Mengeja Hikmah "Terpuruk"

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Semua bermula ketika Bapak kembali ke pangkuan-Nya. Rasanya semua berubah, yang awalnya baik-baik saja menjadi "ada apa-apa", lalu sayapun bukan tipe orang yang mengutarakan jadilah semua terpendam, dinikmati sendiri dan dirasakan sakitnya sendiri. Salah satu momen yang saya anggap "terpuruk" adalah kehilangan kepercayaan dan datangnya hinaan serta cacian kala itu. 

Singkat cerita, saat kuliah di Malang, saya memiliki teman yang sudah saya anggap sahabat. Satu tahun berteman ternyata dia menghilang bersama tanggung jawab peminjaman yang belum diselesaikan. Singkat cerita, bersamaan dengan itu fitnah datang melalui kabar-kabar yang berhembus di lingkungan tentang saya, komentar negatif di blog saya dengan kata-kata a**ing, t**k dan sepantarannya, serta sms teror yang intinya saya jadi penyebab abcd, intinya mah ke arah mengatakan saya munafik. Sedih, sedih banget kala itu, rasanya mau cerita ke sahabat juga tak tega, apalagi orang tua, tak akan pernah saya ceritakan apa yang membuat saya "merasa sakit". Biarlah saya tanggung sendiri kesakitan yang mungkin saya sendiri penyebabnya. 

Dalam masa itu diperkeruh dengan ingatan saya saat SMA, selepas saya berniat hijrah, ketika itu saya di maki di tengah lapangan oleh seseorang. Ah...jadilah ingatan itu memperburuk suasana. Mana saat itu sedang semester hectic. Kondisi ini akhirnya berpengaruh pada sahabat saya yang lain.

Saya butuh waktu agak lama untuk menenangkan diri, saya menjalani hari seperti biasa dengan masih membawa sampah emosi. Lalu, perlahan saya tersadarkan apa ada yang salah dengan saya akhir-akhir itu, atau saya sombong, dan berbagai muhasabah lain tentang diri. Sayapun memilih tak berkomunikasi dengan orang-orang yang saya anggap justru akan membuat suasana semakin memanas. Jadilah, saat itu hampir sayapun tak bisa mempercayai siapapun, termasuk sahabat sendiri.

Kala itu saya bisa kembali ceria dan memaafkan dengan hanya percaya kepada-Nya, tak lagi mengharap iba dari manusia. Lalu, sembari mengobati luka teror, hinaan, cacian itu dengan memperbaiki sikap yang menurut saya kurang tepat. Pun saat itu Allah hadirkan sahabat-sahabat dalam satu lingkaran majelis ilmu-Nya yang senantiasa memegang erat. Allah bantu saya menutup apa-apa yang membuat saya kembali merasa terpuruk. Saya berusaha keras mengembalikan kepercayaan diri yang terasa terenggut oleh caci maki dan kabar yang beredar tentang saya. Semua terasa sulit karena tak ada yang bisa dijadikan tempat cerita, dan memang sayanya malas lagi untuk bercerita, mungkin yang akan sahabat saya bilang adalah "sabar", ketika itu. 

Namun, dari usaha bangkit "sendiri" dan kepercayaan kepada manusia yang hilang itulah sayapun tersadar akan sesuatu yang besar dan tak ternilai harganya daripada manusia. Kekuatan dari-Nya, iya, Dia adalah satu-satunya tak pernah meninggalkan, menerima segala keluh kesah saya kapanpun saya mau, tak membuat saya kecewa, selalu membuat saya bahagia kala mengingat apa-apa yang telah dianugerahkan-Nya. Ialah Allah, yang akhirnya saya tersadar penuh kala itu bahwa Allah-lah tang tak pernah meninggalkan hamba-Nya dalam segala gelisah susah yang di rasa. 

Lalu dalam sebuah firman-Nya saya dapati bahwa Ia tak akan membebani hamba-Nya diluar kesanggupan hamba-Nya. Ia, benar memang. Untuk menguatkan bangkit saya kala itu, saya lebih banyak berinteraksi dengan petugas kampus, lebih banyak "nongrong" di penjual sekitar kampus hanya untuk mendengarkan kisah-kisah mereka. Ada yang bercerita tentang dagangannya, ada yang bercerita tentang anaknya, bagaimana kondisi ekonomi dan ragam cerita lainnya. Satu hal yang saya dapat tarik kesimpulan mengapa mereka tetap ceria meski ada banyak "tanggunggan rasa", sebab mereka bersyukur terhadap apa-apa yang menimpa dirinya.

"Seorang muslim itu apabila diberikan nikmat ia bersyukur, apabila ditimpa kesusahan ia bersabar" begitulah penggalan salah satu kajian yang saya dapat dari proses bangkit. Satu persatu obat yang Allah berikan itu menjadi amunisi yang kuat saat saya menghadapi hal serupa dikemudian hari. Sejujurnya, saat itu saya belum sepenuhnya memaafkan kejadian itu, dan selang 4 tahunan dari kejadian itu saya baru benar-benar merasa plong atau menerima kejadian tersebut. 


Bercerita seperti ini misalnya, ini adalah bentuk saya telah menerima apa-apa yang menjadikan saya sakit saat itu. Sebelumnya saya masih memendam erat, saya jadikan tumpukan sampah emosi yang entah pada saat kapan akan meledak. Alhamdulillahnya, Allah pertemukan saya dengan forum yang berusaha sama-sama membersihkan sampah masa lalu. 

Saya bersyukur sekali dapat mengambil bulir-bulir pesan dari-Nya lewat kejadian itu. Hadiah terindah dari-Nya saat saya benar-benar bisa menyadari bahwa tiada lain saya bergantung dan berharap selain kepada-Nya. Berharap pada manusia suatu saat pasti berpotensi kecewa, tapi tidak jika kita hanya berharap kepada-Nya.

Saat saya tilik lagi, harusnya sejak kejadian itu saya bisa memaafkan dan menerima, bukan memandamnya hingga bertahun-tahun. Apabila saya kembali ke masa itu, ingin saya memulai yang meminta maaf terlebih dahulu, meminta klarifikasi mengapa sahabat saya pergi, mengapa teror itu terjadi, sehingga tak ada pikiran negatif tentang sahabat saya tersebut, pun tak ada beban yang saya pendam bertahun-tahun. Namun mungkin karena ego saya saat itu juga dan kesal terhadap apa yang ada, maka saya khilaf dan luput untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Alhamdulillahnya, sekarang bisa melepas luka itu, kembali pada jalan-Nya yang penuh cerita. Mungkin tanpa kejadian itu, sayapun tak tersadar untuk terus menjadikannya gantungan harapan. Mungkin tanpa kejadian itu saya tak akan bisa lebih selektif bersahabat, dan mungkin tanpa kejadian itu saya tak akan "sekuat" yang sekarang (atas ijin-Nya).

Bagi sahabat semua yang mengalami hal yang sama, yang merasa dirinya terpuruk, yuk mari kita terima hal terpuruk itu, maafkan diri sendiri, dan syukuri apa yang terjadi, maka dengan itu hari-hari kita tak akan dibelenggu sampah negatif dalam diri. Susah memang dan berat dirasa, tapi bersama-Nya, kau akan ringan melangkah, dengan ijin-Nya in syaa Allah kita bisa menanggalkan keterpurukan itu. Ingat lagu Djenggot kan yang "tak ada ujian yang tak bisa di lalui karena Tuhan telah mengukur diri ini, lebih baik hadapi segala beban diri, hadapi dengan ikhlas di hati" ^^.

Tak ada keterpurukan yang tak bisa kita ambil pelajaran.. Semangat selalu hanya karena-Nya, serta gantungkan segala harap hanya kepada-Nya :)

*Kisah ini adalah salah satu tugas bahagia dari proses belajar saya di Sekolah Bidadari Surga :)
***
Puri Fikriyyah, 18 Agustus 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Kelas Maryam SBS: Urgensi Pendidikan Pra Nikah untuk menjadi Istri Shalihah Dambaan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, masih suasana 17an dan kita harus tetap belajar dan bertumbuh, iya kan? ^^ Melengkapi catatan kelas Maryam Sekolah Bidadri Surga, setelah seminar sesi 1 oleh mbak Amalia, sekarang dilanjut seminar sesi 2 oleh Ummu Balqis. Materinya tentang "Urgensi Pendidikan Pra Nikah untuk menjadi Istri Shalihah". Ketika agenda ini saya masih mengikuti kegiatan launching buku Youth Abroad, dan datangnya sudah sesi FGD seperti yang saya ceritakan sebelumnya, tapi alhamdulillah maish dapat ilmunya karena teh Annisa dan teh Rahma mau membagikan catatannya. Jazakillah teteh... :")

Yuk kita simak bersama materi dari Ummu Balqis, semoga memberikan manfaat dan mengisi ruang dalam jiwa kita dengan ilmu. 


"Berilmu Dahulu Samara Kemudian" 
đź‘Ş Percaya bahwa kita sudah memiliki jodoh dan tidak akan direbut oleh siapapun. Menikah sebagai Mitsaqan Ghaliza yaitu perjanjian yang amat sangat kokoh. Mitsaqan Ghaliza ada 3 yaitu: 
1. Perjanjian orang yang menikah 
2. Perjanjian Allah dan Nabi 
3. Perjanjian Allah dan umatNya 

Jangan pernah mempermainkan pernikahan. Kematian pun tidak akan memisahkan. Karena akan bertemu kembali di Surga bersama. Keluarga besar akan bertemu kembali karena perjanjian ini sangat kokoh. Maka dari itu:
✔Jangan salah memilih pasangan 
✔Jangan tergesa gesa 
✔Jangan terbawa nafsu

Karena menikah bukan main-main jadi perlu disiapkan. Jangan menikah dengan ekspektasi, memulai persiapan pernikahan dengan obsesi. Obsesi ingin memiliki suami hafidz berarti diri kita perlu menuju hafidzah. Padankan preparation dengan target kita. Terobsesi menyamakan diri kita dengan keinginan siapa suami kita. 

Jangan persiapkan pernikahan dengan ekspektasi. Data kawin cerai salah satunya akibat kurang persiapan. Jangan sampai tersiksa di rumah tangga karena bisa jadi KDRT, bagian dari kesalahan perempuan juga. 

Kewajiban Istri itu diantaranya: 
1. Taat pada suami 
2. Menyenangkan hati suami 

Maka persiapan yang perlu dilakukan adalah terkait:
1. Mental : kita harus yakin jodoh kita ada di depan kita.. (Mudahkan aku ya Allah dalam menjemputnya) 
2. Ilmu : untuk mempermudah kewajiban seorang istri terkait ke suami, anak, dan keluarga besar. 
3. Fisik : tentang kebersihan diri, bersih, harum, jangan mager olahraga 
4. Finansial : pintar mengatur finansial, yang penting adalah cukup. 
5. Sosial : karena ada lingkungan keluarga baru maka harus menerima lingkungan baru. Jangan sampai kita tidak nyaman karena kita tidak pandai beradaptasi dengan lingkungan baru. Libatkan suami dan bersikap bijak jika ada masalah dengan keluarga suami. 

Rumus jodoh itu : 
1. Bagaimana kita mengimbangi perbedaan satu sama lain. 
2. Jodoh itu sudah ada, siapanya dan kapan nya. Tidak akan dipercepat dan diperlambat, mau cara yg baik atau yg tidak baik. Namun rasa berkahnya berbeda.

Terakhir, jangan pernah lelah mengupayakan jodoh dengan cara yg baik. Jangan pernah paksakan dengan cara haram karena Allah tidak suka. Niatkan menikah untuk ibadah, sebab menikah merupakan titik awal generasi sehingga persiapkan untuk membangun peradaban.

Alhamdulillah, itulah ilmu dari Ummu Balqis, semoga Allah lindungi kita dari menjemput jodoh yang tidak dalam ridho-Nya, semoga senantiasa dijaga dan jodoh kita Allah jaga pula. Semoga kita sabar ya dalam menanti jodoh kita, semoga ridho-Nya senantiasa teriring agar rumah tangga kita nantinya berbuah Surga :")

*Jaga dirimu baik-baik di jalan-Nya ya Mas, yang saya belum tau namamu siapa dan dimana...eh :D
***
Puri Fikriyyah, 17 Agustus 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Kelas Maryam SBS : Agar Bidadari Surga Cemburu Padamu

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, masih bisa menuliskan mengenai kelas Maryam Sekolah Bidadari Surga. Nah jadi sebelum agenda FGD dan presentasi ada 2 materi dalam seminar pra nikah. Materi pertama adalah dari mbak Amalia Dian Ramadhini, yang saya kenal dari beliau adalah beliau owner @jilbabwalimah . Alhamdulillah dulu saat di FIM angkatan 15 tahun 2013, salah satu pematerinya adalah beliau dan suami mengenai kisah awal pertemuan mereka dan rumah tangganya. Pada kesempatan kelas Maryam ini beliau menyampaikan mengenai "Agar Bidadari Surga Cemburu Padamu". Sebab saya tak ikut, saya tidak bisa mendengar pemaparannya langsung, tapi alhamdulillah salah satu siswa SBS, teh Annisa Indriani (ketua angkatan kami) membagikan catatannya. Yuk kita simak bersama catatannya. 

đź’•Jilbab yg kita pakai adalah cara untuk menyeleksi jodoh kita.
đź’•Ciri-ciri Bidadari Surga
1. Menundukkan pandangan 
2. Tidak tersentuh makhluk sebelum suaminya ( Ar-Rahman : 55-58) 
3. Baik akhlaknya ( Ar-Rahman : 70) 
4. Menjaga kehormatan diri, tidak ada hasad di dalam surga, tidak ada saling benci dan permusuhan 
đź’•Terima kondisi diri apa adanya. 
đź’•Bangun komunikasi dengan orang tua. 
đź’•Menikah ibadah paling panjang, jangan salah pilih pasangan. 
đź’•4 perkara yang termasuk sunnah Rasul: memakai wewangian, sifat malu, bersiwak, dan menikah. 
đź’•Kenikmatan saat "berbuka puasa" kelak akan berbeda kenikmatannya dengan orang yang berbuka dahulu sebelum waktunya. 
đź’•Peranan wanita di rumah: 
1. Madrasatul ula 
2. Anfa'uhum linnas (bermanfaat bagi sesama) 
3. Mengajak kepada fii dunya hasanah wa fil akhirati hasanah

Alhamdulillah ya, catatan teh Annisa ringkas namun bisa dipahami, yuk mangga kalau masih ada yang mau diskusi bisa kita diskusikan di ruang komentar. Terima kasih sahabat semua, semoga catatan ini bermanfaat ^^
***
Puri Fikriyyah, 17 Agustus 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Pertemuan Perdana Kelas Maryam Sekolah Bidadari Surga

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan menyapa lewat kata. Alhamdulillah, setelah mengikuti launching buku Abroad You(th), Allah masih memberi kesempatan saya untuk menimba ilmu di kelas perdana Sekolah Bidadari Surga yang diselenggarakan di Aula Perpustakaan Balai Kota Depok. Kelas Maryam namanya, kelas tatap muka yang berisi seminar pra-nikah, focus grup discussion dan presentasi. Ohya, bagi yang belum mengetahui Sekolah Bidadari Surga itu apa, bisa kepo di tumblr dan instagramnya. Siapa tau tertarik ikut angkatan selanjutnya ^^. First of all, saya bersyukur sekali Allah berikan kesempatan menjadi salah satu diantara 51 singleLillah terpilih dari 267 singleLillah yang mendaftar. Semoga Allah meridhoi keikutsertaan ini dan bisa menjadi (calon) bidadari penghuni Surga-Nya. Aamiin...


Lokasi kegiatan dekat dengan stasiun Depok Baru, dan alhamdulillah sebelum ashar saya sudah sampai di lokasi. Saya telat memang, tapi alhamdulillah masih dapat ilmunya melalui sesi FGD dan presentasi. Saya terlewat mengikuti seminar pra nikah dari  kak Amalia (Agar Bidadari Surga Cemburu Padamu) serta kak Ummu Balqis (Urgensi Pendidikan Pra Nikah untuk menjadi Istri Shalihah Dambaan). Jadi, pada postingan ini saya akan membagikan cerita selama mengikuti FGD dan presentasi. 

Sesampainya di lokasi, saya bertemu teh Icha, kepala Sekolah Bidadari Surga. Lalu teh Icha mengijinkan saya ikut dalam salah satu kelompok yang ternyata beliau fasilitatornya. Alhamdulillah kelompoknya ramah, sayapun berkenalan dengan teh Mounda, teh Retno, teh Ian dan  teteh lainnya. Lalu saya langsung ikut menyiapkan presentasi walau sudah di akhir-akhir. Tema yang kami dapat adalah "Menikah Muda, Setuju atau Tidak?". Lalu kami menyusun bahannya berdasarkan pro dan kontra dan keputusan akhir kita. Sebenarnya saya cuma bantu-bantu di akhir saja,hehe... tapi in syaa Allah tau arahan konten yang dibuat. Ketika itu ada tambahan waktu lima menit, lalu kami diminta membuat nama kelompok. Aisyah, itulah keputusan akhir kelompok kami. 



Selesai diskusi kamipun kebali ke kursi masing-masing dan mendengarkan presentasi dari kelompok yang di fasilitatori kak Ninette. Lalu kelompok kamipun presentasi di urutan ketiga. Kelompok pertama membahas tentang "No Baper". 

Presentasi di kelompok kami di mulai dengan kotra. Hal yang menyebabkan kami kurang setuju dengan menikah muda adalah pertama mengenai tingginya angka perceraian di Indonesia, kasus KDRT juga meningkat serta bagi yang memiliki rencana untuk studi lanjut terkadang ada yang tertunda atau bahkan tidak jadi. Tahukah teman-teman berapa angka perceraian di Indonesia? Kalau di rasiokan 1 dari 5 pernikahan di Indonesia berakhir perceraian. Kalau mau tau datanya bisa lihat di BPS di angka nikah, cerai dan rujuk walaupun update-annya baru sampai 2015, kalau update terbaru tahun 2016 menyatakan angka perceraian di Indonesia meningkat. Beberapa penyebab perceraian yang diutarakan di surat kabar online diantaranya masalah ekonomi, perselingkuhan, tidak sesuai kriteria, terlalu sibuk dengan pekerjaan, perbedaan, terlalu dini, perubahan budaya, kurangnya komunikasi, kurangnya kepercayaan antar pasangan, kurang perhatian, KDRT dan masalah nafkah batin. Kalau diperhatikan di surat kabar Kompas ada  259150 kasus KDRT. Salah satu penyebab dari penyebab KDRT dan perceraian adalah kurangnya pengetahuan tentang pernikahan. Kalau untuk menunda studi lanjut, biasanya setiap kita punya mimpi lanjut S2 atau S3, ternyata setelah menikah impian itu harus ditunda.



Kalau dari sisi Pro-nya adalah akan menekan angka seks bebas, melatih tanggung jawab dan sebagai sarana ibadah seumur hidup. Sila lihat data KPAI berikut ini terkait data anak yang  melakukan aborsi atau sebagai korban pelecehan seksual, dll. Ngeri juga ya guys?

Nah, berdasarkan pemaparan di atas kelompok kami pro dengan menikah muda dengan syarat : niat menikah adalah karena Allah, sudah "siap" dengan konsekuensi dan tanggung jawab dalam rumah tangga serta mampu. Kalau saya boleh kaitkan dengan mentoring saya, mampu ini terkait dengan "ba'ah". "Ba'ah" ini bukan punya segalanya, namun punya kemauan yang kuat untuk mencari nafkah apapun hasilnya. Ba'ah juga terkait dengan kesiapan suami dan istri. Salah satu tanda seseoarang siap menikah adalah mengerti bahwa akan ada kewajiban yang bertambah setelah menikah. Salah satu parameter siap juga terkait dengan jika pria adalah mencari nafkah dan untuk wanita siap untuk mengandung. 



Begitulah presentasi dari kelompok kami, Aisyah, yang punya jargon "in syaa Allah sholehah (Aamiin)".hehe..Semoga bermanfaat ya sedikit hasil FGD ini. Kalau belum siap menikah bagaimana? Puasa, itu salah satu cara yang dianjurkan sesuai dengan hadits Bukhari-Muslim "Barang siapa belum mampu menikah maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya".

Setelah presentasi masih ada 2 kelompok lagi, jadi kami sepakat untuk break  sholat ashar. Ba'da sholat, kami melanjutkan presentasi. Setelah 2 kelompok terakhir presentasi (tentang memahamkan orang tua untuk pernikahan islami dan tentang proses menuju menikah), kakak panitia mengumumkan kelompok terbaik. Qadarullaah, kelompok Aisyah adalah kelompok terbaik dalam FGD ini. Alhamdulillah, kamipun masih tak percaya takut salah sebut, tapi kata kak Gia memang benar.


Alhamdulillah ternyata benar, lalu kamipun maju ke depan dan menerima seperangkat alat sholat bingkisan berisi hadiah jajan, buku, tumblr. Alhamdulillah jajannya bisa di makan bersama-sama, termasuk panitia lain. Kegiatanpun ditutup dengan tukar kado dan pemilihan ketua angkatan. Sesi tukar kado berakhir sebelum pukul 17.00 WIB. Ada yang unik dan menjadikan kesan berbeda, karena tak ada yang mengajukan diri menjadi ketua angkatan, akhirnya kakak panitia memakai cara yang tak biasa. Pemilihan berdasarkkan yang paling sering puasa sunnah dan menerapkan one day one juz. Masyaa Allah, bersyukur dikumpulkan dengan orang-orang yang menjadikan-Nya dasar atas segala sesuatu :')



Akhirnya, sore itu kelas Maryam berakhir, kelas perdana yang membekas positif diingatan meskipun saya terlambat masih mendapatkan ilmunya. Alhamdulillah, saya bersyukur sekali Allah mengijinkan saya belajar di Sekolah Bidadari Surga :') Sayapun langsung kembali ke Bogor dan menuju Lab Wage malam itu juga. 

Tunggu cerita selanjutnya ya. In syaa Allah ^^
***
Puri Fikriyyah, 17 Agustus 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi


#KejarMimpi di Launching Buku 2nd Chapter Abroad You(th)

| 3
Bismillahirrahmaanirrahiim
Agenda pertama hari Sabtu kemarin (12/08/2017) dalam rangkaian "Mengulang Masa Lalu" adalah launching buku Abroad You(th) di Aula Latief Gedung Dewi Sartika, Universitas Negeri Jakarta. Buku Abroad You(th) merupakan antologi kisah perjalanan para pemuda Indonesia pada kegiatan-kegiatan Internasional. Ada 3 chapter sebenarnya, namun yang di launching baru sampai chapter 2. Setiap chapter ada kegiatan yang berbeda-beda jadi jika sahabat semua membeli 3 bukunya tidak akan double pembahasan. 

Acara kemarin di mulai dengan registrasi pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini berkolaborasi dengan @Kejarmimpi.id yang salah satu foundernya adalah kak Maudy Ayunda serta Bank CIMB Niaga dan dibantu oleh BEM Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Saya senang sekali bisa berkumpul dengan orang-orang yang datang di acara ini, sebab kita memiliki visi yang sama. Waw banget -lah melangkah dengan orang yang sevisi itu. Pagi itu saya datang bersama mbak Septi dan mbak Ella, sayangnya mbak Hesti tes TOEFL jadi tidak bisa hadir, pun mbak Mawar yang sedang bekerja. 


Setelah registrasi, kami bertiga menyempatkan berfoto di photoboothnya @Kejarmimpi.id. Nuansa merah merona nan berani, bukan kader partai loh ya.hehe...Usai mengabadikan kenangan, sayapun masuk ke ruangan dan bertemu ka Putri Agustina, selaku inisiator dari antologi Abroad You(th) serta bertemu dengan kontributor lainnya. Alhamdulillah akhirnya dapat berjumpa secara nyata, sebab sebelumnya hanya lewat kata. Ohya dalam agenda ini saya mengambil peran sebagai kontributor atau salah satu penulis dalam antologi Abroad You(th) chapter 2 ini. Bisa menjadi salah satu penulis dalam antologi ini adalah kesempatan dari Allah yang luar biasa. Alhamdulillah...

Lalu, saya berpisah dengan mbak Septi dan mbak Ella di beda meja. Konsep round table -nya asyik, karena memungkinkan seluruh peserta dalam lingkaran tersebut saling mengenal. Apalagi hidangan cupcakes Abroad You(th)-nya manis dan menambah semangat untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan. Ohya, acara ini sekaligus memperingati International Youth Day yang jatuh pada hari tersebut, plus hadiah miladnya kak Putri.hihi...

Alhamdulillah saya satu meja dengan Anggi, Ayu, Habibi, Indrawan, Bagus, Ricky dan Karima. Kami saling sharing dan saling diskusi hasil dari program-program yang pernah kita ikuti. Ternyata saya tergolong terlambat mengikuti kegiatan-kegiatan kepemudaan ini, saya baru memulai saat semester 5 kalau tidak salah. Bagus, salah satu kontributor yang usianya paling muda (mungkin), dia ikut kegiatan internasional saat masih SMA. Wah... makanya youthers sekarang harusnya kalian bisa memanfaatkan kesempatan ikut program-program luar negeri, sebab infonya lebih mudah didapat. Beda loh saat saya dulu harus benar-benar aktif jemput bola. 


Lalu acarapun di mulai oleh MC dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu ada sambutan dari kak Putri Agustina, kak Agis dan ketua BEM Fakultas Ekonomi UNJ. Kak Putri menceritakan bagaimana awalnya dia mengikuti kegiatan kepemudaannya. Jatuh bangun dalam kegagalan tak menyurutkan langkah kak Putri untuk menembus batas dirinya. Semangat ingin menjadi role model bagi lingkungannya menjadikan ia gigih meraih mimpinya, akhirnya kak Putri lolos dalam kegiatan G20 Summit di Rusia, kegiatan di Korea dan Sri Lanka. 

Lalu sambutan kedua dari kak Agis. Beliau berbagi cerita mengapa @Kejarmimpi.id di bentuk, salah satunya ingin menjadi wadah untuk siapapun dalam meraih mimpinya. Closing statement dari kak Agis yang menusuk agar terus semangat adalah ucapan Denzel Washington "Without commitment you'll never start, but more importantly, without consistency you'll never finish". Bagaimana youthers, mau melanjutkan tidurnya atau bangun lalu kejar mimpinya?  ^^

Agenda selanjutnya adalah perkenalan seluruh kontributor antologi Abroad You(th) dari chapter 1 hingga 3. Kemudian dilanjut launching bukunya dengan penyerahan simbolis untuk kontributor chapter 2. Kegiatan dilanjutkan kembali dengan talkshow 2 sesi  bersama kontributor chapter 2. Kami membagikan kisah mengenai motivasi mengikuti kegiatan kepemudaan hingga tingkat internasional, tantangannya, tentang programnya, apa yang kita dapat dan kita bisa bagikan, serta mengapa kami ikut menulis di antologi ini, yang mana semua itu kami jabarkan di dalam buku Abroad You(th) chapter 2 ini. Sebenarnya, antologi ini hanya mewakili cerita kami, berdasarkan penuturan kemarin ada banyak hal yang bisa dijadikan pembelajaran lainnya, kalaupun di tulis tak akan selesai semuanya, bahkan ada yang tak bisa di ungkapkan dengan kata atau suara.eaaa...hehe...


Salah satu pertanyaan dari audience adalah bagaimana agar proposal kita diterima sponsor. Nah,  berdasarkan jawaban rekan-rekan kontributor yang programnya self funded salah satu kuncinya adalah proposal itu menjual, maksudnya adalah kita bisa mengemasnya dengan bungkus yang keren walau mungkin kegiatannya sederhana. Lalu, sesuaikan dengan sponsor tujuan, artinya bahwa setiap sponsor proposalnya usahakan beda dan disesuaikan dengan visi  misi perusahaannya. Lalu, buatlah isi yang meyakinkan dan tidak hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri, dalam hal ini harus ada impact untuk masyarakat setelah kegiatan berjalan. 


Lalu ada juga yang menanyakan apa sih  yang bisa diambil dari kegagalan dan bagaimana menyikapinya. Nah, youthers kalau gagal coba lagi, just try and try again. Sebab dari kegagalan kita bisa  belajar berbenah agar lebih baik, berkat kegagalan kita akan bisa menghargai keberhasilan yang kita peroleh. Kalau memang masih gagal coba terus, tentunya tanyakan dulu, apakah benar yang ini patut di perjuangkan. Kita tak akan pernah tau usaha yang akan berbuah hasil, so just do it and Let Allah decide . Bahasa keren lainnya adalah "Habiskah jatah gagalmu selagi muda!"

Ada juga yang menanyakan bagaimana mengawali, karena di lingkungannya belum ada. Nah, awali saja dari diri sendiri, jangan pernah takut memulai, apapun hasilnya, coba!. Kalau memilih program, alangkah baiknya yang fit in dengan diri kita, karena biasanya juri mencari kandidat yang memang kandidat yang sesuai. Ada tips juga dari kak Putri dalam menghadapi lolos wawancara, karena beliau pernah menjadi juri. Biasanya wawancara itu mengenal kandidat secara mendalam, jadi bisa juga berdasarkan CV yang telah kita tulis, so usahakan CV memang jujur, jadi ketika wawancara ditanyakan tidak ada kesetimpangan. Lalu, pelajari kira-kira apa saja pertanyaan yang memungkinkan d tanyakan di wawancara, bisa menanyakan ke oarang-orang yang pernah mengikuti wawancara atau pelajari sendiri melalui website, dll. Selain itu, dalam wawancara kontak mata, tata bahasa akan sangat penting, menggambarkan kondisi psikis kita, maka tetap jaga agar sellau fokus dan tidak nge-blank. Pastinya yang perlu dilakukan adalah memohon restu orang tua. 

Sebenarnya masih ada pertanyaan lain,hehe... Yang dapat saya garis bawahi dalam kesimpulan adalah, setiap kita memiliki kesempatan yang sama, peluang yang sama untuk ikut dalam kegiatan kepemudaan di luar Negeri, namun tak semuanya mau memanfaatkannya. Ada yang tumbang di awal karena takut memulai, ada yang jatuh ditengah jalan atau bahkan tak memaksimalkan usaha di akhir walau keberangkatan sudah di depan mata. Semua butuh komitmen dan konsisten untuk terus berusaha merealisasikan mimpi. Lakukan semua dengan niat Lillahi Ta'ala, ikuti passion dan ikhtiarkan dengan ikhtiar terbaik yang didukung restu serta terus mengharap ridho-Nya. 

Rejeki anak sholehah (aamiin) - hadiah kuis dan lucky draw

Ada pesan dari kak Maudy Ayunda "Terkadang kita lupa dunia ini tak akan selamanya menunggu kita menaklukkan ragu". Jadi mari kita memulai bermimpi dan merealisasikannya. 

Semoga catatan ini bermanfaat untuk sahabat semuanya. Pun dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam merealisasikan mimpi. Tentu atas ijin-Nya melalui perantara. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kak Putri dan @abroadyouth.id, sebagai perantara Allah sehingga saya bisa berbagi kisah ini dalam antologi Abroad You(th) ini, yang mana ini antologi ketiga saya selama di Bogor. Semoga bisa sampai 40 tulisan yang di antologikan, seperti saat di Malang agar hidup ini lebih bermanfaat walau hanya melalui tulisan. 

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada @Kejarmimpi.id dan @CIMBNiaga atas hadiah kuis instragramnya. Hadiahnya tiket gratis ke Jakarta Aquarium dan pastinya ini menghemat keuangan mahasiswa banget.hehe.. Lalu terima kasih kepada @Batikcandle atas hadiah luckydrawnya. Bermanfaat sekali sebagai perantara penerangan ketika gelap datang. Terima kasih kepada semua yang telah menginspirasi, semoga segala apa yang kita lakukan di ridhoi dan menjadi salah satu pemberat timbangan kebaikan kelak. Semoga tulisan-tulisan ini bisa menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir kebaikannya :').

Bagi yang mau memesan buku ini bisa lewat komentar atau line saya IDnya rescueiffah, atau via instagram @abroadyouthid.
***
Puri Fikriyyah, 13 Agustus 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Mengulang Masa Lalu : Dari Book Launching hingga Nge-Lab

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah ya Allah, saya bersyukur atas segala nikmat hari ini. Saya merasa kembali hidup seperti S1 dulu, yang mana weekend adalah tempat mengupgrade diri melalui seminar, kajian atau kegiatan kepemudaan. Alhamdulillah, saya speechless :’) Hari ini saya absen tidak latihan panahan seperti biasanya, Alhamdulillah sejak pagi ada agenda di Jakarta.


Pukul setengah enam pagi, saya dan mbak Ella sudah siap berangkat dari Kos, lalu bersama mbak Septi kami menuju stasiun Bogor. Kegiatan pagi ini adalah 2nd chapter Abroad You(th) book launching. Acaranya di Universitas Negeri Jakarta sesuai rundown setengah Sembilan pagi sudah registrasi, maka dari itu kamipun dari Bogor lebih awal, takut macet. Alhamdulillah tepat waktu kami sampai, dan di kegiatan ini, Alhamdulillah saya termasuk dalam salah satu kontributor buku Abroad You(th) chapter 2.


Lalu ba’da dzuhur acara selesai dan saya segera melaju ke Depok untuk menghadiri agenda kedua hari ini. Kelas Maryam dari Sekolah Bidadari Surga. Alhamdulillah, meski saya telat, yang harusnya sejak pagi dan saya datang hampir ashar, tapi Alhamdulillah masih dapat ilmunya. Mau tau sharingnya bagaimana? Simak kisahnya setelah postingan ini.

Usai dari Depok, sekitar pukul lima dari Aula Perpustakaan Kantor Walikota Depok, sayapun bergegas kembali ke Bogor. Awalnya ingin ambil laptop ke Kos terlebih dahulu, namun karena hujan sayapun memutuskan langsung menuju Lab, targetnya adalah memastikan ke Bapak (dosen pembimbing) tentang jurnal yang perlu saya revisi. Saya ingat ada laptop milik Bapak di Lab yang tidak di pakai, jadi saya memutuskan langsung ke Lab. Kalau terkait file, always ada di flashdisk, jadi mau dimanapun mengerjakan, hayuk wae lah :D


Alhamdulillah ya Allah, saya suka hari tanpa waktu luang, agar tidak sia-sia dengan angan. Jujur waktu luang bagi saya bukan waktu untuk istirahat, melainkan waktu yang membuat saya tak produktif. Alhamdulillah hari ini saya diberikan kesempatan oleh Allah untuk tanpa luang, bertemu rekan-rekan se visi dan pastinya bersama singleLillah yang terus bertumbuh.

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas) 

Alhamdulillah, semoga setiap aktivitas ini di ridhoi Allah. In syaa Allah rincian kegiatan saya share  setelah postingan ini ya ^^
***
Wisma Wageningen, 12 Agustus 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

Pengumuman Penerima PMDSU Batch III

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Alhamdulillah ya Allah, atas segala kuasa-Nya masih diberikan kesempatan untuk menimba ilmu. Mohon maaf belum bisa membalas beberapa komentar yang beberapa hari ini masuk. Hampir seluruh komentarnya menanyakan mengenai kapan di umumkan penerima beasiswa PMDSU batch III. Alhamdulillah pula hari ini dapat jawaban atas pernyataan rekan-rekan. Bagi yang menantikan pengumumannya bisa lihat di website ini ya ”Pengumuman Penerima Beasiswa PMDSU Batch III


Barakallah rekan-rekan yang di terima beasiswa PMDSU batch III ini, semoga tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan untuk menimba ilmu. Selalu ingat bahwa semua yang kita terima hari ini, segala nikmat yang kita rasakan hanyalah berasal dari Allah, maka jika nanti menjalani masa beasiswa ini, selalu ingat tujuan awal, menimba ilmu karena Allah. Sehingga nantinya dalam masa perjalanan beasiswa ini, apapun yang terjadi asal kita sudah berusaha semaksimal mungkin, dibantu doa yang senantiasa teriring, in syaa Allah kita bisa ikhlas menerima dan tidak menyerah dengan keadaan yang ada. In syaa Allah dengan niat yang kuat karena-Nya dapat menghantarkan kita pada yang kita ingin jadikan kenyataan. Selamat berproses, keluar dari zona nyaman dan terus meluruskan niat menuntut ilmu hanya karena-Nya ^^ 
*** 
Wisma Wageningen, 10 Agustus 2017 
Vita Ayu Kusuma Dewi