Di Penghujung Kuliah

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
5 bulan yang lalu, menunggu dengan pasrah kepada-Nya, memberikan yang terbaik dalam presentasi, mempertanggungjawabkan karya atas ridho-Nya, mengakhiri status mahasiswa.






Dan sekarang...berharap dapat menimba ilmu kembali dengan status mahasiswa :') Aamiin....

Jangan berhenti menimba ilmu ya ^^

Remember it, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya"[Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lafazh ini milik Muslim. • Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (II/297) dan Qawaa’id wa Fawaa-id minal Arba’iin an-Nawawiyyah (hal. 316-317)]

Ingin sekolah lagi dan harus meluruskan niat kembali hanya karena Allah. Sejatinya memang kuliah bukan untuk mendapatkan gelar, tapi mendapatkan ilmu.

Ada penggalan ceritanya Prof.Dermawan Wibisono (Dosen SBM ITB), yang kemarin banyak di share di grup-grup.

"Begitu banyak orang tergila-gila pada gelar doktor, profesor, sama seperti tahun 1970an ketika banyak orang tergila-gila pada gelar ningrat RM, RP, GKRH.
Dan tentu orang yang berusaha mendapatkan gelar itu tak terlalu paham dengan substansi yang dikandung dalam gelar yang diisandang. Pernah dengan iseng kutanyakan kepada supervisorku di Inggris sana, saat mengambil PhD:
" Why don't you take a professor?" tanya saya lugu kepada supervisorku yanng belum profesor padahal Doktornya cumlaude dan sudah membimbing 10 doktor baru. Dengan serta merta ditariknya tangan kanan saya. Ditatapnya mata saya tajam-tajam. "Look," katanya dengan muka serius: "..Professor is not a status symbol or level in expertise, but professor is mentality, is a spirit, is a way of life, is a wisdom, so get it, is just the matter of time if you have ready for all requirements... But have you ready with the consequence of it?""

Semoga dimudahkan jalanmu menuju Surga kawan...Aamiin
***
GRL, 30 Juli 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

posted from Bloggeroid

Sampai Allah Memutuskan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Entah mimpi keberapa tentangmu tadi malam. Aneh, aku tak memikirkanmu tapi disaat itu justru kau mendekat lewat mimpi.

Mungkin ini ujian, agar aku bisa menundukkan hatiku selalu. Tak memikirkan yang belum pasti terjadi dan (mungkin) tak berharap lebih tentangmu.

Tapi ada yang lebih aneh, semua terasa bertolak belakang. Bagaimana tidak? Dalam satu tempatpun Allah tak ijinkan kita bertegur sapa. Apa mungkin karena aku salah, ah..mungkin iya. Padahal sudah kuhapus harapan itu, sudah kupasrahkan saja kepada Pemilik rasa itu. Toh, kita sama-sama belum siap bertemu bukan?

Ah..tapi mimpi itu.... Mimpi yang lalu kita asyik berdiskusi ria bersama kawan tanpa ada penghalang, yang lalunya lagi entah mobil siapa yang kita pakai, kita pergi bersama, bercanda. Ah..kamu siapa aku? Aku siapa kamu? Lalu tadi malam, di Rumahku, di Ruang baca, anggap saja begitu, kita sharing, baca buku islam, aku dengan kesukaanku dan kamu dengan bacaan beratmu. Lagi, aku bertanya, aku siapa kamu, kamu siapa aku? Saat kuucapkan aku akan berubah mengikuti caramu, kamu tak mengijinkan, katanya biarlah aku dengan caraku, karena kita berbeda lapangan. Lalu aku mengambil buku Shirah Shahabiyah jilid 1 di etalase, lalu aku bawa ke hadapanmu, dan semua berakhir...aku terbangun ditengah malam. Lalu sampai sekarang aku bertanya, ini apa? Pertanda, ujian atau apa?

Ya...kita tunggu saja jawaban dari Allah. Semoga kita dikuatkan kesabarannya, apapun jawabannya, itulah yang terbaik untuk kita.. Anggap saja itu ujian. Sudah. Terima kasih telah membaca curhatan alay :'D

*Sedang banyak yang perlu di evaluasi...
***
Ngawi, 26 Juni 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

posted from Bloggeroid

Aku Akan Berhenti (Nanti)

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim

Biarkan sekarang aku mendidik diriku terlebih dahulu, sebelum nantinya mendidikmu ❤





"Nikmati dulu pekerjaanmu sekarang, tapi suatu saat ketika sudah berkeluarga, kamu harus berhenti dan fokus untuk taat serta menjalankan amanah. Pada usia tertentu seorang anak sangat membutuhkan kehadiran ibunya, jangan egois hanya untuk mencari kepuasan diri" (pesan seorang Bapak saat perjalanan Ngawi-Malang)


*In syaa Allah cukup sekarang berada di proyek....
***
Malang, 24 Juli 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

posted from Bloggeroid

ENJ 2015 : It’s Time to Sail…

| 6
Bismillahirrahmaanirrahiim
Masih terikat dengan kegiatan ENJ 2015. Melanjutkan kisah sebelumnya, Tim Surabaya akan menggunakan kapal perintis dari Pelabuhan Tanjung Perak dengan R.15 yaitu Surabaya - Masalembo - Karamian - Matasiri - Maradapan - Marabatuan - Batulicin - Kotabaru - Batulicin - Marabatuan - Maradapan - Matasiri - Karamian - Masalembo - Surabaya.

Rencananya Tim Surabaya hanya akan menyentuh sampai Pulau Matasiri karena kurangnya SDM dan terbatasnya waktu beraktivitas dikarenakan menyesuaikan jadwal kapal. Kami akan singgah di pulau sesuai plot yang disesuaikan dengan input rencana program yang akan dilakukan peserta ketika awal mendaftar ENJ. Kemudian kapal akan terus berlayar menuju Pulau Maradapan-Marabatuan - Batulicin – Kotabaru. Pada tanggal 19 Juni 2015 Kapal akan berputar balik ke arah Surabaya dan menjemput kami pulang.

Tim Surabaya yang akan berangkat insya Allah 41 orang (jika esok hari tak ada yang menyusul) dari 98 peserta yang dinyatakan lolos ENJ 2015 keberangkatan Surabaya. Fokus kegiatan yang akan diusung dalam ekspedisi Tim Surabaya ini adalah Perikanan dan Kelautan, Pendidikan dan Kesehatan yang terbagi dalam 3 pulau.

Pulau Masalembu difokuskan untuk bidang perikanan dan kelautan dengan kegiatan seperti pelatihan pengolahan ikan, kampanye konservasi hutan mangrove, penyuluhan kewirausahaan dan koperasi, dll. Pulau Karamian akan difokuskan pada pendidikan dengan kegiatan ENJ Mengajar, Rumah Pintar, Wawasan Kebangsaan, dll. Fokus bidang kesehatan adalah Pulau Matasiri dengan kegiatan penyuluhan PHBS, pelatihan P3K, penyuluhan diabetes dan asam urat, cek gula darah dan asam urat,dll.
*
Sekarang aku review dulu pulau-pulau yang akan kami lewati dan 1 pulau yang akan aku singgahi dalam ekspedisi Tim Surabaya tanggal 14-23 Juni 2015, insya Allah.

Tanjung Perak – Pulau Kalianget
Perjalanan Tanjung Perak ke Pulau Kalianget berjarak 94 mil dengan lama sandar 72 jam dengan keberangkatan 14 Juni 2015 dan sampai di Kalianget pada hari itu juga. Kalianget merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep. Kecamatan Kalianget memiliki 7 Desa. Menurut referensi, Kalianget pada jaman dahulu merupakan eks-kota yang dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda sebagai pusat Industri garam.

Pulau Kalianget – Pulau Masalembu
Jarak Pulau Kalianget ke Pulau Masalembu adalah 113 mil dengan lama sandar 6 jam. Keberangkatannya tanggal 14 juni 2015 dan sampai di Pulau Masalembo 15 Juni 2015. Pulau Masalembumerupakan pulau yang masih termasuk dalam wilayah Jawa Timur. Kecamatan Masalembu mempunyai luas total wilayah 40,85 Km2 (1,95 % dari luas Kabupaten Sumenep). Jumlah Desa di Kecamatan Masalembu sebanyak 4 desa antara lain Masalima, Suka jeruk, Masakambing, dan Karamian. Jumlah pulau sebanyak 4 buah dengan komposisi 3 pulau berpenghuni antara lain Masalembu, Masakambing dan Karamian. Sedangkan 1 pulau lainnya tidak berpenghuni yaitu pulau Kambing. Luas pulau yang tidak berpenghuni 0,034 Km 2 (0,09% dari luas kecamatan Masalembu).
Mereka sedang memetakan segitiga masalembo, dan kami akan melewatinya

Pulau Masalembo – Pulau Karamian
Perjalanan yang dimulai tanggal 15 Juni 2015 hingga 16 Juni 2015 ini berjarak 40 mil dengan lama sandar 6 jam.  Pulau Karamian adalah pulau tempatku singgah selama 5 hari sambil menunggu Kapal kembali pulang tanggal 22 Juni 2015. Pulau Karamian merupakan pulau paling utara dari Provinsi Jawa Timur. Menurut cerita Kak Eko, di Pulau ini agamanya 100% Islam, ada beberapa Sekolah tingkat SD, 1 MTs dan tidak ada sama sekali SMA. Kondisi masyarakatnya mayoritas nelayan, dan bahasa yang digunakan adalah Bugis serta minoritas Madura.

Pulau Karamian – Pulau Matasiri
Perjalanan selanjutnya berjarak 72 mil dengan estmasi kedatangan 16 Juni 2015 dan lama sandar 6 jam. Matasiri merupakan salah satu pulau di Kecamatan Pulau Sembilan, Kota Baru, Kalimantan Selatan. Pulau Matasiri terdiri dari 2 desa, desa Teluk Sungai dan Labuan Barat. Indonesia itu kaya akan cerita rakyat, termasuk pulau ini. Pulau Matasiri ini memiliki mitos yang kuat mengenai Puteri Matasiri dan Ayahnya. Namun setelah dilakukan penelitian ternyata memang secara ilmiah dapat dijawab.

Pantangan ketika melewati perairan Matasiri adalah tidur pukul 08.00-12.00 (waktu dimana nyamuk berkeliaran), berkata yang tak bermanfaat dan bersikap sombong. Poin pertama pantangan tersebut adalah dilarang tidur pukul 08.00-12.00, pernyataan ini merujuk pada nyamuk penyebab malaria akan berkeliaran pada jam ini, maka dilarang tidur sebab Pulau Matasiri dikatakan sebagai salah satu wilayah Endemik Malaria trofika. Kalau poin kedua dan ketiga, memang harusnya kita tidak besifat sombong dan berkata yang tidak bermanfaat dimanapun kita berada.
*
Indonesia punya laut yang luas, dan kata sebuah lagu “nenek moyangku seorang pelaut”. Rasanya ingin keliling Indonesia ke pulau-pulau yang jarang dijamah dan eksotik. Sayang sekali memang dari segi transportasi sedikit susah menjangkau, kalaupun mudah kadang mahal. Itulah sebabnya kadang masyarakat Indonesia lebih memilih liburan ke luar negeri karena tiket lebih murah. Padahal Indonesia itu indah banget. #kodekeras

#curcol# Waktu dulu pertama kali ke Wakatobi berasa nyesel, kenapa baru tahu kalau ada banyak Surga dunia di Indonesia. Keren abis… beneran deh! Bahkan dunia luar sudah banyak yang mengenal dan turis malah seneng liburan di Indonesia. Contohnya Wakatobi, yang berada di Pusat Segitiga Karang Dunia. Bayanging, Pusat Segitiga Karang Dunia bro…sist…. Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang terbanyak dari 850 total jenis terumbu karang di Dunia. Sebagai Indonesia, kita harus menyampaikan ini ke khalayak. Jangan sampai kekayaan Indonesia ini akan dimanfaatkan oleh orang asing yang tidak bertanggungjawab. Walaupun salah satu kendala adalah transportasi, semoga tetap banyak masyarakat Indonesia yang mengunjungi…

Esok hari, insya Allah, kapal perintis akan membawa kami ke pulau-pulau tersebut. Semoga perjalanan ini barakah dan bermanfaat, serta selalu dalam lindungan Allah.
***
[GLR] disempunakan di Pelabuhan Tanjung Perak, 13 Juni 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

Rindu yang Tertahan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Masih terjaga dipergantian malam. Selalu teringat dengan sosok yang sangat berharga buatku. Ayah...masihkah kau ingat denganku disana? Terkadang aku sangat ingin menyusulmu, melepaskan rinduku, memelukmu, menceritakan semua di pangkuanmu. Tapi sayang Allah belum mengijinkan semua itu :'(

Sejak saat itu, satu episode yang membuatku membenci diriku, satu titik yang membuatku berubah total tak percaya lagi dengan perhatian-perhatian dari lelaki, selainmu, Ayah. :'(

Seperti biasa, aku masih mengasah diriku, belajar menjadi wanita yang kuat, yang mandiri, meski kadang aku benar-benar tak bisa menyimpannya sendiri. Menunggu ada orang yang peduli dan memahami sepenuh hati, tapi tak kunjung ku temui. Sekalinya ku temui, dalam jangka waktu tertentu, ia hilang lalu pergi. :'(

Ayah.. masihkah kau mendengarku? Ada segudang cerita untukmu, yang tak ingin kubagi denganmanusia manapun, selain dengan-Nya dan denganmu. Cerita keseharianku, juga tentang seseorang yang harusnya tangannya berjabat denganmu untukku.

Perjalanan panjang yang kulakukan seperti tak pernah terselesaikan. Perjalanan yang kulakukan untuk menemukan makna kedamaian. Selalu kemelut tentang kisahmu menghantui hari-hariku. Ayah... Ada apa dengan aku? Gara-gara sikap mereka terhadapmu diakhir hidupmu, aku geram. Ah... Aku tak mau, tapi tak pula bisa menghilangkan bercak hitam itu dari ingatanku.

Ayah... Kau dekat dengan Allah kan? Disisi-Nya kan? Tolong sampaikan permohonanku agar aku lupa sejenak dengan masa itu. Satu masa itu saja yang masih menyisakan luka dihatiku, hingga detik ini. Seperti tercabik, menghujam, untungnya Allah kuatkan aku untuk bertahan.

Ayah, tak ada manusia yang mampu memahami keadaanku selaim dirimu. Yang tahu aku sakit meski aku tak pernah menyebut. Yang tahu aku gundah meski aku diam. Yang tahu aku butuh meski aku tak meminta. Perhatianmu berbeda, kau Ayah yang luar biasa.....

Aku merindukanmu, terhanyut bersama bayang-bayang perhatianmu...



***
Sudut PO, 1 Juli 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid