Hujan

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim 

Allahumma Shoyyiban Nafi'an...

Ditengah intensitas hujan yang sangat tinggi, permainan masih saja berlanjut. Aku masih menikmati satu persatu episode yang ingin ku tulis. Tentang si "pacar" yang ngajak berantem sejak 4 minggu yang lalu karena datanya tidak normal, dan alhamdulillah berdamai dengan penengah dosen pembimbing. Tentang aktivitas-aktivitas Kampus, tentang semua, namun bukan tentang hal yang rentan dibicarakan. 

Sepenggal lirik nasyid ini cukup mewakili...
"Langit biru telah kelabu, awan berarak sendu. Bumi bertasbih, senandung lirih, hujan. Gerimispun membasahi, sudut-sudut hati. Tumpahkan semua puisi rasa dalam nyata. Kubiarkan hujan mengawal rinduku, padamu yang indah disana. Kubiarkan hati menembus cinta-Mu, dan akupun merasa bahagia...." (Ali Sastra-Hujan)

Seandainya engkau tahu dan memahami bahwa banyak sekali yang mengagumimu, mereka bercerita tentangmu tanpa ragu, kepadaku. Semoga Allah menghindarkan kita dari fitnah dan menguatkan iman kita masing-masing. Semoga yang terbaik untuk segala resah yang selama ini dirasa. Semoga yang terbaik untuk kesucian yang belum ternoda. Aamiin
***
SM Futsal, 7 Desember 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^