Nasehat Kehilangan dan Kematian

| 11
Bismillahirrahmaanirrahim
Apa kabar saudaraku semuanya? Semoga selalu sehat dan dilindungi Allah. Beberapa hari kemarin saya sepaneng, jadi banyak merenung. Kamis lalu ibu menghubungi kalau Kosnya adik kemalingan. Perasaan sudah tidak enak, memikirkan adik dan ibu. Pagi itu juga langsung aku hubungi adikku namun tidak bisa karena masih ujian. Kemudian ibu yang ke Solo, katanya laptop adik dan HPnya yang diambil. Dilain sisi alhamdulillah motornya aman tapi juga jadi teringat laptop tersebut. Laptop yang usianya baru beberapa hari, belum genap sebulan. Laptop yang dibeli atas kerja keras ibu dan tentunya atas ijin Allah. Rasanya baru beberapa hari lihat adik senang dibelikan laptop baru sekarang harus diambil orang laptop tersebut. Ya, semoga saja kehilangan laptop ini memberikan dampak baik  buat adik saya khususnya, serta saya yakin kok kalau laptop itu memang ditakdirkan untuk adik nantinya pasti akan kembali, bagaimanapun caranya. Sabar ya Dik, semoga Allah gantikan dengan yang lebih baik.  Saya tahu banget rasanya kehilangan benda seperti yang saya rasakan ketika pertama kali di Bogor dalam cerita ini.

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri" (QS.Al-Hadid : 22-23)


Semoga pesan Allah diatas bisa menyadarkan kembali diri kita terutama saat merasa kehilangan.  Semoga setelah ini rejeki yang keluarga kami peroleh juga berkah dan diridhoi Allah selalu, sebab kehilangan benda seperti ini membuat saya pribadi berpikir, apakah rejeki yang saya peroleh untuk membelanjakan ini sudah halal dan sesuai dengan aturan-Nya.

Selang belum ada sehari dari berita maling di Kos adik saya, esoknya Mbak Esti, keponakan saya menghubungi kalau Lek Ti, Bulek saya sakit. Selang beberapa jam kemudian Lek Ti meninggal. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya(QS. Āli `Īmrān: 185)


Setelah kehilangan kini ada nasehat terbaik lagi, kematian. Saya tidak menyangka Bulek saya akan kembali kepada Allah saat masih dikategorikan muda. Kita memang tak akan pernah tahu ajal akan menjemput. Maka dari itu kematianlah menjadi nasehat terbaik bagi manusia. 

Foto terakhir bersama Lek Ti, yang paling ujung  pakai kerudung

Mohon doa para pembaca blog sekalian ya untuk Bulek saya, semoga diampuni khilafnya, amal ibadahnya diterima Allah serta ditempat disisi Allah ditempat terbaik. :')

Maka dari dua kehilangan yang turut saya rasakan ini, sedikit ada renungan hikmah buat kita semua. Bahwa di dunia ini kita bukanlah siapa-siapa yang berhak melakukan apa saja sesuka kita. Kita punya Allah yang menciptakan kita serta telah memberikan petunjuk melalui ayat-ayatNya sebagai bekal untuk kita kembali kepada-Nya nanti. 

Pun dalam hidup ini kita tak akan pernah tahu kapan waktunya akan kembali kepada-Nya, semoga kita selalu memanfaatkan waktu yang sangat berharga dengan baik untuk selalu dalam koridor aturan Allah dan berbuat kebaikan kepada sesama.

Serta yang terakhir, kita tidak memiliki apa-apa. Semua yang kita miliki saat ini sejatinya adalah titipan dari Allah, yang harusnya kita manfaatkan untuk hal-hal yang disukai-Nya, bukan sebaliknya. Pun kita tak boleh berbangga dan bersombong diri sudah mempunyai "ini" "itu". Semoga kita bisa menjaga apa-apa yang Allah titipkan kepada kita dengan baik.

Semoga cerita singkat beberapa hari ini dapat bermanfaat kawan :') Semangat pagi dan semangat berbuat kebaikan untuk hari ini. Semoga aktivitasnya diridhoi Allah ^^
***
Puri Fikriyyah, 31 Juli 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Catatan Muslimah: The Perfect Muslim & Muslimah is You

| 10
Bismillahirrahmaanirrahim 
Apa kabar hari ini kawan? Eh..pertanyaannya terlalu biasa. Apa kabar iman hari ini kawan? Semoga selalu terjaga dan meningkat ketaqwaan kita ya. Aamiin

Ketika membuka catatan, saya menemukan catatan ini, salah satu materi yang saya dan teman saya dapatkan saat mengikuti sebuah acara. Acaranya sih sudah lewat namun ilmunya semoga terus bermanfaat.

Jadi ketika itu saya dan Mbak Miftah mengikuti acara seperti bedah buku. Bukunya Ahmad Rifa'i Rif'an tahu kan? Ya, The Perfect Muslimah tepatnya. Nah, saya share ya beberapa point yang saya catat.

Buku The Perfect Muslimah karya Kang Rifa'i

Ok, pertama sekali penulis menyampaikan seharusnya tanpa disebutkan "perfect", seorang muslim  dan muslimah harus sempurna kepribadiannya. Tidak ada alasan untuk seorang muslim/muslimah untuk tidak berusaha menjadi pribadi yang sempurna. Kalian tahu kenapa? 

1. Renungkan sejenak QS. Ali Imraan ayat 110, "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah", disitu disebutkan manusia umat terbaik. Menurut tafsir jalalain kata "ukhrijat" juga berarti ditampakkan, diturunkan, dikeluarkan. Melalui apa saja itu? diantaranya  akhlak, prestasi, kontribusi dll, yang bermanfaat untuk sekitarnya. Ingat: Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sekitarnya :)

2. Teladannya adalah manusia sempurna, Nabi Muhammad SAW. Tentu kita tahu bagaimana kisah hidup beliau, yang sangat menginspirasi sekali bagi kita, bahkan seorang Mahatma Gandhi saja kagum setelah membaca biografi beliau :')

3. Kitab sucinya sempurna, Al Qur'an. Ketika seorang muslim menggunakan Al Qur'an sebagai pedoman hidupnya, mustahil muslim tersebut menjadi orang yang biasa-biasa saja ^^

4. Ajarannya sempurna, Islam. Tidak ada satupun ajaran Islam yang dilarang  yang tidak merugikan manusia, tidak ada satupun yang diperintahkan yang tidak bermanfaat bagi manusia. Hanya saja terkadang manusia tidak konsisten untuk melaksanakan ajaran Islam :'(

Terus seperti apa sih "The perfect muslim and muslimah itu?

1. Indah akhlaknya
2. Teduh parasnya
3. Hebat prestasinya
4. Luas pergaulannya
5. Besar kontribusinya

perfect bukan? Adakah orang yang seperti itu? Ada, dia adalah muslim dan  muslimah ^^

1. Indah akhlaknya. Perhiasan terbaik bagi seseorang adalah akhlaknya. Ingat sebuah hadits : "orang yang sempurna imannya adalah yang baik akhlaknya" (in syaa Allah HR At-Tirmidzi)

2. Teduh parasnya. Ingat sebuah hadits "...apabila kamu memandang mereka kamu teringat Allah..." sejuk banget ya, dari pancaran parasnya terdapat aura kebaikan dan kesholihah. Caranya bisa kita lakukan setiap hari yaitu dengan (a) "Qiyamul Lail". Imam Hasan Al Bashri "..kenapa orang yang suka bertahajud bercahaya..? karena mereka gemar berduaan bersama Allah yang Maha Rahman, maka Allah menyelimuti mereka dengan cahaya-Nya..". (b) Menjaga wudhunya. 

3. Besar kontribusinya. Jangan hanya sukses untuk diri sendiri dan keluarga, jangan hanya puas dengan aktivitas hidup sederhana. Ingat kata Buya Hamka "kalau sekedar bekerja, kera juga bekerja, kalau sekedar hidup....", Ingat lagi bahwa manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.

Ohya, tahu kan 3 amalan yang tidak akan terputus pahalanya? Nah, ini juga masuk dalam point kontribusi loh. Apa saja itu?
-  Shadaqah jariyah
- Ilmu yang bermanfaat, yaitu: 1.ilmu yang memiliki dampak, bisa diaplikasikan dimasyarakat dan dirasakan oleh sekitarnya,  2.Ilmu yang kita amalkan dalam kehidupan,  3.Ilmu yang kita ajarkan kepada orang lain.
- Doa anak shaleh, kalau pas ini sedikit kesindir.hehe..katanya untuk bershadaqah jariyah bekerjalah, untuk mendapatkan ilmu belajarlah dan untuk mendapatkan anak shaleh menikahlah :D, ya Allah butuh  nikah. hehe..

Terkait kontribusi juga khususnya muslimah jangan membatasi diri dalam aspek kehidupan untuk tetap berkontribusi bagi ummat. Boleh aktif didunia apapun, asal tidak meninggalkan kodratnya sebagai wanita. Ada sebuah refleksi ucapan Rohana Kudus, pioneer jurnalis perempuan “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan" :)


4. Hebat prestasinya. Prestasi bukan hanya didunia tapi juga akhirat. Prestasi juga dapat dijadikan sebagai media dakwah. Misalnya seseorang bisa sukses karena rajin shalat Dhuha ^^

5.Luas pergaulannya. “Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka” (HR. At Tirmidzi 2507, Al Bukhari dalam Adabul Mufrad 388, Ahmad 5/365,)

Nah, itulah beberapa point yang berhasil tercatat selama mengikuti bedah buku. Semoga bermanfaat ya. Buat muslimah khususnya, jangan jadi muslimah ekslusif. Bergaulah namun jangan sampai kita diwarnai oleh mereka :)


Ini foto sebelum materi dimulai.hehe

Jadi sudah siapkah untuk menjadi perfect muslim and muslimah? Insyaa Allah ^^
***
Wisma Wageningen, 26 Juli 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Ga Kuat Kuliah Tapi Pengen Segera Lulus? Coba Cara ini!

| 24
Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamu’alaykum Wr.Wb. 
Judulnya ekstrim banget ya? Mana ada ga kuat kuliah terus segera lulus. Hehe.. Sesungguhnya tulisan ini lahir karena ijin Allah tentunya, dengan melalui perantara foto saat awal-awal menjadi mahasiswa baru di WRE UB. Kemarin setelah nostalgia baca tulisan blog, terus berlanjut ke foto-foto. 

Sudah pernah lihat video ini belum? Motivasi Mahasiswa Salah Jurusan Betapa saya tertekannya saat itu, saat saya merasa salah jurusan. Walaupun pada akhirnya saya menyadari tidak ada namanya salah jurusan, yang ada kita tidak bersyukur terhadap apa yang Allah pilihkan. Ingat Al Baqarah ayat 216 ^^

Jadi, dulu tahun 2011 saya masih linglung, apa ya yang bisa saya lakukan biar ga penat, biar enjoy kuliah dan semangat lulus nilainya bagus, minimal ga mengecewakan orang tua tersayang. “Lah gimana mau semangat, suka ama jurusannya aja ga?” Perlahan kamu bakal menyukai jurusanmu kalau kamu mau berusaha menemukan sesuatu yang unik disitu, witing tresno jalaran soko kulino lah bro.hehe 

Akhirnya mulai awal 2012, saya membuat sesuatu yang alhamdulillahnya pernah saya foto, jadi bisa ditulis sekarang.hehe.. Beberapa “sesuatu” yang akhirnya alhamdulillah atas ijin Allah membawa saya lulus 3,5 tahun dengan nilai yang alhamdulillah dikasih Allah lebih adalah: 

1. Planning kapan lulus dan apa saja mata kuliah yang akan diambil 
“Kalau kamu ngerasa salah jurusan jangan malah menyerah, usahain buat segera kelar kuliah dan akhiri dengan indah” asyik...menurut saya sih itu, mau setuju atau ga balik lagi ke sahabat semua.hehe.. Jadi dulu sampai buat tulisan dan rencana berapa IPK yang akan dicapai, mata kuliah apa yang akan diambil. Tujuannya biar jelas peta akademik kita, mau sampai semester berapa kita kuliah. Pun ketika kita mentargetkan berapa IPK yang akan kita dapatkan, kita harus tahu apa yang harus kita lakukan. Jangan sampai ada target tapi tidak ada aksi sama sekali. Kata Boone Pickens "A plan without action is not a plan, it's speech.

Ini rencana kuliahku dan satunya buat semangat biar dapat IP = 4, walau pada akhirnya belum pernah dapat IP = 4 selama S1

2. Planning kegiatan yang akan kamu ikuti
Pastinya bosan kalau jadi mahasiswa kuliah pulang, kuliah pulang, harus dong ada sesuatu yang baru yang didapat selama kuliah, misalnya organisasi, komunitas atau sekadar kepanitiaan. Saat mahasiswa baru pasti LSO, organisasi kampus atau apapun ekstrakurikuler kampus mengumumkan kegiatan mereka, ikuti yang memang kamu minati dan tentukan semester berapa kamu mau ikut. Biar kuliah dan kegiatan tidak keteteran. Kata Kak Iil' -sebutannya Kak Makhyan Jibril waktu ngasih materi PK2-, "Menjadi mahasiswa terlalu singkat untuk tak berbuat, terlalu indah untuk menyerah". 

Dulu saya membuat 2, satu ditempel ditembok hanya berisi kegiatan internal kampus dan saya punya buku arisan isinya rencana kegiatan tahunan baik seminar, kegiatan-kegiatan kepemudaan, lomba dan apapun uneg-uneg masa depan dibuku tersebut. Bukan hanya rencana, buku itu juga berisi checklist realisasi dan pesan dari teman-teman yang sempat menulis dibuku tersebut. Sampai sekarang buku itu masih dan saya sering ketawa sendiri baca curhatan, polos banget curhatnya.hehe..

Buku curhat akademik dan non akademik.hehe


Rencana kegiatan awal mahasiswa baru

3. Berani bermimpi, menulis dan mewujudkannya serta buat peta hidup
Kalau ini pasti tidak asing, sudah banyak yang melakukannya pasti. hehe...Sayapun juga melakukannya dan membuat petanya baik skala waktu kuliah saja dan skala sampai usia tertentu.Sayangnya mimpi-mimpi yang saya tulis ditembok saya lupa dimana fotonya, dan kalau yang ditulis dibuku sebagai duplikat ada di buku yang seperti buku arisan tadi. Eh...setiap ucapan kita doa loh, jadi seringlah berucap baik siapa tahu di ACC sama Allah. hehe..Yang dibuku ini cuma meleset satu bulan, saya berharap lulus januari, atas ijin Allah lulusnya februari. Betapa indah kuasa dan rencana Allah untuk kita.

Ini mimpi lulus ada disela catatan kuliah.hehe

Diagram alir kuliah.hehe

4. Buat komitmen dengan diri sendiri
Saya lupa kenapa saya alay banget sampai buat perjanjian bermaterai untuk diri saya sendiri. hehe... Tapi ini penting banget , kalau kita tempel dipintu atau meja belajar, sekalinya ada penyimpangan bisa ingat kembali. Buatlah perjanjian yang mendukung akademikmu buat fokus kuliah dan tentunya jangan sampai melenceng dari jalan-Nya. Sepertinya komitmen yang tertulis ini mudah, tapi saat menjalankannya luar biasa banyak godaannya.hehe
Alay sih, tapi sangat bermanfaat

5. To do list dan evaluasi harian
Ini akan mempermudah mengontrol keseharianmu, biar segera lulus.hehe..Evaluasi hariannya bukan hanya duniawi saja ya, tapi yang ibadah kepada-Nya juga (kalau bisa). Agar yang ter-upgrade tidak hanya duniawinya saja. Paling penting adalah selesaikan semua to do list yang ada, jangan sampai ditunda, soalnya sudah pernah mengalami betapa keteterannya setelah menunda pekerjaan, bisa jadi tak maksimal. Sampai sekarang juga masih terus belajar buat tertib terhadap apa yang kita tuliskan sendiri.

Dulu dapat hadiah dari majalah, sejak 2013 dapatnya yang mini jadi mudah dibawa kemana-mana
Ini ada lembar evaluasi harian yang bawah, impian-impian, surat buat diri sendiri, dll.

6. Evaluasi kinerja tiap semester
Pernah ga  kalian mengevaluasi setiap nilai persemester kalian? Kalau saya iya, sejak semester 1, per mata kuliah. Kekurangan sampai kadang kebingungan karena kenapa yang mata kuliah kurang paham dapat bagus, yang merasa paham dapat lebih rendah.hehe..sampai dibuat grafiknya. Jadi tujuannya adalah biar kita tahu apa nih yang musti dilakukan dan dipertahankan, atau mungkin yang tak sesuai rencana dapat hukuman.
Bukan cuma tugas yang digrafikin..hehe

Salah satu contoh evaluasi yang sesuai rencana. Alay kan? :D

7. Reward and punishment untuk diri sendiri
Kalau nilai kalian turun pernah ga  memberi hukuman pada diri sendiri? Hehe..saya iya. Biasanya tidak ada paket data untuk HP selama satu semester, jadi kalau pengen internet harus ke Kampus atau Warnet. Terus ga  boleh nontonbioskop selama satu semester walaupun dibayarin temen.hehe.. Carilah hukuman dari sebab turunnya nilai. hehe.. Kenapa hukumannya no paket data? Biar di Kos tidak asyik ber-sosmed ria, biar fokus belajar. Kenapa ga boleh nonton?  Biar 2 jam nonton bisa digantikan hal lain yang lebih produktif.hehe.. Terserah masing-masing pokoknya. 

Salah satu contoh konsekuensi karena tidak sesuai rencana

Salah satu cara upgrade semangat..tempel dipintu ya

Kalau reward biasanya makan enak sih, hehe..atau jalan-jalan kemana gitu. Contoh semester kemarin ngasih reward  jalan-jalan ke Pulau sebelah. Semester ini rewardnya rapel kalau sudah lulus, nabung dulu. Eh..lupa..perlu penekanan..setiap apapun yang kamu peroleh, syukuri, reward and punishment bukan berarti kita tidak bersyukur, tapi hanya agar diri lebih baik. Pertama kali yang harus dilakukan adalah bersyukur. Ok?

8. Jangan malu nulis curhat
Hehe..bisa dibilang ke-absurd-an saya adalah curhat dan mengirim surat untuk mata kuliah. Pernah saya memposting surat untuk SSTT, Rancangan Drainase dan mata kuliah lain. Biar plong dan lega, sampai tak sadar tembok sudah penuh dengan curcolan.

Hanya salah satu sisi tembok

9. Bangunlah lingkaran persahabatan yang sehat dan saling mengingatkan   
Pastikan kamu dikelilingi sahabat-sahabat yang selalu mendukungmu dan tidak menjurumuskanmu kehal-hal negatif. Minimal ada-lah yang peduli sama kamu kalau ada kesalahan yang kamu perbuat. Apalagi punya sahabat sevisi dijalan-Nya, wajib jangan dilepaskan itu. Dulu ada lingkaran yang selalu menjadi perantara penjaga ruhiyah saya, dan alhamdulillah sahabat-sahabat di WRE, di Teknik maupun diluar Teknik banyak yang memberikan semangat dan saling mengingatkan satu sama lain. Terima kasih ya Allah atas kehadiran mereka.
Lingkaran tangguh di Teknik

Thank you ya rek semangatnya, tulisan kalian masih ku simpan :')

10. Mohon restu orang tua dan selalu mendekatlah kepada-Nya, Allah
Ini nomor terakhir untuk postingan kali ini, tapi nilainya paling besar. Tanpa restu orang tua rasanya akan semakin berat perjalanan kita, apalagi menjauh dari-Nya, akan lebih berat lagi. Maka dari itu dimanapun, kapapun, dan apapun yang kita lakukan, minta doa orang tua dan juga awali dengan berdoa kepada Allah agar senantiasa barakah, diridhoi dan juga selalu dijaga dijalan-Nya. Saya pernah terobsesi sesuatu dan akhirnya nihil yang saya peroleh karena saya meninggalkan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan mencari ilmu untuk recharge ruhiyah :')

Setelah dibaca lagi sudah banyak ya ini, hehe..Mungkin sementara baru ini yang dapat saya share, ada beberapa "sesuatu" lagi yang belum disebutkan, semoga masih diberi kesempatan menulis kembali. Semua yang diatas adalah hanya berdasarkan pengalaman yang telah saya alami, jika sesuai alhamdulillah, jika tidak setiap orang berhak memotivasi dirinya dengan cara apapun asal tidak melanggar aturan-Nya. 

Beberapas "sesuatu" diatas menjadi awal perjalanan saya ketika kuliah di WRE UB, dan itu baru dari internal diri sendiri. Selain diatas, rekan-rekan juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan dosen dan siapapun disekitarnya terutama keluarga. Apapun yang kita capai, pastinya terjadi karena beberapa faktor, bisa jadi doa orang baik disekeliling kita. Bisa jadi bagi kalian apa yang saya lakukan terlalu berlebihan dan penuh ke-geje-an, tapi itulah saya dan saya menikmati cara ke-geje-an yang saya buat.hehe

Buat semua mahasiswa, sesungguhnya ada godaan terberat yang perlu kalian pahami, lawan jenis, pergaulan dan lingkungan. Jangan sampai terjerumus kedalam hal-hal negatif yang akhirnya menghambat perjalanan kuliah dan masa depan. Semoga selalu dalam lindungan Allah dan selesai segera kuliahnya. 

Mohon doanya juga ya semoga saya bisa segera menyelesaikan perjalanan kuliah ini juga, bukan hanya selesai tapi juga bisa mengamalkan ilmu yang telah diperoleh ke masyarakat luas, agar hidup ini senantiasa dalam ridho-Nya.

Semangat ya, walau ada yang merasa jurusan, kalian harus tetap menyelesaikan apa yang ada sekarang, tenanglah..ada Allah, jika kalian ngerasa ga bisa banget, mohon bantuanlah kepada Allah. Karena hanya kepada-Nya lah kita berharap dan memohon pertolongan.

Sudah dulu ya, semoga bermanfaat meski banyak diselingi curhat ^^
***
Wisma Wageningen, 20 Juli 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Dari Wakatobi, Jakarta hingga Lhokseumawe

| 7
Bismillahiirahmaanirrahim
Masih ingat cerita "Apakah Dunia sesempit ini?" yang aku posting Desember tahun lalu? Nah, ada kelanjutannya. hehe.. Alhamdulillah komunikasi antara aku dan Kak Tris (sahabat IYF yang dulu bertemu di Wakatobi) tidak terputus, pun sering membaca cerita pengabdian rekan-rekan pengajar muda Indonesia Mengajar. 

Beberapa waktu lalu Kak Tris menanyakan apakah aku suka kopi, pertanyaan itu tepat setelah Mbak Elda, anggota Wageningen, yang menanyakan hal yang sama digrup. Meski sama-sama di dataran Sumetera tapi Kak Tris di Aceh, Mbak Elda di Lampung, dan dua-duanya punya kopi unggulan. Yeah... pernah ngerasain kopi Lampung, dan menurut penyuka kopi amatiran sepertiku, itu  saja sudah enak.

Kiriman dari Aceh - Kopi Gayo dari Kak Tris

Ternyata ada teman Kak Tris yang akan ke Jawa dan ada agenda juga di Bogor. Jadi Kak Tris menitipkan sesuatu ke temannya tersebut. Sebenarnya rencana pertemuanku dengan temannya Kak Tris sudah minggu lalu, namun karena keterlambatan balik ke Bogor karena salah tiket, tertundalah rencana tersebut hingga Allah ijinkan kami meet up kamis kemarin (21/07/2016). 

Kami sepakat bertemu di Stasiun Bogor. Siang itu aku  memilih Dunkin Donuts Stasiun Bogor sebagai tempat menunggu setelah sejenak kalap di depan stasiun karena ada diskonan. hehe  Jam pertemuan kami diundur karena Kak Tiko-yang setelah ketemu ternyata orang Jawa juga akhirnya ganti panggilan Mas-, masih mencarikan barang yang dipesan saudaranya di Sukaraja, Bogor. 

Sembari menunggu, aku menikmati donut dengan balutan coklat tebal serta kremnya yang menyenangkan hati ditemani minuman segar lemon tea serta tontonan tinju yang lagi ditonton Mas-mas Dunkin. Baru kali itu nonton tinju sampai ada yang mukanya berdarah..huwaaa..ini olahraga atau menyiksa diri. Ga tega lihatnya, tapi yang unik adalah setelah mereka bertanding meski sampai memerah dan terluka, kedua petinju itu saling senyum dan berpelukan *kaya teletubbies*.

Akhirnya karena ga  kuat nonton tinju, corat-coret saja tak jelas sambil memandangi KRL, sebab posisi dudukku dekat pintu dan mengarah ke rel kereta. Sore kiranya, Kak Tiko datang membawa sak berisi pesanan saudaranya. Kamipun awalnya ngobrol didepan Dunkin namun karena hujan lebat kami putuskan untuk kembali kedalam Dunkin. Kami tak berdua saja, Kak Tiko bersama Ibunya kemudian kamipun bercerita terlebih dahulu.

Pertanyaan klasik dari Kak Tiko "kok bisa kenal Tris?", terus balik tanya "PM juga kak?". hehe..ya begitulah nikmatnya bersahabat dengan satu orang bisa lahir banyak. Kemudian aku ceritakan kegiatan di Wakatobi, dan aku bilang di PM juga ada teman aku dari komunitas namanya Lia dan dari UB kakak tingkat namanya Indah sesama PM. Kak Tiko ini sedang tugas dinas di Lhokseumawe dan kebetulan kenal Kak Tris melalui Pak Camat. Saat aku cerita tentang Lia, ternyata Kak Tiko juga kenal dan sontak mengeluarkan HP kemudian menunjukkan foto mereka. hehe...

Ya sudah deh ternyata memang ya sahabatan sama satu orang bakal lahir orang baru dan akhirnya lingkaran itu terus melebar dan berkembang hingga kita mungkin akan bertemu kembali dengan sahabat lama yang hilang. Kemudian cerita-cerita dengan Ibunya Kak Tiko juga, ternyata mereka asli Jawa. Nah, lupa nih kemarin Kak Tiko bilang Purworejo apa Purwokerto ya.hehe.. Kemudian berlanjut sampai kerjaan dan diskusi singkat kopi aceh yang nikmat, sensor penelitianku hingga ngomongin gimana caranya nangkep petir di Bogor. random tapi bermanfaat obrolannya. Sampai magrib tiba, kami bergantian keluar dan hujan tak kunjung reda. Akhirnya karena takut kemalaman kami nekat buat ke angkot. 

Sebelum berpisah, untuk bukti ke Kak Tris kita sudah bertemu kita foto dulu, sayang nih ga  ada yang motoin kami bertiga dan tempatnya yang ga luas, akhirnya hanya foto berdua di fotoin ibunya Kak Tiko. 

Buat bukti ke Kak Tris -kata Kak Tiko-

Kemudian kamipun menuju angkot dan Kak Tiko serta Ibunya ke Sukaraja, aku ke Dramaga. Eh..lupa, kopi acehnya sudah sampai Kak Tris, terima kasih ya kopi Gayonya, kopi yang terkenal dari dataran Gayo, Aceh Tengah.  Kopi Gayo ini juga diindikasikan, ehm..bahasanya apa ya, menurut pakar sih disebut-sebut sebagai kopi organik terbaik di Dunia. Wah...kalau ke Aceh jangan lewatkan mencicipinya. Kata Kak Tiko, kalau kita beli di warung Aceh rasanya lebih nikmat lagi karena mereka punya cara "khas" untuk membuat adukan kopinya. Jadi tak sabar ingin ke Aceh. 

Kalau di Aceh kopinya bukan diseduh katanya, tapi seperti direbus hingga ampasnya tidak ikut serta dalam gelas. Masih bayangin sedapnya kopi Aceh langsung.hehe.. Jujur sih suka kopi tapi belum paham banget cara-cara penyajiannya. Pas di cafe  meet up  sama teman, temanku sampai tanya itu pakai apa alatnya ke baristanya. Kalau aku masih sebatas "merasakan", oh ini robusta, ini arabika. Belum pernah nyoba yang katanya da lagi Liberika sama apa gitu satu lagi jenis kopi.  

Jadi itulah sejenak pertemuan kami, dari yang awalnya kenal Kak Tris di Wakatobi, bertambah banyak dengan kenal teman-teman PM kak Tris di Jakarta dan bertambah lagi teman baru Lhokseumawe Kak Tiko, semoga silaturahim kita tak terputus ya, kalau bisa tambah teman baru lagi.hehe...Silaturahim kan memperpanjang usia, iya kan? ^^

The richest people in the world look for and build networks, everyone else looks for work. [Robert T.Kiyosaki]
 ***
Puri Fikriyyah, 23 Juli 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

Merapikan Kenangan Blog

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah untuk kesekian kali masih diberikan Allah kesempatan untuk nge-blog. Mulai hari ini sudah diniatkan untuk merapikan blog. Jadi postingan ketika awal buat blog dulu yang kiranya tidak bermanfaat akan dihapus perlahan sambil membenahi tag  agar mudah dicari. 

Btw, setelah merapikan blog sejenak kok malah keasyikan baca tulisan lama yang unyu bin ga jelas.haha.. Ternyata masa SMA tulisannya super alay.. Ampuni saya...

Terima kasih buat semuanya, terutama yang telah mendoakan ditahun pertama kuliah ini, in syaa Allah sesuai janji jika memenuhi syarat dari pemberi beasiswa, aku akan posting proses dulu mendaftar beasiswa PMDSU yang sekarang sedang aku jalani atas ijin Allah ^^

Mohon maaf jika ada yang sms, atau kirim pesan melalui media sosial belum aku balas terutama yang berkaitan tanya tentang Kos dan Teknik Pengairan, tadi beberapa baru aku balas. Jadi sudah semua ya, jika belum, mohon maaf jika balasnya slowrespon terus.

Banyak cerita, kisah ataupun perjalanan yang belum sempat aku posting dan masih berupa draft, in syaa Allah setelah membereskan semuanya aku akan segera posting. Segera in syaa Allah..

Selamat melanjutkan aktivitasnya ya...
***
Wisma Wageningen, 19 Juli 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi