Diskusi atau Sendiri?

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Menjalani semester 1 dan 2 di tingkat ini, saya menyadari suatu hal. Bahwa belajar mandiri adalah suatu kewajiban. Ilmu yang didapat dalam kelas mungkin hanya sekitar 30%, begitu tutur dosen saya, selebihnya saya harus cari dari belajar mandiri dan diskusi.

Sejak tergabung dalam kelas ilmu keteknikan pertanian, saya punya partner belajar baru lagi. Mahasiswanya lebih beragam, selain geng PMDSU ada juga mahasiswa yang aslinya dosen, ketua jurusan, dll. Tugaspun selalu mengiring saat kuliah usai.

Hampir tiap tugas kami ada diskusi, dan malam kemarin kami berdiskusi mata kuliah optimasi. Tujuannya, menyamakan persepsi dan sharing. Semua bebas berpendapat, dan hasil diskusi akan dibawa di kelas untuk didiskusikan dengan dosen terkait.

Diskusi optimasi...

Alhamdulillah, saya bersyukur. Awalnya saya malu bersama mereka, saya tidak paham sendiri terkadang, sampai akhirnya saya tau, mereka mau membantu saya, menjelaskan hingga paham.

Alhamdulillah, dalam forum diskusi saya jadi memahami, tak selamanya alur yang saya pikirkan adalah benar, terkadang apa yang saya yakini perlu dikoreksi. Terima kasih ya Allah diijinkan berdiskusi dengan mereka. Semoga kami bisa menyelesaikan pendidikan doktor ini maksimal tahun 2019. Aamiin...

Ya Allah, mudahkanlah dan ridhoilah kami, agar ilmu yang kami dapat barakah dan bermanfaat. Aamiin...
***
Wisma Wageningen, 7 Maret 2017
Vita Ayu Kusuma Dewi

share on facebook

2 comments:

Gustur said...

Amin..semoga sukses

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Aamiin ya Allah :) terima kasih ya sukses juga buat Guntur

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^