Basecamp Ahmad Dahlan

| 7
Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Beberapa mentari silam menumbuhkan semangatnya, menyatukan 14 pemuda yang baru saja berhadapan. Kita menunggu hingga angka 8 itu muncul mencerca diantara pasang mata. Lalu jejak ini melangkah keluar dari atap Ki Hajar Dewantara demi tercetusnya rekam perubahan.

Diantara dua pohon yang berdiri kekar, barisan kursi yang saling berhadapan kita mencetuskan sebuah sejarah dan dengan ego kita, kita menamai semua benda mati itu dengan embel-embel Ahmad Dahlan. Kita mungkin tidak pernah membayangkan Allah akan mempertemukan kita. Mengumpulkan setiap kenangan di Basecamp Ahmad Dahlan. Basecamp Ahmad Dahlan ini saksi bisu, ikatan kekeluargaan diantara kita. Diantara rimbun-rimbun impian besar untuk Negeri dengan kobaran semangat yang kita miliki.


Malam ini mendekati pergantian surya, kakak masih saja sabar mendampingi tingkah kami yang “semaunya sendiri”. Ingat hari pertama, kami sangat lamban berpikir namun dengan pancingan-pancingan luar biasa dari kakak, kami sadar kami mempunyai potensi, kami mempunyai ide dan kami seharusnya mengutarakan apa saj ayang dapat kami laksanakan. Beranjak hari demi hari, mulailah terlihat watak-watak kami yang sebenarnya, maaf kak kami sering tidak focus, kami berterima kasih, cara kakak berbeda.
 

Untuk kakak Fasil Kelompok 8 (Kak SR),  “Kalian Luar Biasa“ terimakasih kakak atas support nya, hingga tengah malam menemani kami brainstorming dengan kelompok, terutama pada malam ini, malam terakhir bagi kita bersama, kalian tetap sabar menemani kami, meski proses brainstorming yang cukup rumit dan kami sering berselisih hingga harus mengorbankan waktu kakak yang lebih dari yang seharusnya diluar jam yang ditetapkan oleh panitia, namun kalian tetap menemani dengan senyum tulus kakak, terimakasih kakak, mungkin ini adalah secuil cara kita berterima kasih, karena tulisan tidak akan pernah terhapus sekalipum kita terpisah, yang selalu akan terkenang. Keluarga kecil Ahmad Dahlan dalam lingkaran Forum Indonesia Muda dan akan akan melebarkan sayap hingga Nusantara.





*Kami dedikasikan tulisan ini untuk Kak Syahrul dan Kak Ricky, Fasil kelompok 8

*Terima kasih pula untuk Bunda Tatty dan Ayah Elmir, kakak panitia yang luar biasa dan teman-teman FIM 15.




Basecamp Ahmad Dahlan, 31 Oktober 2013
Kelompok Ahmad Dahlan


Jakarta Journey d#4 : Merancang Masa Depan

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dibilang cepat ya tidak dibilang lambat juga tidak cocok. Hari ini hari keempat aku di Ibu Kota dan hari kedua di FIM 15. Wuih.. tambah terpacu semangatnya. Selalu ada yang baru disetiap harinya. Bagi yang ketinggalan kereta bisa cek agenda hari pertama di FIM 15 ini di http://aufalatifah.blogspot.com/2013/10/jakarta-journey-d3-fim-15.html   ^^

Hari ini banyak banget yang didapat, kalau dijabarkan akan terpampang berlembarlembar cerita, apalagi wanita gitu ya, kalau sudah disuruh cerita akal sama A-Z sejelas-jelasnya, selengkap-lengkapnya. (bisa jadi :D)

Nah, hari ini jam 4 pagi seperti biasa, ibu kita di asrama, Kak Ellis sudah sweeping kamar. Bergegas menunaikan ibadah dan rak lupa berolahraga. Keliling lapangan Wiladatika, senam cukuplah membakar lemak dan meningkatkan daya tahan tubuh dipagi ini. Tentunya nih juga seru dengan kegokilan para peserta FIM 15. 

Rutinitas pagi telah ditunaikan, saatnya kembali kepokok utama yaitu materi yang berlangsung sampai sore. Materi pertama yaitu pembekalan parenting dan juga persiapan pranikah *berat* disampaikan oleh Ibu Perwita dari yayasan buah hati. Lengkap banget materi kali ini, mulai dari apa saja yang perlu disiapkan, apa saja kriteria, masalah yang sering muncul dikeluarga dan pastinya nih bagaimana mengasuh anak dengan bijak. Dalam artian bagaimana memperlakukannya dengan kasih sayang, mencintainya dan merawat tumbuh kembangnya tanpa menyakiti. Kali ini ada peserta yang curhat, galau katanya. hehe *sabar kak, tulang rusuk tak akan tertukar, insyaAllah

Sesi pembekalan sampai siang itu berakhir dengan makan bersama fasilitator, tambah senang nih, kelompok tambah kuat pondasinya, mulai terbangun ikatannya. *ceileh* Materi kedua dimulai lagi dengan tema masalah-masalah yang mengancam seperti miras dan narkotika. Loh kok gitu, apa hubungannya? Kan kemarin sudah adem ayem tuh di keluarga, jangan sampai lupa ada hal yang mengancam keselamatan keluarga kita. Ibu Fahira Idris dan dr.Aisyah Dahlan menjadi pembicara dalam sesi ini. Banyak ilmu yang didapat terutama tentang bahasa narkotika dan miras. Bahkan kami diedukasi langsung oleh fakta-fakta yang memang ada, bukan sekedar omongan saja.

Lanjut setelah ashar, meski hujan mendera Taman Wiladatika, Cibubur, tak menyurutkan langkah kami untuk terus mengikuti kegiatan ini. Perencanaan keuangan adalah materi selanjutnya. Bapak Ahmad Gozali mampu membuat kami kembali jreng, tidak ngantuk dengan pemaparan yang rasional. Oke punya deh caranya. Kami diajarkan bagaimana merancang dan me-manage finansial dan disadarkan kembali metode manajemen ekonomi. Dengan pemaparan seperti ini diharapkan kami dapat merencanakan masa depan bukan hanya sisi mental saja namun apa-apa saja yang dibutuhkan terutama finansial juga menjadi hal krusial dalam keluarga.

Istirahat ditengah gerimis hingga isya membuat kami kembali bersemangat untuk mengikuti focus grup discussion.


Cibbur, 28 Oktober 2013

Vita Ayu Kusuma Dewi

Jakarta Journey d#3 : FIM 15

| 3
Bismillahirrahmaanirrahiim
Berpindah lagi petulangan mengejar mimpi di Jakarta dari Jakarta Selatan menuju Cibubur, Jakarta Timur. Kali ini perahu Jakarta Journey: Biarkan Aku Meraih Mimpi di Jalan Ilahi, berlabuh di agenda Forum Indonesia Muda (FIM) 15. Perjalanan  tadi malam bersama Kak Andi (UNSOED), Kak Amir (UNHAS) dan Kak Nur (UIN Sunan Ampel Surabaya) mengesankan. Memang bukan dunia ini yang sempit namun  karena ukhuwah kita yang luas dan saling tertaut makanya kami dipertemukan di 2 agenda yang sama di Jakarta. Subhanallah.. Jadi malam tadi kami menempuh perjalanan bersama dari Jakarta Selatan.

Nah, pagi ini adalah hari pertama FIM15. Sudah terbayang dalam benak akan kembali bertemu dengan pemuda-pemuda luar biasa dari seluruh pelosok Negeri, calon pemimpin masa depan, calon-calon penerus perjuangan penegak keadilan dan kebajikan serta membawa kebenaran. *ceileh

Pagi ini setelah sekian (tidak terlalu) lama kami berinteraksi dalam dunia  maya, kami dipertemukan juga. Awalnya masih canggung namun sedikit demi sedikit akhirnya mencair. Beruntung dipertemukan dengan mereka yang notabene mempunyai ide luar biasa untuk mengubah dunia dengan caranya.

Kegiatan pagi dimulai dengan registrasi dan pembukaan. Dalam agenda pembukaan ini founder Forum Indonesia Muda (FIM) Ayah Elmir memaparkan tentang FIM yang dibangun dengan Bunda Tatty, istrinya. Subhanallah sekali,  ini baru namanya so sweet. Dipandu oleh MC  Kak Putri dan Kak Dimas yang gokil banget, acara berlangsung seru. Juga pemaparan alur pendaftaran FIM kemrin dan seleksinya oleh Kak Ivan. Dari awal kegiatan FIM ini terasa selaki kekeluargaannya. Rame, seru, nano-nano rasanya. Belum lagi sambutan tarian dan musik terheboh sepanjang masa ala FIM disaat para peserta masuk, it's amazing, amazing place, people, etc.

Lanjut lagi dengan materi 1 "semua berawal dari anak" oleh Bunda Tatty, dimana anak merupakan masa awal penentuan bagaimana dia kedepannya, saat remaja hingga dewasa atau bahkan usia senja. Pada saat ini kita banyak mendengar kasus-kasus anak, mulai dari pelecehan, kekerasan, pornografi dan kriminalitas atau bidang aspek lainnya. Maka dari itu masa kanak-kanak inilah yang benar-benar harus dididik dan dipegang kuat-kuat oleh anggota keluarga terutama orang tua agar ketika keluar rumah anak-anak ini sudah memiliki bekal sekaligus proteksi diri agar tidak terpengaruh lingkungannya mengingat era yang semakin maju dan menjerumuskan.

Setelah materi pertama, kita dikumpulkan dan diperkenalkan dengan fasilitator masing-masing. Dimana fasilitator ini nanti akan mendampingi selama FIM 15 berlangsung. Alhamdulillah Vita dapat kelompok dan fasilitator dari Sabang sampai merauke, semua pulau ada jadi kita Bhineka Tunggal Ika.hehe.. Sesi pertama kita gunakan untuk perkenalan lebih jauh dan lebih dekat *ehem* dilanjutkan dengan diskusi singkat serta memilih ketua dan nama kelompok. Terima kasih untuk kakak fasilitator yang kece dan teman-teman yang oke ^^

Setelah ishoma lanjut materi yang sangat menggalaukan, tentang membangun keluarga membangun peradaban. Berat.... Mana pemateri, moderator super-super, anak FIM, memberi contoh langsung. Kurang apa coba.. Pematerinya Ibu Wiwik Yulianingsih, seorang ibu yang berhasil mendidik putra putrinya menjadi penghafal Al Qur'an ditengah kesibukannya di DPR. Juga dengan Kak Amal (FIM 11) beserta suami, yang bersatu setelah berhasil menyimpan perasaan secara syar'i dan Allah merealisasikan.. Tak kalah menariknya  Kak Gema dan Kak Adil yang keduanya alumni FIM sebagai moderator. 

Disini kita belajar kepada yang sudah berpengalaman bagaimana peran keluarga sangat penting bagi peradaban. Misalnya dengan pendidikan yang baik di keluarga maka akan melahirkan generasi-generasi emas yang membanggakan dan juga pastinya sesuai dengan harapan agar bisa mengembalikan peradaban yang saat ini kacau balau menjadi baik kembali. InsyaAllah...Intinya keluarga disini menjadi pondasi, orang tua menjadi posisi penting guna menularkan ilmu-ilmu kebaikan untuk buah hatinya. Dan perlu diingat, orang tua juga harus memili bekal agar mereka juga siap menghadapi rumah tangga. Perlu digaris bawahi bahwa anak adalah titipan yang suatu saat nanti akan dipertanggungjawabkan. Dan panitia FIM sepertinya harus bertanggungjawab dengan kegalauan yang terjadi dengan peserta FIM15.hehe *bercanda

Setelah materi yang berlangsung seru kakak MC kembali mengambil acara dan uniknya di FIM cara perkenalannya dengan clue yang ternyata ditaruh dibelakang name tag. Wah..wah kerja keras nih nyari siapa sahabat misterius yang ada dibalik clue tersebut. Asyik banget metodenya dan baru di FIM ini aku menemukannya. Ishoma kembali lalu kami berkumpul kembali menerima materi Character Building dari empunya, Pak Arie Sudewo. Pak Arie menjelaskan banyak tentang karakter dibubuhi fakta-fakta yang terjadi. Malu juga ketika salah satu slide berisi fakta di Kampusku sendiri yang menyatakan pengemis, pemulung, pengamen dilarang masuk kampus. Akupun baru tersadar makna dibaliknya. Yang mana menamparku dan berpikir ulang, lalu untuk apa pendidikan kita? Apakah kita belajar hanya untuk diri kita sendiri? Apakah kita sebagai akademisi egois? *plak.. menampar lamunanku sejenak

Pamungkas slidenya berisi kutipan dari quote " Ijazah itu bisa berubah, bisa hancur, robek, dia tidak abadi, Ingatlah satu-satunya yang abadi adalah karakter" *jleb banget kan

Setelah kegiatan itu kami kumpul dengan fasilitator masing-masing, aku dan kelompok 8 melingkar di atas rumput hijau dengan Kak Syahru dan Kak Ricky. Kami mereview kembali dan  mengerjakan tugas yang diberikan dengan penuh senang dan kekompakan. Wih... kami kedatangan orang baru dikelompok kami, seorang aktivis, Kak Rendy namanya dari UNPAD. Kelompok saya yang lainnya adalah Ferly (UNJ), Rangel (UNPapua), Sapto (UNRiau), Falentino (STIKES Surya Tangerang), Syarif (UNNES), Luqman (UIN Sunan Gunung Jati), Mbak Suryanti (Guru SMA), Mehilda (UNS), Mbak Nina (UNEJ) dan Mbak Rizka (ITS). Orang-orangnya gokil habis....

Malam ini kita menyimpulkan di FIM ini kenapa dari pagi sampai bulan bersinar dibahas keluarga saja, karena dikeluargalah berawal semuanya. Setelah kita merubah diri sendiri maka kewajibannya adalah merubah yang terdekat dengan kita hingga suatu saat nanti insya Allah kita akan bisa merubah dunia.

#Pemuda Indonesia, Aku untuk Bangsaku
#FIM 15, Simfoni Karya Pahlawan Muda

Cibubur, 27 Oktober 2013

Vita Ayu Kusuma Dewi

Jakarta Journey d#2: NFEC 2013

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
It’s 2nd day in Jakarta. Alhamdulillah
Jakarta Journey: Biarkan Aku Meraih Mimpi di Jalan Ilahi, akhirnya mendarat di NFEC (National Future Educators Conference).  NFEC tahun ini diselenggarakan di Gedung Mulia Business Park, Pancoran, Jakarta Timur,   tepatnya di Universitas Siswa Bangsa International (USBI) dengan mengambil tema “Education to Employment: What Would (Youth) Educators Do). Kegiatan ini diselenggarakan 2 hari, 26-27 Oktober 2013. Perlu diketahui juga NFEC ini diselenggarakan oleh Youth Educator Sharing Network  (YESN) dengan founder kak Yosea.

Singkat saja, YESN merupakan komunitas anak muda yang memiliki hati untuk perubahan kondisi pendidikan indonesia yang lebih baik. Komunitas ini berkembang pada tahun 2012. Nah, mulai dari awal kegiatan. Setelah paginya menikmati mentari bersinar di daerah Pancoran, Jakarta Selatan, Kak Merlita (LO)  sudah menjemput di Kontrakan. Aku, Sri (UNAND), Sofa (UNDIP), dan Vivi (UNDIP) sudah tidak sabar untuk menjalani agenda hari ini yang sepertinya sangat amazing.

Saat registrasi kami sudah disambut dengan puluhan pemuda yang keren-keren dari seluruh Indonesia. Dari wajah-wajahnya saja sudah terlihat pancaran semangat yang luar biasa untuk berkontribusi dalam kemajuan Negeri ini. Sudah pasti lah, mereka yang diterima NFEC ini bukan orang yang sembarangan. Momen ini dimanfaatkan semua peserta untuk saling mengenal satu sama lain. Tak kalah tertinggal foto bersama di banner NFEC.

Plenary  1 berlangsung seru di Auditorium USBI dengan topik “Educations to Employment A Global View”, pematerinya Miss Cheryl perwakilan dari Mc.Kinsey&Company. So, we use 2 language. Diskusi berlangsung ekspresif didukung dengan metode evaluasi setelah materi berupa grup discussion.  Dalam sesi ini kita diberikan kesempatan mengutarakan pendapat tentang what would young people can do? and any hope for government and company?. Nah, dari rangkaian tersebut kita dapat menyimpulkan harus ada keselarasan visi misi dari berbagai elemen. Hal ini mendasar pada perbedaan pendapat dimana para pencari kerja mengatakan bahwa pendidikan berpengaruh (42%), sebaliknya para institusi mengatakan mereka sudah mempersiapkan pelakunya dan menselaraskan dengan  yang dibutuhkan company (72%). Ada perbedaan yang perlu didiskusikan.

Setelah plenary 1 berlangsung, kami terpisah menjadi 4 bidang. Paralel 1 dibagi menjadi bidang pengetahuan dan teknologi, bidang sosial, bidang jasa serta bidang pendidikan dan pelatihan. Aku berkesempatan dibidang teknologi. Dalam sesi ini kita sharing dengan pemateri berkait tentang apa yang bisa kita lakukan utamanya berkaitan dengan teknologi. Talkshow tentang Employers, Education Providers and Youth Live  in the Parallel Universe.

Pembicaranya Kak Angga Dwi Martha dari Youth Advocate at United Nation, Pak Budi Soetjipto Ph.D dari Human Resources Ambassador dan Ibu Retno dari Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen DIKTI, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Lengkap sudah 3 elemen ini saling menjawab satu sama lain. Kak Angga menyatakan di Indonesia ini banyak pemuda, faktanya jumlah pemuda di Indonesia sama dengan 8x penduduk Singapura.Banyak potensi yang bisa diandalkan dari ppemuda-pemuda tersebut. Apalagi adanya rencana tentang ASEAN Economic Community dimana nantinya akan sangat dibutuhkan keterampilan, teknologi dan bahasa. Dari pihak DIKTI juga menyatakan bahwa Pemerintah mendukung mahasiswapelajar yang siap kerja dengan memberikan fasilitas misalnya sindiker yang bisa diakses melalui sindiker.dikti.go.id. Pak Budi juga menyatakan bahwa employers   mencari seseorang yang berkompetensi dimana yang memiliki pengetahuan, keahlian dan kebagusan   sikap. Etika dibutuhkan karena tanpa etika seseorang itu tidak ada harganya.

Usai kegiatan tersebut kami kembali pada sesi parallel dan melakukan diskusi serta mempresentasikannya. Kami mendiskusikan tentang pentingnya pendidikan dengan dibantu suatu kasus tertentu. Kegiatan berlangsung sangat seru sekali dan jujur aku kagum banget dengan mereka. Keren banget pemikirannya. Pengalaman yang snagat berharga bertemu seluruh calon pendidik masa depan.

Ketika ishoma selesai kami kembali di acara “Angkringan Pendidikan”. Jujur lagi, NFEC keren banget bisa menyulap tempatnya seperti cafĂ© dan tempat nongrong anak muda, jadi materi dan sharing berlangsung seperti kita sedang ngopi atau berbincang santai. Juga hadir dan diskusi tersebut beberapa komunitas pendidikan.

Kegiatan berakhir pukul 22.00 WIB diakhiri dengan sesi tukar kado antar peserta. Dipimpin oleh Kak Yosea kami melaksanakan kegiatan tersebut. Kesannya excited  sekali dengan acara ini. Semoga tahun depan bisa bergabung lagi dalam agenda ini. Aamiin…

*Thanks to LO Kak Merlita dan kontrakan sementara  (KOPER) di Kak Arofa, Kak Revy dan Kak Ayas, serta seluruh pendidik muda Indonesia. Salam Muda, Mendidik, Membangun Bangsa ^^


Jakarta, 26  Oktober 2013

Vita Ayu Kusuma Dewi

Mati Kemudian Hidup Lagi

| 5
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sekian lama aku meninggalkan lapak curhatan ini, merasa berdosa sekali menelantarkannya. Sayang juga, bulan ini tidak produktif menulis di antologi dan juga blog, namun alhamdulillah masih bisa menulis buku serta beberapa karya ilmiah. Pindah haluan sejenak, dari yang biasanya fiksi sekarang non fiksi. Hehe... Namun, suatu hari nanti pasti aku akan kembali ke haluanku, sekarang masih nyaman dengan tumpukan tugas yang ada. Berharap semangat menulis tidak hilang begitu saja. Semoga tetap bisa menebarkan kebaikan dengan tulisan dan juga lisan. Aamiin ^^

Salamku untuk semua pejuang di sebuah kegiatan yang diamanahkan, para kader dakwah, asistan transportasi sedimen, anggota divisi beberapa organisasi, para relawan medis, para reporter yang tengah mencari berita dan semua bidang yang saat ini ku coba untuk menekuninya serta untuk seluruh muslimah di Dunia. Miss you all, semoga dalam lindungan dan naungan Allah ^^


Malang,20 Oktober 2013
Vita Ayu Kusuma Dewi