Pelatihan PU, Teamwork dan Rindu

| 0
Bismillahirrahmaanirahiim 
Alhamdulillah..lega rasanya. Hari ini penutupan Pelatihan Pelaksana Bangunan dan Saluran Irigasi dari Balai Peningkatan Penyelenggaraan Konstruksi, PU Jakarta. 

Terima kasih buat rekan-rekan yang luar biasa, 6 mahasiswa S2 yang super duper kece, dan adik-adik S1 yang super aktif, Departemen SIL dan seluruh instruktur sejak tanggal 12 Oktober lalu mengajar. 

2 minggu terakhir, setiap jum'at, sabtu, minggu, aku berangkat jam setengah 8 dan pulang magrib karena mengikuti pelatihan tersebut. Berhubung MEA didepan mata makanya butuh namanya bukti skill atau sertifikat-lah secara gamblangnya. Pelatihan ini salah satu media sebelum mengajukan sertifikasi keterampilan dan keahlian. 

Sebelumnya, jum'at lalu sudah envy lihat sertifikat Mas Septian yang ada cap "Ahli". Ternyata lumayan juga, materi terus dan ujian setiap hari. Minggu ini terakhir dan kami para peserta kemarin (sabtu, 24 Oktober 2014) melakukan fieldtrip

Asyik seru fieldtripnya, karena bus tidak muat masuk akhirnya kami jalan kaki dan melewati jembatan bambu sepanjang 30 m di hilir bendung Cihoe - Cikumpeni. 

Mungkin saat survey pakai Mobil, jadi pas hari H bus tidak bisa lewat

Disini kita observasi dan mencari bahan sesuai tugas yang akan dipresentasikan hari ini. 
Jembatan Bambu yang strong

Puas banget kena terik di lapangan, salut sama yang masih menahan untuk tetap berpuasa meski banyak godaan. 
Jika dia bisa bicara mungkin dia akan teriak *Bendung Cihoe Cikumpeni

Nah aku kira sesampainya di Kampus tugas yang jadi penilaian hari itu dikerjakan by email saja. Tapi para cowok cowok ini ngajakin lansung ngerjain di Kampus biar cepet selesai. Akhirnya belum jadi pulang, mana perut belum kemasukan nasi dari pagi. 

Akhirnya kita kerjakan di KorFat. Seru sih..feeling bakal nginep Kampus. Jadi kangen sama anak Teknik UB yang so sweet, kangen sama Syifa, seorang akhwat yang mau memperjuangkan suara ditengah malam dan pastinya hanya dialah teman nginep di Musholla.hehe 
Love..love..love..sama akhwat satu ini, yang strong dan wonder women di Teknik, Syifa

Ya itulah saya, bukan bandel tapi memang ada tujuan.

Benar saja hampir pukul sembilan Mas Andri dkk juga ke KorFat, tapi sudah rapi, tidak kucel seperti aku.haha... Mas Septian malah sudah bawa baju buat hari ini, jadi beneran dia juga belum pulang ke Rumah tadi malam.

Jam 10 malam aku ijin sudah tidak kuat menahan rasa lapar. Hehe..Kampus ini horor juga kalau malam, kebetulan jalan sendiri keluar cari makan ke Bara. Dan...jeng..jeng..banyak warung yang tutup namun ada warung baik hati yang sudah beres beres namun mau menerimaku sebagai pengunjung terakhirnya.

Jam 11 kiranya sudah pulang satu persatu, waktu itu aku buka omongan, kalau anak Teknik UB so sweet, kalau ada cewek pulang, dijaga dari jauh alias diikutin tapi dari jarak tertentu. 

Ehhhhh lha kok aku dituduh kode, katanya "cewek mah gitu, nyuruh pulang tapi...bla bla bla." ye...kagak ya. Gue cuma kangen Teknik UB khususnya WRE. Beneran, serius deh aku pernah diikutin sama segerombolan Mas mas Danton yang memastikan aku pulang selamat. Mereka ngikutin jauh dibelakangku, aku saja tidak tahu. Pas ngunci  Pagar baru mereka nongol dan mereka bilang sudah dari Kampus ngikutin. Ya pas itu memang aku keukeh ga mau dianter soalnya ga enak sama tetangga pulang  sama teman lawan jenis. Keren kan cara menjaganya? Dan aku belum nemu lagi yang kek gitu.

Terakhir tinggalah aku, Adi, Mas Septian dan Mas Andri. Diatas jam 12 pembahasan mulai ngelantur, alay lah pokoknya, aku sih itu.hehe.. Kami fokus pada laptop masing-masing tapi saling komunikasi. 

Nah saat itu Mas Andri dan Mas Septian cerita intinya kalau mereka disatuin klop kalau soal tugas, karena sudah saling memahami satu sama lain. Duh saya langsung ingat partner jalan dan nugas saya, Lintang. Dan..lagi lagi saya belum nemu cewek strong seperti dia disini.

Percayalah kami suka ngetrip ke Bangunan Air 


Emang sih dengerin obrolan mereka seperti sudah nyambung dan klop banget. Setelah itu inti statement Mas Septian, sebenarnya dia bisa ngejain semua tugasnya sendiri, tapi dia ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam internal anggotanya.Strategi yang keren! 

Dan semakin waktu berjalan semakin tak sadar sudah pagi. Mas Septian dan Mas Andri pamit pulang jam 4. Akhirnya aku lanjut mengerjakan di Al Fath. Duh..kejadian tidur kampus di UB membuatku kangen. 

Mas Adi juga aku suruh pulang karena pekerjan tinggal bagianku saja. Mas Adi balik jam 5 dan aku hampir jam 6 baru pulang. Hehe

Padahal jam 8 pagi presentasi didepan instruktur, tapi jam 6 aku baru pulang. 

KorFat, saksi kita berjuang

Kampus di Kala Pagi, Sepi

Alhamdulillah... Semoga bermanfaat dan barakah dan bermanfaat yang kita lalui hingga hari ini. Sekarang ketrampilan dulu setelah ini keahlian. Aamiin...


***
Puri Fikriyyah, 25 Oktober 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

Percayalah, Allah Tak Akan Menelantarkan

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Allah..Allah..dan Allah.. Biarkan Allah yang memutuskan apa yang terbaik untuk kita.

Sering aku alami hal ini. Uang dikantong tinggal kepingan receh, kalau dulu masih belum punya usaha jadi masih mikir kebutuhan diri sendiri. Sekarang kalau uang di kantong tinggal receh dan ada uang tapi buat modal kembali usaha. Uang habis bukan buat jajan tapi kadang kebutuhan fotocopy, print atau kemahasiswaan lainnya.

Baru saja kemarin setelah memikirkan panjang akhirnya bilang sama ibu buat pinjam uang dulu nanti diganti soalnya uang sudah diputar balik buat modal. Kalau ibu mengiyakan toh anaknya sendiri, walaupun saya sangat sangat malu dan tidak enak sebab setelah kuliah memang sudah ikrar apapun yang terjadi, keuangan ditanggung sendiri. Tapi karena saya bilang sabtu, ibu menjanjikan senin.

Hari ini hari senin, ibu belum transfer. Pagi saya cek saldo cukup buat level aman, buat putar balik modal buat sehari-hari, sebenarnya pinjam uang ibu ingin menambah modal usaha karena alhamdulillah lagi banyak pemesanan.

Dan siangnya, masyaa Allah, atas ijin Allah order berdatangan, dan karena minta di kirim hari ini maka customer transfer. Ya Allah...alhamdulillah..bahkan omset hari alhamdulillah melebihi yang disangka.

Ini bukan pertama kali, sungguh, ini kesekian kalinya Allah memberikan disaat yang tepat padahal sepertinya seperti tidak mungkin.

Dulu pernah butuh uang 2,5juta buat membayar akumulasi keperluan wisuda, jilid, print, dan segala urusan kampus yang bebarengan datangnya. Jujur dompet tinggal kepingan rupiah, uang tak ada yang warna merah lagi, malamnya saya bingung, semua harus dilunasi. Ya Allah, atas ijin Allah lagi, saya menemukan sisa uang dollar saat saya transit di Hongkong. Alhamdulillah nominalnya kalau ditukar lebih dari 2,5juta karena dollar sedang naik.

Masyaa Allah, Allah so sweet, Allah Maha Tahu yang Terbaik bagi hamba-Nya.

Aku jadi ingat arti gambar tulisan arab yang di share di postingan ukhuwah kemarin "Bagaimana aku takut miskin sedangkan aku seorang hamba, Allah Yang Maha Kaya"


Semoga kita bisa menjadikan Allah yang utama dan in syaa Allah, Allah akan mengutamakan kita. Aamiin..

Bukan hanya itu hari ini dimudahkan padahal ada kasus JNE yang salah menulis alamat, tugas yang menumpuk dan akhirnya bisa dikebut selesai, belum lagi ada agenda yang bersamaan tapi masih bisa ikut.

Siapa lagi yang mengatur semua itu? Jelas Allah yang mengatur. Kalau saya pribadi pasti sudah amburadul dan kesal sama diri sendiri.

Terima kasih ya Allah..terima kasih atas segala karunia, nikmat dan rahmatnya. Ampunilah aku ya Allah, semoga aku selalu dijalan-Mu.. aamiin
***
Puri Fikriyyah, 19 Oktober 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi


posted from Bloggeroid

Keliling Nusantara, Ekspedisi Dengan(mu)

| 4
Bismillahirramaanirrahiim
Ingat sesuatu, yang kutulis saat ekspedisi beberapa bulan yang lalu. Sedikit alay mungkin, tapi aku bermimpi bisa berkeliling Pulau-pulau Indonesia bersama(nya) kelak, siapapun orangnya.

Karena aku tahu aku lemah, aku ingin dia strong, agar kita bisa saling melengkapi. Ya, sejatinya memang sebuah pasangan bukan hanya banyak kesamaan, tapi yang saling melengkapi, saling mengerti dan selalu mengingatkan untuk selalu di jalan Ilahi.




"Jika perjalanan membuatku lebih mengerti, maka setelah kita dipertemukan kita harus berekspedisi, agar aku tahu bagaimana aku harus menjalani kehidupan bersamamu nanti" (Vita, 2015)

Konyol sih, tapi biarlah semoga saja dia juga suka mencari ilmu dari alam, bermuhasabah ditengah alam dan semakin dekat dengan Allah karena melihat karunia dan nikmat-Nya yang menghampar.

Mungkin saking penasarannya aku siapa "dia" kemarin aku buat caption di instagram, tapi bukan dalam rangka galau lo ya, buat ngingetin tanpa ridho Allah sedekat apapun kagak akan bisa bersatu.




Dan kata-kata diatas, quote diatas langsung muncul dipikiranku saat itu. Hehe... Ketika melankolis dan ingat sesuatu pasti jadi pujangga dadakan. Tapi apapun itu, kita nikmati dulu perjalanan kita, masih panjang jika Allah masih memberikan kesempatan, semoga selalu dalam lindungan Allah.
***
Puri Fikriyyah, 15 Oktober 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Malaikat Kecil, Anugerah dan Ujian

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Betapa bahagianya diri ini, atas ijin Allah kembali ditempatkan satu atap dengan anak kecil, bayi laki-laki, kasep pisan.

Atas ijin Allah, dulu di Malang sering ketemu anak-anak di Kegiatan, kalau tidak saat baksos, khitan massal, atau paling rame dapat keluarga baru di bencana meletusnya gunung Kelud.

Kemudian, saat kerja di Ponorogo, ada Nabila yang langsung lulut saat kugendong pertama kali waktu beli nasi pecel dan saat ku letakkan, dia menangis. Oh sayang lucunya dikau....

Kemudian ada gadis kecil dan kakaknya yang awalnya cuek bin jutek, tapi akhirnya malah sering main ke Kantor gara-gara Oreo dan permen. Aa... semudah itu menaklukkan anak kecil?

Sujud syukur kepada Allah, karena dengan hadirnya mereka aku bisa belajar mendidik diriku terlebih dahulu, sebelum mendidiknya kelak.





Dan berkenaan dengan anak, mereka adalah anugerah sekaligus ujian. Terkadang juga seorang orang tua tak sadar bahwa anak adalah titipan. Sedikit ilmu dari kuliah online yang aku ikuti sebelum nantinya menjadi Bunda yang sebenarnya.


Ya, untuk menjadi Akademisi dan praktisi saja kita belain sampai menghabiskan waktu hingga S3 bahkan sampai Profesor. Jadi untuk menghasilkan generasi unggul di jalan Allah harus diperjuangkan juga ilmunya. Semoga jalan ini yang terbaik dan nantinya bisa melahirkan dan mendidik generasi agar sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Semoga kelak anaknya sholeh, menjadikan Al Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedomannya, berani berjihad dijalan Allah, berbakti sama orang tua dan mampu mengamalkan perintah Allah. Aamiin.


Semoga bermanfaat ya...


بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIAN
🎀Oleh: Ustadz Abdullah Zaen MA 🎀

☕Alangkah indahnya minum teh dengan ditemani sepiring pisang goreng beserta istri, sambil melihat anak-anak bermain riang gembira. Sulit digambarkan dengan kata-kata! Ya, tidak diragukan lagi bahwa anak merupakan salah satu perhiasan dunia terindah. Rasa penat bekerja seharian seakan lenyap tak berbekas, saat pulang ke rumah bercengkerama dan bersenda gurau dengan anak-anak. Itulah perhiasan dunia!

“الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا”.

Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia”. QS. Al-Kahfi (18): 46.

☝Namun waspadalah, sebab di sisi lain, anak juga merupakan ujian bagi kita.

“إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ”.

Artinya: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan sisi Allah-lah pahala yang besar”. QS. At-Taghabun (64): 15.

⚠Maka berhati-hatilah, jangan sampai kita terpedaya. Sebab terkadang anak membuat seorang hamba menjadi angkuh dan tidak mensyukuri nikmat Allah.

♨Anak, kerap juga mendorong sang ayah untuk menghalalkan cara yang haram. Seperti menyuap demi kelulusan si buah hati. Demi masa depan anak, katanya…

📛Anak, kadang membuat seorang insan menjadi kikir dan penakut. Saat ingin bersedekah, setan datang memprovokasi, “Barusan anakmu minta ini dan itu!”. Akhirnya iapun urung menginfakkan hartanya di jalan Allah. Padahal yang diminta anaknya bukanlah suatu kebutuhan primer. Benarlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam,

“إِنَّ الْوَلَدَ مَبْخَلَةٌ، مَجْبَنَةٌ، مَحْزَنَةٌ”.

“Sesungguhnya anak bisa membuat seseorang menjadi bakhil, penakut dan bersedih”. HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau juga al-Albany.

💉Ketika anak jatuh sakit, rasa iba mendorong orang tua bertindak bodoh dan melanggar syariat agama. Iapun membawa anaknya berobat ke dukun, padahal agama telah melarang dengan tegas hal itu.

♻Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari godaan tersebut?

❤Caranya adalah dengan mendahulukan kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, termasuk terhadap anak-anak. Kemudian senantiasa bertakwa dalam mengurus mereka.

💎Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan bahwa di antara amalan yang bisa menghapus keburukan akibat godaan anak, adalah mengerjakan shalat, berpuasa, bersedekah dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Beliau bersabda,

“فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِى أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ؛ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ”.

📌“Gangguan yang menimpa seseorang akibat keluarga, harta, diri, anak dan tetangganya, dapat dihapus dengan puasa, shalat, shadaqah dan amar ma’ruf nahi mungkar”.📌 HR. Bukhari dan Muslim.



***
Puri Fikriyyah, 15 Oktober 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Wageningen, Ladang Benih Mimpi

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Tidak bisa ke Eropa tapi setiap hari saya bisa ke Wageningen. Yes, Wageningen. Awalnya kurang tahu juga disebutnya Wage, Wage, Wage, eh..ternyata kepanjangannya Wageningen. Satu atap dengan orang-orang hebat, bukan kos-kosan, bukan kantor, melainkan ruang diskusi dan eksekusi :)
Lintas Angkatan- 51&52

Dan iniah beberapa penghuni Wageningen yang sempat berfoto sebelum Kakak Aini tercinta terbang ke Amrik untuk program Sandwich. Semoga nanti bisa menyusul Mbak Aini kesana, huhu.. Sama-sama satu program, beliau mengawalinya sangat hebat, harusnya level Asia dulu, eh...alhamdulillahnya tembus Amerika seleksinya, jadi adik-adiknya ini yang harus ekstra berjuang minimal harus seperti Mbak Aini.



Efek hujan kemarin, pohonnya membelah ;'(

Ucrit, salah satu kucing kesayangan Bapak

Saat berfoto ini yang memfoto Mas Septian, masih ada Mas Ikhsan, Mbak Ijah dan Mas, Mbak yang lain, yang kenal baru itu. Selain itu ada Bony, Ucrit, Iteng, dan kucing-kucing lain yang sudah setia banget. Alhamdulillah ya Allah, kau pertemukan aku dengan mereka, dan dengan Bapak Pembimbing kece yang mengajarkan untuk mendahulukan-Mu diatas segalanya :')


Sekali lagi, "Maka nikmat Tuhan kamu yang kamu dustakan?" Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Semoga bisa tepat waktu dan berkualitas. Aamiin :') 

***
Koridor SIL, 8 Oktober 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

Move on ke Sipil dan Lingkungan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah... Sebenarnya belum mau publish sebelum satu tahun berjalan karena ada syarat minimum yang harus di capai dari DIKTI dan Kampus di tahun pertama. Tapi banyak yang tanya sekarang dimana? Ga di Ponorogo?

Yaps aku jawab ya, Alhamdulillah 4 bulan di Ponorogo mulai 5 Mei sampai 7 September 2015. Setelah itu aku hijrah ke Kota Hujan. Ngapain? Cari ilmu (lagi). ^^

Alhamdulillah, Allah jodohkan aku dengan sipil dan lingkungan. Belajar dari 0 lagi karena ini sipil murni sedangkan S1 ku sudah penjurusan dari sipil, seperti terbalik memang. Tapi tak apa tetap fighting pasti bisa in syaa Allah.

Dan tadi malam aku sudah mem-posting potret rekan rekan kuliahku, dan inilah mereka



11 orang, 7 latar belakang. Teknik Sipil, Teknik Pengairan, Teknik Elektro, Teknik Geologi, Teknik Pertanian, Teknik Industri, serta Ilmu dan Teknologi Perikanan.

3 perempuan, 8 laki-laki. 4 sudah menikah, 1 tinggal menikah, sisanya menunggu jodoh. Hehe

Menurutku tidak masalah berbeda bidang, justru itulah yang akan membuat kita semakin berkembang. Disini kita saling berbagi ilmu, saling mengajari, saling peduli. :')

Aku salut sama mereka. Bisa saling menghargai, meskipun usia beda, status beda tapi masih mau mengingatkan juga.

Disini aku juga tidak hanya belajar akademik saja, belajar rumah tangga, pekerjaan dan pastinya prioritas. Alhamdulillah dapat dosen yang sholatnya tepat waktu, pembimbing yang taat in syaa Allah.

Semoga jalan ini yang terbaik yang mendekatkanku pada Allah, bukan sebaliknya.

Mohon doanya lancar 4 tahun selesai dan lulus sebagai doktor yang siap mengabdi untuk agama, rumah tangga, keluarga dan bangsa ya.. Aamiin

***
Puri Fikriyyah, 8 Oktober 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

posted from Bloggeroid