Lakukanlah Sesuatu :)

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah dalam 3-4 hari ini bertemu lagi dengan rekan-rekan BSMI Kota Malang. Salah satu organisasi yang membawa saya ke jalan-Nya.



Salah satu perkataan yang aku kutip dari dr.Gamal tadi intinya merasa bersalahlah jika kau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, dari rasa bersalah itu akan timbul keinginan untuk merubah tindakan kita agar melakukan hal-hal bermanfaat.

Lalu, jangan pernah ragu melakukan kebaikan, kita tak akan pernah bangga dengan masa lalu kita kecuali dalam hidup kita manfaatkan untuk terus dijalan Allah dan bisa memberikan kontribusi di masyarakat.
***
FK, 26 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Waktu Itu Akan Berakhir?

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim


Di awal kita bersua, mencoba tuk saling memahami. Keping-keping di hati, terajut dengan indah, rasakan persaudaraan kita. Dan masa pun silih berganti, ukhuwah dan amanah tertunaikan. Berpeluh suka dan duka kita jalani semua, semata-mata harapkan ridho-Nya.  Sahabat tibalah masanya, bersua pasti ada berpisah. Bila nanti kita jauh berpisah, jadikan rabithah pengikatnya, jadikan doa ekspresi rindu. Semoga kita bersua di Surga (SIGMA-Senandung Ukhuwah)


Cengeng! Iya, memang. Ah... semakin dekat dengan waktu itu. Tadi sudah disambut senangdung ukhuwah dari SIGMA, ingat kemarin saat di Kampus jadinya sedih lagi. Akhir-akhir ini seperti belum siap untuk sekedar berpisah sementara dari teman-teman Kampus maupun teman-teman kopdar di luar Kampus. "Mbak setelah ini masih di Malang?" pertanyaan itu semakin banyak kudengar. Aku pengen di Malang, dalam hati.

Kemarin pertama kali ke Kampus setelah agenda STUNAS, ketemu keluarga WRE dan aku ngerasa deket banget sama mereka. Walaupun itu cuma aku yang ngerasa. Atau ada yang bilang "biasa aja kok Mbak", ga, beda, beda banget auranya temen-temen.  Selama ini aku mencoba dekat dengan semuanya dan aku ngerasanya ini yang paling dekat, seperti ada pengikat.

Terus teman-teman membicarakan rencana trip bareng weekend ini dan minggu depan. Aih... baru kerasa kalau tak bisa lagi terus mengikuti langkah karena harus melangkah kejalur lain. Ah... fix insya Allah tidak bisa ikut karena ada tes. "Itu mah lo aja Vit, kita bisa ngumpul kok" , Iya wes aku yang tidak selangkah, ga bisa kaya dulu. Tapi aku akan meluangkan waktu rek, jika memang agenda itu bisa diwakilkan atau ditinggal. Insya Allah

Kan kalau gini ingat Ibu, "makanya kalau masih pengen main dipuasin dulu aja, kalau sudah kerja atau keluarga pasti ada batasan, soalnya jadwal kalian sudah beda". Ya Allah, benar ternyata.

Lha terus piye ki... Kata Pak Donny kalau memutuskan jangan ragu-ragu, kuatkan hati kalaupun ada yang diikhlaskan harus ikhlas. Ketika kuambil jalan A dan ada kawan-kawan mengambil jalan B disaat yang sama, tak masalah. Nanti ketemu di persimpangan depan. Ada hal yang harus diperjuangkan, ada pula yang harus diikhlaskan. Yang namanya memilih, pasti akan beriringan dengan konsekuensi... 

Baru sama WRE kaya gini, yang sama teman-teman sehijrah ke jalan Allah, malah ga sanggup lagi... Aku kenapa? Apa karena hati kita telah tertaur saudaraku? :'( Aku masih ingin mengkaji ilmunya bersama kalian, banget. Ah..maaf aku melankolis gini.

Ok, ini jalan yang kupilih. Harus kuat, ishbiru washobiru warobithu... Kuulang lagi senandung ukhuwah ini..

Sahabat tibalah masanya, bersua pasti ada berpisah. Bila nanti kita jauh berpisah, jadikan rabithah pengikatnya, jadikan doa ekspresi rindu. Semoga kita bersua di Surga

*curhatan absurd pagi ini....
***
GANIZ, 24 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

Antara Aku, Lintang dan Tilang

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah. Tadi pagi keluar sama ibu, rencananya mau ke Karangjati lewat dalam, tapi habis hujan jadi memilih lewat jalan besar. Dari rumah sudah feeling buat bawa lengkap dan cek sebelum berangkat. Setelah siap aku berangkat.

Dari depan SMPN 1 Karangjati, SMPku tercinta terlihat ada Polisi berjejer di depan Lapangan Karangjati. Alhamdulillah tenang saja soalnya lengkap sudah suratnya insya Allah. Ok, dimulailah cek dan ricek. SIM ok, STNK ok, helm tak kalah ok, tapi tak tau kenapa kok malah STNK sama SIMku dibawa ke tenda. Akupun disuruh ikut. Eh...ternyata yang tertib dikasih helm SNI. Makasih Bapak...saya kira saya melanggar.hehe.... Setelah itu difoto.yey..

Jadi ingat kejadian operasi serupa kalau lagi mbolang sama sahabat petualangku, Lintang. Kita pernah kena tilang gara-gara helm. Terus yang paling lucu bukan itu. Kalau keingat bawaannya ketawa duluan.hehe

Jadi gini, pagi itu kami dari Bendungan Karangkates dan Lahor. Ya mbolang kaya biasanya. Pulangnya lewat ring road ada moment atau yang biasa disebut operasi lantas. Setiap kami bepergian sebenarnya sudah kami pastikan kalau apa yang kami bawa sesuai standar. Ya, waktu itu aku yang didepan tenang-tenang saja. Lhawong bawa STNK, SIM, dan surat lain.

Waktu ditanya dan dimintai surat, aku kasihkan KTP dan STNK. Aku aja ga nyadar kalau itu KTP. Aku pikir SIM. Terus Mbak Lintang nepuk badan dari belakang dan aku baru sadar. Aku cari terus SIM tapi ga ketemu, tapi aku yakin aku bawa. "Mbak SIMmu mana?" aku bilang ke Mbak Lintang.

Eh...SIM mbak Lintang aku berikan ke Pak Polisi, beliau memperhatikan wajahku dan beliau bilang, "ya udah hati-hati". Hah...emang wajahku dan Mbak Lintang mirip ya? padahal ada KTPku loh. Deng..dong..mungkin Bapaknya khilaf.hehehe



Ternyata setelah sampai rumah aku cek lagi, SIMku beneran ada cuma nyelip diantara kertas-kertas nota. Hehe... Dari situlah aku banyak pelajaran.

Makanya sekarang kalau mau pergi naik kendaraan bermotor baik motor atau mobil, surat-surat aku taruh paling depan biar kejadian kaya yang lalu ga keulang lagi. Pun juga teman-teman, semoga pengalaman ini bermanfaat :)

Safety first :)
***
Ngawi, 21-22 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Lalala... Apalah-apalah Jodoh

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Maaf ya judulnya alay. Hehe... Alhamdulillah. Selama di rumah ditanya kapan nikah terus. Lebih tepatnya sama tetangga bukan sama keluarga. Ya gimana ya, teman-teman seumuran banyak yang sudah nggendong dedek. hehe...

Eits...terlepas dari itu, kemarin setelah stunas jurusanku aku curhat lagi sama Mbah Ti. Masalah kemantaban. hehe... Perbincangan panjang lebar plus disisipi studi kasus itu akhirnya melahirkan kesimpulan "yang namanya mantab itu cuma satu, ga goyah, ga plin plan sana sini terus kalaupun komitmen harus sabar, ekstra sabar malah. Jadi kalo kamu bilang sreg tapi masih plin plan ya berarti belum mantab, belum sreg berarti".

Kata Mbah Ti wajar usiaku sudah mulai memikirkan itu, tapi yang perlu diingat jangan sampai menjadi yang paling utama akhirnya lupa sama yang Maha Kuasa. Terus aku cerita aku pengen kuliah lagi dulu ke Mbah dari saudara yang lain waktu ditanya kapan nikah, eh jawabannya "lek ndelok hasilmu wingi-wingi, asline awakmu iso sukses kuliah terus, iso nerjang kegagalan, tapi awakmu bakal gagal lek ga iso hormati Pangeran, hormati awakmu dewe, hormati wong tuwamu sing ngragati, kegagalanmu lek sampe kegodo cah lanang" (read: Kalau lihat hasilmu kemarin-kemarin, sebenarnya kamu bisa sukses kuliah, bisa menghadapi kegagalan, tapi kamu akan gagal kalau kamu tidak menghormati Allah, dirimu sendiri, dan orang tua yang membiayai kuliah. Kegagalanmu itu kalau sampai tergoda sama anak laki-laki)

Deng..dong... jleb...memang benar godaan terberat bukan harta, tahta, jabatan, tapi lawan jenis.. :(

Semoga bisa bertahan, istiqomah menjaga hati ini dijalan-Nya. Aamiin... Aku mohon doanya ya buat semuanya. Aku ingin lanjut kuliah. Jika memang Allah berkehendak lain aku yakin itu yang terbaik. Aku mohon maaf apabila banyak khilaf, silahkan kalau mau dibalas sekarang, aku persilahkan.

Maaf kalau bahasannya campuran, maklum..apalah-apalah...hehe...
***
Ngawi, 20 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Selalu Ada Cerita di Jogjakarta

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Bapak Sugeng namanya. Asli Jogja dan sekarang tinggal di Jogja bagian timur. 25 tahun lebih beliau menekuni pekerjaan sebagai tukang becak di kawasan Malioboro. Pendapatan rata-ratanya 100 ribu perhari, kalau sepi bisa jauh dari pendapatan itu. Sebab di kawasan itu banyak sekali tukang becak. "Alhamdulillah cukup mbak berapapun itu, saya juga buka toko kecil-kecilan" kata beliau saat kutanya cukup tidak penghasilannya. Saat kutanya mengenai becak motor (bentor), ternyata memang belum resmi atau belum diijinkan. Lebih hemat tenaga menurutku daripada mengayuh. Tapi lagi-lagi beliau tidak mengeluh walaupun capai mengayuh. Beliau justru bersyukur memakai becak kayuh, lebih ringan ngangkatnya kata Beliau.



Beliau tidak setiap hari mengayuh becak, tahu kenapa sebabnya? Beliau hanya ingin menyisakan hari itu untuk keluarganya. :')

...Harta yang paling berharga adalah keluarga, mutiara paling indah adalah keluarga.... :')

VAKD - dalam catatan perjalanan 170415/20.48


*hati-hati kadang tukang becak memberikan harga semaunya, pintar-pintar menawar ya. Alhamdulillah kalau di Bapak Sugeng ini harganya normal
posted from Bloggeroid

Menangisi Diri Sendiri

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Malam itu, setelah menghabiskan waktu di Ciampelas aku kembali ke bus. Aku butuh plester, ya, plester. Ada yang terluka? Ada, mulutku. Malam itu entah kenapa seperti bukan aku, ga jelas banget ngikutin ucapan-ucapan yang ngalir. Beberapa menit kemudian aku diam. Meminjam earphone ke Mbak Evy dan kumulai petualangan dalam kata-kataNya. Hanya berselang beberapa menit, memanas dan ga bisa lagi nahan air mata. Semakin menjadi-jadi setelah kuputar ayat-ayat itu untuk kedua kalinya, plus rasa sakit banget, nyeri.

Saat anak-anak turun makan malam, seketika tak berselera, aku beralih kesebuah tempat yang membuatku lebih tenang. Ah...entahlah malam itu aku tak tahu apa yang terjadi pada diriku. Tapi sejak itulah mulut ini bisa lagi untuk dikontrol. Semoga tak seperti itu lagi. Aku malu ya Allah, malu. Kau menjaga kehormatanku tapi terkadang aku tak sadar aku melakukan hal yang tak sepantasnya dilakukan seorang muslimah meskipun itu bercanda. Aku malu karena bercandaku berlebihan.... :'(

Cukup ya Allah, itu yang terakhir.... Maaf teman-teman merepotkan, maaf malam itu sebenarnya aku ga pilek, mata sembab dan hidung merah karena menangis. Bener kata temenku, dibalik ga papanya cewek, ada apa-apa. Ya itulah teman, aku merasa bercandaku terlalu berlebihan dan itu bukan aku banget. Ya, inilah salah satu fakta tentangku. Aku bisa saja menangis sehari hanya karena menyesali apa yang telah kulakukan, apalagi itu berkaitan dengan sikap yang membahayakan.
***
Ngawi, 18 April 2015
Vita Ayu Kusuma Deei
posted from Bloggeroid

Aku Sayang WRE

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, hampir fajr di bendungan Jatiluhur. Ingat acara makrab tadi malam rasanya pengen nangis. :') Entahlah terlalu gembira atau bagaimana, yang pasti ga kepikiran mau ngucapin apalagi selain aku sayang kalian rek :')



Setelah ini pasti akan sangat merindukan kalian. Jakarta - Bandung - Yogyakarta bukan merupakan perjalanan terakhir kita rek, suatu saat nanti kalau sudah anak cucu semoga bisa seperti ini ya. Ah...berat rasanya, habis ini siapa yang mau ngajak aku bolang lagi :'(

Apapun itu semoga apapun yang kalian impikan dapat tercapai dan selalu dalam lindung-Nya. aamiin
***
Bend.Jatiluhur, 16 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Tangan Itu....

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Apa yang terlintas difikiran jika melihat foto dibawah ini? Aku foto sama cowok? Kata temen saya gitu tapi bukan.Hehe



Itu cewek kok, hehe Perkenalkan namanya Dyan Eka Nurhayati, pecinta korea tapi masih level satu dibanding Mbak Ecy yang udah level 5. Dia suka banget nulis dan juga ngeblog. Klik aja digoogle "The Other Side of Dyan" pasti ketemu blognya. Dia suka banget sama doraemon. Jangan heran kalau banyak benda-bendanya ada hubungannya sama doraemon


Kebetulan aja tadi di Ancol barengan sama dia dan udah pengen banget foto gaya gitu. Kebawa arus sama foto model gitu.

Jadi, ini foto kita berdua setelah foto tangannya aja ^^



*Ga semua yang kamu lihat adalah yang kamu fikirkan, makanya kalau ada yang mengganjal ditanyakan :)
***
Seaworld, 14 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Nanti Ya, Insya Allah

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah perjalanan kemarin selamat atas lindungan-Nya. Start hari ini dimulai dari Masjid Istiqlal, kemudian ke Kementerian, namun karena Kementerian sedang ada keperluan di Luar Negeri akhirnya tidak jadi. Akhirnya lanjut ke Proyek Reklamasi Ancol.

Sampainya di Ancol Langoon, bukan foto yang saya lalukan tapi menemui Bapak petugas perahu. Hihi... Setelah ngobrol dapat juga pertimbangan rute ke Kepulauan Seribu. Yeah, seandainya bisa lepas main sendiri udah berangkat hari ini. Sayangnya tidak. Hehe.. Ya, cukuplah mencari rute untuk hari ini, semoga suatu saat bisa ke Kepulauan itu. Aamiin



Semoga kegiatan selama seminggu ini dilancarkan Allah dan bermanfaat, Aamiin :)
***
TIJ Ancol, 14 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Bersabarlah dan Kuatkan Kesabaranmu

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Layangmu wis tak tompo wingi kui
Wis tak woco opo karepe atimu
Trenyuh ati iki moco tulisanmu
Ra kroso netes eluh neng pipiku
(Penggalan "Layang Kangen" - Didi Kempot)
Ishbiru washobiru warobithu, bersabarlah dan kuatkan kesabaranmu
***
Catatan Sepertiga Malam
13/04/2015
V.A.K.D

Sepenggal Episode

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dua hari sebelum meninggalkan Malang (kembali), pagi itu tampak ramai di Lapangan Rektorat, pemandangan yang membuatku kembali rindu dengan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, apapun itu. Setiap sudut Universitas Brawijaya memiliki cerita masing-masing. Terbersit pikiran bahwa aku akan lama di Malang, sekolah lagi di Malang, kerja di Malang, jadi dosen di Malang,  punya rumah di Malang,  bukan hanya pikiranku saja, tapi ucapan itu keluar dari rekan di organisasi luar Kampus. 

Tapi tenang saja, dimanapun aku berada dan berpijak, tidak akan berubah dan surut semangatku untuk terus belajar, belajar, mengajar dan mengajar. Langkahku tak akan pernah berhenti hanya sampai disini, insya Allah selama Allah masih mengizinkan aku di Dunia ini, aku akan terus menuntut ilmu. Aku berharap termasuk nanti, tak apa ada yang melarangku untuk bekerja tapi semoga saja tak ada yang melarangku untuk terus menuntut ilmu.


Terima kasih ya Allah, telah mengizinkan aku kuliah disini, sekalipun awalnya aku merasa salah jurusan tapi ternyata Kau tunjukkan banyak kenikmatan. Ini salah satu episode dalam hidupku, memberikan banyak hikmah kehidupan, memberikan banyak sekali pengalaman yang insya Allah akan sangat berguna di masa depan. Pun juga Kau tunjukkan aku jalan dimana aku menuju-Mu melalui mereka, murabbi, teman satu lingkaran dan juga para pejuang Kampus yang turut serta menjagaku :') 

Akan sangat merindukan tempat  yang insya Allah barakah ini :')

Beberapa jam sebelum meninggalkan Malang menuju Ibu Kota...
***
GANIZ, 12 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

Keluargaku Surgaku

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim

Tiba-tiba kepikiran sesuatu. Hehe, tadi mendengarkan 2 hadits dibawah ini disebut. Lalu timbul pertanyaan dalam diri, kenapa masih ada KDRT ya?

Ya, secara gamblangnya kurang begitu memahami, menikah saja belum. hehe... tapi aku rasa perlu dipelajari, untuk bekal nanti, saat sudah berkeluarga, insya Allah.

Coba resapi 2 hadits dibawah ini,

"Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya" 
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)


"Ingatlah, Aku telah memberitahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk Surga, yaitu yang penyayang, banyak anak, dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada dipelukan suaminya, kemudian berkata, "Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhoiku"" 
(HR. al-Baihaqi)

Bagaimana? Kalau aku sih ngerasa adem dan insya Allah akan ada kedamaian di rumah tangga kalau yang disampaikan di hadits itu dilaksanakan. Iya sih, pasti yang namanya rumah tangga tidak akan lepas dari pertengkaran kecil, beda pendapat, tapi kalau istri dan suami sama-sama memahami dan mengamalkan 2 hadits diatas insya Allah tidak akan berujung pada KDRT atau perceraian.

Tapi sekali lagi, kuncinya taat kepada Allah, saling memahami dan memiliki ilmu. Jadi bener banget itu, sebelum nikah harus banyak belajar hak dan kewajiban di rumah tangga. Hmmm...semoga bisa mengamalkannya ya Allah.

Kemarin saat menunggu Mbak Suci kompre, aku, ketua angkatan dan teman lain banyak ngobrol masalah hak, kewajiban dan tanggung jawab. Kami saling berbagi ilmu, dan sebagian besar dari kami sebenarnya mengerti bagaimana seharusnya dalam rumah tangga. Tapi sekali lagi, harus ada penerapannya bukan sekadar teori, kami memohon kepada Allah semoga nanti kalau sudah menikah bisa menerapkan apa yang telah kami diskusikan.

Ohya, arrijalu qowwamuna 'alan-nisa', laki-laki adalah pemimpin kaum wanita. Bagaimanapun juga dalam rumah tangga harus ada satu pemimpin. Walaupun wanitanya lebih tinggi gelarnya, lebih banyak gajinya, harus tetap patuh dan taat kepada suaminya selama apa yang diperintahkan adalah kebaikan dan tidak melanggar syariat-Nya. Terkadang kita terbawa dengan iming-iming kesetaraan gender, atau apapunlah yang berkaitan dengan westernisasi, tetapi disisi Allah yang membedakan adalah derajat ketaqwaannya bukan harta atau jabatannya.

Dengan ilmu, ketaatan kepada Allah dan ridho Allah, insya Allah rumah tangga akan sakinah, mawaddah, warahmah, amanah :)

Dan aku ingat sebuah ungkapan dari sahabatku, hanya ketaqwaanmu dan ridho Allah yang dapat menyatukan kita :') Semoga selalu dalam lindungan Allah kawan-kawanku, semoga kita senantiasa menjadi hamba yang baik, selalu bersyukur dan mendapat petunjuk untuk selalu dijalan-Nya. Semoga istiqomah (dalam kebaikan) hingga khusnul khotimah. Aamiin :')
***
GANIZ, 9 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Tentang Hari Ini...

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah atas segala kenikmatan yang Allah anugerahkan hingga detik ini. Alhamdulillah hari ini bisa beraktivitas kembali di Malang. Entah kenapa ada feeling kuat akan kembali ke Kota Malang.

Alhamdulillah pagi ini aku ke Kampus, mengantar mbak Suci ujian skripsi, sekaligus temu kangen sama teman-teman. Barakallah untuk mbak Suci yang lulus ujiannya, dan segera menyelesaikan revisi serta jilidan. Semoga ilmunya bermanfaat dan selamat datang di panggung realisasi ilmu.

Siang dilanjutkan dengan ritual bersana WRE 2011. Kemudian ba'da ashar, seperti biasa mengikuti kopdar bermanfaat. "Cinta tak harus memberi", tema yang sederhana tapi mengandung nilai akidah. Mati satu tumbuh seribu, alhamdulillah Allah gerakkan hati kami untuk berkumpul menuju jalan-Nya. Sore ini topiknya sangat mengena. :') Meskipun ada yang tidak ikut, tapi atas ijin Allah, Allah menambah anggota kami sehingga keluarga kopdar kami bertambah. Alhamdulillah. 

Analogi sederhana materi sore ini seperti seorang kakak adik yang mana adiknya meminta mainan atau benda ke kakaknya, misalnya motor. Walaupun kakak sangat sayang dan mencintai adiknya, belum tentu si kakak membelikan apa yang diminta adiknya, karena  bisa jadi barang itu membahayakan adiknya, atau belum waktunya. Seperti halnya doa kita, kadang kita menganggap Allah tidak sayang dengan kita, padahal setiap doa yang kita panjatkan pasti didengar, namun jawabannya ada yang langsung ya, tunggu atau bahkan digantikan dengan yang lain. Allah mencintai dan memiliki kita seutuhnya, tapi terkadang kita masih angkuh :'( Astaghfirullah...

Alhamdulillah, ba'da isya bisa berkumpul lagi dengan kawan-kawan panitia TIMTI 2014. Ah..kangen sama mereka.. kalau ingat TIMTI pengen nangis, aku ingat para LOsuperhero, ingat evaluasi malam aku nangis dan diambilkan tisu di Bapak satpam dikiranya aku pilek, dijaga sama temen-temen, ingat bagaimana cara memimpin, ingat semangat kebersamaan dalam suka dan duka, ingat semuanya. :')

Semoga kita dipertemukan lagi dikesempatam mendatang :)
***
GANIZ, 8 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Keberkahan dalam Perjalanan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Malam telah larut, bahkan jarum jam telah melewati angka 12. Tapi tetap saja, bukannya sepi tempat ini semakin ramai. Derasnya hujan mengguyur Kota ini tak menyurutkan semangat setiap penumpang yang akan menuju tujuan masing-masing. Terminal Purabaya atau Bungurasih, ya itulah tempatku berdiri malam ini. Biasanya tengah malam sepi, tapi tidak untuk malam ini. Maklum, long weekend. Banyak Bapak/Ibu yang membawa kardus tambahan selain tasnya, ada para anak gunung yang siap dengan cariernya, ada adik-adik yang menerjang hujan menjajakan jasa ojek payungnya, polisi yang senantiasa berjaga, petugas DisHub yang terus mendekati penumpang dan memberikan arahan, dan pemandangan-pemandangan lainnya.

Aku dan keempat adik-adikku, yang setiap diri kita punya tujuan masing-masing, menantikan bus patas, tapi penantian kita tanpa ujung dan tanpa ada kenyataan. Sama sekali tak ada bus patas  arah Solo Yogyakarta parkir, padahal penumpang sudah mengantri lama. Sampai setengah dua pagi kami menunggu tetap saja, tidak ada. Sebenarnya naik ekonomi juga bisa, meskipun berdiri karena setiap bus yang lewat telah penuh penumpang alias overload. Salah satu temannya adik kosku ingin naik patas, maka dari itu kami sepakat, okelah cari aman. 

Kami menghibur diri, bersama segerombolan travellers lainnya disamping kami, bersama satu grup para pendaki, dan salah satu bapak yang bekerja di bank yang senantiasa ada didekat kami, padahal kami baru mengenal. 

Pemandangan malam itu bercampur. Dramatis, saat hujan mengguyur sangat deras, kami yang bersiap menutupi tas kami dengan raincover, memakai jaket, disalah satu sudut, adik-adik kecil itu menyerahkan tubuhnya pada hujan. Membiarkan air hujan memandikannya. Ya, mereka adalah ojek payung kecil. Ya Allah, tak seharusnya mereka disana, alhamdulillah aku masih diberikan banyak kenikmatan, disaat yang lain masih ada yang kekurangan. :'( Kenapa orang tua mereka tidak kasihan ya? Malam, bahkan pagi, waktu mereka untuk istirahat, (jika esok mereka sekolah) mengumpulkan stamina.

Disisi lain, ada Mbak dan Mas. Mbak itu terlihat sakit, pucat dan sedikit demi sedikit menelan nasi bungkus yang telah disediakan Masnya dengan penuh kasih sayang (menurutku). Didepanku, ada Mas-mas membawa tas gunung, berkutik dengan handphonenya dan sesekali melihat sekeliling, kemudian datang seorang Mas-mas lagi kemudian menepuk pundak dan menyapa. Mereka terlihat akrab padahal baru saja mereka berkenalan. Ada lagi, yang tiba-tiba mengeluarkan matrasnya dan membeberkannya kemudian beristirahat, mungkin mereka menunda perjalanan malam itu dengan banyak pertimbangan hingga waktu dirasa pas untuk melanjutkan, pun tak kalah heboh para penjual makanan dan minuman yang beradu satu sama lain, lalu ada lagi yang spektakuler memecah konsentrasi dan keyakinan kami, para calo. Ya, malam itu banyak yang memanfaatkan momen, mulai menaikkan harga yang mencekik hingga iming-imingan fasilitas. Tak heran jika terkadang banyak yang terjebak dan kena tipu. Kasihan orang-orang yang minim pengalaman. 

Kami menunggu hingga hampir saja jarum jam menunjuk diangka dua, tapi tetap saja, belum ada hasil, akhirnya kami memutuskan untuk ikut berjubel didalam bus. Tak apalah, daripada tak sampai. Kami tak berharap banyak, karena mayoritas penumpang turun Yogyakarta. Mungkin malam ini adalah malam berdiri terpanjang sepanjang sejarah aku naik bus. Pengalaman terakhir berdiri di bus adalah Malang-Caruban nonstop. Alhamdulillah ilmu kakak tingkat pramuka di SMASA Ngawi masih kupraktekkan hingga sekarang jadi tak terasa capai di  kaki. 

Penumpang bukannya semakin berkurang malah semakin bertambah, tak ada tanda-tanda akan mendapatkan tempat duduk, lalu aku terus tertidur dalam berdiriku. Alhamdulillah, Carubam terlewat tapi tetap saja  berdiri. Ini record terbaruku mungkin mengalahkan Malang-Caruban. Alhamdulillah mendekati Balerejo, ada Bapak yang mencarikanku duduk. Bapak itu berkata "Mbak ini lo kasihan dari tadi malam di Surabaya berdiri terus", maklum, saat itu wanita yang berdiri bisa dihitung jari dan mungkin aku penghuni terakhir wanita yang berdiri, akhirnya aku dapat tempat duduk. Seperti tak sadar, akupun tertidur disamping 2 adikku lainnya, berada ditengah membuatku tak merasa terganggu dengan lalu lalang. Pukul 5 kiranya aku sampai di Madiun, dan kali ini busnya semakin sesak, AC saja tak terasa, dan tak kudengar lantunan pemusik jalanan atau pedagang asongan. 

Jam demi jam berlalu hingga aku sampai di Solo, aku turun terminal dan berpisah dengan adik-adikku yang akan ke Yogyakarta.  Malam tadi menyisakan kenangan, banyak pelajaran. Aku melanjutkan perjalananku dengan bus arah Wonogiri. Lalu, hanya berharap setelah ini akan ada kabar baik. :)
***
Dalam Perjalanan, 2-3 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

posted from Bloggeroid

HP Baru?

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari ini ada kesempatan hangout sama Ibu tercinta. Yups, hari ini aku menemui seseorang untuk membicarakan tentang pekerjaan yang insya Allah akan berjalan bulan depan. Semoga saja ini benar-benar rejekinya... Aamiin :')

Berhubung yang akan ditemui belum datang, aku dan Ibu punya waktu berdua. Yes, ngobrolin yang pengen diobrolin. Apapunlah topiknya ^_*

Terus kita duduk di food court sambil menunggu, beli kentang goreng sama minuman. Kita lagi ngobrolin kerjaan awalnya. Tiba-tiba Ibu bilang "pengen hp kaya temenmu ta?". Whats... kaget..beneran. Ibu ga pernah yang namanya ngobrolin masalah barang yang kupunya. Sontak aku bilang "ga ah..mahal..mending ditabung, belum butuh Bu". Usut punya usut setelah panjang lebar bicara ternyata Ibu tau hpnya temen-temen waktu aku wisuda kemarin. Iya sih, kalau dibandingkan mereka, hp nokiaku yang layarnya udah retak tapi masih dipakai (hehe) sama hp andromax C, kayanya ga ada apa-apanya dibanding S sekian-sekian, Iphone, samsung, asus dll.

Tenang mamake, anakmu ini ga latah kok sama brand, kalau fasilitas emang aku sesuain. Ntar aja kalau udah kerja butuh yang serba realtime pasti akan kuganti. Lagian hp-hp yang sekarang aku punya, punya nilai historis yang tinggi. Yang nokia itu dulu miliknya Ayah, awalnya aku pakai cross yang harganya cuma 200k terus dituker sama Ayah, aku pakai punya Ayah, Ayah pakai punyaku. Alhamdulillah uang pakai keringat sendiri. Terus Smartfren Andromax C itu juga hasil nabung yang saat itu butuh hp android. Alhamdulillah Andromax C fiturnya bagus dan harganya terjangkau, tidak mengurangi jatah dari orang tua.

Aku tau kok perasaan Ibu :) Takut anaknya malu, ga dibelikan ortunya gadget yang bagus kaya punya temen-temen, takut ketinggalan jaman, dll. Tapi alhamdulillah Bu, dengan yang kupunya sampai saat ini aku bersyukur, aku masih beruntung dibanding kawan-kawan diluar sana yang belum tentu punya uang buat makan. :'(

Aku takut dengan bagusnya gadgetku aku lupa, aku sombong, dan aku terlena. Naudzubillah, semoga aku bisa memanfaatkannya dijalan Allah dan semakin dekat kepada-Nya. :')

Nah, daripada buat beli hp yang belum menjadi kebutuhan, mending ditabung buat merencanakan rumah. :') Soalnya pengen banget kalau sudah nikah, bilang sama suami, kita bagi tugas, iuran, bareng-bareng buat rumah pribadi, beli isi perabotannya, punya perpustakaan, punya kendaraan, jadi biar ga ngrepotin ortu, mertua atau suami. Aamiin ya Allah, semoga Engkau ridhoi keinginan ini. :')

Mamak, daripada beli hp mending beliin Vita tafsir lengkap dan buku agama lain, insya Allah lebih bermanfaat :')

Makasih buat Bapak yang udah ngajarin buat hemat dan memprioritaskan sesuatu, ngajarin buat ga latah dama temen-temen, ngajarin banyak bersyukur, dan semuanya yang telah Kau ajarkan. kangen babe :')

Makasih mamake, dalam diammu penuh perhatian. :')

Semoga apapun yang kita punya, bukan melenakan kita kepada Pemilik yang sebenarnya, dan selalu mendekatkan kita kepada-Nya. Aamiin....
***
Ngawi, 6 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid

Perjalanan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah dapat menulis lagi. Beberapa saat yang lalu kutemui seorang ibu dalam angkutan yang akan pulang kerja, beliau berpesan banyak hal. Menasehatiku dan adik-adikku yang akan menuju suatu tempat. Seperti biasa, kami baru saling mengenal pada saat itu juga. Beliau berpesan untuk selalu berdzikir dalam perjalanan, menjaga diri dan kehormatan kami, dan terus berhati-hati akan bawaan kami.

Beliau juga bercerita tentang perjalanan pulang perginya yang dilakukan dalam satu hari. Ibarat kata, pagi di kota A, siang di kota B, malam sudah stay lagi di kota A. Ah..... jadi ingat aku dan satu kawanku, malam di Malang, tengah malam di Surabaya, pagi di Jogjakarta, malamnya singgah Ngawi, esoknya sudah di Malang lagi.

Ohya, malam ini juga kutemui sebuah pelajaran lain, tentang saling mengerti dan saling memahami. Ada sekelompok adik-adik perempuan akan pulang kampung, si A ingin patas, si B ingin ekonomi karena mengingat dana, si C memilih tak berargumen, si D berusaha mendamaikan. Mereka berbeda karakter, ditambah lagi bapak-bapak kondektur yang terus memprovokasi untuk naik patas. Alhamdulillah akhirnya setelah negosiasi si A mengalah dan mengikuti kawan-kawannya naik bus ekonomi. Tapi hanya bus Malang-Surabaya yang ekonomi, selanjutnya kawan-kawan yang lain yang ganti memaklumi untuk melanjutkan perjalanan dengan patas. Hmmm...benar sebuah pesan, bahwa dalam perjalanan berkelompok harus ada leader atau pemimpin, agar ada yang mendamaikan, bernegosiasi dan mengambil keputusan.

Awalnya aku suka perjalanan sendiri, karena terbebas dari perbedaan keinginan. Apalagi aku memang sangat menyukai bus ekonomi, disanalah aku banyak belajar, dengan pengamen, pedagang asongan, kondektur, sopir, dan semua itu tak pernah kudapatkan saat naik bus patas.

Ya memang, segi kenyamanan, keamanan dan biaya lebih tinggi naik bus patas, tapi entahlah aku nyaman dengan bus ekonomi dan serba-serbinya.

Apapun itu, kemanapun tujuannya, apapun armadanya, siapapun temannya, perjalanan harusnya terus mendekatkan kita kepada-Nya, Sang Pemilik jiwa dan raga.

*Setiap perjalanan lebih mengingatkan akan kematian, jika pada saatnya harus kembali, semoga dalam keadaan yang baik dijalan-Nya dan diridhoi Allah SWT. Semoga dapat istiqomah hingga khusnul khotimah.. Aamiin
***
Dalam perjalanan, 2 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi

posted from Bloggeroid

Indah Dijalan-Nya

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Tiada yang lebih indah selain dijalan-Nya, mengambil keputusan untuk melanjutkan atau mengikhlaskan. Semoga yang terbaik untuk segala resah yang selama ini dirasa, semoga yang terbaik untuk kesucian yang belum ternoda. :')
***
Ngawi, 4 April 2015
Vita Ayu Kusuma Dewi
posted from Bloggeroid