24 Jam Antar Kota Antar Provinsi

| 10
Bismillahirrahmaanirrahim
Rutinitas weekend seperti biasanya, sabtu pagi ke Cibinong, siangnya ke Kampus dan sorenya menyesuaikan. Di grup WA WRE Jabodetabek Mas Fatur ngajak meet up sebelum dia dan Silvi berangkat ke lokasi penempatan, Mojokerto. Aku sendiri menjawab in syaa Allah kalau tidak sampai malam di Kampus, aku mau menyusul ke Jakarta. Alhamdulillah agenda pagi hingga sore lancar dan usai dari Kampus, pulang sejenak ke Kos dan berangkat ke Jakarta. 


“Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan sambunglah tali silaturahim" (QS. An-Nisa [4]:1)

Sesaat sebelum berangkat, ada panggilan via  telepon dari  Mas Rohmat, kakak tingkat di SMASA Ngawi. Dia memberitahu kalau minggu (21/08/2016) jadi kumpul sama alumni SMASA yang lain di rumah Mas Agus, Cikarang. Akhirnya aku bawa baju ganti sekalian,  setelah dari meet up WRE aku nginep di Mbak Farah dan esoknya langsung ke Cikarang tanpa ke Bogor. Disisi lain aku sudah merencanakan minggu siang pulang ke Ngawi, mumpung Bapak dosen sedang ke Luar Kota jadi ditetapkanlah menjadi hari mudik se-Wageningen.hehe... Walau sehari dua hari lumayan recharge semangat dari keluarga di Ngawi.

Setelah siap,  akhirnya aku berangkat ke Stasiun dengan angkot. hehe..Seperti biasanya, macet, tapi Aa' sopir angkot lewat jalur alternatif. Kurang lebih satu setengah jam di dua angkot, sampailah di Stasiun. Menunggu kereta sejenak dan akhirnya sekitar sepuluh menitan kereta berangkat. Momen di KRL adalah waktu istirahat agar tidak terlalu capek dari kegiatan pagi sampai sore.



Sekitar satu jam kiranya sampailah di Tebet dan aku langsung order Gojek untuk menuju Kota Kasablanka. Sengaja pakai Gojek karena sudah jam delapan malam, takut kalau angkot nunggu penuh akhirnya kemalaman. Alhamdulillah..aku dapat free ride dari Gojek. Silaturahim membawa rejeki :')



Sesampainya di Kokas, ku serahkan tasku untuk di periksa dan satpamnya meringis tasku sempat monting karena beban.hehe..Masuk kedalam Kokas dan berpapasanlah dengan Mbak Zaskia Mecca, yang setelah pulang dari Kokas aku cek instagramnya ternyata benar Mbak Zaskia lagi sama malaikat kecilnya. 



Aku langsung menuju KFC dan setelah kucari-cari tidak ada. Ternyata mereka sudah tidak di KFC. Akhirnya aku menyusul mereka ke Cotton In. Setelah melewati episode nyasar tapi sekalian cuci mata di ACE, kamipun berencana ngobrol di Eat 'n Eat. Rencana itupun batal karena kondisi tempat tak memungkinkan. Akhirnya langkah membawa kami ke Steak 21. 

Seperti pertemuan sebelumnya di cerita ini, kami banyak sharing terutama pekerjaan. Kesempatan kali ini kami banyak tanya ke Mas Fatur, tentang Perumnas dan pekerjaannya. Akupun sempat gagal fokus, karena katanya kalau kerja di Perumnas biaya nikahnya di tanggung.hehe..bahasan satu ini ga pernah absen saat meet up..Sayangnya meet up ini belum lengkap tanpa teman yang lain, yang datang hanya Mas Fatur, Mas Henu, Mbak Farah, Mbak Eva, dan aku yang telat baru datang setengah sembilan malam.



Mas Fatur juga cerita pengalamannya ketika wamil di Gunung Gede serta tugas awal dia menjual kanebo dalam waktu satu jam.hehe..marketing banget. Dari sini kembali belajar bahwa lulusan Teknik Pengairan tidak hanya berkarya dibidang Pengairan saja, ada yang di Kementerian Keuangan, ada yang di Kontraktor, Konsultan, sekarang Perumnas dan ada pula di Bank. In syaa Allah dimanapun ditempatkan Allah setelah kita berusaha, jika kita bersyukur akan mendapat yang terbaik pula dari Allah. Tak terasa sudah jam sepuluh malam dan sepertinya tempat makan lain sudah tutup, akhirnya kami sadar diri. Walaupun singkat tapi ilmu-ilmu hasil sharingnya sangat bermanfaat.



Kamipun berpisah di parkiran dan aku, Mbak Farah dan Mbak Eva menunggu Gojek. Setelah menunggu kamipun menuju tempat tinggal masing-masing, kecuali aku yang menginap di tempat Mbak Farah. Dan...Gojek yang aku tumpangi Kokas-Kalibata super duper ngebut tapi lihai Bapaknya nyetir. Alhamdulillah selamat sampai Apartemen Kalibata. Kemudian ketemu Mbak Heni lagi dan kamipun masih ngorbol. Matapun terpejam sekitar pukul setengah dua pagi. Mungkin disaat kita beristirahat ada orang lain yang belum istirahat, salah satunya Mas Henu yang habis meet up masih diminta membuat materi  presentasi dadakan.

Alhamdulillah ya Allah, melalui perantara Mbak Farah telah memberikan tempat untuk merebahkan tubuh sejenak sebelum pagi datang kembali beraktivitas ke Kota lain. Sekitar pukul setengah enam pagi aku mandi dan siap-siap, tapi baru berangkat sekitar jam tujuh. Sebelumnya terima kasih untuk WRE Jabodetabek dan Mbak Farah yang memberikan tumpangan istirahat, Allah yang balas ya :')

Sebelum naik bus ke Pasar Rebo aku membeli bekal di Sevel, Nasgor Jago andalan.hehe..Kemudian naik bus 57 dari depan Apartemen. Alhamdulillah tidak macet dan sampailah aku di Fly over Pasar Rebo. Menunggu bus Cikarang sekitar 20 menit dan dapatlah bus Mayasari. Sejujurnya pengen Agra Mas, tapi terkadang kenyataan tak sesuai harapan. Disyukuri apa yang ada. :)

Setelah naik ke bus akupun sarapan pagi di bus. Setelah melewati Cawang UKI, ga sadar udah merem dan bangun-bangun sudah di Tol Cibitung.hehe..khilaf banget tidurnya sampai ditelepon ga denger.



Sesampainya di Terminal Cikarang, Mas Rohmat memberitahu naik angkot 18 nanti turun Pilar. Naiklah aku ke angkot 18 dan sempat mengobrol sama Ibu-ibu penumpang lain. Seperti biasa tak mau diam kalau lagi ga khilaf ketiduran. Sesampainya di Pilar, sopirnya juga bingung aku mau turun di Pilar sebelah mana, akhirnya diturunkan di komplek pertokoan Pilar Mas. Alhamdulillah ada tukang parkir baik hati meminjamkan kursinya dan menyuruhku berteduh.

Menghubungi Mas Rohmat susah dan akhirnya kutelepon Mas Agus, kata Mas Agus naik angkot 18 lagi turun SMA 2 Sukatani. Harusnya jangan turun dulu intinya..hehe...Baiklah aku naik angkot lagi dan sempat mengobrol lagi. Sesampainya di gang SMA 2 Sukatani, banyak tukang ojek menghampiri. Akupun menunggu di area panas, sampai akhirnya aku mengiyakan saran tukang ojek buat berteduh ditempat mereka. Iya sih panas, awalnya masih ga enak mau duduk sana soalnya ga ngojek.

Ngobrolah kami, aku dan Bapak-bapak tukang ojek sampai Mas Agus datang. Alhamdulillah beberapa saat Mas Agus datang dan kamipun menuju rumahnya. Sesampainya di Perumahan baru itu, kamipun ngobrol, sempat membahas waktu naik Lawu juga. Sekitar setengah jam kemudian, Mas Rohmat, Mas Yusya, Mas Khanang dan adiknya datang. Kemudian disusul Mas Septian dan Mbak Chory dan sekitar jam sebelas ada Mbak Rifki datang.

Ini ibu-ibu disuruh masak, banyak cerita ini tentang masak, salah satunya adonan bumbu tempe yang keasinan. Ternyata waktu ngulek bawang, Dik Eka sudah memberi garam, setelah aku beli ketumbar dan aku ulek, aku tambahi garam lagi. hehe...maafkan bukan kode pengen nikah :P 

Pas sudah matang baru sadar keasinan, tapi kalau dimakan sama nasi ga asin kok. #pembelaan..Baru gorengan ketiga sudah tidak asin karena ditambahi tepung dan air. Tak lupa kami banyak ngobrol juga di meet up ini. Sebab lama tak bertemu, kami cerita serta makan bersama. hmmm...yummy..indahnya kebersamaan. Akhirnya setelah makan siang ada dua kubu, ibu-ibu dan bapak-bapak. Dua-duanya saling sharing. Alhamdulillah..nikmat silaturahim..salah satunya tentang sharing beli rumah dan pastinya satu topik, nikah.hehe


Setelah sholat ashar, kami berfoto bersama beserta temannya Mas Agus yang dari Nganjuk. Setelah itu kamipun pamit  pulang. Aku dan Mbak Rifki naik motor sampai daerah setelahnya pilar. Disitu kami bertukar tempat, Mas Septian, Mbak Chory, Mbak Rifki dan Mas Rohmat ke Cibitung dan aku serta Mas yusya mencari bus untuk pulang ke Ngawi.

Kisah ini belum berakhir, tapi tepat 24 jam, Bogor-Tebet-Kalibata-Cikarang dan Ngawi di 24 jam berikutnya. ^^



Ada yang bertanya, Vita ga capek maraton kaya gitu? Kawan, lelah dan capek itu ada diperasaan, kalau dinikmati dan bahagia bagaimana aku bisa merasakan lelah dan capek? Sungguh, kalaupun lelah, lelah itu lebih sedikit dari apa yang kudapatkan dari sebuah pertemuan. Ohya kata seseorang, kata hati diri sendiri maksudnya, hargai dan luangkanlah sebuah pertemuan (selagi mampu), karena kita tidak tahu kapan terakhir kita akan bertemu. Untuk hal ini aku banyak belajar dari  Bapak dan Ibuku sendiri ketika bertemu kawan-kawannya, walau hanya hadir 5 menit padahal perjalanan lebih dari satu jam, selagi mampu akan diusahakan.

Sekian dulu, semoga ada hikmah yang bisa diambil ya, in syaa Allah berlanjut ke cerita saat perjalanan ke Ngawi, sempat nangis di Tol Cipali.hehe
***
Ngawi, 22 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

10 comments:

? said...

Wiiiih dapet voucher gojek free ride *_*

Rach Alida Bahaweres said...

Hai mba. Walau capek, tapi senang ya bisa jalan2 dan berkumpul bersama :)

Meriska Putri W said...

Hai Vita, waah lanjut S2 kah sekarang?

Aku sekarang di Sidoarjo, masih seputaran jatim, hehehe

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Iya kak alhamdulillah ^^

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Alhamdulillah iya mbak rach alida..nikmat yang ga boleh dilewatkan.hhe

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Alhamdulillah iya mbak.mohon doanya yaa..hehe dijatim enak kok mba

Wuri Wulandari said...

Mba vita, kamu ngapain di cibinong?deket rumah ku :D

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Ada latihan di deket smkn 1 bogor mba wuri.mbak cibinong mana mba?

Ari Yanto said...

trimakasih infonya... izin copas ya min sukses selalu...

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Ari Yanto : Copas untuk?

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^