Nasehat Kehilangan dan Kematian

| 11
Bismillahirrahmaanirrahim
Apa kabar saudaraku semuanya? Semoga selalu sehat dan dilindungi Allah. Beberapa hari kemarin saya sepaneng, jadi banyak merenung. Kamis lalu ibu menghubungi kalau Kosnya adik kemalingan. Perasaan sudah tidak enak, memikirkan adik dan ibu. Pagi itu juga langsung aku hubungi adikku namun tidak bisa karena masih ujian. Kemudian ibu yang ke Solo, katanya laptop adik dan HPnya yang diambil. Dilain sisi alhamdulillah motornya aman tapi juga jadi teringat laptop tersebut. Laptop yang usianya baru beberapa hari, belum genap sebulan. Laptop yang dibeli atas kerja keras ibu dan tentunya atas ijin Allah. Rasanya baru beberapa hari lihat adik senang dibelikan laptop baru sekarang harus diambil orang laptop tersebut. Ya, semoga saja kehilangan laptop ini memberikan dampak baik  buat adik saya khususnya, serta saya yakin kok kalau laptop itu memang ditakdirkan untuk adik nantinya pasti akan kembali, bagaimanapun caranya. Sabar ya Dik, semoga Allah gantikan dengan yang lebih baik.  Saya tahu banget rasanya kehilangan benda seperti yang saya rasakan ketika pertama kali di Bogor dalam cerita ini.

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri" (QS.Al-Hadid : 22-23)


Semoga pesan Allah diatas bisa menyadarkan kembali diri kita terutama saat merasa kehilangan.  Semoga setelah ini rejeki yang keluarga kami peroleh juga berkah dan diridhoi Allah selalu, sebab kehilangan benda seperti ini membuat saya pribadi berpikir, apakah rejeki yang saya peroleh untuk membelanjakan ini sudah halal dan sesuai dengan aturan-Nya.

Selang belum ada sehari dari berita maling di Kos adik saya, esoknya Mbak Esti, keponakan saya menghubungi kalau Lek Ti, Bulek saya sakit. Selang beberapa jam kemudian Lek Ti meninggal. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya(QS. Āli `Īmrān: 185)


Setelah kehilangan kini ada nasehat terbaik lagi, kematian. Saya tidak menyangka Bulek saya akan kembali kepada Allah saat masih dikategorikan muda. Kita memang tak akan pernah tahu ajal akan menjemput. Maka dari itu kematianlah menjadi nasehat terbaik bagi manusia. 

Foto terakhir bersama Lek Ti, yang paling ujung  pakai kerudung

Mohon doa para pembaca blog sekalian ya untuk Bulek saya, semoga diampuni khilafnya, amal ibadahnya diterima Allah serta ditempat disisi Allah ditempat terbaik. :')

Maka dari dua kehilangan yang turut saya rasakan ini, sedikit ada renungan hikmah buat kita semua. Bahwa di dunia ini kita bukanlah siapa-siapa yang berhak melakukan apa saja sesuka kita. Kita punya Allah yang menciptakan kita serta telah memberikan petunjuk melalui ayat-ayatNya sebagai bekal untuk kita kembali kepada-Nya nanti. 

Pun dalam hidup ini kita tak akan pernah tahu kapan waktunya akan kembali kepada-Nya, semoga kita selalu memanfaatkan waktu yang sangat berharga dengan baik untuk selalu dalam koridor aturan Allah dan berbuat kebaikan kepada sesama.

Serta yang terakhir, kita tidak memiliki apa-apa. Semua yang kita miliki saat ini sejatinya adalah titipan dari Allah, yang harusnya kita manfaatkan untuk hal-hal yang disukai-Nya, bukan sebaliknya. Pun kita tak boleh berbangga dan bersombong diri sudah mempunyai "ini" "itu". Semoga kita bisa menjaga apa-apa yang Allah titipkan kepada kita dengan baik.

Semoga cerita singkat beberapa hari ini dapat bermanfaat kawan :') Semangat pagi dan semangat berbuat kebaikan untuk hari ini. Semoga aktivitasnya diridhoi Allah ^^
***
Puri Fikriyyah, 31 Juli 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi

share on facebook

11 comments:

AnggIt Kusuma Wardhana said...

semoga adek mbak vita diberi kesabaran dan dapat hikmah. semoga keluarga yang ditinggalkan bulek (tante) mbak vita diberi ketabahan,, sedikit info jika kehilangan laptop masih bisa diurus dan laptop bisa ditemukan kembali. teman saya laptop nya dicuri dan dia lapor ke polisi, polisi (bagian bagian cyber crime) pun melacak laptop. tiap laptop dihidupkan pelaku bisa dilacak lokasinya.. akhirnya setelah lokasi ketemu. temen saya dan polisi menggrebek rumah pelaku. dan laptop pun di ambil.. mungkin bisa membantu. monggo di ikhtiarkan untuk di cari.. semoga ketemu

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Aamiin...terima kasih doanya.. :')

Iya kemarin adik saya saya minta lapor tapi belum tau bagaimana kelanjutannya, soalnya katanya ga terlalu diurus laporannya. Coba nanti biar pengalamannya temen mpean diceritakan. Terima kasih sekali infonya :)

AnggIt Kusuma Wardhana said...

iya mbak hehe. timbang diem aaja pasrah. mending diusahakan agar ketemu.. semoga ketemu.. =)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Iya dek.. sudah dilaporkan kemarin ternyata :) masih menunggu dari kepolisiannya.. Sama RT dan ibu Kos juga sudah dilaporkan. Ohya itu temennya pakai data apa saja buat laptopnya.

AnggIt Kusuma Wardhana said...

saya tanyakan ke temen saya nggeh mbak. jika sudah dapat cara cara nya saya kabarkan ke mbak vita =)

AnggIt Kusuma Wardhana said...

gini ternyata mbak, malingnya laptop temen saya itu sering buka FB temen saya. nah itu tersingkronisasi dengan akun gmail temen saya. nah itu polisi nya melacak nya dari history akun gmail temen saya mbak..
cara yang mungkin dilakukan adalah melihat histori gmail adek nya mbak vita gitu mbak.. usaha disambi doa mudah mudah an kembali laptopnya.. ^^

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Aamiin aamiin terima kasih ya info dan doanya..semoga yang terbaik yang Allah berikan nanti..masih diusahakan :)

Yogi Satria said...

Hmm.. emang bener sih, kalo kehilangan itu menyakitkan, tapi itu harus kita sikapi dengan bersabar, allah mungkin punya rencana lain yang baik untuk kita.

Btw, turut berduka cita ya mba...

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

iya kak Yogi...

siap bener banget Allah pasti punya rencana yang lebih baik :)

akuratu.com said...

semoga yang hilang akan digantikan dengan yang lebih ya mbak Vita.
makasih kunjungannya, maaf baru sempat berkunjung balik

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Aamiin aamiin kak rau ..iya kak gpp kak :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^