Shocking Morning

| 0
Assalamu’alaykum…
Senin pagi, 15 Agustus 2011. 2 hari menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia, semarak PK2 MABA UB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya) atau yang biasa disebut OSPEK sangat tinggi. Animo mereka para penghuni kost “BROMO” bagaikan letupan api yang tak pernah padam. Hari itu ada sebagian dari anggota kost yang dapat jadwal upacara. Namun, walaupun demikian para anggota lain juga ikut serta merasakan dag-dig-dug para mahasiswa baru tersebuta. Sejaksahur usai, mereka semua bergegas mandi dan bersiap – siap. Ada yang masih jahit rok, ada yang masih mengerjakan tugas yang kurang, ada yang belum pasang pita dan kegiatan tak terduga lainnya. Namun, akhirnya hal tersebut teratasi sampai akhirnya mereka berangkat ke kampus. Berbalik arah melihat para penghuni kost yang tidak mendapat jadwal hari ini termasuk aku, tugasnya adalah bersih – bersih. Seperti biasa kulakukan kewajiban tersebut. 

Ketika itu sekitar pukul 06.02 WIB aku masih membersihkan tempat ssepatu dan sandal namun terdengar suara “bruk” dari arah depan kost. Tanpa piker panjang akupun lantas keluar kebalkon dan memastika semuanya baik – baik saja. Bukan pemandangan pagi yang indah ditengah lalu lalang kendaraan dikota Malang yang aku lihat namun seorang wanita sebaya denganku tengkurap ditengah jalan. Antrian panjang mobilpun membuatku semakin ingin turun. Lalu kukabarkan kepada para sahabatku yang saat itu juga melaksanakan rutinitas. Setelah benar – benar yakin, aku, Inggil dan Nita sahabatku turun kelantai dasar. Bukan hal mudah lari ditangga, salah melangkahkan kaki nyawa taruhannya. 

Setelah sampai dilantai bawah dan melihat kenyataan bahwa sebenarnya ada kecelakaan aku dan kedua sahabatku menghampiri korban tersebut. Alhamdulillah hanya luka ringan namun perlu penanganan secara cepat. Sayang, aku tak punya peralatan P3K namun ada majikan dari yang luka itu datang dan segera membawanya kerumah. Seorang ibu dan anak yang mengendarai motor tersebut sedang akan ber angkat ke tempat kerjanya namun didaerah Sumbersari tepatnya didepan kostku ada seorang mahasiswi yang akan berangkat ospek menyebrang dan tidak dapat dihindari rem cepat namun tidak sampai akhirnya ibu dan anak tersebut jatuh dan luka. Alhamdulillah si mahasiswi tersebut tidak ada apa – apa.

Untuk teman – teman blogger semua ayo tertib dijalan raya, jika akan menyebrang ingat tengok kanan – kiri, sebisa mungkin di tempat penyebarangan,  tunggu sampai keadaan memungkinkan baru menyebrang. Jangan tergesa – gesa karena lagi – lagi nyawa taruhannya. Begitu pula dengan pengguna jalan berhati – hatilah, hormatilah pengguna jalan lain. Jangan seolah – olah jalan tersebut adalah jalan nenek moyang kalian. Kita dijalan raya saling membutuhkan, saling pengertian dan menghormati agar tercipta kondisi yang baik dan aman. Modal menghargai, nyawa aman. Be carefull ^_^

Wassalamu’alaykum……..
===================================================================================
Malang, 16 Agustus 2011
 ©





share on facebook

0 komentar:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^