Dibalik Naskah #2 "Dilarang Stop!"

| 0


Bismillahirrahmaanirrahiim
Kembali lagi bersama Vita atau Rescue Iffah (obsesi penyiar.hehe) yang akan mengulas dibalik naskah yang telah berada dalam antologi atau hanya terposting dalam sebuah web, tentunya bukan blog-ku sendiri.hehe Langsung saja untuk kesempatan yang indah ini, aku ingin bercerita tentang dibalik naskah yang berjudul “Dilarang Stop untuk Mengingatkan” yang berada dalam antologi “Dilarang Stop!” terbitan 27 Aksara hasil event dengan nama yang sama yaitu event menulis tentang dilarang stop.


Dalam naskah “Dilarang Stop untuk Mengingatkan” sebenarnya tercetus oleh pengalaman pribadi sejak menjadi mahasiswi, mahasiswi Teknik tentunya. Hal yang mendasari adalah mayoritas penghuni Teknik adalah kaum adam. Apapun alasannya sebagai kaum hawa kita tetap harus jaga diri, harus bisa mengatur juga bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis sesuai dengan batas-batas yang sudah kita ketahui tentunya.

Lalu kenapa “Dilarang Stop untuk Mengingatkan”? Jawabannya adalah karena yang namanya manusia terkadang khilaf. Kita kan punya orang-orang disekitar kita yang harapannya juga mengingatkan kita kalau kita berada dalam posisi kritis atau bisa jadi dalam daerah rawan. Mencegah kan lebih baik daripada mengobati. So, jangan sampai kita membiarkan saudara kita terjerumus salah satunya karena kesalahan kita yang tidak mengingatkannya padahal kita tahu apa yang di lakukan kurang tepat dan membahayakan dirinya ^^

Ok guys, ada yang ditanyakan dalam sesi ini? Jika ada silahkan menghubungi alamat dibawah ini (jedar…mulai meng-geje. Maaf ya^^)    Ternyata ada yang bertanya, siapakah inspirasi dibalik naskah ini? Inspirasiku adalah lingkungan Kampusku ^^. Thanks for my environment, aku banyak belajar dari sekitarku. Jadi ingat perkataan salah seorang kakak “Bukan iman kalau tidak diuji” ^^.

Semoga bermanfaat, berikut ini ada cuplikan naskah Dilarang Stop untuk Mengingatkan-Rescue Iffah : …Awalnya Andini merasa malu sendiri karena banyak yang mengatakan ia sok suci, atau kata – kata bercanda lainnya. Tak patah arang Andini tetap berusaha membuat lingkungannya menjadi nyaman tanpa harus membuat perselisihan…

*Informasi buku “Dilarang Stop!”
Penulis: Arinda Sari, Andik Chefasa, Nuning Suratmi,dkk.
Desain Sampul: Akbar Bisul
Pemerhati Aksara: Artha Amalia
 ISBN: 978-602-18312-5-0
Penerbit: 27 Aksara
Harga: Rp.39.000,- (belum ongkir)

Kalimat demi kalimat Adin menusuk hatiku. Kata-kata itu membangunkanku dari kesedihan berkepanjangan atas kematian Bapak serta meredam dendam pada Dirga. Aku tiba-tiba merasa malu karena sempat menyesali takdir Tuhan.

Bapak, aku telah memutuskan untuk terus melangkah. Aku yakin Tuhan punya rencana lain di ujung jalan itu. Aku tidak akan bisa melupakan perihnya kehilanganmu. Tapi aku tak mau diam meratapi kesedihan. Aku akan bergerak, menorehkan prestasi yang membanggakan. Akan kuganti sakitmu dengan senyuman. (Penggalan Cerita Dilarang Stop!)


-.Vita Ayu Kusuma Dewi – Rescue Iffah
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^