Relasi Jadi Perantara Rezeki

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, kemarin pagi dipertemukan kembali dengan kawan Ekspedisi Nusantara Jaya 2015. Masih ingat cerita "Rindu yang Tertunaikan"? Disanalah saya dipertemukan orang-orang luar biasa dari seluruh penjuru Indonesia yang rela mengabdi hingga pelosok Negeri. Kamipun terus berkomunikasi hingga sekarang walaupun berbeda daerah. Kemarin kami dipertemukan kembali di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya RI untuk berkoordinasi tentang sesuatu kegiatan. 



Disana saya dipertemukan kembali dengan Hakiki dari Sumatera, Irfan dan Bayu dari Jakarta. Benar-benar relasi ini sebagai perantara rezeki, sebab ada kesempatan yang ditawarkan kepada saya melalui sahabat-sahabat saya ini. Selain mendapatkan kesempatan yang (mungkin) tidak saya dapatkan jika tidak dipertemukan dengan mereka oleh Allah. 

Ada beberapa pendapat juga bahwa salah satu keuntungan memiliki relasi yang baik juga dapat mempercepat terealisasinya cita-cita, sebab melalui relasi itu kita dapat berdiskusi berbagai macam hal serta kemungkinan pula relasi tersebut memiliki kenalan dari bidang cita-cita kita. 

Semoga relasi ini bukan hanya menjadi perantara rezeki di dunia, namun dapat menghantarkan kita bersama ke Surga-Nya. Aamiin
To be successful, you have to be able to relate to people; they have to be satisfied with your personality to be able to do business with you and to build a relationship with mutual trust [George Ross]
***
Wisma Wageningen, 31 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

FAQ Ekspedisi Nusantara Jaya Kapal Perintis 2016

| 7
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Beberapa hari yang lalu sudah diumumkan nama-nama peserta yang lolos tahap 2 Ekspedisi Nusantara Jaya 2016 Kapal Perintis. Seketika itu pula terjadi “bom” pertanyaan di media instagram, WA, komentar blog hingga line. Disini akan saya sharekan pertanyaan-pertanyaan yang sudah pernah ditanyakan, harapannya tidak ada yang akan menanyakan lagi. 

Pertanyaan-pertanyaan ini dijawab berdasarkan pengalaman peserta ENJ Kapal Perintis 2015, jawaban resmi dari Asdep di Kementeriaan Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI belum dipublish, in syaa Allah nanti akan ada juga FAQ berdasarkan Kemenko Maritim dan Sumber Daya RI. Ini beberapa daftar yang sering ditanyakan. 

- Kapan ENJ Kapal Perintis diberangkatkan?
Sesuai dengan kesepakatan satu tim keberangkatan tiap Pelabuhan, dikarenakan jadwal dan rencana program yang akan dilaksanakan di Pulau didiskusikan dan dibuat setiap tim pelabuhan, bukan siap jadi dari Kemenko. 

- Durasinya berapa lama ENJ Kapal Perintis? 
Tergantung jadwal kapal perintis berlayar dan rencana durasi perkegiatan yang dibuat setiap tim. 

- Kalau misalnya saya domisili Jawa Barat kemudian saya keberangkatan Sulawesi apakah transportasi menuju Sulawesi akan ditanggung Kemenko? 
Tidak. Dari awal pendaftaran Kemenko Maritim dan Sumber Daya RI melalui website ENJ 2016 telah memberitahukan bahwa tiket dari alamat domisili menuju pelabuhan keberangkatan menjadi tanggungan masing-masing peserta. 

- Kalau mau pindah keberangkatan apakah bisa? 
Silahkan menghubungi Kemenko Maritim dan Sumber Daya RI 

- Apakah peserta hanya tinggal siap badan mengikuti kegiatan saja?
Tidak, peserta yang terpilih menjadi peserta ENJ 2016 harus membuat rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan disetiap pulau tujuan serta mengurus keberangkatan seperti memesan tiket hingga berkoordinasi dengan masyarakat lokal di Pulau untuk membicarakan tempat tinggal selama di Pulau. 

- Apakah harus membuat proposal?
Ya, untuk merencanakan program-program yang akan dilaksanakan. Proposal ini berisi rencana kegiatan selama di Pulau dan juga beberapa aspek lain yang dibutuhkan misalnya proposal sponsorship. 

- Apakah perlu sponsor? 
Jika rencana kegiatan di Pulau memerlukan banyak biaya, lebih baik buat proposal seponsorship sekaligus mencari dana pribadi tiap tim. Pengalaman tahun lalu Kemenko tidak memberikan bantuan dana untuk kegiatan di Pulau. 

- Apa saja fasilitas dari Kemenko? 
Berdasarkan pengalaman yang ditanggung Kemenko adalah Tiket PP Kapal Perintis dan uang makan, namun tersiar kabar bahwa tahun ini ada uang saku. Ada fasilitas atribut berupa tas, kemeja (jika ada), kaos, topi dan slayer. Berdoa saja. 

- Kemarin tahun 2015 transportasi memang dari kita ya PP?
Transportasi domisili - pelabuhan tanggungan kita. Kemenko Maritim dan Sumber Daya RI hanya menanggung tiket PP kapal perintis yang digunakan.

-Akomodasi dan transportasi selama di Pulau dibiayaikah?
Tahun lalu tidak. Jadi hanya ada uang makan dan uang tiket kapal. Transportasi selama di Pulau kami ambilkan dari uang makan, jadi makannya di koordinir memasak sehingga masih sisa dan bisa digunakan untuk hal lain. Untuk tempat tinggal kami menghubungi kepala desa dan beliau mempersilahkan kami menginap di rumah beliau selama kegiatan atau di rumah warga.

-Alokasi uang tiket, uang makan dan saku berapa?
Tahun ini sudah dijelaskan di website ENJ 2016. Kalau uang tiket sesuai harga tiket, uang makan sesuai dengan harga makan di daerah tersebut, kalau uang saku kami juga belum tahu karena tahun 2015 tidak ada uang saku. Dari Website ENJ diberitahu kalau hak peserta adalah  (1)Peserta akan mendapatkan uang makan, uang saku dan atribut ENJ selama program ENJ berlangsung. Peserta mendapatkan uang saku Rp. 50.000/orang/hari dan uang makan Rp. 64.000/orang/hari (2) Biaya dari tempat tinggal menuju pelabuhan keberangkatan dan sebaliknya merupakan tanggung jawab pribadi peserta


Link-link dibawah ini merupakan cerita kawan-kawan ENJ Kapal Perintis Tim Surabaya tahun 2015. 

*Pra keberangkatan dan pemberangkatan 

*Kegiatan di Pulau Masalembo 

*Kegiatan di Pulau Karamian 

*Kegiatan di Pulau Matasiri 

*Pasca ENJ - Kegiatan Penutupan ENJ 2015

Web resmi ENJ 2016 http://www.enj2016.info/

Saya tak pernah bosan menyampaikan kepada seluruh peserta ENJ, tetap luruskan niat dan tebalkan keikhlasan serta kesabaran. Sebab banyak yang masih berpikiran bahwa kegiatan ENJ Kapal Perintis kita tinggal ikut alur. Tidak! Sekali lagi kitalah yang akan terlibat penuh menyusun alur program pengabdian tersebut. Tanyakan lagi kepada hatimu, apa niatmu mendaftar dan mengikuti ENJ 2016... Semoga niat kita hanya karena Allah SWT semata. Ingat juga ya di ketentuan peserta ENJ 2016 peserta "Memiliki jiwa kepemimpinan, motivasi yang tinggi dan berkomitmen untuk mengikuti ENJ selama 10-20 hari tergantung kondisi dan cuaca". Kalau ada yang sudah patah semangat, ingat ya diluar sana banyak yang mau ikut kegiatan ini tapi tidak diterima, manfaatkan kesempatan yang Allah berikan kepada rekan-rekan semuanya. Terima kasih, semoga dapat menjawab keresahan rekan-rekan
*** 
Koridor Prodi DAS, 29 Agustus 2016 
Vita Ayu Kusuma Dewi

Gagal Nonton Detective Conan : The Darkest Nightmare

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Semalam kami bertemu lagi, yeay.. Seperti sabtu biasanya, ada meet up yang tak terduga tapi telah direncanakan oleh-Nya. Alhamdulillah semalam bisa berjumpa kembali dengan keluarga WRE yang ada di Jakarta. Rencana meet up ini berawal dari "kode" Mbak Farah di grup yang tertulis "ehem..nonton conan yuuuk..". Hasil diskusi digrup setelah melalui analisa ekonomi serta pertimbangan lokasi antara Plaza Semanggi dan Grand Indonesia, akhirnya terpilihlah Grand Indonesia untuk menonton Conan. Kenapa harus disana? Soalnya Film Conan ini hanya ditayangkan di CGV Blitz. 

Tahu tentang Conan kan ya? Itu loh yang waktu kita kecil sering baca komiknya sampai berjilid-jilid dan ada filmnya di TV. Kalau tidak kenal Conan, pasti kenal sama yang namanya Shinichi Kudo, sang detektif yang gaweannya membantu polisi mengungkap suatu kasus. Serial manganya yang asli digambar oleh Gosho Aoyama dan kalau di Indonesia komiknya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dengan judul Detektif Conan. Nah, tahun 2016 ini ada filmnya dengan judul Detective Conan : The Darkest Nightmare. Nih posternya kalau belum tahu, atau kunjungi informasinya di website CGV Blitz ini.


Sinopsis filmnya menceritakan seorang mata-mata yang menyusup ke Badan Kepolisian Jepang, dan dia mengambil sejumlah file rahasia dari berbagai badan Intelijen agen rahasia seperti MI6 (inggris), BDN (jerman), dan CIA (amerika) dan FBI, Setelah itu, mata-mata mencuri mobil dan melarikan diri. Rei Furuya dan rekan-rekan polisinya langsung mengejar si mata-mata yang kabur dengan mobil curiannya tersebut. pelarian si mata-mata itupun berakhir ketika mobil yang dikendarainya terguling setelah ditembak oleh seorang sniper agen FBI Shuichi Akai. Keesokan harinya, Conan dan teman-temannya pergi ke sebuah wahana akurium yang baru saja direnovasi. Saat naik wahana, komedi raksasa, Conan melihat seorang wanita yang duduk sendirian dan dalam keadaan terluka. Wanita itu memiliki warna mata yang berbeda kiri dan kanan. Tapi saat ditanya, wanita itu tampaknya menderita amnesia begitu parah, dia bahkan tak ingat namanya sendiri dan telepon genggamnya juga rusak. Conan dan teman-temannya berjanji untuk membantunya mendapatkan kembali kenangan siwanita tersebut. Sejak saat itu sang wanita asing itu tinggal bersama Conan. (movie.co.id)

Begitulah kira-kira tentang film Detective Conan. Kalau cerita kami tentang gagal nobar Conan ini dikarenakan beberapa hal. Kalau aku pribadi sih sampai Grand Indonesia film sudah jalan sekitar 15 menit.hehe..Jadi gini, rutinitas sabtu biasanya sampai sore dan setelah itu aku ke Kos menaruh laptop sebentar kemudian berangkat ke Jakarta menyusul teman-teman yang sudah standby di West Mall GI sejak sore. Ketika aku berangkat yang sudah di GI ada Mbak Farah, Mbak Atik dan Mas Andri. Beberapa teman lain seperti Mbak Eva tidak bisa hadir karena kurang enak badan, Mas Caesar masih lembur proyek, Mbak Tiwi ada janji dengan kawannya serta sahabat-sahabat yang lain sedang dinas di luar kota. Mas Henu menyanggupi hadir dan masih dalam perjalanan.


yang sudah di GI sejak sore dan yang menyusul -tanpa aku-

Estimasiku sampai GI sekitar jam setengah 9 karena biasanya dari Kos sampai Jakarta Pusat sekitar 2,5-3 jam, dan bisa lebih cepat jika angkutannya lancar tanpa macet dan ngetemYa seperti biasa juga naik angkot 2x ke Stasiun barulah naik KRL. Alhamdulillah dapat rejeki angkot yang mau lewat jalan alternatif karena lewat jalan biasanya macet parah apalagi ada panggung hiburan di Bara. Perjalanan angkot lancar. Sesampainya di Stasiun Bogor cari KRL yang arah Stasiun Sudirman belum ada, akhirnya aku naik yang paling awal berangkat, Jakarta Kota. Rencanaku nanti transit di Manggarai atau turun Stasiun Gondangdia. 


No love, no friendship can cross the path of our destiny without leaving some mark on it forever. [Francois Mauriac]

Sampai Stasiun Manggarai KRL tak mengalami masalah, namun setelah menunggu sekitar 10 menitan KRL jurusan Stasiun Sudirman tak kunjung datang. Akhirnya kuputuskan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Gondangdia saja. Kira-kira di Stasiun Cikini aku berfikir kenapa tidak turun Juanda kan bisa naik Transjakarta sampai halte Tosari, yang didepan GI. Singkat cerita turunlah di Stasiun Juanda dan langsung menuju halte busway. Aku langsung naik yang ada dulu sampai harmoni. Di Harmoni ternyata busway arah Monas-Tosari hingga Blok M tak kunjung datang. Kiranya 20 menit menunggu buswaynya datang. Sudah baterai HP menipis sampai akhirnya mati, tapi belum juga sampai Halte Tosari. Untungnya aku sudah memberitahu di grup kalau mau nonton, nonton aja. Nanti aku menunggunya di tempat makan. Sesampainya di Halte Tosari sudah jam sembilan lewat 15 menitan dan akupun jalan-jalan saja di East Mall, sambil menunggu yang nonton, pikirku. Pas cek HP yang non internet ternyata Mbak Farah dan Mbak Atik telepon. Ternyata mereka ga jadi nonton.
Ohya, sebagai persiapan, didalam KRL aku mau pesan online tiket nonton, buat jaga-jaga kalau tidak telat bisa ikut menonton. Alhadulillah -silaturahim membawa rejeki- dapat harga tiket nontonnya Rp19000,- melalui website groupon.  Lumayan kan buat mahasiswa saving dari Rp75000,- ke harga Rp19000,- hehe..Tuh kan rejeki..makanya paling ga bosen buat silaturahim.hihi

Ohya, lanjut ya ceritanya, akhirnya dari East Mall, aku langsung menuju West Mall lantai 3 menyusul mereka berempat. Alhamdulillah ketemu mereka (lagi) dan salah satu alasan tidak jadi nonton adalah alasan persahabatan. So sweet ya..huhu.. padahal itu sudah pengen nonton banget loh dibelain ke Blitz. 

Memahami dan menurunkan ego pribadi, 2 alasan utama yang membuatku banyak belajar dari mereka. ah..speechless deh kalo denger beberapa alasan mereka sebenarnya. Makasih ya rek  sudah banyak membuatku belajar dari kalian. :') Akhirnya rencana nonton kita tunda, karena kebersamaan bersama sahabat itu rasanya sudah melebihi segalanya, apalagi sahabat-sahabat yang selalu saling mengingatkan untuk tetap dijalan-Nya. :')


Mereka...sahabat selamanya sampai Surga-Nya..Aamiin

Rencanapun kita ganti dengan tetap bersama, yaitu dengan karaoke. Bukan karaokenya yang utama tapi kebersamaannya itu lo. Sewaktu menunggu Grabcar, kami berempat menunggu di Amarta lobby dan diberi kesempatan oleh Allah untuk beradu tatap dengan Kakak Rangga Dewamoela, SM*SH. Jadi berasa pengen nyanyi you know me so well.....

Ekspresi kita serba serbi pokoknya, yang pasti gimana caranya biar ga kelihatan ndeso, yang ketemu artis ga minta foto. Akhirnya cuma lempar senyum saja sambil duduk disampingnya. Ea...berada didekatmu mengajarkanku..apa artinya.. #salahlagu

Untungnya kita memang niat wefie karena Mbak Atik mau pamit duluan-walaupun akhirnya se Grabcar. Akhirnya wefie-lah kita walau Kak Rangga tak ikut menghadap kamera. We know you so well kok Kak Rangga, sepertinya dari raut wajahnya sudah sedikit lelah. Semoga selalu dalam lindungan-Nya dan terus berprestasi kakak.


Kak Rangga..lihat kamera dong jangan HP terus..

Efek HP..menjauhkan yang dekat...jauh di hati padahal dekat di raga

Setelah menunggu akhirnya Abang Grabcar datang dengan muka lelah juga karena tak tau jalan. Penuh drama banget lah naik Grabcar semalam sampai banyak diamnya di mobil. Jarak yang seharusnya hanya sekitar 4km berasa puluhan kilometer. Alhamdulillahnya kita sampai tempat NAV Karaoke Kuningan dengan selamat. Disanalah kami berpisah dengan Mbak Atik, karena paginya Mbak Atik ada janji ke car free day. Kami berempat masih menikmati kebersamaan dalam ruangan medium-small sambil berekspresi lewat lagu dari lagu jadul hingga kekinian, slow sampai nge-rap, dari galau sampai bergembira, nano nano lah. Ketika pulang kita disambut hujan, Allahumma shoyyiban nafi'an...

Akhirnya aku pulang dengan Mbak Farah dengan Gocar, dan Mas Andri menginap di tempat Mas Henu. Uniknya Mas Gocar bilang sesuatu dikiranya kita habis pisah jalan sama pacar. hehe...Masing-masing kita sudah ada yang punya Mas, yang punya Allah.hihi...

Jadilah kemarin, tadi malam hingga hari ini adalah momen bahagia yang terus mewarnai hariku agar tidak berdiam diri di Kos yang akhirnya memunculkan kegalauan, dan sebelum menulis cerita ini tadi sempat melihat-lihat kembali foto selama satu bulan ini, ternyata 3 weekend terakhir kita (WRE) selalu bersama. Efek nagih rek ketemuan sama kalian..


Ini yang di kokas, ceritanya di sini

Ini yang edisi 17 Agustus, ceritanya juga disini

Ya seperti itulah ceritanya, semoga ada yang bisa diambil sebagai hikmah dari perjalanan kami. Buat seluruh sahabatku, dimanapun kalian berada baik didunia nyata maupun maya, saling mendoakan ya, semoga selalu terjaga dijalan-Nya, dimudahkan dan dilancarkan rejekinya serta selalu sehat dan dalam lindungan-Nya. Semoga Allah masih ijinkan kita untuk bertegur sapa dan berbagi cerita. Aamiin
***
Laboratorium Wageningen, 28 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Sekilas Tentang Beasiswa PMDSU Kemenristekdikti

| 85
Bismillahirrahmaanirahim
Sesuai keinginan buat share bagaimana proses mendapatkan beasiswa PMDSU setahun yang lalu, in syaa Allah berawal dari postingan ini akan saya sampaikan mengenai beasiswa ini (sesuai yang saya alami). Kenapa ga share dari dulu? Karena beasiswa ini mensyaratkan beberapa poin pada tahun pertama, jadi saya putuskan menunggu jalannya proses belajar selama setahun terlebih dahulu. Sampai detik inipun saya sedang menunggu evaluasi dari pihak Kampus dan Kemenristekdikti mengenai hasil studi saya selama setahun dan apakah saya layak melanjutkan beasiswa ini. Mohon doanya juga ya kawan semoga bisa lolos evaluasi dan terus melanjutkan menuntut ilmu di Kampus IPB ini.

Ohya, beberapa waktu yang lalu juga banyak BC, jarkom maupun info-info dibeberapa website informasi beasiswa menyiarkan bahwa tahun 2016 ada pendaftaran beasiswa PMDSU. Iya ada, tapi tahun 2016 hanya untuk seleksi Perguruan Tinggi penyelenggara beasiswa PMDSU batch III. Sampai berita yang viral di media sosial ini mendapatkan feedback dari pihak PMDSU.

"Meluruskan informasi yang beredar bahwa pada tahun 2016 ini akan diselenggarakan penerimaan mahasiswa PMDSU Batch III, dengan ini dapat kami sampaikan bahwa seleksi untuk penerimaan calon mahasiswa penerima beasiswa PMDSU Batch I telah dilaksanakan pada tahun 2013, sedangkan untuk batch II telah dilaksanakan pada tahun 2015. Untuk tahun 2016 ini akan dilaksanakan seleksi untuk perguruan tinggi penyelenggara PMDSU Batch III, sedangkan untuk seleksi penerima mahasiswa calon penerima beasiswa PMDSU Batch III akan dilakukan pada tahun 2017" [Website PMDSU]

Bagi yang belum mengetahui tentang beasiswa PMDSU,  PMDSU singkatan dari Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul. Biasanya teman-teman singkatnya menyebut beasiswa S2 dan S3 yang dilakukan dengan masa studi 4 tahun. Kalau secara bahasa formalnya rekan-rekan sekalian bisa membaca di  Panduan Penyelenggaran Beasiswa PMDSU Tahap III. Skema ini semoga dapat menjelaskan bagaimana jalannya beasiswa PMDSU




Pertanyaan umum dari teman-teman semua misalnya syaratnya apa, prosesnya bagaimana, bisa terjawab dari leaflet berikut. Tapi jangan dibaca bagian jadwal pelaksanaan ya, soalnya ini leaflet tahun lalu, ketika batch II.hehe...






Sekarang banyak yang tanya, daftar promotornya dimana kak lihatnya? Sabar..sabar ya kawan, kalau sudah final in syaa Allah akan diumumkan di website  PMDSU, karena sekarang masih dalam seleksi promotor. Di buku panduan yang linknya saya share diatas ada jadwalnya. Semoga jadwal itu dapat membantu untuk tetap tenang dan sabar.


Nah, kalau saat ini sambil menunggu apa yang perlu disiapkan? Kalau berdasarkan pengalaman, yang pasti penuhi syarat umumnya dulu seperti IPK harus diatas 3,25, lulus S1 maksimal 2 tahun terakhir dan memenuhi berkas-berkas yang diminta. Sertifikat bahasa inggris seperti TOEFL ITP dan hasil tes TPA Bappenas itu yang sangat perlu disiapkan dari sekarang, karena keduanya tidak bisa dadakan. Plus rencana studi dan penelitian, jangan seperti saya yang serba dadakan ketika itu. Terkait syarat belum tahu juga apakah tahun ini ada perubahan.


Rekan-rekan semuanya harus juga sering mengupdate website http://budi.ristekdikti.go.id/pmdsu/ siapa tahu ada informasi awal dari pihak PMDSU.  Eh..untuk mengakhiri sekilas beasiswa PMDSU ini saya ingin menyampaikan salah satu jawaban atas pertanyaan beberapa waktu lalu yang dilontarkan pada saya. "Mbak kalau dapat beasiswa ini boleh nikah ditengah proses studi?". Jawaban saya masih sama dengan yang saya  jadikan caption di instagram.



Mau nikah sebelum dapat beasiswa, pas dapat, atau setelah lulus itu pilihan kita (dan atas ijin-Nya). Ada juga kok kakak angkatan yang menikah di masa studi tapi dia bisa bagi waktu untuk tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa dan juga kewajiban dikeluarga. Beasiswa tak akan menghalangi jalanmu buat menikah, begitupula menikah tidak akan menghalangimu mendapatkan beasiswa [VAKD] 

Mulai sekarang sembari melengkapi berkas, coba buat rencana hidup jika mengambil beasiswa ini, dengan itu jika terjadi sesuatu ditengah jalan, bisa diantisipasi. Untuk awalan, saya rasa cukup sekian dulu ya, jika ada pertanyaan yang ingin disharingkan bisa dituliskan di kolom komentar atau langsung menghubungi via email. In syaa Allah setelah keluar hasil evaluasi keberlanjutan beasiswa, akan saya posting cerita perjalanan yang saya lalui ketika mendaftar PMDSU.


Semoga selalu dilimpahi rahmat Allah dan semangat selalu, selamat dini hari bagi yang membaca post ini langsung ketika terbit. Selamat istirahat bagi yang sudah membaca dan akan istirahat, dan bagi kawan PMDSU tetap sabar semangat menunggu kepastian, semoga Allah berikan yang terbaik untuk kita ^^

***
Ngawi, pergantian hari 23-24 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Pelabuhan Rindu itu Ngawi

| 16
Bismillahirrahmaanirrahim
Dalam rangka menyukseskan pekan mudik se-Wageningen, akhirnya Allah ridhoi diri ini sampai Ngawi. Alhamdulillah kemarin setelah dari Cikarang bisa langsung pulang ke Ngawi sesuai rencana. Sore itu selepas berpisah di sekitaran Pilar, Cikarang, aku diantarkan Mas Yusya ke Fly over tempat agen bus AKAP. Melalui jalan di Cikarang yang lumayan macet di jalan Stasiun Lemah Abang sampai kawasan elite Jababeka, jadilah sore itu perjalanan explore sedikit di Cikarang. Lumayan jauh sih menurutku buat sampai lokasinya tapi enjoy banget perjalanannya soalnya Mas Yusya juga memberi info ini daerah mana, terus juga ngobrol ada universitas apa saja. Setelah sampai, aku berburu tiket. Mas Yusya yang bantu tanya-tanya, sampai akhirnya dapat info kalau bus ke Ngawi kebanyakan sudah berangkat terakhir jam empat sore. Ada satu agen sampai Ngawi Rp250000,-. Akhirnya aku coba ditempat lain dulu, setelah lihat Laju Prima, Lorena dan beberapa agen lain jatuhlah pilihan pada Handoyo. 

Walau hanya sampai Solo aku iyakan, dan dapatnya ekonomi AC. Harga tiketnya Rp140000,- tapi anehnya kok yang patas hanya Rp155000,-. Bus katanya bakal sampai setelah magrib tapi setelah ditunggu ternyata setelah isya baru sampai. Thanks banget buat Mas Yusya untuk waktunya sudah mau direpotkan, terima kasih juga sudah mau diajak sharing, masih tetap jadi ketua kelas yang mengayomi.hehe..Setelah hujan agak reda datanglah si bus, secara penampakan dari luar biasa saja, tapi ketika masuk didalam rasa patas busnya, dari bangku hingga fasilitasnya.


Alhamdulillah perjalanan dan langsung khilaf ketiduran.hehe.. Hingga sampai di Karawang waktu istirahat baru nyadar kok pas buka mata, mata kiri agak sakit, ternyata karena ketiduran bersandar sama kaca dan ketatap. Setelah istirahat itu susah buat tidur lagi, hingga sampailah kami di Tol Cipali. Ketika awal-wal masih diajak ngobrol sama Mas-mas asal Semarang.

"Mbak dapat tiket harga berapa?" tanya Masnya
"140 ribu Mas, Masnya berapa?" jawabku
"Aku 150 ribu Mbak malahan, padahal yang naik dari Kampung Rambutan cuma 110 ribu lo" tuturnya
Aku kaget, berarti kemahalan dong yang kubeli. "Beneran Mas 110 ribu, walah mahal ya Mas berarti punyaku sama Masnya"

Dari percakapan singkat itu baru sadar kalau tiap agen harga tiketnya beda-beda, pantas ditiket tidak ditulis harganya, padahal di agen kalau dari Bogor ditulis harganya berapa. Lumayan banget kalau harga asli Rp110000,- ada margin Rp30000,- buat beli jajan.hehe..mahasiswa. Tapi tak apalah, rindu itu tak bisa diuangkan.

Di tol berliku itu rasanya pengen merem tapi lihat hujan dari kaca langsung meleleh, tiba-tiba kangen banget sama almarhum Bapak. Kangen ada yang mendekap dan menjaga dari jauh, memberi nasehat hingga menuntun selalu dijalan-Nya. Sampai saat ini belum kutemukan lelaki sepertimu Pak, dan mungkin tidak ada :'(

Rindu itu semakin membucah dan menguatkan buat pulang ke Rumah, saat Bogor tak lagi kondusif dengan suasana hati. Belum juga menemukan yang bisa mendengarkan minimal seperti Bapak sama Ibu dan keluarga. Tetiba teringat dengan segala petuah Bapak dan Ibu.huhu..jadilah nangis bombay di Tol Cipali, untung Mas sebelah tidur.

Setelah nangis itu kupaksa memejamkan mata. Perjalanan yang terasa lama akhirnya. Sekitar subuh, bus yang kunaiki sudah sampai Boyolali dan sekitar jam lima memasuki terminal Kartasura. Nah, bus Handoyo sepertinya tidak mau ke terminal Solo, akhirnya kami diturunkan di pertigaan. Kemudian di oper untuk ke Terminal Tirtonadi. Disinilah aku diturunkan...



Beralih ke bus lokal bersama adik-adik pelajar yang memenuhi bus, kamipun menerobos pagi di Kartasura- Solo. Sekitar pukul enam pagi sampailah di Terminal Tirtonadi.

Wis suwe wis suwe kangen sik tak rasakke, rasane rasane koyo ngene, penggalan lirik lagu Terminal Tirtonadi ciptaan Didi Kempot itu mewakili isi hati. Terminal Tirtonadi ini favorit banget, fasilitasnya sangat sangat mendukung dan terjaga. Apalagi toiletnya juga gratis, ruang tunggu nyaman dan tertib dengan hanya membayar Rp1000,- di Peron.


Akupun bergegas ke ruang tunggu sebelah timur, dan langsung dapat bus Mira untuk melanjutkan perjalanan ke Ngawi. Buat ke Ngawi cukup Rp14000,- saja dari Terminal Solo.



Bahagia rasanya bisa pulang, walau hanya 2 hari. Paling tidak bisa berjumpa dengan keluarga yang di Rumah sebelum nanti susah pulang kalau sudah mulai penelitian. Sekitar jam delapan pagi aku sampai di Terminal lama Ngawi. Sudah banyak perubahan di Ngawi dan di Desa yang sudah ada gapura selamat datang di Desa Sumberbening. hehe..berapa lama aku tak pulang kok sudah berubah gini...

Ngawi, apapun kata orang tentang kota ini, tetap menjadi pelabuhan untuk mengobati rindu pada apa dan siapa-siapa yang ada di Kota ini, dan semoga yang masih disemogakan dari hati juga bisa terealisasi di Ngawi. 

Agenda di Ngawi ingin ke Rumah saudara sekaligus ke Makam almarhum Bapak dan Almarhumah Bulek yang kemarin meninggal saat aku berada di Bogor.

Sayangnya pas aku pulang Adik sudah balik ke Solo..
***
Ngawi, 23 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

24 Jam Antar Kota Antar Provinsi

| 10
Bismillahirrahmaanirrahim
Rutinitas weekend seperti biasanya, sabtu pagi ke Cibinong, siangnya ke Kampus dan sorenya menyesuaikan. Di grup WA WRE Jabodetabek Mas Fatur ngajak meet up sebelum dia dan Silvi berangkat ke lokasi penempatan, Mojokerto. Aku sendiri menjawab in syaa Allah kalau tidak sampai malam di Kampus, aku mau menyusul ke Jakarta. Alhamdulillah agenda pagi hingga sore lancar dan usai dari Kampus, pulang sejenak ke Kos dan berangkat ke Jakarta. 


“Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan sambunglah tali silaturahim" (QS. An-Nisa [4]:1)

Sesaat sebelum berangkat, ada panggilan via  telepon dari  Mas Rohmat, kakak tingkat di SMASA Ngawi. Dia memberitahu kalau minggu (21/08/2016) jadi kumpul sama alumni SMASA yang lain di rumah Mas Agus, Cikarang. Akhirnya aku bawa baju ganti sekalian,  setelah dari meet up WRE aku nginep di Mbak Farah dan esoknya langsung ke Cikarang tanpa ke Bogor. Disisi lain aku sudah merencanakan minggu siang pulang ke Ngawi, mumpung Bapak dosen sedang ke Luar Kota jadi ditetapkanlah menjadi hari mudik se-Wageningen.hehe... Walau sehari dua hari lumayan recharge semangat dari keluarga di Ngawi.

Setelah siap,  akhirnya aku berangkat ke Stasiun dengan angkot. hehe..Seperti biasanya, macet, tapi Aa' sopir angkot lewat jalur alternatif. Kurang lebih satu setengah jam di dua angkot, sampailah di Stasiun. Menunggu kereta sejenak dan akhirnya sekitar sepuluh menitan kereta berangkat. Momen di KRL adalah waktu istirahat agar tidak terlalu capek dari kegiatan pagi sampai sore.



Sekitar satu jam kiranya sampailah di Tebet dan aku langsung order Gojek untuk menuju Kota Kasablanka. Sengaja pakai Gojek karena sudah jam delapan malam, takut kalau angkot nunggu penuh akhirnya kemalaman. Alhamdulillah..aku dapat free ride dari Gojek. Silaturahim membawa rejeki :')



Sesampainya di Kokas, ku serahkan tasku untuk di periksa dan satpamnya meringis tasku sempat monting karena beban.hehe..Masuk kedalam Kokas dan berpapasanlah dengan Mbak Zaskia Mecca, yang setelah pulang dari Kokas aku cek instagramnya ternyata benar Mbak Zaskia lagi sama malaikat kecilnya. 



Aku langsung menuju KFC dan setelah kucari-cari tidak ada. Ternyata mereka sudah tidak di KFC. Akhirnya aku menyusul mereka ke Cotton In. Setelah melewati episode nyasar tapi sekalian cuci mata di ACE, kamipun berencana ngobrol di Eat 'n Eat. Rencana itupun batal karena kondisi tempat tak memungkinkan. Akhirnya langkah membawa kami ke Steak 21. 

Seperti pertemuan sebelumnya di cerita ini, kami banyak sharing terutama pekerjaan. Kesempatan kali ini kami banyak tanya ke Mas Fatur, tentang Perumnas dan pekerjaannya. Akupun sempat gagal fokus, karena katanya kalau kerja di Perumnas biaya nikahnya di tanggung.hehe..bahasan satu ini ga pernah absen saat meet up..Sayangnya meet up ini belum lengkap tanpa teman yang lain, yang datang hanya Mas Fatur, Mas Henu, Mbak Farah, Mbak Eva, dan aku yang telat baru datang setengah sembilan malam.



Mas Fatur juga cerita pengalamannya ketika wamil di Gunung Gede serta tugas awal dia menjual kanebo dalam waktu satu jam.hehe..marketing banget. Dari sini kembali belajar bahwa lulusan Teknik Pengairan tidak hanya berkarya dibidang Pengairan saja, ada yang di Kementerian Keuangan, ada yang di Kontraktor, Konsultan, sekarang Perumnas dan ada pula di Bank. In syaa Allah dimanapun ditempatkan Allah setelah kita berusaha, jika kita bersyukur akan mendapat yang terbaik pula dari Allah. Tak terasa sudah jam sepuluh malam dan sepertinya tempat makan lain sudah tutup, akhirnya kami sadar diri. Walaupun singkat tapi ilmu-ilmu hasil sharingnya sangat bermanfaat.



Kamipun berpisah di parkiran dan aku, Mbak Farah dan Mbak Eva menunggu Gojek. Setelah menunggu kamipun menuju tempat tinggal masing-masing, kecuali aku yang menginap di tempat Mbak Farah. Dan...Gojek yang aku tumpangi Kokas-Kalibata super duper ngebut tapi lihai Bapaknya nyetir. Alhamdulillah selamat sampai Apartemen Kalibata. Kemudian ketemu Mbak Heni lagi dan kamipun masih ngorbol. Matapun terpejam sekitar pukul setengah dua pagi. Mungkin disaat kita beristirahat ada orang lain yang belum istirahat, salah satunya Mas Henu yang habis meet up masih diminta membuat materi  presentasi dadakan.

Alhamdulillah ya Allah, melalui perantara Mbak Farah telah memberikan tempat untuk merebahkan tubuh sejenak sebelum pagi datang kembali beraktivitas ke Kota lain. Sekitar pukul setengah enam pagi aku mandi dan siap-siap, tapi baru berangkat sekitar jam tujuh. Sebelumnya terima kasih untuk WRE Jabodetabek dan Mbak Farah yang memberikan tumpangan istirahat, Allah yang balas ya :')

Sebelum naik bus ke Pasar Rebo aku membeli bekal di Sevel, Nasgor Jago andalan.hehe..Kemudian naik bus 57 dari depan Apartemen. Alhamdulillah tidak macet dan sampailah aku di Fly over Pasar Rebo. Menunggu bus Cikarang sekitar 20 menit dan dapatlah bus Mayasari. Sejujurnya pengen Agra Mas, tapi terkadang kenyataan tak sesuai harapan. Disyukuri apa yang ada. :)

Setelah naik ke bus akupun sarapan pagi di bus. Setelah melewati Cawang UKI, ga sadar udah merem dan bangun-bangun sudah di Tol Cibitung.hehe..khilaf banget tidurnya sampai ditelepon ga denger.



Sesampainya di Terminal Cikarang, Mas Rohmat memberitahu naik angkot 18 nanti turun Pilar. Naiklah aku ke angkot 18 dan sempat mengobrol sama Ibu-ibu penumpang lain. Seperti biasa tak mau diam kalau lagi ga khilaf ketiduran. Sesampainya di Pilar, sopirnya juga bingung aku mau turun di Pilar sebelah mana, akhirnya diturunkan di komplek pertokoan Pilar Mas. Alhamdulillah ada tukang parkir baik hati meminjamkan kursinya dan menyuruhku berteduh.

Menghubungi Mas Rohmat susah dan akhirnya kutelepon Mas Agus, kata Mas Agus naik angkot 18 lagi turun SMA 2 Sukatani. Harusnya jangan turun dulu intinya..hehe...Baiklah aku naik angkot lagi dan sempat mengobrol lagi. Sesampainya di gang SMA 2 Sukatani, banyak tukang ojek menghampiri. Akupun menunggu di area panas, sampai akhirnya aku mengiyakan saran tukang ojek buat berteduh ditempat mereka. Iya sih panas, awalnya masih ga enak mau duduk sana soalnya ga ngojek.

Ngobrolah kami, aku dan Bapak-bapak tukang ojek sampai Mas Agus datang. Alhamdulillah beberapa saat Mas Agus datang dan kamipun menuju rumahnya. Sesampainya di Perumahan baru itu, kamipun ngobrol, sempat membahas waktu naik Lawu juga. Sekitar setengah jam kemudian, Mas Rohmat, Mas Yusya, Mas Khanang dan adiknya datang. Kemudian disusul Mas Septian dan Mbak Chory dan sekitar jam sebelas ada Mbak Rifki datang.

Ini ibu-ibu disuruh masak, banyak cerita ini tentang masak, salah satunya adonan bumbu tempe yang keasinan. Ternyata waktu ngulek bawang, Dik Eka sudah memberi garam, setelah aku beli ketumbar dan aku ulek, aku tambahi garam lagi. hehe...maafkan bukan kode pengen nikah :P 

Pas sudah matang baru sadar keasinan, tapi kalau dimakan sama nasi ga asin kok. #pembelaan..Baru gorengan ketiga sudah tidak asin karena ditambahi tepung dan air. Tak lupa kami banyak ngobrol juga di meet up ini. Sebab lama tak bertemu, kami cerita serta makan bersama. hmmm...yummy..indahnya kebersamaan. Akhirnya setelah makan siang ada dua kubu, ibu-ibu dan bapak-bapak. Dua-duanya saling sharing. Alhamdulillah..nikmat silaturahim..salah satunya tentang sharing beli rumah dan pastinya satu topik, nikah.hehe


Setelah sholat ashar, kami berfoto bersama beserta temannya Mas Agus yang dari Nganjuk. Setelah itu kamipun pamit  pulang. Aku dan Mbak Rifki naik motor sampai daerah setelahnya pilar. Disitu kami bertukar tempat, Mas Septian, Mbak Chory, Mbak Rifki dan Mas Rohmat ke Cibitung dan aku serta Mas yusya mencari bus untuk pulang ke Ngawi.

Kisah ini belum berakhir, tapi tepat 24 jam, Bogor-Tebet-Kalibata-Cikarang dan Ngawi di 24 jam berikutnya. ^^



Ada yang bertanya, Vita ga capek maraton kaya gitu? Kawan, lelah dan capek itu ada diperasaan, kalau dinikmati dan bahagia bagaimana aku bisa merasakan lelah dan capek? Sungguh, kalaupun lelah, lelah itu lebih sedikit dari apa yang kudapatkan dari sebuah pertemuan. Ohya kata seseorang, kata hati diri sendiri maksudnya, hargai dan luangkanlah sebuah pertemuan (selagi mampu), karena kita tidak tahu kapan terakhir kita akan bertemu. Untuk hal ini aku banyak belajar dari  Bapak dan Ibuku sendiri ketika bertemu kawan-kawannya, walau hanya hadir 5 menit padahal perjalanan lebih dari satu jam, selagi mampu akan diusahakan.

Sekian dulu, semoga ada hikmah yang bisa diambil ya, in syaa Allah berlanjut ke cerita saat perjalanan ke Ngawi, sempat nangis di Tol Cipali.hehe
***
Ngawi, 22 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Pertemuan, Berbagi Ilmu dan Pengalaman

| 8
Bismillahirrahmaanirrahim 
Pertemuan, apa yang dibenak kalian tentang pertemuan? Hehe... Mau sedikit sharing tentang pertemuan tadi siang hingga sore tepat di 17 Agustus. Pertemuannya bukan dalam rangka upacara sih, tapi in syaa Allah setiap pertemuan ada hikmah yang bisa kita dapatkan. 

Jadi, siang tadi meet up sama keluarga WRE 2011 yang ada di Jabodetabek, sebenarnya di grup WA ada 12 orang, namun karena beberapa berhalangan dan ada yang masuk kerja dihari libur, makanya yang akhirnya ngumpul hanya saya, Mbak Atik, Mbak Farah dan Mas Henu, plus tambah 1 orang temannya Mbak Farah, Mbah Heni. Agendanya silaturahim dan foto studio sebenarnya, tapi karena hanya 4 orang akhirnya pertemuannya jadi sharing, foto dilanjut nge-games.hehe... 



Pertemuan diawali dengan nyemil siang di foodcourt DETOS, harapannya yang lain datang, tapi sampai hampir satu jam duduk bareng, personilnya ga nambah. Apa yang kita bicarakan? Sharing tentang pekerjaan, karena kebetulan kami (kecuali saya) bekerja di beda Perusahaan, kemudian  sharing mengenai mengisi waktu luang. Kalau sharing pekerjaan tentang tugas sarjana Pengairan di kontraktor yang kebetulan bukan bidang Pengairan. Tantangan yang dihadapi adalah kita juga harus paham dan memberikan solusi kalau pekerjaannya sedang bermasalah walaupun bukan bidang kita, kita harus berusaha mempelajari. 



Saat kawan saya bercerita, berasa angkat tangan. Misalnya drainase perkotaan sama drainase bangunan khusus, kan beda perencanaan, tapi kalau itu, masih pernah kami pelajari. Kebetulan yang kami diskusikan adalah drainase di proyek LRT dan juga tentang drainase di Terminal 3 SHIA. Untuk drainase proyek LRT memang dibeberapa tempat ada yang memiliki kondisi khusus, misalnya daerah banjir. Makanya harus ada desain drainase khusus agar tidak terpengaruh jika ada genangan atau banjir agar bebas genangan dan tidak mengganggu jalannya LRT. 

Terkait banjir di Terminal 3 SHIA sekitar 2-3 hari yang lalu, saya pribadi setuju dengan pernyataan Angkasa Pura kalau itu “genangan” bukan “banjir”. Sejak kuliah, kami ditanamkan bedanya genangan dengan banjir. Genangan itu terjadinya karena tidak mampunya saluran drainase menampung volume air sedangkan banjir disebabkan ketidakmampuan sungai/badan air menampung volume air. Selain itu juga adanya perbedaan di tinggi muka air antara genangan dan banjir. Nah, kalau kasusnya terminal ultimate ini genangan. Kalau menurut Angkasa Pura genangan ini terjadi karena ada sumbatan di saluran drainase. Kalau pernyataan dari salah satu pihak yang menyatakan untuk banjir itu belum diperhitungkan, rasanya dalam perencanaan ga ada yang ga memperhitungkan ketinggian air saat banjir atau tergenang, pasti diperhitungkan. Makanya aneh pas denger tentang banjir itu belum di perhitungkan. 



Selain diskusi itu juga diskusi tentang profesionalisme dan kejujuran saat bekerja. Ada beberapa fresh graduate yang terkadang berbohong ketika meminta ijin ke atasannya untuk ikut tes di Perusahaan lain (yang lebih tinggi dari tempat kerjanya sekarang). Hal ini sebenarnya tidak baik, tidak barakah lebih tepatnya. Hal yang paling berbahaya adalah kalau ketahuan bohong, bisa diblacklist dari salah satu perusahaan atau bahkan relasi yang berhubungan. Jadi pesan buat teman semuanya, jika kalian berniat tes kerja di Perusahaan lain padahal itu weekday, ijinlah dengan baik agar nama dan juga track record kalian tidak ternodai, percayalah atasan yang baik pasti akan kasih ijin kok asalkan pekerjaan kita sesuai target dan tujuan kita tes itu memang jelas.



Setelah berbincang itu tentulah kita berbincang sharing keseharian kita, mulai dari gym, aktivitas A,B,C, sampai yang absurd.hehe...Setelah makan dan nyemil, akhirnya kita foto dulu. Nah kalau foto ini dapat harga murah guys, Rp4000,-/foto/grup. Daripada selfie mending foto studio kan? Namanya Click studio, dilantai paling bawah di DETOS, dekat sama lift dan foodcourt serta Hypermart. Studionya ramai, bahkan ada yang prewed, maklum sangat murah untuk ukuran Kota besar. 



Sembari menunggu 30 menit foto yang dicetak jadi, akhirnya kami memutuskan jalan-jalan dulu. Awalnya mau karaoke tapi karena roomnya penuh akhirnya kita ke Gerai Tcash. Lhoh..hehe.. Jadi Mbak Farah mau mendaftarkan Tcash, dan alhamdulillah rejekinya dapat bonus saldo Tcash Rp50000,-, lumayan banget kan? Setelah itu kita ke Timezone, ini mengulang masa-masa WRE games di Kampus. Awalnya kita merasa lihat ada PIU alias Pump it Up, dan kita langsung beli saldo. Setelah beli pas dilihat adanya DDR atau Dance Dance Revolution. Yah......diluar perkiraan.huhu... Tapi tak apa, kali ini kita bernostalgia, kan DDR mainan waktu jaman kita SD dulu.hehe.. Akhirnya kami berlomba di DDR ini, nilainya ada A-E.hehe..Alhamdulillah dengan main DDR jadi ingat kenangan main pas sama Bapak. :’) 



Setelah DDR main basket, bowling, balap mobil, sampai permainan yang menghasilkan kartu. Apa yang didapat dari Timezone selain kebersamaan? Ada pensil, 12 permen, 1 Fruittea dan 2 jepit rambut hasil penukaran tiket yang didapat.hehe.. Alhamdulillah, setelah puas kamipun kembali ke tempat foto dan melihat hasilnya. Empat ribuan yang menyenangkan, ini dia hasilnya.hehe... 



Setelah semua selesai, kamipun berpisah dan semoga bisa berjumpa kembali full team ^^ Ohya, tadi Mbak Atik pulang dulu jam setengah empat sore karena ada urusan kantor. Mbak Atik memberikan sebuah pelajaran, sesibuk apapun dirimu, luangkan waktu sejenak saja untuk bertemu. Singkat memang, tapi ada makna dibaliknya.

Waktu kita pulang angin yang lumayan membuat mata kelilipan, ketika masuk KRL sampai Stasiun Depok hujan. Allahumma shoyyiban nafi'an :)

 *** 
Puri Fikriyyah, pergantian hari 17-18 Agustus 2016 
Vita Ayu Kusuma Dewi