(BUKAN) AKHIR PERJUANGAN

| 5
Bismillahirrahmannirrahim....
Kugerakkan jari ini menuju sebuah melodi sederhana cerminan hati mengikuti syair semua tentang kita. Di ruang kuliah 1.3 Gedung Baru Teknik, 18 Oktober 2011 menjadi awal pertemuan kita di tugas besar. Menjadi awal yang sederhana namun sangat berharga. Kita terpilih menjadi kelompok pertama, terdiri dari 11 anggota dan asisten kita adalah seorang koordinator asisten. Dari awal kita berharga, dan karena itulah kita tidak menyia nyiakan kesempatan ini. Mungkin aku belum mengenal kalian karena aku waktu itu baru kembali dari Gorontalo. Dan diforum inilah aku mengenal kalian. Jika mungkin saat itu yang aku tau adalah Tiwi, Ita, Fajar dan Devid, kini aku mengenal kalian semua bahkan lebih mengenal kalian. Saat itu pula salah satu anggota kita ada yang tidak hadir, Indra. Jadi hanya aku, Tiwi, Ita , Mustika, Gumilang, Devid, Fajar, Handika dan Aswin yang hadir. Saat itu pula kita membuat strategi, bagaimana kita harus lebih dari 8x asistensi, bagaimana kita menunjukkan yang terbaik karena kita dihandle oleh seorang koordinator, dan aku ingat betul kita berkomitmen “berawal dari 11, diakhir juga harus ber-11”. Saat kita duduk dibawah berkoordinasi pertama dengan kak Reza, asisten kita, kalian menunjukku sebagai koordinator.  Dan atas kepercayaan kalian Alhamdulillah wa innalillah terucap. Ini amanah yang kita bersama untuk membawa kelompok 1 menjadi baik dan lebih baik. ada koordinasi intern pertama kita saling debat masalah pulang kampung karena rencana asistensi pertama kita adalah hari minggu. Namun karena kita saling mengerti dan menghargai kalian merelakan kepulangan kalian demi asistensi perdana ini. Masih aku ingat salah seorang saudaraku, Devid menawarkan kesediaannya membatu mengkoordinasikan kelompok 1. Disinilah awal kepedulian itu bahwa kelompok 1 adalah tanggaung jawab bersama.
16 Oktober 2011 kita berkumpul di parkiran teknik depan caftek. Disanalah kita saling menunggu demi kelengkapan kita Tepatnya di teras pasca sarjana kita bertukar pikiran dan saling membantu untuk mengerjakan skema jaringan irigasi. Hingga akhirnya tugas kita selesai hari itu juga. “Alhamdulillah kita mendapatkan asisten yang enak dan mau mengajari kita sampai bisa” itu ucapan mbak Ita kala itu. Dan ternyata hanya hari itu kita asistensi LENGKAP 11 orang.
Hari demi hari berlalu. Mulai menggambar mercu bendung hingga ter ACC pertama, 28 Oktober 2011. Sungguh ku melihat raut wajah bahagia tanda kepuasan kalian saat ACC pertama tersebut. Sebuah hasil awal yang menjadi pemicu semangat untuk kedepannya nanti. Kalian masih bersemangat saat itu, semangat mengerjakan, semangat asistensi hingga kalian bertanya “kapan asistensi lagi?”. Tak ada kejenuhan yang berarti karena mungkin itu awal perjuangan hingga akhirnya pada titik puncak, pada 9 November setelah ACC final soal 1. Lambat laun, aku merasa ada greget yang kurang pada puncak puncak semangat itu karena jenuh itu mulai terasa. Aku merasa bersalah saat aku memaksa kalian asistensi dan menunjukkan egoku dengan membuat jadwal agar kita tidak lebih dari deadline. Ya, aku hanya memikirkan deadline hanya karena aku tak ingin nilai kita berkurang tanpa aku sadari bahwa aku menjerumuskan kalian pada sebuah jurang kejenuhan hingga akhirnya kita memang terjatuh dalam kejenuhan. 1 kalimat yang menyadarkarku dan mbak Gumilang “ ada kalanya jenuh vhe , ngerjakan ini terus. Butuh istirahat sehari aja jangan asistensi”. Itu kesalahanku aku hanya menuruti ambisiku untuk selesai tepat waktu.
Ditengah perjalanan itu pula aku merasa ada bagian dari kita yang hilang, dia Indra. Sering dia tidak ikut asistensi. Dari yang semula kita berpegangan erat kini salah satu rantai tangan kita terputus. Kekuatan kita berkurang. Kita tahan itu sampai akhirnya pada suatu asistensi kita memberanikan untuk bercerita dengan kak Reza.Apa mungkin pendekatan kita yang kurang? Apakah sistemku keliru atau apakah memang aku tidak pantas menjadi seorang koordinator. Entahlah mungkin ini memang salahku yang kurang memahami mereka. Suatu waktu aku mencoba untuk bertanya kepada saudaraku tersebut mungkin saja ia ada masalah dengan kelompok, asisten atau bahkan aku. Dan hasilnya suntuk dan kejenuhan alasannya. Aku mulai merenungi diriku sendiri semakin memperkuat argumenku bahwa aku terlalu egois hanya memikirkan deadline.
Saat aku sedang futur baru aku merasakan bagaimana kejenuhan itu, saat aku benar benar tidak mau mengerjakan gambar itu. Aku lelah, aku capek, aku bosen gambar ini ini terus. Dan tahukan kalian siapa yang membangkitkan aku saat aku seperti itu? Yaitu kalian saudaraku. Aku melihat semangat kalian untuk cepat selesai, Kita berusaha dan dengan senyuman keikhlasan. Kalian meyakinkan ini akan segera berakhir. Karena kita keluarga, nilai nilai kebersamaan kita terapkan. Yang pada awalnya mengerjakan gambarnya sendiri sendiri saat ini berubah menjadi satu ikatan  yang saling melengkapi satu sama lain. Ada Tiwi dengan cerita cerita berharganya, Ita dengan semangatnya, Gumilang dengan kata kata yang menyadarkanku, Mustika dengan tawa keceriaannya, Dika yang diam diam gambarnya selesai, Fajar yang mencairkan suasana, Devid yang selalu merendahkan dirinya, Ivan yang optimistic, Aswin dengan pengetahuan menggambarnya dan aku sendiri yang merasa berarti karena ada kalian. Selalu ada tawa disetiap pertemuan kita.
Banyak hal manis jika kuceritakan hingga 1000 kata Microsoft word telampaui. Aku merasakan kebersamaan dan kepedulian yang sangat sangat erat saat tanggal 29 Desember kemarin. Saat gambar kita direvisi. Aku tersenyum memandangi kalian yang mampu memecahkan keheningan malam itu. Dan malam itu juga selesai kita dengan plot gambarnya. Hal itu berlanjut hari ini, 31 Desember 2011 saat kita hanya ada waktu 1 jam untuk revisi. Semua bersatu merangkul satu sama lain. Dan kalian menumbuhkan semangat yang hilang itu. Menunjukkan bahwa kita serius dan sungguh sungguh mengerjakan ini. Adzan Magrib berkumandang sebentar lagi aka nada tangis bahagia. Tak berselang lama kak Reza datang dan ia menggoreskan spidol peraknya membentuk sebuah huruf demi huruf dan ilustrasi kecil dengan tanda tangannya. ACC!!! Alhamdulillah selesai… (Bukan) Akhir perjuangan kita. Menatapi tarian pena itu kurang lengkap rasanya tanpa ssaudara kita satunya. Ada hal yang mengganjal. Kak Reza menawarkan nilai komunal atau pribadi dan dengan musyawarah keputusan kita ialah nilai komunal dan nilai kita ialah 82. Alhamdulillah… Sempat tangis itu pecah saat kak Reza sedang asyik menandatangani, dan  kita sadar ini tangis bahagia. Lalu Tiwi berkata “kita bertemu dengan senyuman kenapa diakhir kok pada diem”. Penghujung tahun yang mengesankan….. Karena harga sebuah kebersamaan kekeluargaan ini mengalahkan harga sebuah nilai angka tugas besar.
Dan mulai saat ini tidak akan ada lagi sms sms “rek jo lali asistensi”, “rek ayo ndank kumpul”, “ditunggu 10 menit lagi kalau ga datang asistensinya besok besok aja” ga ada lagi ucapan “ ni gambarnya gimana?”, “piye seh sing bener?”,”ntar asistensi ga?”,”besok ae lho asistensine” dan kata kata lainnya. Ga ada lagi saling manja dan merendahkan diri. Tak akan ada lagi asistensi jam 4, ba’da magrib dan pulang malam. Kenangan Study Ekskursi dan ke bendungan sengkaling juga menorehkan kesan tersendiri bagi kita. Semua akan kembali keaktivitas masing masing, bersama kelompoknya, aktivitas kesukaannya dan hal lain yang membuatnya kembali kealam bebas laksana burung yang lepas dari sangkarnya. Meskipun demikian kebersamaan kita ga akan berakhir. Akhir tubes dan akhir tahun bukan akhir segalanya. Terima kasih atas kerja samanya selama ini, maaf ya jika ada keegoisanku atau hal yang kurang berkenan. Kalian harta terindah dalam hidupku. Ini baru awal kita berjuang. Ini juga bukan akhir tugas kita. We aRe onE… ^_^ Terima kasih untuk kak Reza atas bimbingannya selama ini, maaf kami tidak bisa membawa kelompok kami menyelesaikan tubes ini dengan lengkap, maaf atas kelakuan dan sifat kami serta maaf selama asistensi sekalipun kami tidak pernah tepat waktu. Terakhir kakak bilang “oyi.. makasih juga atas kerjasamanya. Jangan lupa bawa tubesnya waktu UAS dan jangan lupa dipelajari tubesnya kalau dites sama dosennya”. Terima kasih untuk semua asisten, terima kasih juga untuk saudara saudaraku WRE’11… We aRe onE, We aRe the bEst….. Tak ada kata “AKU” yang ada adalah “KITA”…… (Vhey_31 Desember 2011)

Beberapa kalimat yang sempat ditulis dilaptopku diantaranya :
“Menjadi satu kesatuan keluarga WRE’11 adalah suatu yang mungkin tak pernah terbayang dalam fikiran kita dan memang inilah cara Sang Pencipta mempertemukan kita. 14 Oktober 2011 adalah  ledakan pertama dalam sejarah “tugas besar” Teknik Pengairan. Dimana saat kita hanya “tau” dan menganggap ia adalah teman – teman hingga suatu saat kita mengerti dialah harta berharga kita, dialah kelebihan kita, dia saudaraku. Saat kita asistensi pertama kita berkumpul diparkiran teknik, saat awal – awal dan satu – satunya asistensi yang lengkap 11 orang setelah itu tidak pernah lagi kita asistensi lengkap. Selalu ada yang kurang saat kita asistensi. Ya, kita memang berbeda dari sifat, tingkah laku  atau apapun itu namun hal itu bukan menjadi tembok besar yang menghalangi kita untuk saling mengenal satu sama lain. Inggat lah saat  terlontar kata “kapan kita asistensi rek?” , “ojo pulkam yo rek, asistensi minggu ae”,”ojo asistensi to rek wes kesel” hingga jenuh menghinggap dalam diri kita. Karena saat itulah kekuatan kita diuji, solusinya kebersamaan dan saling mendongkrak semangat. Dan sampai saat kapanpun kita tetap akan menjadi 1. Dan terima kasih atas kerjasama selama ini maaf jika terlalu egois dan banyak tingkah laku yang tak berkenan. Semoga kebersamaan kita yang telah lalu dapat terkenang hingga nanti, tak tau kapan berhenti. Ohya, kenangan kedua setelah hanya 1 kali kita asistensi lengkap, sejarah kedua ialah berkali – kali kita asistensi belum pernah kita sekalipun “tepat waktu”. Saya merasa gagal, namun karena ada kalian saya merasa kita begitu berharga.hehehe  (Vhe_)”
“Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, masih sangat lekat di ingatan kita saat pertemuan pertama itu, saat  pertama kali kita berkumpul dan saling berkenalan, saat kita bersemangat untuk menjalankan tugas besar ini dalam satu kelompok yang sekarang menjadi satu keluarga.  Saat kita pertama kali melakukan asistensi di Pasca sarjana dengan kelompok yang lengkap, saat kita belum terlalu akrab. Namun, dengan berjalannya waktu kebersamaan kita mulai tumbuh dan semakin dekat hingga kita akhirnya menjadi satu kesatuan yang solid dan saling tolong menolong, Satu kesatuan yang tak tergoyahkan dan semoga itu tak akan pernah berakhir.” (Tiwi)
“Saat pertama kali bertemu dengan wajah.wajah yg aneh.aneh dan suram.suram saya sedikit lega, karena ternyata msh banyak wajah yg suram selain saya, namun setelah berbulan.bulan kita bersama.sama ………..(to be continue)” (Fajar)
================================================================================
Malang, 3 Januari 2011
©







share on facebook

5 komentar:

yanuar catur rastafara said...

ayooo semangattt untuk tugas besarnya...

ketty husnia said...

tahun baru penuh dengan petualangan baru ya Vhey..selamat bergerak tuk terus maju deh..:)

LintasKoran said...

nice share

Thanks

shafira said...

Sukses selalu Buat kaka Veytha . . . -_-

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Maaf ya teman2 pas baca semua pos blog baru lihat belum balas komentar :'( terima kasih semangatnyaa semangat selaluuu

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^