Gagal Nonton Detective Conan : The Darkest Nightmare

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Semalam kami bertemu lagi, yeay.. Seperti sabtu biasanya, ada meet up yang tak terduga tapi telah direncanakan oleh-Nya. Alhamdulillah semalam bisa berjumpa kembali dengan keluarga WRE yang ada di Jakarta. Rencana meet up ini berawal dari "kode" Mbak Farah di grup yang tertulis "ehem..nonton conan yuuuk..". Hasil diskusi digrup setelah melalui analisa ekonomi serta pertimbangan lokasi antara Plaza Semanggi dan Grand Indonesia, akhirnya terpilihlah Grand Indonesia untuk menonton Conan. Kenapa harus disana? Soalnya Film Conan ini hanya ditayangkan di CGV Blitz. 

Tahu tentang Conan kan ya? Itu loh yang waktu kita kecil sering baca komiknya sampai berjilid-jilid dan ada filmnya di TV. Kalau tidak kenal Conan, pasti kenal sama yang namanya Shinichi Kudo, sang detektif yang gaweannya membantu polisi mengungkap suatu kasus. Serial manganya yang asli digambar oleh Gosho Aoyama dan kalau di Indonesia komiknya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dengan judul Detektif Conan. Nah, tahun 2016 ini ada filmnya dengan judul Detective Conan : The Darkest Nightmare. Nih posternya kalau belum tahu, atau kunjungi informasinya di website CGV Blitz ini.


Sinopsis filmnya menceritakan seorang mata-mata yang menyusup ke Badan Kepolisian Jepang, dan dia mengambil sejumlah file rahasia dari berbagai badan Intelijen agen rahasia seperti MI6 (inggris), BDN (jerman), dan CIA (amerika) dan FBI, Setelah itu, mata-mata mencuri mobil dan melarikan diri. Rei Furuya dan rekan-rekan polisinya langsung mengejar si mata-mata yang kabur dengan mobil curiannya tersebut. pelarian si mata-mata itupun berakhir ketika mobil yang dikendarainya terguling setelah ditembak oleh seorang sniper agen FBI Shuichi Akai. Keesokan harinya, Conan dan teman-temannya pergi ke sebuah wahana akurium yang baru saja direnovasi. Saat naik wahana, komedi raksasa, Conan melihat seorang wanita yang duduk sendirian dan dalam keadaan terluka. Wanita itu memiliki warna mata yang berbeda kiri dan kanan. Tapi saat ditanya, wanita itu tampaknya menderita amnesia begitu parah, dia bahkan tak ingat namanya sendiri dan telepon genggamnya juga rusak. Conan dan teman-temannya berjanji untuk membantunya mendapatkan kembali kenangan siwanita tersebut. Sejak saat itu sang wanita asing itu tinggal bersama Conan. (movie.co.id)

Begitulah kira-kira tentang film Detective Conan. Kalau cerita kami tentang gagal nobar Conan ini dikarenakan beberapa hal. Kalau aku pribadi sih sampai Grand Indonesia film sudah jalan sekitar 15 menit.hehe..Jadi gini, rutinitas sabtu biasanya sampai sore dan setelah itu aku ke Kos menaruh laptop sebentar kemudian berangkat ke Jakarta menyusul teman-teman yang sudah standby di West Mall GI sejak sore. Ketika aku berangkat yang sudah di GI ada Mbak Farah, Mbak Atik dan Mas Andri. Beberapa teman lain seperti Mbak Eva tidak bisa hadir karena kurang enak badan, Mas Caesar masih lembur proyek, Mbak Tiwi ada janji dengan kawannya serta sahabat-sahabat yang lain sedang dinas di luar kota. Mas Henu menyanggupi hadir dan masih dalam perjalanan.


yang sudah di GI sejak sore dan yang menyusul -tanpa aku-

Estimasiku sampai GI sekitar jam setengah 9 karena biasanya dari Kos sampai Jakarta Pusat sekitar 2,5-3 jam, dan bisa lebih cepat jika angkutannya lancar tanpa macet dan ngetemYa seperti biasa juga naik angkot 2x ke Stasiun barulah naik KRL. Alhamdulillah dapat rejeki angkot yang mau lewat jalan alternatif karena lewat jalan biasanya macet parah apalagi ada panggung hiburan di Bara. Perjalanan angkot lancar. Sesampainya di Stasiun Bogor cari KRL yang arah Stasiun Sudirman belum ada, akhirnya aku naik yang paling awal berangkat, Jakarta Kota. Rencanaku nanti transit di Manggarai atau turun Stasiun Gondangdia. 


No love, no friendship can cross the path of our destiny without leaving some mark on it forever. [Francois Mauriac]

Sampai Stasiun Manggarai KRL tak mengalami masalah, namun setelah menunggu sekitar 10 menitan KRL jurusan Stasiun Sudirman tak kunjung datang. Akhirnya kuputuskan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Gondangdia saja. Kira-kira di Stasiun Cikini aku berfikir kenapa tidak turun Juanda kan bisa naik Transjakarta sampai halte Tosari, yang didepan GI. Singkat cerita turunlah di Stasiun Juanda dan langsung menuju halte busway. Aku langsung naik yang ada dulu sampai harmoni. Di Harmoni ternyata busway arah Monas-Tosari hingga Blok M tak kunjung datang. Kiranya 20 menit menunggu buswaynya datang. Sudah baterai HP menipis sampai akhirnya mati, tapi belum juga sampai Halte Tosari. Untungnya aku sudah memberitahu di grup kalau mau nonton, nonton aja. Nanti aku menunggunya di tempat makan. Sesampainya di Halte Tosari sudah jam sembilan lewat 15 menitan dan akupun jalan-jalan saja di East Mall, sambil menunggu yang nonton, pikirku. Pas cek HP yang non internet ternyata Mbak Farah dan Mbak Atik telepon. Ternyata mereka ga jadi nonton.
Ohya, sebagai persiapan, didalam KRL aku mau pesan online tiket nonton, buat jaga-jaga kalau tidak telat bisa ikut menonton. Alhadulillah -silaturahim membawa rejeki- dapat harga tiket nontonnya Rp19000,- melalui website groupon.  Lumayan kan buat mahasiswa saving dari Rp75000,- ke harga Rp19000,- hehe..Tuh kan rejeki..makanya paling ga bosen buat silaturahim.hihi

Ohya, lanjut ya ceritanya, akhirnya dari East Mall, aku langsung menuju West Mall lantai 3 menyusul mereka berempat. Alhamdulillah ketemu mereka (lagi) dan salah satu alasan tidak jadi nonton adalah alasan persahabatan. So sweet ya..huhu.. padahal itu sudah pengen nonton banget loh dibelain ke Blitz. 

Memahami dan menurunkan ego pribadi, 2 alasan utama yang membuatku banyak belajar dari mereka. ah..speechless deh kalo denger beberapa alasan mereka sebenarnya. Makasih ya rek  sudah banyak membuatku belajar dari kalian. :') Akhirnya rencana nonton kita tunda, karena kebersamaan bersama sahabat itu rasanya sudah melebihi segalanya, apalagi sahabat-sahabat yang selalu saling mengingatkan untuk tetap dijalan-Nya. :')


Mereka...sahabat selamanya sampai Surga-Nya..Aamiin

Rencanapun kita ganti dengan tetap bersama, yaitu dengan karaoke. Bukan karaokenya yang utama tapi kebersamaannya itu lo. Sewaktu menunggu Grabcar, kami berempat menunggu di Amarta lobby dan diberi kesempatan oleh Allah untuk beradu tatap dengan Kakak Rangga Dewamoela, SM*SH. Jadi berasa pengen nyanyi you know me so well.....

Ekspresi kita serba serbi pokoknya, yang pasti gimana caranya biar ga kelihatan ndeso, yang ketemu artis ga minta foto. Akhirnya cuma lempar senyum saja sambil duduk disampingnya. Ea...berada didekatmu mengajarkanku..apa artinya.. #salahlagu

Untungnya kita memang niat wefie karena Mbak Atik mau pamit duluan-walaupun akhirnya se Grabcar. Akhirnya wefie-lah kita walau Kak Rangga tak ikut menghadap kamera. We know you so well kok Kak Rangga, sepertinya dari raut wajahnya sudah sedikit lelah. Semoga selalu dalam lindungan-Nya dan terus berprestasi kakak.


Kak Rangga..lihat kamera dong jangan HP terus..

Efek HP..menjauhkan yang dekat...jauh di hati padahal dekat di raga

Setelah menunggu akhirnya Abang Grabcar datang dengan muka lelah juga karena tak tau jalan. Penuh drama banget lah naik Grabcar semalam sampai banyak diamnya di mobil. Jarak yang seharusnya hanya sekitar 4km berasa puluhan kilometer. Alhamdulillahnya kita sampai tempat NAV Karaoke Kuningan dengan selamat. Disanalah kami berpisah dengan Mbak Atik, karena paginya Mbak Atik ada janji ke car free day. Kami berempat masih menikmati kebersamaan dalam ruangan medium-small sambil berekspresi lewat lagu dari lagu jadul hingga kekinian, slow sampai nge-rap, dari galau sampai bergembira, nano nano lah. Ketika pulang kita disambut hujan, Allahumma shoyyiban nafi'an...

Akhirnya aku pulang dengan Mbak Farah dengan Gocar, dan Mas Andri menginap di tempat Mas Henu. Uniknya Mas Gocar bilang sesuatu dikiranya kita habis pisah jalan sama pacar. hehe...Masing-masing kita sudah ada yang punya Mas, yang punya Allah.hihi...

Jadilah kemarin, tadi malam hingga hari ini adalah momen bahagia yang terus mewarnai hariku agar tidak berdiam diri di Kos yang akhirnya memunculkan kegalauan, dan sebelum menulis cerita ini tadi sempat melihat-lihat kembali foto selama satu bulan ini, ternyata 3 weekend terakhir kita (WRE) selalu bersama. Efek nagih rek ketemuan sama kalian..


Ini yang di kokas, ceritanya di sini

Ini yang edisi 17 Agustus, ceritanya juga disini

Ya seperti itulah ceritanya, semoga ada yang bisa diambil sebagai hikmah dari perjalanan kami. Buat seluruh sahabatku, dimanapun kalian berada baik didunia nyata maupun maya, saling mendoakan ya, semoga selalu terjaga dijalan-Nya, dimudahkan dan dilancarkan rejekinya serta selalu sehat dan dalam lindungan-Nya. Semoga Allah masih ijinkan kita untuk bertegur sapa dan berbagi cerita. Aamiin
***
Laboratorium Wageningen, 28 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

4 comments:

Ratusya said...

Asyiknya karokean. Akuuu pengen karokean juga. Ahahhaa.
Btw aku baru tau ada conan de movie nya ya?

Ophi Ziadah said...

waah seru banget kelihatannnya, inget masa muda #Eh!

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Alhamdulillah asyik mbak..apalagi kebersamaannya.hehe...diagendain mb karaokeannya.sama temen2nya mba.

Ada mbak nonton segera mb sebelum kehabisan.hihi...

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Tenang mbak ophi kan juga jiwa muda..hee

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^