Tentang Film dan Bioskop

| 4
Bismillahirrahmaanirrahim 
Selamat malam menjelang pagi bagi yang membaca pos ini sesuai jam postingnya. hehe..Yaps, saat menulis ini mendekati tengah malam. Saya sedang ingin bernostalgia dengan bioskop. Ketika ditanya teman, Vita udah pernah nonton apa aja di bioskop? Kemudian saya diam sejenak, menghitung jari dan mengingat judulnya. Bukan karena sering menonton, tapi karena sampai detik ini, pernah masuk bioskop bisa dihitung jari. hehe.. 

Jujur, saya bukan penyuka film dan bioskop. Soalnya kalau misalnya lihat film, lihat mood dulu, kadang bagus kadang jelek. Saya juga menghindari lihat film setelah membaca bukunya, jika film itu diadopsi dari novel maupun kisah nyata yang dibukukan. Semua itu hanya untuk menghindari rasa kecewa karena ekspektasi. Misalnya pas baca buku ceritanya lengkap, namun ketika difilmkan ada beberapa cerita yang ditambahi atau dikurangi, nah itu yang membuat saya kurang sreg jika baca buku dahulu baru lihat filmnya. 

Kebetulan waktu membereskan dompet, nemu tiket pertama kali nonton di bioskop. Tahun 2011 di Malang, yaps, waktu jadi mahasiswa baru. Waktu itu sama teman WRE dan buat refreshing pada ngajak nonton. Tiket seharga Rp25000 pun terbeli, dan film A Chinese Ghost Story adalah film yang pertama kali saya tonton di bioskop.


Waktu itu bioskop sepi, dan kita happy saja karena melihat ceritanya ada tentang air-airnya. Pada cerita itu daerahnya sedang mengalami kekeringan, dan para warganya mencari sumber air baru di pegunungan yang angker. Nama pegunungannya Black Mountain, yang katanya dianggap angker masyarakat Cina. Tuh kan pengairan banget, dapat ilmu cari sumber air. hehe..Kalau cerita utuhnya tentang hantu sih, tapi hantunya ga kaya Indonesia, ini hantunya cantik-cantik sama yang hantu laki ga kaya hantu juga. Setelah nonton baru baca review filmnya baru paham jalan ceritanya. Salah satunya film ini diadopsi dari dongeng Pu Songling Strange Stories

Saksi sejarah..saat pertama kali masuk bioskop

Nah, sudah tuh pertama kalinya masuk bioskop, padahal di Madiun ada bioskop Rp5000 rupiah di Timbul Jaya Plaza waktu itu. Duh..tapi jujur saya takut ketiduran di Bioskop. hehe..Kemudian film kedua yang saya tonton di bioskop adalah Perahu Kertas 2. Lhoh? Perahu Kertas 1 sudah nonton? Belum. hehe... Waktu itu diajak nonton dan ditraktir nonton sahabat-sahabat Dianpinsat Blitar. Jadi ini juga murni bukan keinginan yang diawali dari diri sendiri. Singkat cerita saya bengong dan bingung jalan ceritanya, baru beberapa hari kemudian saya membaca novel aslinya, Perahu Kertas karya Mbak Dee dari magrib sampai sekitar jam 9 malam, selesai dalam waktu kurang dari 4 jam. Alhamdulillah banget ga baca buku dulu baru nonton, soalnya seruan bukunya. 


Kemudian pengalaman ketiga kalinya nonton bioskop adalah film 5cm. Waktu lagi ngehitsnya pendakian ini. Waktu itu siangnya lagi suntuk tugas besar, berhubung ada sahabat-sahabat yang mau nonton, lanjut deh. Apa yang terjadi ketika nonton? saya banyakan merem alias pengen bobok diawal cerita. Jujur ga seneng openingnya yang di rumah Dinda --‘’ Beberapa hari setelah nonton 5cm saya baca bukunya. Alhamdulillah lagi, nontonnya sebelum baca buku.hehe.. Nonton kedua dan ketiga di bioskop ini terjadi di tahun 2012. Setelah itu saya tidak lagi ke bioskop soalnya salah satu konsekuensi kalau IP turun ga boleh nonton di bioskop, apapun alasannya. 2 jamnya buat belajar aja ya Vit...


Akhirnya vakum dari dunia per-bioskop-an, walaupun saat kerja di Ponorogo harga tiket nonton film terupdate di bioskop yang tulisannya XXI hanya Rp15000, bahkan waktu ramadhan promo Rp10000. Sayangnya, semurah apapun itu tak memikat saya untuk nonton. Tapi pas flashback kehidupan ekonomi di Ponorogo, akhirnya sadar bahwa itu harga nonton termurah yang pernah saya temui, yah jadi nyesel ga lihat film-film religi.hehe.. 

Sampai pada akhirnya beberapa bulan lalu kembali masuk bioskop di Atrium Senen saat meet up dengan kawan WRE Jabodetabek. Dari sini yang paling kelihatan adalah harga. hehe..Kalau di Jawa Timur maksimal harga saya nonton Rp30000 tapi waktu di XXI Atrium Senen Rp50000.

Film keempat yang saya tonton di bioskop XXI Atrium Senen adalah Now You See Me 2..ah...suka banget sama film ini. Mungkin dari tiga film sebelumnya, film keempat ini yang membuat saya tertipu dan sama sekali tidak mengantuk karena mengikuti alur filmnya. Berpengalaman dari menonton Perahu Kertas 2 tanpa menonton yang part 1, sebelum menonton Now You See Me 2, saya searching dahulu yang part 1nya. Suka sama trik dan alur filmnya, sampai merasa penonton tertipu dengan adegan-adegannya. Sangat memberi wawasan bagi penonton terkait dunia sulap. 



Film kelima sekaligus pertama kali ke bioskop sendiri dengan niat menonton sangat menggebu gara-gara lihat talkshow Kick Andy, 3Srikandi. Film yang baru dirilis tanggal 4 Agustus kemarin membuat saya penasaran, bagaimana sejarah medali pertama Indonesia dalam olimpiade dunia kala itu. Apalagi waktu talkshow Bu Yana, Bu Lilies dan Bu Suma menceritakan sendiri. Setelah post ini akan dibuat reviewnya in syaa Allah. Waktu nonton  film ini bioskop sepi, dan bisa dihitung jari. Senang sih, berasa milik pribadi.hehe...Ohya, aku nontonnya di XXI Botani Square, Bogor.


Itu dia cerita singkat 5x masuk bioskop, hehe... Sesuai banyak pesan, apa yang kita dengar dan tonton akan mempengaruhi pikiran kita, makanya kalau nonton juga pilih-pilih film yang baik dan banyak pelajarannya. Jangan sampai kita nonton tapi pulangnya tidak mendapat apa-apa. ^^ 

Ohya, saya sangat perhitungan kalau untuk nonton,  jadi sukanya yang low budget, kecuali quality time sama sahabat dan keluarga, makanya nontonnya waktu weekday dan cari bioskop dengan harga terjangkau. hehe.. Kalau film download yang paling ngena dengan jenis film futuristik itu film Alif Lam Mim. Duh...banyak brainstormingnya ini film, bisa memberikan wawasan juga tentang menilai orang lain. Sayangnya durasi di bioskop katanya pendek, pun yang saya download sudah tidak full.

Sekian dulu cerita ini, semoga aktivitas hari ini diridhoi Allah kawan, yang masih bangun sok laporan sama Allah dulu ^^
***
Puri Fikriyyah, 8-9 Agustus 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

4 comments:

AnggIt Kusuma Wardhana said...
This comment has been removed by the author.
Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Belummm..hehe..aku ga terlalu suka film sebenarnya, maunya film yang jelas ada pelajarannya.hehe Soalnya kadang ada film yang kurang patut ditonton kalau film yang luar negeri #eh...jadi nunggu rekomendasi temen dulu baru deh nonton..

Sip...makasih linknya aku coba download dulu :)

Liswanti Pertiwi said...

Baca tulisan ini, mengingatkan saya, saat masuk bioskop pas AADC 1 hehe

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Hehe bagaimana kak rasanya nonton di bioskop?

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^