Malaikat Kecil, Anugerah dan Ujian

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Betapa bahagianya diri ini, atas ijin Allah kembali ditempatkan satu atap dengan anak kecil, bayi laki-laki, kasep pisan.

Atas ijin Allah, dulu di Malang sering ketemu anak-anak di Kegiatan, kalau tidak saat baksos, khitan massal, atau paling rame dapat keluarga baru di bencana meletusnya gunung Kelud.

Kemudian, saat kerja di Ponorogo, ada Nabila yang langsung lulut saat kugendong pertama kali waktu beli nasi pecel dan saat ku letakkan, dia menangis. Oh sayang lucunya dikau....

Kemudian ada gadis kecil dan kakaknya yang awalnya cuek bin jutek, tapi akhirnya malah sering main ke Kantor gara-gara Oreo dan permen. Aa... semudah itu menaklukkan anak kecil?

Sujud syukur kepada Allah, karena dengan hadirnya mereka aku bisa belajar mendidik diriku terlebih dahulu, sebelum mendidiknya kelak.





Dan berkenaan dengan anak, mereka adalah anugerah sekaligus ujian. Terkadang juga seorang orang tua tak sadar bahwa anak adalah titipan. Sedikit ilmu dari kuliah online yang aku ikuti sebelum nantinya menjadi Bunda yang sebenarnya.


Ya, untuk menjadi Akademisi dan praktisi saja kita belain sampai menghabiskan waktu hingga S3 bahkan sampai Profesor. Jadi untuk menghasilkan generasi unggul di jalan Allah harus diperjuangkan juga ilmunya. Semoga jalan ini yang terbaik dan nantinya bisa melahirkan dan mendidik generasi agar sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Semoga kelak anaknya sholeh, menjadikan Al Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedomannya, berani berjihad dijalan Allah, berbakti sama orang tua dan mampu mengamalkan perintah Allah. Aamiin.


Semoga bermanfaat ya...


بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIAN
🎀Oleh: Ustadz Abdullah Zaen MA 🎀

☕Alangkah indahnya minum teh dengan ditemani sepiring pisang goreng beserta istri, sambil melihat anak-anak bermain riang gembira. Sulit digambarkan dengan kata-kata! Ya, tidak diragukan lagi bahwa anak merupakan salah satu perhiasan dunia terindah. Rasa penat bekerja seharian seakan lenyap tak berbekas, saat pulang ke rumah bercengkerama dan bersenda gurau dengan anak-anak. Itulah perhiasan dunia!

“الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا”.

Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia”. QS. Al-Kahfi (18): 46.

☝Namun waspadalah, sebab di sisi lain, anak juga merupakan ujian bagi kita.

“إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ”.

Artinya: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan sisi Allah-lah pahala yang besar”. QS. At-Taghabun (64): 15.

⚠Maka berhati-hatilah, jangan sampai kita terpedaya. Sebab terkadang anak membuat seorang hamba menjadi angkuh dan tidak mensyukuri nikmat Allah.

♨Anak, kerap juga mendorong sang ayah untuk menghalalkan cara yang haram. Seperti menyuap demi kelulusan si buah hati. Demi masa depan anak, katanya…

📛Anak, kadang membuat seorang insan menjadi kikir dan penakut. Saat ingin bersedekah, setan datang memprovokasi, “Barusan anakmu minta ini dan itu!”. Akhirnya iapun urung menginfakkan hartanya di jalan Allah. Padahal yang diminta anaknya bukanlah suatu kebutuhan primer. Benarlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam,

“إِنَّ الْوَلَدَ مَبْخَلَةٌ، مَجْبَنَةٌ، مَحْزَنَةٌ”.

“Sesungguhnya anak bisa membuat seseorang menjadi bakhil, penakut dan bersedih”. HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau juga al-Albany.

💉Ketika anak jatuh sakit, rasa iba mendorong orang tua bertindak bodoh dan melanggar syariat agama. Iapun membawa anaknya berobat ke dukun, padahal agama telah melarang dengan tegas hal itu.

♻Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari godaan tersebut?

❤Caranya adalah dengan mendahulukan kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, termasuk terhadap anak-anak. Kemudian senantiasa bertakwa dalam mengurus mereka.

💎Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan bahwa di antara amalan yang bisa menghapus keburukan akibat godaan anak, adalah mengerjakan shalat, berpuasa, bersedekah dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Beliau bersabda,

“فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِى أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ؛ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ”.

📌“Gangguan yang menimpa seseorang akibat keluarga, harta, diri, anak dan tetangganya, dapat dihapus dengan puasa, shalat, shadaqah dan amar ma’ruf nahi mungkar”.📌 HR. Bukhari dan Muslim.



***
Puri Fikriyyah, 15 Oktober 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^