Rindu yang Tertahan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Masih terjaga dipergantian malam. Selalu teringat dengan sosok yang sangat berharga buatku. Ayah...masihkah kau ingat denganku disana? Terkadang aku sangat ingin menyusulmu, melepaskan rinduku, memelukmu, menceritakan semua di pangkuanmu. Tapi sayang Allah belum mengijinkan semua itu :'(

Sejak saat itu, satu episode yang membuatku membenci diriku, satu titik yang membuatku berubah total tak percaya lagi dengan perhatian-perhatian dari lelaki, selainmu, Ayah. :'(

Seperti biasa, aku masih mengasah diriku, belajar menjadi wanita yang kuat, yang mandiri, meski kadang aku benar-benar tak bisa menyimpannya sendiri. Menunggu ada orang yang peduli dan memahami sepenuh hati, tapi tak kunjung ku temui. Sekalinya ku temui, dalam jangka waktu tertentu, ia hilang lalu pergi. :'(

Ayah.. masihkah kau mendengarku? Ada segudang cerita untukmu, yang tak ingin kubagi denganmanusia manapun, selain dengan-Nya dan denganmu. Cerita keseharianku, juga tentang seseorang yang harusnya tangannya berjabat denganmu untukku.

Perjalanan panjang yang kulakukan seperti tak pernah terselesaikan. Perjalanan yang kulakukan untuk menemukan makna kedamaian. Selalu kemelut tentang kisahmu menghantui hari-hariku. Ayah... Ada apa dengan aku? Gara-gara sikap mereka terhadapmu diakhir hidupmu, aku geram. Ah... Aku tak mau, tapi tak pula bisa menghilangkan bercak hitam itu dari ingatanku.

Ayah... Kau dekat dengan Allah kan? Disisi-Nya kan? Tolong sampaikan permohonanku agar aku lupa sejenak dengan masa itu. Satu masa itu saja yang masih menyisakan luka dihatiku, hingga detik ini. Seperti tercabik, menghujam, untungnya Allah kuatkan aku untuk bertahan.

Ayah, tak ada manusia yang mampu memahami keadaanku selaim dirimu. Yang tahu aku sakit meski aku tak pernah menyebut. Yang tahu aku gundah meski aku diam. Yang tahu aku butuh meski aku tak meminta. Perhatianmu berbeda, kau Ayah yang luar biasa.....

Aku merindukanmu, terhanyut bersama bayang-bayang perhatianmu...



***
Sudut PO, 1 Juli 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^