Antara Temayang dan Perjalanan

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Anak Lapangan. Fix, hari ini full day jadi anak lapangan. Yang sebelumnya cuma tahu batas DAS yang digunakan untuk proyek waduk pacal, debat gara-gara letak stasiun hujan yang antara koordinat dan kenyataan lapangan ga sesuai, dan banyak kenyataan lain yang berbeda dengan sket gambar pekerjaan.

Suatu kesempatan yang indah dan berharga dari Allah bisa turun lapangan, ga hanya merencanakan didepan komputer yang membuatku semakin "nyeri" dengan kesehatanku sendiri. Pagi tadi, 5 Agustus 2015, berangkat dari kantor pakai mobil kantor. Perjalanannya asyik karena memang aku suka perjalanan.

Ditengah perjalanan, disekitar Waduk Pacal, kami berhenti. Menikmati nasi diatas godong jati dan rerimbunan pohon, dengan harga sangat murah pula, padahal ikan dalam porsi besar (untukku).

Seneng banget bisa ketemu nasi jagung. Jarang-jarang sih makan nasi jagung, prosesnya itu loh butuh perjuangan dan kesabaran banget.



Dan..warung ini sepertinya terkenal meski sederhana. Beberapa "petinggi", kontraktor x dengan kartu pengenal didadanya juga mampir kesini.




Setelah itu ke Kantor Kecamatan Temayang. Menemui Camat dan menyerahkan bahan PKM 1 atau Pertemuan Masyarakat. Kemudian ke BAPPEDA dan keliling Dinas, mulai UPT PSAWS Bengawan Solo, Bina Marga, Pengairan, BLH, dll.

Ada satu garis besar yang kudapat hari ini. Bahwa teknik tanpa sosial bagai sayur sop tak ada kaldu dan sayuran. Hambar banget.

Sepintar-pintarnya anak teknik tanpa kemampuan komunikasi ke masyarakat, sudahlah mati dimasyarakat. Itulah sebabnya kenapa di pekerjaan teknik kita tidak bisa sendiri, kita butuh orang sosial, kita butuh community development, butuh orang yang "bisa menyampaikan kepekaan dan kepahaman secara sopan" bukan hanya menuntut kebenaran pendapatnya.

Self talk banget hari ini, skill komunikasi dan bahasa daerah perlu lebih ditajamkan. Terutama menghadapi masyarakat yang keras, sebab jika kita hadapi juga dengan keras maka musnahlah proyek yang akan kita bangun, alias tidak ada kesepahaman dan titik temu.

Dan sekarang masih akan keliling Kabupaten Bojonegoro, mencari mutiara-mutiara hikmah tersembunyi. :)

Diantara semua hikmah itu ada satu pesan tersirat saat melewati hutan jati Temayam....



....Langit Temayang berpesan, jangan sampai keikhlasan berguguran dan hilang kesabaran, hingga pertemuan diwaktu yang telah ditentukan datang...

***
Dander, 5 Agustus 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid
share on facebook

4 comments:

Endah Rusiana said...

Harusnya mampir sekalian ke Kedung Maor sist. . . Bagus lohh viewnya :D

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Hehe iya sist belum sempat mampir...semoga nanti bisa mampir mbak..aamiin :)

Endah Rusiana said...

aamiin mbak vee. . kalo k bjn lagi kabar2. . kalo perlu mampir kerumahh :)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

in syaa Allah mbak :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^