Negeri Sakura ke Paris Van Java

| 2
Bismillahirahmaanirrahiim
Sesuai janji kemarin dipostingan Prolog Sekali Perjalan Dua Tiga Pertemuan Terlampaui , hari ini aku akan memulai menceritakan perjalanan kemarin.

Jum'at kemarin (8/1/2016), ba'da ashar sekitar pukul empat sore aku bergegas menuju Stasiun untuk perjalanan ke Pool travel Baraya, di Sarinah, Jakarta Pusat. Seperti biasa, 2 kali angkot dan kemacetan mengawali perjalananku ke Stasiun.

Rencananya kami (Aku, Muslim dan Wahyu), tidak hanya berangkat bertiga. Awalnya aku dan kawan-kawan SMASA Ngawi regional Jabodetabek sepakat untuk datang ke Walimahan Farid hari Sabtu, 9 Januari 2016. Namun karena banyak yang masuk Sabtu seperti Felix, Yusya, Intan, kemudian ada yang ujian seperti Mbah Kung, piket jaga seperti Prima dan keperluan lainnya akhirnya yang fix berangkat hanya tiga. Bahkan Andreas yang juga ikut booking travel tidak jadi berangkat karena ada perintah mendadak.

Nah, niat awal kami hanya satu, datang ke walimahan, itu saja. Berawal dari situlah ternyata aku dapat lebih. Cerita ini hanya membahas yang pertama saja. Hehe.. Jadi jangan lewatkan cerita esok hari untuk kelanjutannya.

Pertama, berawal dari niat walimahan aku dipertemukan dengan sahabat yang pertama kali ketemu di Jepang. Lhoh kok bisa?

Iya, bisa! Aku saja ga nyangka.hehe.. Jadi awalnya di Bandung rencananya aku mau menginap di tempat kawannya Muslim. H-1 berangkat Wahyu menanyakan apa aku kenal Syifa. Aku girang dan aku bilang "iya", dengan diawali ke-alay-anku tanya "yang kacamata, yang baru pulang dari Korea, yang pinter bahasa Jepang?".Hehe..

Setelah memastikan yang kumaksud orang yang sama, Wahyu memberi tahu kalau Syifa di Bandung. Mbak Syifa pun juga menghubungiku menanyakan rencanaku ke Bandung.

2013. Aku, Mbak Syifa dan Mbak Yuni ketika di Jepang

Lagi-lagi dunia itu sempit. Ternyata Wahyu adalah temannya Mbak Syifa. Jadi pas di travel, Jum'at malam aku baru memutuskan menginap di Rumah Mbak Syifa dan men-cancel menginap di Rumah temannya Muslim.

Kami berangkat dari Sarinah jam 7 malam setelah aku berputar Jakarta dengan Gojek memburu waktu dari Stasiun Sudirman. Sepanjang perjalanan aku bikin rame travel karena ngobrol terus, padahal penumpang lain pada tidur.hehe..Maklum lama nian tak jumpa.

Aku, Muslim dan Wahyu bercerita banyak hal sampai kita turun di Buah Batu, Bandung, sekitar pukul setengah 11 malam. Aku dan mereka berdua memutuskan jalan kaki menuju Universitas Telkom, jaraknya lumayan, tapi sudah terbiasa karena VR. 

Wahyu dan Muslim menantangku jalan kaki, kalau aku mah ayo ayo wae. Kemuduan kami mampir sejenak untuk makan karena mereka tahu aku lapar, belum makan.huhu..terima kasih. Kami makan di Warung samping Alfamart di dekat jembatan dengan menu Pecel Lele Madiun. Wah..penjualnya orang Jawa dan akupun bebas berbahasa Jawa. 
Reuni Winscout skala kecil

Setelah makan mereka mengantarkanku ke Perumahan depan Universitas Telkom untuk menemui Mbak Syifa. Wah..tak sabar rasanya. Kurang lebih 1,5 km kami berjalan, sampailah kami di Perumahan dan aku ketemu Mbak Syifa.yeye...alhamdulillah...

Ga nyangka ketemu pertama di Negeri orang sekarang bisa ketemu di Negeri sendiri. Hampir tengah malam dan Muslim serta Wahyupun kembali ke Kos yang akan mereka tinggali.

Sepanjang jalan dari gerbang ke Rumah Mbak Syifa, kami terus bercerita aktivitas kami masing-masing. Sampai-sampai malam itu kami tidak bisa tidur, dan baru memejamkan mata pukul setengah tiga pagi.

Mbak Syifa banyak cerita tentang aktivitasnya selama di Korea ketika exchange, pengalaman-pengalaman selama disana dan kami juga kembali bernostalgia dengan Jepang. Alhamdulillahnya "kecipratan" atau kebagihan rejeki dari Korea berupa souvenir cantik made in Korea.  Alhamdulillah..terima kasih ya Allah, terima kasih Mbak Syifa.

Unyu..Korea punya nih

Mbak Syifa juga cerita penelitiannya mengenai radar dan keinginannya lanjut di Chiba atau UK. Wah...envy sama cita-citanya. Mbak Syifa ini jago banget bahasa Jepang, dan sudah ia tekuni dari SMP. Dia juga bisa bahasa Korea. JLPTnya saja sudah N3, untuk orang non Jepang yang bukan konsen kesana it's amazing.

Kemudian Mbak Syifa juga cerita perihal mengejar Prof. Indonesia yang memegang salah satu laboratorium di Chiba, dan dia mengejar sampai ke Bali. Keren bukan perjuangannya.

Malam itu aku banyak belajar banyak dari Mbak Syifa, yang dulu di Jepang ketemu sudah menginspirasi, sekarang tambah lebih menginspirasi.
2015, Mbak Syifa dan aku

Buat teman-teman, kalau kalian punya mimpi perjuangkan. Jangan setengah-setengah, itu juga yang dilakukan Mbak Syifa. Kalau sudah menemukan passionnya apa, ditekuni. Tetap ingat juga ya apa kata Allah, setiap kesulitan ada kemudahan. Pasti ada satu titik yang membuat kita (hampir) menyerah, kehilangan semangat saat menekuni aktivitas kita, atau saat memperjuangkan beasiswa atau ikut eventluar Negeri, tapi percayalah selama yakin dan percaya kepada-Nya kita akan tetap melangkah dan terus memperjuangkan di jalan-Nya.

Sekali lagi terima kasih ya Allah Engkau pertemukan kami kembali dengan cara-Mu, semoga Engkau ridhoi impian-impian Mbak Syifa dan menguatkan ukhuwah diantara kami :)
***
Puri Fikriyyah, 13 Januari 2016
Vita Ayu Kusuma Dewi



share on facebook

2 comments:

froteast said...

kau ga bilang pas k bandung, hehehe..
abel

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Kang abelll..panjang umur sekali..kemarin aku muthia sm nurul sama mb nita habis ngobrolin kang abel gr2 ak kemarin kebandung.hehe..ohya sertifikatnya dibawa muthia ya dia mau diksar dibandung

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^