so well Mom :')

Jam 7.20 kiranya alhamdulillah sudah sampai Kantor di Ponorogo kembali.



Terima kasih ya Allah, Engkau ijinkan aku berjalan untuk belajar dari sebuah perjalanan.

Dan mungkin masih ada yang terlewat untuk diceritakan :')

Ya..kiranya kita harus meluangkan waktu. Suatu saat nanti semua akan tahu kenapa sekarang aku suka perjalanan, agar nanti aku bisa mengarahkan dan mengajarkan kepada generasiku, agar mereka bisa lebih bersyukur dengan melihat ke bawah dan terus bersemangat dengan melihat keatas. Semua itu terangkum dalam perjalanan.

***
GRL, 3 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Menjemput Ilmu di Kota Pahlawan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dimanapun kita berpijak itulah tempat kita belajar dan mengajar. Perjalanan untuk sebuah pertemuan yang banyak pelajaran meskipun hanya dua-jam bertatapan.

1 Agustus 2015. Kantor masih disibukkan dengan agenda laporan yang terus mengalir, efeknya sabtupun masuk setengah hari. Disisi lain ada agenda meet up kawan-kawan anak Negeri di Surabaya. Dalam rangka menimba ilmu dari seorang sahabat -yang belum pernah ketemu tapi akrab- dari Yogyakarta, lebih tepatnya dari Tim Semarang.

Alhamdulillah jam 12 kegiatan kantor usai - setelah ditanya aku ada acara atau tidak dan Bapaknya mau nonton SyTD-. Aku bergegas packing dan Mbak Onet memberikan tumpangan ke Madiun.

Dalam perjalanan aku banyak menimba ilmu, ilmu keberanian dan kepedulian sopir, ilmu kesabaran akibat macet -jalan steril untuk RI 1-, dan masih banyak pelajaran lain.

Dan hari itu perjalanan benar-benar tak terduga. Macet total di area Mojokerto. Bahkan si abang dari Jogja yang notabene 1 jam lebih awal justru sampainya telat 1 jam dan jauh dari perkiraan.

Alhamdulillah sampai di Bungurasih dijemput Bu Titik. Beribu-ribu syukur Allah memberikan saudara dimana-mana. Menyesal sekali karena acara telat 3 jam dari yang seharusnya :'(





Di Cafe Mbah Cokro (lebih tepatnya angkringan citarasa cafe), kami banyak menimba ilmu dari Abang Y. Segala macam terutama kesolidan tim, membangun relasi, funding, dll. Meski hanya 2 jam bertemu padahal perjalanan 5-6 jam bagi aku berharga banget.

Apalagi sharing terkait relawan, kagum banget sama rekan-rekan relawan yang benar-benar yakin sama Allah kalau kita membantu orang lain in syaa Allah, Allah akan membantu kita. Juga dengan rekan-rekan lain yang totalitas membangun Bangsa.

Jadi ingat sebuah ungkapan "orang hebat selalu menemukan caranya untuk bersama orang hebat lainnya" - meski aku dalam proses menjadi seperti itu.

So, jangan sesali adanya pertemuan karena selain kekeluargaan kita juga akan mendapatkan keberkahan dan kebermanfaatan :')
***
Sidoarjo, 2 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

posted from Bloggeroid