Jangan Katakan Kata Itu

| 4
Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa mengagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu kedalam hati ini

Menjadi penghuni...

Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu

Untuk memburu cinta yang semu

Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 

Aku ingin rasa cinta ini

Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan 


( Al Maidany- Jangan Jatuh Cinta ) 


Yah.... lagu diatas sangat mewakili perasaan Iffah saat ini. Mengingat dia pernah "menyukai" ikhwan bahkan pernah ia berpacaran ketika ia duduk dibangku SMP, dan ia berharap itu adalah pacaran yang terakhir sampai saatnya nanti tiba. Meskipun ia harus putus dengan pacarnya tadi justru itulah yang membuatnya sadar bahwa yang ia lakukan itu salah walau orang menganggap hal itu wajar. Dalam perjalanannya menuntut ilmu dibangku SMA ini Iffah telah diuji dengan kedekatannya dengan  ikhwan dan semua itupun berakhir  tanpa ada  relationship. Dia bersyukur bisa mempertahankan prinsipnya selama SMA ini bahwa ia tak akan berpacaran lagi. Namun, tidak cukup sampai disitu. Ia sering sekali dikirimi kata - kata yang lumayan romantis dari salah seorang temannya. Hal itu sangat membuat Iffah  terganggu  dan Iffah tak pernah menanggapi kata-kata tersebut. Sampai suatu saat Iffah menerima telp dari temannya itu bahwa ia mencintainya karena Allah. Iffah menjawab dengan tegas "TIDAK" walaupun itu sangat menyakitkan namun sampai saat ini ternyata NN itu masih saja menunggu Iffah. Beberapa waktu yang lalu ponselnya berdering karena ada sebuah message dari seorang temannya  :

NN : Fa, boleh tanya sesuatu hal??
Iffah : Insyaallah, ada apa?
NN : masih adakah sedikit celah dan harapan ku untuk mengisi hatimu Fa?
Iffah : (dueeeeerrrrrrrr..... sangat terkejut >.<  dalam hati : apa-apaan ini?) Jangan berharap itu lagi ke aku. Afwan, aku ga pernah mikir seperti itu. Aku ga mau ada yang sakit hati lagi gara-gara sikapku. Afwan, tolong banget jangan pernah berharap dan menungguku. Aku tak tau apa yang akan terjadi nanti. (bingung mau ngomong apalagi soalnya Iffah tau NN adalah orang yang sekali ini tetap ini)
NN : Insyaallah aku kan kuat untuk menunggu Fa, dan bila ada resiko entah apapun itu insyaallah tak tanggung ikhlas. Soalnya kamu dah merubahku tanpa kamu sadari. Fa, kamu dah jadi motivasi ku untuk maju dan sukses apapun yang terjadi Insyaallah aku kuat menerimanya.
Iffah : (glodaks...nekad banget anak ini dan Iffah pun meletakkan HP'nya tanpa membalas lagi sms tersebut)
NN : (beberapa saat kemudian) Fa, maaf ya kalau perkataanku tadi salah karena aku ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan itu aja.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Iffah selalu bingung jika dihadapkan hal seperti ini apalagi dengan orang yang tekadnya kuat. Iffah hanya berfikir yang penting dia sudah bilang ke ikhwan itu kalau ia berkata "TIDAK" untuknya. Iffah memang tak mau ada yang sakit hati karenanya nanti. Sebab ia benar -benar tau apa yang akan terjadi dan memang ia tak mempunyai sedikitpun perasaan untuk NN tersebut. Ia lebih senang jika bersahabat. Iffah tak berharap banyak ia hanya ingin nanti jika saatnya tiba ia benar - benar mendapatkan seorang ikhwan yang terbaik untuknya tentunya atas izin Allah.


 Suratan Tuhan kita disini menapaki cerita bersama
Cinta berkawan karna sehati dalam kasih Illahi
Tepiskan hal yang berbeda agar kisahmu teramat panjang
Simpan rapi harapan berkawan selamanya..
-.Edcoustic.-


Sangiran, 21 Juni 2011

©



share on facebook

4 komentar:

Ego Dafma Dasa said...

hai Kak.cinta kadang indah tapi kalau sudah berakhir cinta menyakitkan.jadi nggak Kak tukeran linknya?kalau iya contack saya ke egodasa@gmail.com

vheytha said...

iya bener tuh :) ukey ntar q kontak kamu. artikel kamu bagus no 2 digoogle sukses y :)

Anonymous said...

ceritanya persis cerita hidupku :')

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

siapa lagi ini kok anonim? :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^