“Aku, Tampang Teroriskah?”

| 6

Sesuatu banget, sekarang lagi marak – maraknya JIL atau jaringan Islam liberal, teroris atau apalah sebutannya. Sehubungan dengan itu aku mempunyai suatu cerita ketika aku mulai memasuki dunia yang super baru, yaitu dunia kampus. Siapa sangka bahwa mahasiswi yang lumayan pendiam ini disangka ikut aliran yang reno – reno (baca:macam – macam) pada awal ia menjadi mahasiswa.
Awalnya, aku hanya mengenal teman –temanku WRE (sebutan Teknik Pengairan) didunia maya alias facebook. Disebuah grup bernama aneh itu aku bertemu dengan orang – orang yang super. Mereka adalah mahasiswa baru Teknik Pengairan 2011. Setelah berkomunikasi cukup lama difacebook kamipun memutuskan untuk bertemu, ya walau hanya sekedar berkumpul ngopi atau kegiatan lainnya.  Masih tertempel jelas dipikiranku, bertemu disebuah tempat yang lumayan lah buat nongkrong, GOR PERTAMINA. Disitulah aku bertemu secara nyata dengan para calon insinyur (amiin). Disanalah pula aku berkenalan lagi dengan mereka. Alvin, Vita, Nira, Anggun, Miftah, Imam, Adibtya, Eva, Ninda, Nana, Aina, dan Dwi (sekarang pindah ke STAN), merekalah warga WRE yang kukenal saat itu. Sejak itu, aku mulai akrab dengan mereka dan kamipun sering berkumpul.
Pada suatu hari yang lumayan cerah, kami berinisiatif untuk nonton, dan inilah pertama kalinya saya masuk bioskop.hahahaha *maklum didesa saya hanya ada layar lebar atau biasa disebut layar tancep*      Tahukah apa yang terjadi sebelum berangkat? Temanku berkata “ Alhamdulillah mbak Vhe pakai celana, tak kira mpean ki ikut aliran – aliran sing ga genah mbak” (baca: Alhamdulillah mbak Vhe pakai celana, saya kira kamu ikut aliran – aliran yang tidak jelas mbak). Aku termenung sejenak, apa yang salah denganku selama ini ya, apa tampangku ini tampang teroris? Langsung aku beristighfar dan menjawab “Apa hubungannya celana dengan aliran – aliran mbak?” Temanku menjawab “Kan selama ini mbak Vhe suka pakai rok terus, baru kali ini dipadukan baju batik dengan celana ya walaupun bajunya panjang kebawah, tapi ga papa lah penting celana”. Haduh, semakin ruwet saja jawabannya jadi berfikir “kalau pakai rok berarti ikut aliran ga jelas ya, berarti wajib pakai celana?” gubrak, sebuah analogi yang sangat tidak tepat.
Seketika itu, sebelum berangkat ke bioskop aku  menjelaskan semuanya, segamblang – gamblangnya. “Begini teman – teman bla bla bla…” Bak presiden yang berpidato didepan rakyatnya.hehe
Sejak saat itulah, setiap aku memakai celana pasti dimarahi temanku yang sama – sama bernama vita. Suka sekali kalau aku diingatkan seperti itu. Alhamdulillah punya teman yang saling mengingatkan. Aku bersyukur waktu itu ada yang keceplosan bicara sejujur – jujurnya tentangku, jadi seketika itu aku bisa menjelaskan. Tak tau dah apa yang terjadi kalau sampai sekarang mereka masih menganggapku ikut aliran yang ga jelas.
Ya seperti itulah kisah mahasiswa baru yang berniat kuliah menuntut ilmu diperantauan ini. Dari situlah aku mendapat pelajaran yang berharga sekaligus sebuah cerita yang tak akan pernah habis diceritakan karena tak terlupakan. *ceileh*

"artikel ini di ikut sertakan dalam lomba blog #sukasuka di genksukasuka yang di sponsori oleh bunda desi, kakjuli dan teh ani berta"


===================================================================================
Malang, 23 April 2012
©

FF/FTS “Ketika Penulis Kebelet Nikah”

| 5
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apa kabar sahabat - sahabatku, ada info lomba nih tapi cepetan buat yah deadlinenya besok.hehe Maaf baru ngeshare baru tau nih...semoga bermanfaat.. ^_^
Even Menulis FF/FTS.
Tema: “Ketika Penulis Kebelet Nikah”
DL: 22 April 2012


 Salam semangat berkarya,
untuk pribadi-pribadi luar biasa, yang terus bergerak menciptakan inspirasi untuk sesama.


Pengantar
Me-nikah, adalah impian setiap manusia. Karena melalui jalan itu, kesempurnaan hidup dicapai. Menghasilkan keturunan, membuka pintu rezeki, dan banyak lagi kebahagiaan lainnya.
Setiap orang memiliki cara berbeda untuk mewujudkan keinginan/impian untuk menikah.
Lalu bagaimana bagi para penulis? Apa yang mereka lakukan saat benar-benar sudah tak mampu menahan keinginan (kebelet) untuk segera menikah? Apakah cukup dengan berpuasa? Bersabar? Atau berusaha menempuh jalan lain?
Misal: menulis satu buku/novel yang diniatkan untuk dijadikan mahar pernikahan. Menuntaskan buku kumpulan cerpen pribadi, yang diyakini akan best seller, dimana royaltinya nanti digunakan untuk sedekah, dengan niat agar Tuhan segera mempertemukananya dengan jodoh terbaik. Atau malah jadikan si pujaan hati, menjadi tokoh cerita dalam FTS pencarian cinta sejati.
Ciyee!! Kalau kumpulan kisah para penulis yang kebetulan “kebelet” nikah ini disatukan jadi sebuah buku, pastinya keren dan banyak inspirasi.


Nah... berdasarkan pengantar tersebut, kami bertiga (TIM PJ Lomba): Erpin Leader, Rendra Mochtar Habibie, Viona Novelia (nama fb) berencana menerbitkan buku sesuai tema di atas (kemungkinan tema akan jadi judul). Dimana, naskah FTS/FF akan diseleksi melalui pelaksanaan lomba. Agar FTS yang disatukan nantinya memiliki kualitas.


#Syarat, Ketentuan dan Waktu Pelaksanaan Lomba:
  1. Lomba ini terbuka untuk umum. Tidak mengenal batasan usia, status, profesi dan sebagainya.
  2. Naskah di tulis dalam bentuk FTS (kisah nyata) atau FF (fiksi). Tapi diutamakan yang terinspirasi dari kisah nyata, apalagi kisah pribadi.
  3. Panjang naskah minimal 350 kata - maksimal 450 kata, termasuk judul FTS/FF.
  4. Naskah ditulis pada kertas A4, margin setiap sisi (atas,bawah, kiri, kanan): 3 cm (1,18"), huruf: Times New Roman, ukuran font: 12, spasi 1,5.
  5. Penulisan tetap memperhatikan EYD. Karena EYD adalah salah satu unsur penilaian Juri.
  6. Naskah belum pernah dipublikasikan lewat media dan hasil karya sendiri.
  7. Setiap penulis, melampirkan biodata berupa narasi maksimal 60 kata, lengkap dengan nama/akun fb, alamat lengkap. Yang ditulis di lembar bawah FTS/FF (satu file word, tapi halaman terpisah).
  8. Naskah surat dikirim ke email: revkpkn@ymail.com berupa attachman, bukan di badan email.
  9. Tulis judul email: KPKN-Nama FB Penulis. Tulis nama file word: KPKN-NAMA PENULIS.
  10. Setiap peserta mengirimkan maksimal satu naskah FTS terbaiknya.
  11. Lomba ini dimulai dari tanggal 22 Maret sampai dengan 22 April 2012 (Jam 22:00 WIB)
  12. Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 2 Mei 2012.
  13. Bagi yang ikut lomba, silahkan Add fb: Erpin Leader , Rendra Mochtar Habibie, Viona Novelia (Jika belum berteman)
  14. Naskah yang dikirim menjadi hak pelaksana lomba, untuk dipublikasikan.
  15. Keputusan juri mengikat dan tak dapat digugat.
  16. Silahkan sebarkan info ini kepada sahabat lainnya melalui catatan fb (tagg minimal 11 orang teman). Jika berkenan, boleh juga sebarkan melalui blog pribadi.


#Hal-hal penting yang dinilai:
1. Kaidah penulisan (EYD)
2. Kekuatan pesan yang disampaikan.
3. Penuturan cerita/kisah yang mengalir dan menarik.


#Apresiasi untuk peserta:
  1. 45 FTS/FF yang terpilih sebagai nominator, akan dibukukan bersama naskah PJ lomba.
  2. Dewan juri akan memilih 3 FTS/FF: KPKN paling inspiratif, yang akan mendapatkan hadiah masing-masing: *Juara I = Rp 70,000. *Juara II = Rp 50,000. *Juara III = Rp 30,000
  3. 45 orang nominator akan mendapatkan e-sertifikat dari PJ lomba.
  4. Jika buku ini laku terjual di pasaran, dan ada royalti kita dapatkan. Maka 50% Royalti akan dibagi rata untuk 45 nominator, selaku kontributor buku. 50 % lainnya untuk biaya even-even menulis selanjutnya, serta untuk bantuan sosial (sedekah).
  5. Maaf karena hanya ini apresiasi yang bisa diberikan untuk kalian yang luar biasa. Kita hanya berencana, Dia-lah maha penentu segalanya.


Demikian info ini kami sampaikan dengan penuh tanggung jawab.
Terima kasih untuk semua peserta, yang berkenan berpartispasi dalam lomba ini.
Kami tunggu karya terbaik teman-teman. Salam sastra!


12 Maret ‘12
Salam cinta,
Penangung Jawab Lomba:



Rendra Mochtar Habibie
Erpin Leader
Viona Novelia


sumber : http://www.facebook.com/ila.rizky#!/groups/kampungWR/doc/362341077139634/ 
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh