Masih Bersamamu, Wangi-Wangi Wakatobi

| 12
Bismillahirrahmaanirrahiim
Langit menangis bersama deru ombak yang semakin terasa…..
Meski jarum jam terus menuju ke angka enam, matahari masih enggan untuk muncul. Hujan sejak dini hari tadi juga tidak henti-hentinya menyapa. Suara ombak didepan kamar semakin terasa dekat. Air kembali pasang, aku keluar sejenak menikmati Laut lepas didepan mata. Kapan lagi tinggal langsung ditepi Pantai. Ketika di Malang, ingin menikmati Pantai harus menempuh perjalanan hingga 3 jam kearah selatan, dan disini tanpa ragu, bangunan-bangunan rumah dibangun tepat ditepi Pantai. Buka pintu diwaktu pagi langsung mendapat sambutan meriah dari ombak yang saling berkejaran.

Rumah, laut dan hujan...

Hujan mengingatkanku pada sebuah karya, berusaha membohongi hati yang ingin dimengerti…..
Dingin mulai terasa, sepertinya hari ini akan dipenuhi hujan. Agenda seharusnya dimulai setengah 7 pagi untuk sarapan. Jarak kamar yang jauh dari ruang makan dan Aula membuat kami, peserta Indonesia Youth Forum 2014 putri harus dijemput memakai mobil. Kondisi hujan yang lebat sangat tidak memungkinkan untuk berjalan kaki.

Menunggu jemputan...

Peserta putra yang ada di Rumah panggung, rumah tanpa paku, karena semua berasal dari kayu yang disambung tanpa menggunakan paku, juga masih dimanjakan oleh kamar yang nyaman.  Tampaknya mereka juga masih menikmati kegiatan paginya.

Anjungan penuh cinta, semilir angin membahana…..
Pantai Patuno, pantai yang indah dengan laut lepas dan air yang sangat jernih. Disisi Pantai ini dibangun Patuno Resort yang membuat semua mata memandang bebas. Anjungan yang dibangun didepan Restoranpun menjadi salah satu obyek yang dapat dijadikan tempat berfoto. Sayangnya, kamera yang telah kupersiapkan ternyata tidak berfungsi maksimal karena baterainya tidak terisi penuh meski sudah di charger semalam.

Anjungan Patuno Resort

Gerimis tak akan menyurutkan langkah untuk mencari ilmu…..
Hari kedua di Wangi-Wangi, sebuah hari yang akan dipenuhi dengan jadwal padat Master Class, Meet the Leader, Met the CEO,  Ministerial Session dan agenda malam bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi.

Master Class yang pertama diisi oleh Kak Esther K. Sianipar. Kakak  yang menghabiskan 19 tahun overseas ini merupakan Community  Affairs Manager di Microsoft Indonesia. Kak Esther menggantikan pembicara yang seharusnya Kak Clair Deevy, seorang Microsoft’s Community Affairs and Citizenship programs di Asia.

Kak Esther memperkenalkan Microsoft Indonesia, tentang  tujuan, program-program yang dilakukan dan juga sharing dengan peserta tentang bagaimana memiliki software microsoft secara gratis.

Salah satu program Microsoft adalah Microsoft Youthspark. Youthspark merupakan program pelatihan bertahap berbasis teknologi bagi siswa agar siswa tersebut mandiri dan mereka didorong untuk membuat ide-ide yang nantinya akan dilombakan serta direalisasikan. Jargon yang diusung Youthspark ini adalah “Empower youth to change their world”.



Selain itu dibidang edukasi dan mahasiswa sebenarnya Microsoft memberikan fasilitas seperti software gratis untuk mengembangkan potensi. Pada sesi ini antusias peserta sangat tinggi, mereka berebut untuk bertanya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Microsoft dapat di akses di www.microsoft.com.
 
Berbagi itu indah ,langkah kecil menginspirasi dan memberi arti…..
Master Class yang kedua diisi dari Coca Cola Foundation Indonesia. Pihak CCFI  diwakili oleh Ibu  Titie Sadarini. Beliau merupakan Corporate Affairs Director CCFI. Beliau menjelaskan salah satu program yang dilakukan CCFI yang dinamakan Perpuseru. Perpuseru merupakan program yang bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar berbasis informasi dan teknologi.

Kegiatan Perpuseru ini memiliki sasaran pemuda, perempuan, dan masyarakat wirausahaan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah bekerjasama dengan perpustakaan, dimana diperpustakaan tersebut tidak hanya tersedia buku-buku namun ditunjang oleh teknologi.



CCFI memberikan bantuan berupa komputer atau laptop agar masyarakat juga tidak tertinggal serta memberikan skill melalui pelatihan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sudah banyak alumni peserta pelatihan Perpuseru yang akhirnya dapat bekerja dan mengembangkan usahanya setelah mengikuti program Perpuseru. CCFI berhasil menggandeng 34 perpustakaan di Indonesia  untuk berkolaborasi  memajukan di Indonesia melalui sumber daya manusianya. Selain itu, Perpuseru merupakan salah satu solusi untuk anak-anak yang putus sekolah.

Teknologi memang merupakan dua mata pedang yang dapat bermanfaat sekaligus menjerumuskan. Oleh karena itu dalam program Perpuseru memanfaatkan analisa kebutuhan obyek untuk menghindari dampak negative teknologi. Misalnya mereka, peternak ayam yang ingin mengetahui info beternak di internet maka di Perpuseru, dia akan dituntun dan diarahkan untuk mencari yang dia butuhkan.

Dari pemaparan CCFI, aku lebih bersemangat mewujudkan “Rumah Cerdas Mentari” yang telah kurancang untuk Desa tercinta. 

Menjadi pemuda yang tidak apatis, peduli sesama, peduli bangsa…..
Sesi selanjutnya adalah Ministerial Session yang diisi oleh Bapak Esa Sukmajaya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Disini kami dibagi menjadi beberapa grup berdasarkan wilayah untuk membahasa masalah. Untuk wilayah Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB ditunjuk sebagai pintu gerbang pariwisata nasional. Berbeda dengan daerah Kalimantan yang merupakan lumbung pangan nasional. Disinilah kami para pemuda diajak berpikir tentang isu kepemudaan yang berkembang di lingkungan dan di Dunia.

Sesi yang bertema "Pembangunan Kepemudaan Dulu, Kini dan Nanti" tersebut menyepakati dari hasil voting  bahwa isu kepemudaan yang paling banyak adalah tentang pendidikan. Hal ini sesuai pula dengan hasil survey Dunia.



Para pemuda memiliki peran yang signifikan untuk daerah dan lingkungannya. Seorang pemuda diharapkan memiliki power, ide-ide kreatif untuk terjun ke masyarakat serta memiliki kapasitas yang lebih untuk dirinya.

Sesi selanjutnya adalah Meet the CEO. Pematerinya adalah Bapak Jend. Tni (Purn.) Luhut B. Pandjaitan dengan materi yang disampaikan Building Partnership for  a Sustainable Youth Movement. Dalam sesi ini beliau menyampaikan peran penting pemuda dalam perjalanan Bangsa dilanjutkan dengan kerjasama antar jaringan demi keberlanjutan menuju Indonesia emas.

Kesimpulan yang dapat diambil dari pemaparan Bapak Luhut adalah pentingnya sikap dalam membangun “partnership” demi gerakan pemuda yang berkelanjutan. Upaya-upaya yang dapat dilakulan (1) Mengembangkan kapasitas diri: tanggap, tanggon, trengginas (2) Mampu bekerja dalam tim (3)  Tidak berpikir secara konvensional (4) Berani bermimpi untuk sesuatu yang konstruktif  (5) Berani meyakinkan dan mengajak orang lain untuk bersama sama mewujudkan impian tersebut (6) Membangun jaringan demi mendapatkan “the right man in the right place” tanpa melihat latar belakang yang tidak relevan dengan tujuan.


Tidak perlu banyak politisi, lakukan aksi membangun Negeri…..
Meet the leader, Ir. Hugua sebagai Bupati Wakatobi memberikan materi untuk peserta IYF 2014. Disesi ini aku benar-benar terpukau dengan cara membangun wilayah Wakatobi. Ini penjelasan yang membuat aku lebih tahu akan Wakatobi. Apalagi aku baru tahu kemarin kalau Wakatobi adalah singkatan dari Pulau-pulau besar di Kepualauan Wakatobi. Wangi- Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Selama ini aku hanya tahu keindahan Wakatobi yang diucapkan orang. Alhamdulillah hari ini bisa bertemu langsung dengan pemimpin di Kepulauan Wakatobi.

Ir.Hugua inspiratif sekali menurutku. Beliau menyampaikan materinya dengan renyah dan mudah dimengerti. Cerita perjalanannya membangun Wakatobi sejak awal dilantik membuat terharu namun dibungkus dengan penyampaian yang menyenangkan. Setelah dilantik beliau bersama sopirnya berjalan menuju suatu lahan dan meletakkan batu pertama untuk membangun Bandara. Bukan hanya impian semata namun Beliau melanjutkan impiannya dengan aksi-aksi nyata untuk benar-benar membangun lapangan terbang meski diawali dengan ditertawakan.

Usaha yang tak pernah berhenti dilakukan bersinergi dengan pembangunan moral masyarakat wakatobi. Bapak Hugua memaparkan local authority is the key actor of coral reef ecosystem   sustainability dengan studi kasus Kepulauan Wakatobi.

Malamnya bersama Pemerintah Kabupaten Wakatobi dinner bersama, menari dan menyanyi bersama dan pastinya saling menebar cerita. Asyik..lebih banyak mengenal tentang Wakatobi. Banyak tarian Wakatobi disajikan.


Terima kasih untuk ilmunya hari ini, semakin cinta dengan Indonesia. Ternyata banyak hal yang belum ku mengerti dari Negaraku sendiri. Semoga bisa merambah ilmu di Pulau-pulau Indonesia yang lain. Semangat untuk agenda esok yang lebih baik dari hari ini. Sebelum tidur main ke Pantai dahulu.

Kami ke Pantai setiap saat karena tepat didepan kamar itu laut.hehe..Belakang kita itu laut loh..



Hai neptunus selamat beristirahat…. ^^
***
Diketik ulang dari diary selama berada di Wakatobi,
Tertanggal di diary : Patuno Resort, Wakatobi, 22 Mei 2014


Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

12 comments:

Wahyu Wibowo said...

Dari sekian panjang, aku lebih melirik pada paragraf pertama: suara ombak depan kamar. Mengingatkanku tentang kontrakan mbak pertama-keduaku yang dulu kuliah di Bengkulu, dan "ngontrak" di bibir pantai panjang.

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

hehe ini emang pas cuma 10 meteran dari laut kak.hehe Asyik itu kontrakannya bisa ke laut tiap hari.hehe

Wahyu Wibowo said...

Haaa....Bengkulu sering gempa loh... sampai rumah kakak rasa gempanya--sering. Padahal 5 jam kendaraan.

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Sumatera kebanyakan rawan gempa kak, solanya ada lempengan itu kan ya [kalau ga salah], tapi meskipun sering gempa keindahannya akan tetep luar biasa ^^

Wahyu Wibowo said...

Konon, di Bengkulu ada gunung yang aktif di dalam laut. Setiap tahun pulang Enggano datarannya semakin berkurang sebab "pergerakan" gunung tadi.
Pasti....panjang keindahannya, serupa namanya "Pantai Panjang".

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

mau dong di guide in kalau ke Bengkulu.hehe

Wahyu Wibowo said...

Haaa...
siap bayar muahaal saja.. :p

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

yah kok gitu..gratis lah pak :D

Wahyu Wibowo said...

Haaa...doakan saja buanyak "rupiah" ne, biar bisa fasilitasi teman2 yang main

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

aamiin ya Allah kak wahyu banyak rejekinya :) padahal dari nulis kak wahyu udah dapat banyak loh :D

Wahyu Wibowo said...

Aamiin, semoga...
---padahal pengalaman sendiri pernah pula, menulis kadang keberuntungan.

MERINTIS: #Pengusaha_Amatir

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

bismillah aja semoga barakah rejekinya dan terus dilancarkan rejekinya oleh Allah kak :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^