Kuatkan Pundakku

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Salah satu tabiat manusia, tak pernah puas dengan nikmat yang telah diberikan-Nya :'(

Aku berharap bukan termasuk dalam golongan kufur nikmat. Allah telah memudahkan jalanku hingga sekarang, mulai menuntut ilmu hingga mencari penghasilan.

Terkadang memang hidup tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, ada kalanya sedang mengudara hingga terperosok serendah-rendahnya. Tapi, tak ada alasan untuk kita menyerah, hanya bisa pasrah karena Allah tak akan membiarkan hamba-Nya terkungkung dalam resah.

Hanya kepada Allah aku memohon pertolongan dan kekuatan, karena Dia-lah sebaik-baik pelindung dan pemberi pertolongan :')

Aku tak meminta masalah ini lenyap, hanya berharap Kau kuatkan pundak ini dijalan-Mu... :')



*lihat foto yang diambil kawan saya itu tiba-tiba ingat Ayah :')
***
Ponorogo, 30 Juni 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

ENJ 2015: Show Must Go On!

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Tanggal 5 Juni 2015, Bu Titiek mendapatkan info dari pihak pelayaran Pelabuhan Tanjung Perak, bahwa Kapal akan sandar di Perak tanggal 10 Juni jika cuaca bagus dan kalau tidak bagus akan merapat tanggal 12 Juni dan berangkat 14 Juni dengan biaya tiket Rp40000,- dengan fasilitas hanya berupa barak dan kasur busa yang di sewakan. Kapal yang akan kita gunakan adalah KM. Miami GT. 462.

Informasi ini menggambarkan bahwa wajib bawa matras dan sleeping bag, agar tidak menyewa kasur dan bisa dipakai saat di Lokasi pendaratan juga. Selain itu Alhamdulillah biaya transportasi dan makan akan ditanggung panitia, dan Alhamdulillah ada tanda pengenal juga dari panitia. Malamnya di grup ramai membicarakan barang bawaan standar dan kami saling sharing lagi. Terutama bagaimana mengantisipasi terkena malaria dan kalau kita tenggelam atau tersesat.

Saat membicarakan malaria, banyak teman-teman yang membicarakan pil kina. Ahhaa…pikiranku langsung tertuju pada KKM. Yeah… KKM bro. Sugesti peserta KKM adalah pil kina itu mencegah BAB.haha.. gara-gara persediaan air yang terbatas dan semua serba kondisi darurat maka sugesti meminum pil kina itu tetap ada sampai sekarang. Inilah bukti sugesti terkadang bisa menguasai pikiran dan yang bukan peruntukannya pun jadi.

Dulu waktu awal grup WA Tim Surabaya terbentuk juga ada share ilmu yang bermanfaat banget ketika berkegiatan di Laut. Salah satunya penggunaan trashbag atau polybagyang gede itu diikat benang, serta sediakan selalu air minum didekat kita agar tidak dehidrasi, dan pisau untuk menakut-nakuti jika ada ikan buas atau hiu yang melintas. Itu salah satu survival di laut, terutama kalau kapal tenggelam dan pelampung terbatas agar bisa mengambang diatas.
*
Koordinasi demi koordinasi terus dilakukan baik melalui grup WA, internal Tim Surabaya, dengan kawan-kawan di grup TL, pun juga rombongan tiap pulau. Kak Tara mengatakan tidak akan memberikan surat pengantar jika kita belum memberikan rincian program yang akan kita lakukan di masing-masing pulau tujuan kita. Intinya, proposal kegiatan kita diminta untuk segera di kirimkan ke Panitia.

Kawan-kawan berencana melanjutkan meet up tanggal 7 Juni 2015 dengan target proposal jadi, mengingat  keberangkatan kapal adalah tanggal 12 Juni 2015.
*
6 Juni 2015. Siang hari Mbak Adis PM bahwa beliau telah mendapatkan kontak untuk Pulau Karamaian. Berdasarkan hasil meet up kemarin  aku diturunkan di Pulau Karamaian karena programku mengenai pendidikan. Mbak Adis memang kece, beliau mendapat kontak dari searching di Instagram. Lalu aku diberi kontak Kak Eko Sanjaya, asli pulau Karamaian. Akhirnya aku juga coba-coba searching di IG dengan hastag Kramean dan taaaraaa.. pemandangan pulau tersebut langsung muncul. Hmmm…teknologi kalau digunakan secara bijak dan benar akan sangat bermanfaat loh..

Langsung aku chat Kak Eko dan beliau teryata domisili di Malang. Ternyata, dunia itu…. Lanjutlah pembicaraan kita tentang rute dan beliau akan mencarikan kontak yang bisa ditemui nanti ketika di pulau Karamaian. Alhamdulillah….
Meet up kedua Tim Surabaya di UHT

Hari berikutnya Kawan-kawan yang domisili di Surabaya dan di dekatnya melakukan meet up lagi. Agendanya membuat proposal. Termasuk yang grup Pulau Karamaian walaupun berjauhan kita tetep deket dihati juga berkoordinasi via WA, jadi rapatnya langsung dan online. Good job kawan, salut banget sama kalian yang mau merelakan waktunya, Allah mboten sare rek. Lemah teles, Allah ingkang bales.
*
8 Juni 2015, Alhamdulillah hari ini bisa bertemu dengan atasan sekaligus seniorku di Teknik Pengairan. Sejak kemarin belum sempat ijin kegiatan karena beliau masih di Luar Pulau. Setelah seharian di Kantor dan dirasa enak untuk ijin, akupun menjelaskan kegiatan yang ku ikuti dan ujung-ujungnya meminta ijin ke Beliau untuk tidak masuk kantor selama 10 hari.

Alhamdulillah di bolehkan dengan catatan pekerjaan hidrologi diusahakan selesai sebelum berangkat, jika memungkinkan nanti bisa email-emailan. Setelah ijin itu, Bapaknya juga share pengalamannya saat proyek yang mengharuskan naik kapal dengan kondisi ombak tinggi. Alhamdulillah banget, beruntung karena banyak kawan yang tidak boleh cuti dari kerjanya untuk mengikuti kegiatan ini. Terima kasih ya Allah atas ridho-Mu.
Tim Semarang yang berangkat tanggal 9 Juni

Pun juga dengan Ibu, awalnya tidak mengijinkan, takut ada apa-apa, apalagi salah satu rute adalah Masalembu. Lalu keesokan harinya Ibu telepon lagi dan mengijinkan. Don’t be sad Mom, every soul will taste death. Kalau Ibu menakutkan kematian, tenang, mau di Laut, di darat, dalam aktivitas apapun, kita tak akan pernah bisa lari dari kematian. Justru kematianlah salah satu motivasi untuk mengisi waktu dengan hal yang baik dan terus menjadi manusia yang bermanfaat selama hidup ini.
*
10 Juni 2015, Alhamdulillah masih terus terhubung dengan grup ENJ Tim Surabaya. Mulailah ke-geje-an di mulai. Buat seru-seruan saja, Mbak Nurul tanya, ada yang punya UNO ga? Wah…mesti ini buat rencana mengakrabkan diri. Beberapa teman seperti Mbak Muthia dari Jakarta, Mbak Arifa dari Malang, Mas Beqi dan Mbak Nurul juga sudah otw ke Surabaya.

Jujur, sejujur-jujurnya, satu rasa, satu hati itu mudah berkoordinasi yah. Maksudnya kita belum pernah ketemu sama sekali, lalu merencakan kebaikan dan akan melaksanakannya di Daerah yang belum pernah kita singgahi, ketemu baru mau H-1 keberangkatan, tapi masih solid aja di grup. Terima kasih ya Allah telah menyatukan kami dalam wadah yang baik, Insya Allah.

Siangnya Kak Tara, panitia ENJ Pusat telepon, menanyakan kondisi persiapan dan keberangkatan serta alamat untuk mengirim atribut serta uang makan dan transportasi. Alhamdulillah. Thanks ya kak kerjasamanya... Keberangkatan Tim Surabayapun mundur satu hari mengingat cuaca tidak bersahabat dan kapal akan berangkat tanggal 13, itupun jika tanggal 13 cuaca sudah baik.

Lalu masih seperti biasa digrup banyak sharing serta koordinasi kedatangan yang Alhamdulillah lagi, teman-teman di Surabaya membantu menjemput dan memberikan informasi-informasi penginapan, seperti Ibu Titiek, Kak Dedhy. Kebayang ga sih kebaikan mereka, kita baru pertama dipertemukan di kegiatan ini loh?? Thanks a lot guys, you’re really amazing people :’)

Kak Popy, ENJ Kendari share  kalau di Kendari diundur karena cuaca kurang bersahabat. Semoga Allah melindungi kami, dan meridhoi rencana-rencana yang insya Allah dalam rangka kebaikan ini. Aamiin…

Satu hal yang kutekankan dalam hati, Every soul will taste death…. Semua sudah di atur oleh Allah, jangan takut berbuat kebaikan, yang terpenting kita mengantisipasi, mempersiapkan, dan selalu memohon yang terbaik pada-Nya. Kita berangkat bukan tanpa persiapan, bukan tangan kosong tanpa ilmu, kalaupun terjadi sesuatu diluar dugaan, insya Allah itu yang terbaik  untuk kita. Selalu berdoa dan memohon ampun kepada-Nya.
***
Green Lawu Residence, 10 Juni 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

ENJ 2015 : Relawan dan Tingkat ke-Rela-annya

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Mulailah bertebaran pertanyaan tanggal keberangkatan kapal Perintis di grup FB, milis Yahoo, grup Team Leader, dan pastinya via sms. Panitia juga berharap kerjasamanya, lebih tepatnya meminta tolong  peserta agar dapat mencari informasi keberangkatan di Pelabuhan masing-masing bagi yang belum ada jadwal.

Bagaimana dengan Tim Surabaya? Tim Surabaya ada Bu Titiek, dosen yang super sekali dan berperan paling banyak di Tim kami. Pun juga rekan-rekan lain yang mencari info melalui telepon. Tanggal 1 Juni 2015, Bu Titiek mendapatkan jadwal keberangkatan untuk rute R.14. Keberangkatannya tanggal 12 Juni 2015. Mulailah ada yang mengundurkan diri karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan.



Perjalanan kami tidak hanya sampai disitu saja. Digrup mulai ramai, kini dengan topik bukan lagi jadwal keberangkatan, tapi hal-hal teknis, seperti siapa yang mendampingi, bagaimana dengan uang makan dan transportasi, dll. Hingga tercetus dari salah seorang peserta “ENJ bukan hanya KRI saja”, mengingat acara pelepasan peserta di Kapal Komando KRI BAC-593 sudah berlangsung tanggal 1 Juni 2015, sedangkan yang di kapal perintis masih kebingungan dengan hal-hal teknis, bahkan ada yang belum mengetahui jadwal keberangkatan.

Pemberangkatan KRI BAC-593


 Aku mulai dapat membaca bahwa ekspektasi kita ketinggian. Digrup akhirnya satu persatu menyampaikan ekspektasinya dan hampir semuanya berbeda. Lalu mundur dan selesai? Tidak!
*
Semangat yang ditunjukkan oleh Tim Semarang yang diwakili Kak Yoyon di grup TL menggunggah peserta dari pelabuhan lainnya, termasuk Surabaya. Koordinasi Semarang sangat kompak bahkan sudah menembus Pemda untuk bergotong-royong mengabdi di Pulau Karimunjawa. Program mereka susun satu persatu bahkan masih disesuaikan dengan misi Nawacita 1 dan 3. Tim Semaranglah yang akhirnya menjadi penyemangat di grup dan keinginan untuk mundur karena keraguan berkoordinasi sendiri dengan pihak yang akan dituju, keberangkatan, dll, akhirnya sirna.
Lembur versi Tim Semarang

Inilah yang sebenarnya aku sukai dalam kegiatan berbasis sosial. Aku belajar banyak dari mereka. Niat, ya niat mereka sangat kuat dan dilandasi rasa tulus untuk mengabdi, bahkan tak peduli jika mereka harus mengorbankan kepentingan diri, bahkan tak meminta balas budi. Di grup TL aku mulai tergugah dan memperbaiki kembali niat. Kak Tara juga menyampaikan, panitia dan peserta sama-sama relawan, serta Beliau menegaskan “Kita relawan, bukan wisatawan, bukan bayaran. Atribut mestinya tidak mengendurkan semangat kira pengabdian masyarakat. Kalau ada peserta yang kurang semangat karena urusan atribut, mungkin kalian tidak cocok jadi relawan, saya sarankan untuk mundur. Ketika kita punya tujuan mulia, jangan goyah hanya karena urusan kecil dunia”. Thanks banget Motivasinya Kak!
Proposal Tim Semarang

Setelah obrolan pelik malam itu, yang aku lupa tanggal berapa, tak ada lagi bahasan mengenai atribut, dll. Semua berkonsentrasi dengan keberangkatan Timnya, membuat program, mengatur ploting dan menyampaikannya kepada panitia. Saling menyemangati satu Tim dengan yang lainnya, koordinasi dengan panitia dan memang niat itu mempengaruhi segalanya. Ketika niat tertata baik, jika ada masalah pasti akan berpikir bersih untuk solusinya, bukan saling menyalahkan.
*
Tanggal 4 Juni 2015, rekan-rekan yang domisili Surabaya mengadakan meet-up, membicarakan hal-hal teknis dan pembagian SDM berdasarkan keahliannya. Sesuai kesepakatan diskusi malam itu, Tim Surabaya akan fokus kepada 3 bidang dan hanya rute R.15. 3 Bidang itu adalah Pengolahan Ikan di Pulau Masalembo, Pendidikan di Pulau Karamaian, dan Kesehatan untuk Pulau Matasiri.

Meet up Tim Surabaya


Lalu masing-masing Pulau memiliki Leader dan memusyawarahkan kembali perkelompok. Hmmm..seneng deh lihat akur, damai, dan jiwa relawan mereka itu lo…benar-benar rela. ^^

Teman-teman yang tidak bisa ikut karena terkendala UAS pun tetap ikut andil, ada yang menyumbangkan buku, ide atau peralatan-peralatan yang akan dibutuhkan ketika pengabdian.

Terima kasih kawan, meskipun belum pernah bertatap muka, kalian memberikan pelajaran yang berharga untukku. Ya, ingat pidato wisudawan ketika ramah tamah, dimanapun kita berpijak disanalah tempat kita belajar dan mengajar. ^^

Wahai kunang-kunang teruslah berjuang, jadilah penerang
Wahai kunang-kunang tumpuan nurani, mari kita jaga Negeri…..
(Jingle Forum Indonesia Muda)
***
Tempat berjuang, Awal Juni 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

ENJ 2015 : Antara Jalan Menuju Mimpi dan Panggilan Hati

| 7
Bismillahirrahmaanirrahiim
“Ekspedisi ini akan di laksanakan pada bulan Mei-Juni dengan melalui 35 pelabuhan pangkal, 505 pelabuhan destinasi di 22 Provinsi dengan panjang total lintasan kurang lebih 230.000 km” (Poster ENJ 2015)

Ingin berpartisipasi dengan kegiatan ini? Pasti! Prolognya saja sudah menggiurkan. Kegiatan ini bernama Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 dengan icon  di Poster adalah KRI BAC-593. Saat pendaftaran awal bulan April aku masih belum mulai bekerja, jadi saat itu kuputuskan mendaftar kegiatan ini. Aku yakin ini adalah salah satu jalan mewujudkan impian nomor kesekian yaitu menaiki KRI (sebenarnya dalam rangka SAR dan inginnya KRI Bung Tomo #efekevakuasiQZ-8501).

Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 akan mengelilingi pulau-pulau terluar Indonesia untuk meningkatkan konektivitas di pulau-pulau terdepan, terpencil dan wilayah perbatasan, melalui peningkatan akses terhadap kebutuhan bahan pokok sehari-hari, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana. Acara yang diselenggarakan oleh Kemenko bidang Kemaritiman bekerjasama dengan berbagai instansi di antaranya TNI AL ini menempuh rute Jakarta-Makassar-Sorong-Fani-Saumlaki-Kupang. Selama perjalanan, peserta juga akan diberikan materi-materi terkait kemaritiman serta games-games yang menstimulasi peserta untuk cinta terhadap bahari. Kegiatan ini berbeda dengan Sail, sebab program Sail lebih bertujuan mendorong pariwisata, sementara ENJ merupakan penguatan hubungan pulau-pulau terluar Indonesia.(http://enj2015.maritim.go.id)



Pelayaran dengan menggunakan 88 kapal ini bertujuan untuk menyambungkan Indonesia bagian barat dengan timur serta mengunjungi pulau-pulau terluar yang jarang dikunjungi (Deputi SDM Kemenko bidang Kemaritiman, Dr. Ir. Safri Burhanuddin dalam Web ENJ 2015).

Saat pelatihan FIM pun beberapa kawan juga membicarakan tentang ENJ makanya saat pendaftaran lanjutan dibuka, akupun mantab mendaftar dengan pilihan Pelabuhan Keberangkatan Surabaya-Semarang-Kendari. Pertimbangan memilih Surabaya-Semarang karena tergolong dekat dengan domisili. Lalu kenapa Kendari? Aku rindu Wakatobi (titik). Sudah tak ada lagi alasan yang bisa mewakili mengenai satu tempat ini, karena obat rindu adalah bertemu #ceileh.

Bayangan pada saat itu adalah semua peserta yang terpilih akan dapat mengunjungi dan mengabdi dari satu daerah ke daerah yang lain terutama terpencil dan perbatasan di  Indonesia. Penjemputannya berdasarkan pelabuhan keberangkatan dan berkeliling sesuai rute dan  melakukan kegiatan penyerahan logistik, mendapatkan pelatihan selama perjalanan dan dapat berpartisipasi untuk penukaran uang seperti kegiatan yang tercantum di website ENJ 2015.

Tibalah saat pengumuman, 18 Mei 2015. Judul tulisannya “Pengumuman Hasil Seleksi Peserta Ekspedisi Nusantara Jaya Tahap I”. Hmmm…tahap I berarti ada lanjutan. Lihat bermacam-macam komentar semua menanyakan “adakah seleksi lanjutan yang harus dilalui?”.  Admin menjawab bahwa yang sudah terlampir namanya disini sudah resmi menjadi peserta ENJ 2015 dan tahap II adalah nama-nama yang terpilih untuk KRI Banda Aceh. Nah loh…. Ada yang komentar “Min berarti yg namanya ga ada disini masih ada kemungkinan namanya bisa ikut di KRI Banda Aceh ya min?”. Admin menjawab “Kalo ada pilihannya Sunda Kelapa, ya ada kemungkinan terpilih di KRI”.



Hyyaaa…. Harapan menuju impian KRI hilang karena untuk KRI Banda Aceh admin menyampaikan “Peserta diambilkan dari yang mengisi pilihan keberangkatan “Sunda Kelapa” (artinya: berangkat dari Jakarta)”. #gwgatermasukyangdaftarSundaKelapa

Alhamdulillah meskipun demikian aku masih diberi kesempatan untuk berpartisipasi di ENJ 2015 keberangkatan pelabuhan Surabaya. Mulailah saat dikirimkan email pemberitahuan itu langsung menindaklanjuti dengan membuat grup di WA. Disanalah kami berbincang walaupun masih sedikit bayangan karena jadwal keberangkatan kami belum diketahui. Sedangkan teman-teman terdiri berbagai macam profesi dan latar belakang. Ada mahasiswa, dosen, karyawan, dll, yang pastinya membutuhkan tanggal keberangkatan yang fix.  Saat itu kami hanya mengetahui bahwa rute Kapal Perintis keberangkatan Surabaya terdiri dari 2 rute R.14 dan R.15.



Rute R.14 yaitu Surabaya -150- Masalembo -40- Keramaian -40- Masalembo -113- Kalianget -30- Sapudi -62- Kangean -65- Pagerungan Besar -15- Sapeken -120- Tanjung Wangi -120- Sapeken – Sapudi -30- Kalianget -113- Masalembo -40-15- Pagerungan Besar -65- Kangean -62- Karamaian -40- Masalembo -150- Surabaya

Rute R.15  yaitu Surabaya -150- Masalembo -40- Karamaian -72- Matasiri -20- Maradapan -22- Marabatuan -62- Batulicin -22- Kotabaru -22- Batulicin -62- Marabatuan -22- Maradapan -20- Matasiri -72- Karamaian -40- Masalembo -150- Surabaya
***
Tempat berjuang, selama akhir Mei 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi