Dari Panahan Aku Belajar tentang Kehormatan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Apa kabar iman hari ini sahabat? Semoga semakin taat dan dekat kepada Allah SWT. Alhamdulillah, saya bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan, saya bersyukur Allah telah membawa saya ke lingkungan yang in syaa Allah bisa membawa saya ke arah kebaikan, semoga senantiasa langkah ini beriring dengan ridho-Nya :)


"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah" (HR.Muslim 1467)

Seperti yang saya sampaikan di tulisan Bukan PelampiasanPanahan dan Rejeki, Inspirasi Nock dan Vanes Anak Panah bahwa panahan bukan hanya sekedar belajar fokus, pengambilan keputusan, pembentukan karakter dan masih banyak lagi, panahan menyadarkan saya pada satu hal yang sangat penting bagi wanita, ialah kehormatan.

Ijinkan saya bercerita flashback sejenak, tepatnya tahun lalu, saya merasa haru ketika coach saya di Rimaya berkata "Kak Vita dicariin yang akhwat", tidak tau kenapa langsung beripikir "why me? disana banyak coach - coach ikhwan yang jauh lebih bagus dari saya, padahal saya pemula". Beberapa waktu kemudian, saat berlatih berlatih bersama akhwat, akhirnya saya tau alasannya, lebih nyaman berlatih dengan sesama wanita.

Allahu akbar..Ya  Allah, begitu tulus niat mereka hanya ingin menjalankan sunnah, dan mereka menjaga dirinya sedemikian rupa untuk menghindari interaksi dengan lawan jenis selama masih ada  teman wanita yang bisa diajak berlatih...Alhamdulillah, ini sebuah pembelajaran sekaligus pengingat bagi saya pribadi. Tak pernah saya merasakan hal seperti ini di olahraga lain.

Edisi akhwat-akhwat AAC

Ya Allah, sejak saat itu saya belajar dan terus belajar dari mereka, bagaimana memposisikan menjaga diri, mencegah adalah lebih baik dari dari mengobati. Jujur sih, saya pernah gagal konsen gara-gara disebelah saya ada ikhwan yang main panahan ke X terus dan betapa tenangnya dia saat menembakkan satu persatu anak panah. Disitulah saya sadar "jaga hati woy..". hehe...Betapa perlunya menjaga hati agar tidak terjerumus ke penyakit hati. Semoga Allah menjaga  kita agar terhindar dari penyakit hati. Aamiin

Kemudian, hari kemarin terjadi lagi. Ada yang men-chat saya menyatakan hal yang hampir sama, intinya tidak nyaman memanah bersamaan dengan yang laki-laki, dengan kondisi banyak laki-laki. Akhirnya latihan ditambah pada hari minggu khusus yang perempuan. Setelah dilaksanakan hari minggu kemarin ternyata yang datang banyak, leibih banyak dari hari jum'at dan sabtu yang sudah jadwal rutin.  

Kemarin hari minggu (22/01/2017), akhirnya saya sempatkan juga sharing, dan niat mereka memang tidak mengikuti kompetisi, jadi hanya ingin melaksanakan sunnah, so latihan sesama perempuan saja sudah cukup.  Terkadang memang akhwat ingin sendiri tanpa ikhwan... :)


Latihan hari minggu khusus akhwat...

Sebenarnya bukan hanya itu, ditempat latihan lain, saya juga sharing ke salah satu Mbak-mbak, kenapa beliau tidak ikut latihan yang hari rabu, dan kami latihan hari kamis khusus Mom..tapi saya ikut single_Lillah sendiri.hehe... Jawaban beliau sederhana, tidak diijinkan suami, karena banyak yang laki-laki hari rabu, jadi diijinkannya yang hari kamis bersama ibu-ibu lain. Sungguh, niat mereka menjalankan sunnah diiringi dengan menjaga diri dari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Tulus sekali niatnya :')

Berbeda denganku yang terkadang tanpa peduli mau banyak yang laki-laki mau sama perempuan jalan saja, sejak saat ini saya ingin ikut menjaga diri seperti mereka. Minimal walaupun saya masih sering berlatihnya bersama yang laki-laki, saya harus menjaga jarak dan seperlunya saja berinteraksi. Bukan berarti menghindar loh ya..tapi menjaga, mengurangi interaksi yang tidak perlu. 

Ya Allah, terima kasih atas segala rencana-Mu membawaku ke dunia panahan ini, yang senantiasa mengajarkanku untuk tetap setia dijalan-Mu. Sungguh, dunia hanya sementara dan Engkau berikan aku kesempatan berkumpul dengan orang-orang yang in syaa Allah selalu mengingat-Mu dimanapun, kapanpun dan apapun aktivitasku. Jangan lepaskan aku ya Allah, tuntun aku ke jalan-Mu :')


"Orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhoan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik" (Al-Ankabut: 69)

Untuk semua srikandi, semoga Allah menjaga kita selalu :)
***
Puri Fikriyyah, 24 Januari 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^