Permohonan Maaf dari Hati

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita 
Tidak pula dapat selalu memahami gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita
Janganlah selalu mengharapkan orang lain harus mengerti akan perasaanmu
Walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri
 Karena perasaan adalah bahasa hati yang dapat berubah di setiap waktu
 Hari ini ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu 
Mungkin esok ia adalah orang yang paling tidak memahamimu 
Janganlah memaksa kar'na saudaramu juga hanyalah seorang manusia biasa
 Cukuplah hanya Allah tempat mencurahkan segala isi yang ada di hati kita dan menumpahkan segala perasaan yang ada di jiwa 
 Tidak semua manusia mengerti segala perasaan yang ada di hati kita 
(Bahasa Jiwa - Maidany)

Saya meminta maaf kepada semua teman-teman yang dalam minggu ini atau beberapa hari ini merasa tidak nyaman dengan kehadiran saya. Maaf atas segala tingkah atau salah ucap yang secara tidak sengaja menyakiti, atau mungkin yang saya maksudkan bercanda justru melukai kawan semua. Terima kasih atas perhatian kalian mau mengingatkanku kalau dalam minggu ini sepertinya ucapan saya banyak yang "high" atau memancing emosi kawan-kawan meskipun saya mengucapkannya dengan santai dan sebenarnya saya tidak ada niatan apapun, apalagi membuat kesal kawan-kawan.
 
Sekali lagi terima kasih atas pengertiannya. Terima kasih kepada sahabat karib saya, yang mungkin mengerti sifat saya, kepada keluarga, kakak, adik atau siapapun yang sering saya berbagi cerita dengannya, saya memohon maaf apabila saya banyak salah. Mohon dimaafkan ya, karena kesalahan ini nantinya akan berdampak kepada saya jika berlarut. Terima kasih kepada orang-orang yang mau mendengarkan saya, saya harap ini bukan akhir kita saling berbagi dan bercerita. Saya masih banyak salah, mohon diingatkan jika khilaf.

Pun kepada anggota-anggota dan kawan-kawan organisasi, saya tidak akan menggunakan banyaknya agenda sebagai alasan, namun karena saya saja yang terlalu rakus untuk minat mengikuti semua kegiatan hingga saya melupakan bahwa manajemen waktu dan emosi saya juga belum bisa maksimal dan masih belum bisa memanajemen dengan baik. Saya akan berlaku adil, insya Allah. Sekali lagi saya memohon maaf kepada semua yang pernah saya sakiti secara sengaja ataupun tidak. 

Terima kasih, salam cinta dari seseorang yang masih belajar memahami lingkungan dan memanajemen diri....

GBT, 17 April 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Anak Tiri

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sore itu, kami memang penasaran dengan berkas-berkas kami. Ya, aku dan dua sahabatku yang menuruti rasa ingin tahu dan mencoba selama masih berstatus mahasiswa. Akupun memberanikan diri bertanya kepada pihak tempat mengumpulkan berkas-berkas untuk suatu perlombaan. Ternyata, berkas kami hanya ditumpuk tanpa ada proses seleksi.

Bagaimana rasanya kalah sebelum berperang? Ya, mungkin hanya sakit yang mendalam. Tanpa ada pemberitahuan, berkas kami disia-siakan. Bukan regenerasi yang diharapkan namun hanya berorientasi pada kemenangan. Setidaknya, kami telah mengetahui kegagalan kami. Tepatnya bukan gagal, tapi memang tidak diharapkan. 

*Ada pelajaran berharga yang kami ambil disini, ketika sesuatu yang kita harapkan berbalik dari kenyataan, kita masih memiliki Allah, dan Allah itu lebih dari cukup. Kepada Allah kami meminta pertolongan dan hanya kepada Allahlah kami berharap sesuatu ^^ Thank you... Alhamdulillah Allah masih senantiasa memberikan kami kekuatan di lingkungan keras ini....



Gazebo Mojolama, 15 April 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

“Move ON” : Seleksi Seru PPAN 2014 Jawa Timur

| 6
Bismillahirrahmaanirrahiim
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia, berlarilah, tanpa lelah, sampai engkau meraihnya…………..

Desember lalu, saat terakhir di bus menuju Fukuoka Airport  terselip doa sambil memandang keluar jendela. “Ya Rabb ijinkanlah aku kembali untuk belajar disini, ridhoilah aku untuk kembali menapakkan kaki disini, entah sendiri atau bersama keluargaku nanti”. Ya, satu keyakinan yang membuatku semakin terbayang ingin kembali kesana, entah bagaimanapun caranya. Selain itu sebuah prinsip bahwa semua memiliki pertanggungjawaban, termasuk sebuah mimpi, membuatku semakin menjadi-jadi untuk mencoba setiap kesempatan yang Allah tunjukkan.
Sebenarnya semua adalah pilihan, tergantung mau mencobanya atau membiarkannya begitu saja, namun karena dasarnya aku tipe orang yang sering “geje” dan “move ON”, akhirnya setiap kesempatan yang memang memungkinkan dan bisa diusahakan, diikuti meski protes satu persatu menghampiri. Satu kebingungan adalah antara “menuruti keinginan orang tua segera lulus” atau “menunda kelulusan untuk kelulusan yang lain”.
 *
Beberapa minggu yang lalu menerima pengumuman yang sudah menjamur di beberapa wall kawan-kawan mengenai adanya seleksi PPAN 2014 Jawa Timur. PPAN adalah Pertukaran Pemuda Antar Negara yang merupakan salah satu program dari Kemenpora. Di Jawa Timur sendiri ada Dispora dan PCMI (Purna Caraka Muda Indonesia) yang menyelenggarakan seleksi PPAN. PPAN 2014  menawarkan beberapa program diantaranya Indonesia – Canada Youth Exchange Program, Indonesia – Australia Youth Exchange Program, Ship for South-East Asian Youth Program (SSEAYP) ASEAN Japan, Indonesia - Korea Youth Exchange Program, Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program, dan Indonesia-China Youth Exchange Program.



Well, tanpa pikir panjang melihat kata “Japan”, rasanya tak mau melewatkan salah satu kesempatan ini. Aku yakin Allah itu akan memberi banyak jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpi, tergantung mau apa tidak buat mengambilnya. Segera kutelusuri apa saja persiapannya dan akhirnya berusaha melengkapi persyaratan dan penugasan serta mengirimkannya ke Dispora Jawa Timur sebelum tanggal 9 April 2014. Alhamdulillah dimudahkan Allah dalam  pengurusan surat keterangan dari Himpunan, surat rekomendasi dari Jurusan melalui Bu Emma dan Pak Nur, serta surat rekomendasi dari Bu Lily dan Pak Very.

Nah, malam itu tanggal 10 April 2014, aku dihubungi salah satu kakak tingkat sekaligus pernah menjadi salah satu juri yang mewawancarai pada salah satu event di Ngawi, Kak Sebbhie, intinya aku lolos seleksi administrasi PPAN 2014, yang artinya sabtu (hari ini) harus mengikuti seleksi tulis dan wawancara yang telah diagendakan. Kak Sebbhie juga salah satu peserta dan beliau melihat pengumuman pada malam itu. Malam itu juga sempat bingung, ambil atau tidak, dilain sisi aku ada agenda VL adventure, dilain sisi lagi yang diambil perprogram hanya 1 orang, galau tingkat dewa mungkin. Dasar hati yang tidak mau diajak kompromi, pasti mengompori untuk lanjut, apapun itu hasilnya. Lebih baik kalah terhormat dengan mengikuti seleksi daripada kalah sebelum mencoba. Katanya sih kebanyakan orang sudah gagal sebelum mencoba. At least, apapun hasilnya sudah dicoba dengan ikhtiar dan diiringi doa.
*
Esok harinya, pagi sampai siang, terbaring gara-gara reaksi obat dari dokter yang seharusnya mengurangi sakit justru mendapat penolakan dari tubuh, drop. Alhamdulillahnya habis jum’atan ada praktikum beton, ada amunisi kembali untuk sehat. Setelah meminta pertimbangan akhirnya aku memutuskan lanjut dan mengkonfirmasi kehadiran kepada panitia. Siang itu pula pinjam kemeja, pantofel, persiapan peralatan dan penugasan nametag meskipun realisasinya malam hari karena siang masih ada agenda. Insya Allah di permudah jika memang jalannya. 
*
Malamnya memang berniat tidak tidur karena rencana akan bertolak dari Malang jam 3 pagi diantar Dek Reni ke Terminal Arjosari. Alhamdulillah juga ada teman begadang. Pada kesempatan ini serba Alhamdulillah ada temen-temen WRE dan kepanitiaan TIMTI yang memberikan semangatnya, kak Yandhi, teman PPNO 2011 yang juga delegasi exchange Indonesia-Kanada mewakili Kalsel yang memberikan tips, kawan Pertinas yang membantu memberi petunjuk arah ke Lokasi seleksi sehingga tidak telat, ada yang membantu seperti kemeja, pantofel, Dek Reni, Dek Winda, ada Yunus yang juga menawarkan bantuannya, ada kakak dan teman-teman kemuslimahan yang tetap mengingatkan bagaimana “berhijab”. Tentunya sms semangat serangan fajar dari Bapak, Ibu, Adik dan sahabat perjalanan di Kampus, Mbak Lintang yang mentransfer energi positifnya. Ya Allah, rasanya memang tak pantas aku mengeluh.

“Terkadang manusia merasa sendiri padahal Allah sedang bersamanya, dan jika semua menghilang, Allah itu lebih dari cukup”
*
Pukul 06.15 WIB kiranya aku sudah sampai di Kantor Dispora, ternyata sudah ramai meski agenda di mulai pukul 07.00 WIB. Luar biasa, pemuda Jawa Timur ini. Seleksi yang pertama kali dihadapi adalah seleksi mental karena kita akan melihat peserta lain yang lebih WOW banget  daripada kita. Tapi ini bukan alasan untuk menyerah, sebab setiap manusia diciptakan berbeda-beda dengan segala keunikannya yang tidak akan pernah sama. Bismillah, masuk dan langsung saling menyapa dengan peserta lain. Ya, satu persatu datang, aku, mbak Lina, mbak Bona, Dinda malah sudah sharing tentang kuliah masing-masing. Ya, ketemu anak Teknik disini, berasa ketemu teman seperjuangan ditengah gemblengan Teknik.

Setelah registrasi kami langsung memasuki Aula tempat seleksi. Dari pertama masuk nih auranya sudah beda, energi-energinya menyebar memenuhi ruangan, semua energi positif saling menghampiri, seru. Lalu kakak-kakak panitia dan alumni dengan tampilan berwibawa dengan seragamnya, mengajarkan kami tentang duduk. Berasa kelas kepribadian. Yup, sebagai calon delegasi duduk kami harus lebih rapih, “duduk siap” begitu sebutannya. Duduk yang benar-benar tegak tanpa menyandar, dengan posisi kaki dan tangan yang telah ditentukan, dengan tatapan elang menembus cakrawala didepan mata, menatap cita-cita yang tiada habisnya, wuih. Mantab Bro! Satu ilmu sebelum menghadapi seleksi. Disini kami para peserta ditawarkan untuk menjadi pemimpin birama untuk menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia. Karena memang pemuda pemudi pilihan banyak kawan yang langsung tunjuk tangan. Kerennya…. Ternyata keluar dari zona nyaman Teknik, banyak manfaatnya. Benar-benar all out.

Ohya, seragam yang kita gunakan pagi ini kemeja putih, rok hitam, pantofel dan bagi putri muslim berkereudung hitam, kemudian ditambahkan scarf formal warna hitam. Putra juga mengenakan kemeja putih berdasi hitam, kemudian celana kain hitam dan pantofel. Gagah dan juga cantik rapi tanpa perbedaan. Akupun merasa seperti akan sempro atau TA. Aamiin...

Kakak PCMI juga menampilkan tarian Remo sebagai pembuka di awal dilaksanakannya upacara pembukaan. Setelah itu, rasanya bergetar saat menyanyikan lagu Indonesia raya dengan sikap yang benar, diiringi instrumen dan ketukan yang benar dan tentunya jiwa-jiwa yang insya Allah dijalan kebenaran, Aamiin. Ceritanya pada saat laporan ketua panitia kegiatan di jelaskan. Pendaftar PPAN 2014 Jawa Timur ini sebanyak 288 orang, disharing menjadi 200 sebagai peserta terpilih lolos seleksi administrasi yang terdiri dari 110 putri, 90 putra. Nantinya dari tes tulis akan diambil 70 peserta untuk mengikuti tes wawancara kepribadian, bahasa inggris, psikologi, kepemimpinan dan pastinya wawasan budaya khususnya Jawa Timur. Setelah itu dikerucutkan lagi menjadi 25 dengan rincian 5 yang akan diberangkatkan sebagai delegasi Jawa Timur.

Yang  membuatku shock ditempat adalah 5 yang akan diberangkatkan itu sudah menjadi ketetapan kuota Jawa Timur dari Kemenpora. Tahukah anda? 5 itu terdiri dari 1 pemudi dan 4 pemuda. Yang lebih mencengangkan, 1 pemudi itu hanya mewakili program exchange ke Kanada. Apa artinya ini? Berarti…..berarti….. pilihan saya…huhu menangis dalam hati karena program yang aku pilih ternyata untuk tahun ini hanya kuota untuk pemuda bukan pemudi. Ok fine, take it easy. Cari pengalaman bukan kemenangan.

 Aku banyak belajar diruangan Aula tadi siang, merasa beda sekali dengan seleksi pada umumnya, disini kami benar-benar belajar. Benar yang dikatakan salah satu alumni exchange yang di post  pada PCMI,

Ini bukan cuma ajang jago2an siapa yang bisa ke luar negeri. Sungguh, bukan.
Ini ajang menembus batas. Melihat sejauh apa dirimu bisa keluar dari batas2.
Ini bukan ajang untuk mengatakan saya tidak bisa ini, tidak mampu itu, you can do it!

Belajarlah sebanyak mungkin dari proses seleksi. Amati orang2. Lihat lagi apa kamu memang mau melakukan program ini? Beberapa orang mungkin tidak cocok dengan program tough sekaligus playful ini. Apapun, ambilah sebagai pengalaman.

Bukan yang paling pintar, paling jago bahasa inggris, paling playful, paling jago nari, paling fasih ngaji, dsb. Juri sudah bisa menilai kok, mana yang kami sebut "anak program" alias anak yang sudah menunjukkan tabiat sanggup mengemban tanggung jawap apa saja.

Lebih dari itu, kami mencari yang mau belajar. mau berkembang. mau mengalahkan dirinya sendiri, tidak ada kata tidak bisa. Bisa lantang menjawab : Saya siap mewakili Indonesia!

*
Ngena banget kan? Back to topic, akhirnya setelah melalui upacara pembukaan kami melaksanakan ujian tulis dengan waktu 90 menit. Komposisi soalnya 60 pilihan ganda dan essay satu halaman sesuai topik yang telah ditentukan. Semuanya dikondisikan dalam bahasa inggris. Namanya juga seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara. Nah, 60 soal itu ada general knowledge¸aritmatika dan pemahaman bahasa inggris. Yang paling top markotop adalah soal matematikanya, wuih….bayangkan matematika dibuat bahasa inggris, rasanya tidak aneh, tapi seru saja. Pokoknya hari ini temanya “seru”. Semua peserta berkutat dengan lembarnya masing-masing, termasuk aku yang asyik mengotak atik penasaran dengan matematikanya. Masalah hasilnya bagaimana, aku sudah pasrah serta tawakalkan pada Allah, aku yakin, Allah akan memberikan yang terbaik. Aku usahakan semua jawaban terisi dengan logis dan realistis.

90 menit berlalu dengan indahnya, selama proses koreksi kami disuguhi presentasi dari delegasi-delegasi yang tahun kemarin berikut. Duh…kangen…ketika presentasi SSEAYP aku kangen sama Negara itu. Ya Allah, semoga rindu ini berbalas. Alhamdulillahnya nih, insya Allah desember nanti kapal Nippon-Maru dengan kemegahannya akan singgah di Pelabuhan Tanjung Priok, Surabaya. Lalu program China, Australia, Malaysia, Korea, Kanada, excited!

Kemudian dilanjutkan sharing dengan komunitas Sebung Surabaya. Komunitas ini kece banget, sebagai pemadam kelaparan. Mereka berbagi nasi bungkus kepada kaum duafa atau tunawisma yang ada di Surabaya. Komunitas ini hanya berawal dari langkah kecil dan akhirnya berkembang hingga sekarang. Yang awalnya hanya membagikan 10 bungkus, sekarang mencapai 1000 bungkus dengan meluasnya komunitas di daerah lain. Twitternya @sebung_sby

Presentasi kedua adalah dari Kelas Inspirasi. Sudah pada tahu kan? Kelas Inspirasi yang memberikan inspirasi kepada adik-adik di daerah tertentu untuk mempunyai cita-cita setinggi-tingginya melalui sharing sehari para professional. Intinya nih¸semua anak Indonesia harus mempunyai cita-cita yang baik. Karena ada pada suatu daerah, cita-cita anak itu adalah rampok, TKI, karena apa? Karena semua lingkungannya berprofesi demikian. Miris bukan? Makanya sebagai kaum terpelajar dan yang sudah mengabdikan diri pada suatu profesi, rasanya tak cukup tanpa berbagi inspirasi kepada generasi penerus yang nantinya sebagai tonggak perjuangan Bangsa Indonesia. Twitternya @KIJawaTimur. Aku kangen sama KI Bandung…huhu

Kemudian Kak Faizal menjelaskan mengenai Sahabat PCMI JATIM. Jadi special buat tahun ini, semua peserta yang lolos dan mengikuti seleksi tulis berkesempatan menjadi volunteer Sahabat PCMI JATIM. Semua peserta dapat berkesempatan merasakan kegiatan-kegiatan PCMI JATIM.
*
Aku pikir-pikir seperti reunian ya seleksi ini.  Jadi ingat quote AC11, orang hebat selalu menemukan caranya untuk bertemu orang hebat lainnya. Alhamdulillah dipertemukan dengan pemuda pemudi luar biasa asli Jawa Timur. Caiyoo…

Sebelum mengumumkan 70 besar, panitia mengumumkan nametag terbaik. Bayu, pemuda Jawa Timur ini mendapatkan best nametag. Unik dan bermakna, begitulah nametagnya. Nametag bertema #PemudaBerbahaya, "Berbagi Hasil Nyata", dengan bahan daur ulang dan didesain unik membentuk nama dan nomor peserta dari Bayu. Congrats Bay, inspiratif! Semoga kami para  pemuda-pemudi Jawa Timur lainnya mengikuti langkahmu untuk mendaur ulang barang-barang bekas menjadi benda yang bermanfaat.

Deg..deg..deg… akhirnya pengumuman 70 besar dilantunkan, nama demi nama tersebut, Kak Sebbhie sudah lolos namun namaku tak kunjung disebut. Ternyata memang belum lolos menuju tahap selanjutnya. Sedih, kecewa? Tidak, karena ini sebuah pembelajaran untuk mengintrospeksi kekurangan yang nantinya dapat diperbaiki dan dikembangkan. Kak Faizal saja katanya mencoba 4x baru lolos, jadi ingat lagi kata Ayah Elmir, jangan pernah menyerah sebelum gagal 21x. Wah…wah…lagi-lagi kata-kata penyemangat hadir.

Penilaian bukan semata dari tes tulis, namun merupakan akumulasi dari penugasan, portofolio, rekomendasi dan isian formulir yang telah kami kirimkan sebelumnya. Jadi teman-teman yang terpilih memang benar-benar berprestasi minimal tingkat Provinsi dan telah melakukan aksi nyata di lingkungannya. 

Aku bersama beberapa kawan yang juga belum lolos saling sharing, tak lupa juga kami saling berjabat baik peserta lolos maupun tidak lolos, kami saling mendukung dan memberi semangat. Sekali lagi ini bukan masalah siapa yang akan berangkat, namun ini adalah siapa yang mau belajar dan mengembangkan diri. Kegagalan bukan berarti kehancuran selamanya, inilah sebuah titik yang dapat mengubah segalanya. Jika dibawa kearah kebaikan maka kegagalan ini akan menciptakan benih-benih keberhasilan ditempat lain. Aku bersama beberapa teman putri padahal baru bertemu beberapa jam namun kami saling merasa kita seperti sudah kenal lama.

Teman-teman tadi juga banyak yang membicarakan mengenai "don't judge the book from the cover". Dalam seleksi ini mungkin ada peserta yang menonjol dengan segala kelebihannya, namun itu bukan jaminan dia lolos. Peserta yang diam juga bukan berarti peserta yang tidak aktif, semua seperti surprise diseleksi ini yang mampu membuat kita berpikir dan belajar untuk menjadi diri sendiri dan yakin akan kemampuan serta keunikan dirinya. Seleksi yang unik, melibatkan pakarnya dan setelah seleksi ini ada kesan yang dapat ditularkan ke orang lain.
So, buat kawan-kawan semua, setiap manusia telah memiliki jalan kesuksesannya. Pun juga memiliki jatah gagal. Semua telah menentukan parameternya. Kita harus mencari itu, mencoba setiap kesempatan yang diberikan, karena kita tidak tahu, Allah memberikan kesuksesan dan keberhasilan di jalur yang mana. Yang pasti, jalan itu akan indah tanpa kita sadari. Sedangkan jalan-jalan yang gagal itu merupakan persimpangan, sebagai penguji apakah kita masih percaya akan kuasa Allah, apakah kita masih percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik? Apakah kita masih percaya, yakin serta tetap melangkah pada jalan Allah yang seharusnya. Keep your faith and be strong, do the best Lillahi Ta’ala.

*Terima kasih kakak-kakak PCMI atas kesempatan yang diberikan untuk merasakan atmosfer seleksi tulis bersama kawan-kawan luar biasa, sebagai amunisi untuk tahun depan, insya Allah.
*Semangat buat Kak Sebbhie, wakil Ngawi, aku dan Mbak Phyta belum berkesempatan. semoga Allah memberikan yang terbaik, Aamiin...
*Maaf dokumentasi belum ada, yang memotret panitia.hehe

Malang, 12 April 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi



(Kembali) Meraih Mimpi

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Detik terus berjalan tanpa henti, sebentar lagi jarum akan berpindah menuju angka tiga. Disaat semua masih terlelap dalam mimpi, akan kulangkahkan kaki ini untuk meraih mimpi dalam dunia nyata. Ya, semua wajib dipertanggungjawabkan, termasuk sebuah mimpi yang telah Allah berikan petunjuk jalannya, masalah hasil lolos atau tidak, biarkan Allah yang memutuskan, pastilah keputusan-Nya adalah keputusan terbaik untuk diri ini ^^

Ganbatte kudasai, caiyoo, Man Jadda wajada ^^

Basecamp Sang Pemimpi, 12 April 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Malam Minggu, Ketenangan Tak Tergantikan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Langit masih setia menaburkan tangisnya, angkot LDG warna biru siap mengantarkanku pada sebuah tempat diselatan Alun-alun Kota Malang. Kantor Pos, malam minggu yang ramai akan kumulai ditempat yang menorehkan warna orange ini. Jalanan tak lagi sepi, malam minggu yang ramai, kata hatiku. Ditengah keramaian ini terbersit sepi menghampiri. Ada lelah yang ingin terlampiaskan, ada rasa yang tertahan tak bisa diungkapkan. Aku hanya ingin menyepi dari keramaian, meski hanya satu malam berjalan menyusuri sudut Kota yang temaram.

Usai bergegas mengejar waktu pukul tujuh tepat, aku bergerak menuju sebuah tempat penuh ketenangan dan kedamaian, Masjid Jami' Kota Malang, waktu yang tepat, saat itu bedug sudah mulai ditabuh. Bersama orang-orang yang telah lanjut namun memberikan tamparan yang keras buatku. Beliau-beliau sangat semangat sekali untuk berjama'ah di Masjid. Meski mereka harus diantar para santri dan berjalan pelan, meski mereka harus memakai tongkat demi bisa berdiri tegak, semua berbaur. Lalu bagaimana denganku? Yang masih diberikan anggota tubuh lengkap, mengapa aku tak seperti mereka? Haruskahku menunggu tua renta untuk seperti itu? Astaghfirullah, semoga aku tetap diberi kekuatan untuk tetap istiqomah...

Suasana tenang mulai terasa saat membasuh wajah ini dengan air suci, gelak tawa anak kecil yang sedang berwudhu membuatku haru. Mereka bersemangat meski percikan air membasahi sebagian baju. Hai...aku kemana selama ini? Salahkah aku melangkah?

Mulai masuk diantara kolom-kolom yang tegak berdiri, menginjak lembutnya karpet yang berwarna terang. Semua telah bersiap, memantaskan diri menunggu menghadap Rabb-nya. Kudapati mayoritas Ibu-ibu yang berada disini, seusiaku mungkin dapat dihitung jari. Hanya beberapa, namun dari raut mukanya terpancar ketenangan dikala malam menjelang. Mereka sepertinya terlarut, terlarut dengan dirinya sendiri. Bermuhasabah...hingga detik demi detik terlewat dengan indah penuh ketentraman. Aku ingin setiap hari seperti ini...

Hingga akhirnya tangan demi tangan saling menyapa diiringi senyuman ukhuwah meski kita tak pernah bertemu sebelumnya, oh...wajah-wajah itu, membuatku sangat rindu...

Duduk diatas tumpukan bata yang teratur dengan keramik, menikmati pemandangan sosok kakek yang dibantu untuk masuk ke dalam mobil, sepertinya Kyai, santrinya mengikuti dengan pakaian putih-putihnya. Bukan masalah siapa beliau, namun sikap ramah penuh kesederhanaan membuat nyaman siapapun yang memandanganya. Semua bergerak pelan, seolah ada cahaya terang hingga motor-motor mulai hilang dari parkiran.
*
Suasana tampak berbeda ketika kulangkahkan kaki menyeberang jalan. Suara bersahutan, banyak yang menjajakan dagangannya sendiri-sendiri, ya, mereka berjualan untuk memenuhi nafkah keluarganya. Semua berbaur, ada pakaian, alas kaki, makanan, mainan bahkan pemancingan kecil untuk anak-anak. Tawa bercampur menjadi satu. Ada kebersamaan, anak dengan orang tua, istri dengan suaminya, kakek dengan cucunya, semua bercampur menjadi satu, pun dengan mereka yang masih berstatus illegal, pacaran. Aih...anak itu masih kecil namun sudah berani berduaan dibawah pohon, ditempat umum pula. Ampuni aku atas pandangan yang mungkin tak seharusnya ya Rabb..


Aku berhenti sejenak menikmati enam tusuk sate cilok ditengah keramaian. Inikah dunia malam yang selama ini jarang kurasakan? Meski waktu baru menunjuk dijarum angka tujuh, rasanya seperti sudah malam. Aku kembali berkeliling, menikmati malam, berbincang dengan pedagang jagung bakar yang penuh kebersahajaan. Ah...hidup ini saling melengkapi... Aku tak sendiri ternyata... Masih banyak disana yang peduli, memberi arti, untuk hidup yang singkat ini... saatnya untuk kembali meniti mimpi dijalan Ilahi.

*Catatan Muhasabah
Alun-alun Malang, 5 April 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Arboretum (Sumber) Brantas

| 0
Melepas penat dipagi buta. Tidak ada tujuan pagi itu, hanya ingin menyambangi suatu tempat yang membuatku bertanya-tanya tentang air yang mengalir di Sungai depan Kampusku. Arboretum Sumber Brantas, itulah tujuan yang hendak dikunjungi. Tepat jam enam pagi, aku dan sahabatku betolak dari kota Malang menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai di kawasan Kota Wisata Batu. 

Tidak mengetahui lokasi tepatnya Arboretum tak menyurutkan langkahku. Dengan bantuan papan arah yang disediakan akhirnya kami menemukan tempat itu meski harus berputar balik. Nah, pasti banyak yang tidak mengetahui lokasi atau makna Arboretum itu sendiri.  


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Arboretum adalah tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan. Jadi di Arboretum ini suasananya masih sangat asri dan sangat rindang. Alhamdulillah pagi itu kami bertemu dengan kawan-kawan An-Nahl MIPA UB, mereka sedang berekreasi di Arboretum Sumber Brantas. Dalam hati tercetuk “Kenapa yang kesini justru teman-teman dari fakultas lain bukan teman-teman yang seharusnya akrab dengan tempat ini?” 

Disana ada beberapa penjaga dan disanalah pula kami mendapatkan informasi mengenai Arboretum ini sebelum akhirnya menikmati kuasa Allah dan indahnya alam. Arboretum Sumber Brantas dengan luas kurang lebih 12 Ha ini terletak di sebelah timur kaki Gunung Arjuno. Kurang lebih 18 km sebelah utara kota Batu tepatnya di Dukuh Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dan merupakan lokasi salah satu mata air Kali Brantas yang selanjutnya mengalir melalui kota Malang, Blitar, Kediri, Jombang, Mojokerto, Surabaya dan bermuara di selat Madura.  

Begitu masuk kedalam, bunga-bunga pancawarna menghias disepanjang jalur menuju sumber brantas. Belum lagi pohon-pohon besar membuat formasi seperti atap yang melindungi kami dari sengatan matahari. Menurut informasi dari Jasa Tirta pohon-pohon yang ditanam disana telah mencapai 3200 pohon diantaranya Kayu manis (Cinnanonum burmani)  Kayu Putih (Eucalyptussp), Cemara duri (Araucariasp), Cemara gunung (Casuarinajunghuhniana), Kina (Chinchona sp ), Pinus (Pinus merkusii)  dan masih banyak pohon lainnya. 


Puas menikmati pemandangan yang indah serta bercengkrama dengan alam, saatnya menuju tempat perburuaan yaitu Sumber Brantas. Dalam hati mempertanyakan seberapa besar sumbernya, apakah sebanding dengan lebar Sungai Brantas mungkin? Terjawab sudah pertanyaan itu dengan satu kalimat, MasyaAllah, rasanya sulit mempercayainya.  Ku kira tempatnya besar ternyata kecil dengan mata air yang sangat jernih. 

Bahkan segarnya air Sumber Brantas dapat terasa hingga mengalir dalam setiap sudut-sudut raga ini. 2,5 liter/detik kiranya air yang mengucur di Sumber Brantas ini dengan diameter kira-kira satu meter. It’s amazing and wonderfull place. 

Dan yang perlu diketahui lagi ternyata nama Arboretum Sumber Brantas diberikan oleh Menteri Kehutanan RI (Bapak Ir. Hazrul Harahap ) pada saat berkunjung ke Sumber Brantas pada tahun 1989, untuk pengembangan berkelanjutan sumber Brantas ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 631 tahun 1986 dan surat keputusan Gubernur Jawa Timur No.63 tahun 1988 yang mengatur kawasan mata air Sumber Brantas sebagai daerah suaka alam dalam wilayah tata pengairan Sungai Brantas. 

Lepas dari Sumber Brantas kami masih disuguhi dengan pemandangan bunga-bunga dipinggir saluran yang bermekaran juga dengan kelembaban yang masih terjaga. Ternyata wisata alam ini tidak boleh ditinggalkan khususnya bagi yang menamai dirinya mahasiswa Teknik Pengairan. 
 ***
*Ditulis dua tahun yang lalu namun mengendap dalam folder-folder tersembunyi
Vita Ayu Kusuma Dewi

Trilogi Sendang Biru, Sempu dan Segoro Anakan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
"Perjalanan ini akan bermuara pada suatu titik, saat memutuskan untuk mendaki maka titik tertinggi adalah puncak. Ketika memilih menyeberang lautan, sampailah kita pada suatu pulau, begitu juga diri ini yang sejatinya sedang berjalan menuju suatu titik yang tiada keraguan lagi didalamnya, titik akhir kehidupan"

Tepat beberapa minggu yang lalu (28 Februari-2 Maret 2014), saat penat melanda, ingin mengeyahkan diri dari zona biasa bersama kawan-kawan yang telah lama tak bersua.


Cerita bermula saat seorang kawan memberitahukan rencananya untuk datang ke Malang. Selang dua hari, kurang lebih jam 9 malam mereka sampai di Malang. Mas Bayu, Mas Septian, Mas Andik dan wonder women, Mbak Alfi. Lalu disusul dengan drama tersesat di bundaran pusat Kota Malang, Kak Edhu dan Dek Evita. Istirahat sambil menikmati ayam bakar sembari menunggu konfirmasi Mas Yona dan Mas Aji untuk direpotkan satu malam. Kami berpisah menjadi tiga zona, zona Mas Aji, Mas Yona dan tempatku sendiri, esoknya kami berkumpul di Bromostore untuk meniti langkah selanjutnya.

Pagi menyapa dengan indahnya, mereka telah bersiap, personil yang semula hanya 6 orang kini bertambah menjadi 8 orang karena Mas Yona, mantan pradana kami dahulu, merelakan kuliah lapangnya demi sahabat-sahabatnya yang jauh ingin menikmati salah satu titik di Malang selatan. Dimulai dengan memilih leader perjalanan, saat itu Mas Bayu menjadi leader. Sebelum jauh menempuh jarak, soto ayam dekat Pasar Besar menjadi pemadam kelaparan. Hingga perjalanan dimulai kembali menuju Malang Selatan. Tujuan kami untuk dua hari ini adalah Segoro Anakan, salah satu nikmat Allah yang akan membuat tersadar bahwa hidup ini tak hanya sendiri, masih banyak orang-orang disekitar yang mengingatkan agar kita tersadar untuk kembali kejalan-Nya.

Sesekali kami berhenti untuk saling menunggu, juga keadaan-keadaan mendesak lainnya. Kurang lebih dua setengah jam perjalanan, jalanan berliku memasuki daerah  Sumbermanjing Wetan tampak menantang. Berada dibelakang truk tangki yang berjalanan lambat, membuat Mbak Alfi, yang memegang kendali setir motor menyalip. Tampak dari kejauhan, biru menghampar namun tak kunjung sampai pada pintu masuk Pantai Sendang Biru.
*
Sesampainya disana membayar  akumulasi tarif masuk 4 motor dan 8 orang sejumlah 60000 rupiah, kemudian mencari tempat parkir untuk menitipkan armada kami. Mas Yona menawarkan dua opsi kepada kami, cari aman atau illegal. Kamipun memilih jalur kanan, jalur resmi yang telah ditetapkan demi keamanan. Di Pos Jaga Resort  Konservasi Wilayah Cagar Alam Pulau Sempu kami dijelaskan lokasi, rute,  dan bahaya apa saja yang mengintai perjalanan selama melewati Pulau Sempu menuju Danau Segoro Anakan. Diruang sempit itulah pertama kali kami dipertemukan dengan teman baru dari Libya.

Untuk ijin memasuki Kawasan Pulau Sempu kami menuliskan nama, kapan akan pulang dan membayar biaya 30000 rupiah. Jika memakai guide (wajib) satu kali perjalanan 100000 rupiah. Persiapan selanjutnya adalah membayar perahu untuk menyeberang, 100000 rupiah untuk round trip. Jika ada yang belum memakai atau sangat membutuhkan sepatu, maka menyewa sepatu seharga 10000 rupiah. Did you know? Sepatu mereka itu sama persis seperti sepatu KKM alias sepatu proyek yang harganya tidak lebih dari 10000 rupiah. Melihat sepatu-sepatu itu jadi teringat KKM, salah satu kenangan terindah di Teknik.

Tidak ada ombak berdebur keras, air mendekat begitu tenang. Pantulan matahari membirukan hamparan yang tersekat oleh perahu-perahu yang berjajar. Pemuda-pemuda itu, teman baru yang akan membagikan sejuta kisahnya di Negeri tercinta ini. Teluk Semut menunggu untuk disinggahi, rerimbunan vegetasi Sempu beserta paket segar lumpur siap dipijak, kawasan estuari Sempu telah melambaikan salamnya, dan diseberang sana, sebuah perbatasan Samudera Hindia telah menanti untuk berbagi arti.... 

***
*cerita ini bersambung


Malang, 5 April 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

Cerita Cinta KKM XXXVI FT UB

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Cinta, malam telah berganti, lima hari terasa mati tapi tidak untuk nutrisi hati. Pengakuan dosa telah berakhir, pagi ini adalah pagi terakhir untuk mengenang semacam garis regenerasi. Semua bergelora menggemparkan bumi yang telah basah oleh guyuran hujan, menatap asa masa depan, menyibak satu persatu awan hingga terbuka cahaya terang.

Riuh gemuruhnya, bersenandung tangis dan tawa, biru mengharu menjadi satu, ya, kini mereka satu keluarga. Tiga elemen yang akan pincang jika salah satunya tidak ada. Sebuah kesatuan yang sakit jika dalam visi pribadinya berbeda . Inilah kami...generasi-generasi mendatang, membirukan almamater dengan nilai--nilai keteknikan.

1...2...3...Ini bukan sekedar hitungan, bukan sekedar angka yang bebas ditertawakan. Ini jiwa kami, jiwa kebersamaan yang tidak akan pernah lepas dari kata "Teknik". 1...2...3...TEKNIK!!! 

*sedang berlanjut kegiatan...
Bumi KKM XXXVI, 2 April 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi