Percayalah, Allah Tak Akan Menelantarkan

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Allah..Allah..dan Allah.. Biarkan Allah yang memutuskan apa yang terbaik untuk kita.

Sering aku alami hal ini. Uang dikantong tinggal kepingan receh, kalau dulu masih belum punya usaha jadi masih mikir kebutuhan diri sendiri. Sekarang kalau uang di kantong tinggal receh dan ada uang tapi buat modal kembali usaha. Uang habis bukan buat jajan tapi kadang kebutuhan fotocopy, print atau kemahasiswaan lainnya.

Baru saja kemarin setelah memikirkan panjang akhirnya bilang sama ibu buat pinjam uang dulu nanti diganti soalnya uang sudah diputar balik buat modal. Kalau ibu mengiyakan toh anaknya sendiri, walaupun saya sangat sangat malu dan tidak enak sebab setelah kuliah memang sudah ikrar apapun yang terjadi, keuangan ditanggung sendiri. Tapi karena saya bilang sabtu, ibu menjanjikan senin.

Hari ini hari senin, ibu belum transfer. Pagi saya cek saldo cukup buat level aman, buat putar balik modal buat sehari-hari, sebenarnya pinjam uang ibu ingin menambah modal usaha karena alhamdulillah lagi banyak pemesanan.

Dan siangnya, masyaa Allah, atas ijin Allah order berdatangan, dan karena minta di kirim hari ini maka customer transfer. Ya Allah...alhamdulillah..bahkan omset hari alhamdulillah melebihi yang disangka.

Ini bukan pertama kali, sungguh, ini kesekian kalinya Allah memberikan disaat yang tepat padahal sepertinya seperti tidak mungkin.

Dulu pernah butuh uang 2,5juta buat membayar akumulasi keperluan wisuda, jilid, print, dan segala urusan kampus yang bebarengan datangnya. Jujur dompet tinggal kepingan rupiah, uang tak ada yang warna merah lagi, malamnya saya bingung, semua harus dilunasi. Ya Allah, atas ijin Allah lagi, saya menemukan sisa uang dollar saat saya transit di Hongkong. Alhamdulillah nominalnya kalau ditukar lebih dari 2,5juta karena dollar sedang naik.

Masyaa Allah, Allah so sweet, Allah Maha Tahu yang Terbaik bagi hamba-Nya.

Aku jadi ingat arti gambar tulisan arab yang di share di postingan ukhuwah kemarin "Bagaimana aku takut miskin sedangkan aku seorang hamba, Allah Yang Maha Kaya"


Semoga kita bisa menjadikan Allah yang utama dan in syaa Allah, Allah akan mengutamakan kita. Aamiin..

Bukan hanya itu hari ini dimudahkan padahal ada kasus JNE yang salah menulis alamat, tugas yang menumpuk dan akhirnya bisa dikebut selesai, belum lagi ada agenda yang bersamaan tapi masih bisa ikut.

Siapa lagi yang mengatur semua itu? Jelas Allah yang mengatur. Kalau saya pribadi pasti sudah amburadul dan kesal sama diri sendiri.

Terima kasih ya Allah..terima kasih atas segala karunia, nikmat dan rahmatnya. Ampunilah aku ya Allah, semoga aku selalu dijalan-Mu.. aamiin
***
Puri Fikriyyah, 19 Oktober 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi


posted from Bloggeroid
share on facebook

2 comments:

Ila Rizky said...

semoga selalu percaya bahwa Allah di atas segalanya. :)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Aamiin.. semoga ya kak Ila :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^