Peduli Lingkungan? Siapa Takut (Part II ) ^_^

| 1
Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarokatuh
 Mengitari bukit lewati lembah
Sungai mengalir indah kesaluran
Bersama kami Teknik Pengairan ^_^
Melanjutkan cerita sebelumnya (Peduli Lingkungan? Siapa Takut (Part I ) ^_^ ) dan masih dalam versi peserta PPL. Di awal perjalanan kami masih semangat – semangatnya tapi bukan berarti diakhir kami tidak bersemangat, semangat kami tetap berkobar. *ceileh. Sesuai tujuannya peduli lingkungan, kami dibekali kresek besar yang nantinya berguna untuk memunguti sampah selama perjalanan kami, jadi dalam perjalanan kami mengambili sampah plastik yang mencemari lingkungan, walaupun tidak habis semua sampahnya setidaknya mengurangi. Apalagi aku melihat kenyataan bahwa kesadaran masyarakat masih kurang dalam hal pembuangan sampah, salah satunya membuang sampah disaluran irigasi dan sungai, kotor sekali  airnya dan akibatnya air yang lewat juga ada yang tidak lancar. Sewaktu kelompok kami akan berfoto ternyata kamera yang kami pinjam baterainya habis *aduh takdir, tapi tak apalah tidak bisa mengabadikan momen ini bukan berarti berakhir segalanya, yang penting ada hikmah yang bisa kita ambil dalam kegiatan ini yang akan terkenang selalu dalam hati masing – masing. *So Sweet.
Pada pos awal – awal kelompokku belum siap meneriakkan yel – yel namun diperjalanan kami menemukan yel – yel baru yang diadopsi dari pengalamanku di Gorontalo.hehe diganti katanya – katanya. Dengan yel – yel tersebut kami lebih bersemangat dalam perjalanan, tidak loyo dan rasa lelah dapat terobati. Leader yel yang pertama aku, kedua Bon- Bon, ketiga Satriya dan terkahir Dika. Beginilah yel – yelnya :
1. *Chek Sound (Tepuk dada dan tangan satu kali)
*Siapa kita?  (BAJA)
*Siapa kita? (B-A-J-A, BAJA)
*Bagaimana kondisi kita  hari ini? (Kokoh tak tertandingi)
2. *Samakan suara? (Sama…...)
3. *Satu -  satu (kami arek teknik)
Dua – dua (Teknik Pengairan)
Tiga – tiga (kami kelompok baja)
(Satu, Dua, Tiga, Teknik selamanya)
4.* BAJA (Empat huruf satukan kita)
*BAJA (Satu kata cermin jiwa kita)
*BAJA.. BAJA..BAJA.. Hu
Dalam perjalanan ini aku merasakan kebersamaan ya ng begitu erat, sekat antar kakak dan adik tidak ada lagi kecuali etika yang tetap haru berlaku. Kami saling tolong menolong, saling menyemangati dan tentunya suatu moment yang tak terlupakan. Bahkan lumpurpun gagal menjatuhkan kita karena kebersamaan yang begitu erat, apapun medannya semangat kebersamaan salah satu jalannya.  Dalam perjalanan ini pula mentor menjelaskan bagian – bagian bangunan air, fungsinya dan jika ada pertanyaan dari kami beliau akan menjelaskannya.
Tak terasa pos demi pos terlewati, berapa jauhnya kami berjalan sudah tak terasa hingga menghantarkan kami pada pos games. Games pertama mencari thermometer dan selongsong peluru disaluran yang lumayan deras alirannya. Kami sepakat mencari bersama – sama tapi setelah satu menit kami tidak menemukannya. Setelah itu kami ditanya kakaknya, menurut kalian apa benda tersebut ada disaluran ini? Kami menjawab tidak kak, karena tidak mungkin ada disaluran ini. Dari game ini kami tertipu. Karena apa? Tidak logis, namun kami tetap melakukannya. Sebenarnya memang ada sebersit pikiran tidak logis tersebut tapi kami tidak mengutarakannya. Dari sinilah kami arek teknik dituntut berpikir logis dalam melakukan sesuatu, tidak tergesa – gesa namun pasti. Karena kami melakukan kesalahan karena tidak berpikir logis kamipun harus siap menerima konsekuensi. Konsekuensinya merasakan sejuknya air saluran yang warnanya coklah.. Haduh.. Kami dihadapkan pilihan pakai 2 jas hujan untuk satu kelompok atau tidak memakai pelindung. Setlah bermusyawarah kami sepakat untuk tidak memakai pelindung karena jika hanya memakai 2 jas hujan, sebagian dari kami akan terkena air dan sebagiannya lagi akan terlindung dan  itu tidak adil. Mendapatkan percikan air dari saluran mengarahkan kami kepada hikmah yang didapat dalam game konsekuensi ini yaitu setelah melakukan kesalahan kami bertanggungjawab, siap dan menerima konsekuensi serta kami jalankan bersama – sama. Keputusan kami untuk menanggung bersama konsekuensi tersebut melahirkan sebuah kebersamaan yang erat dan satu rasa, tetap mengingat bahwa kami harus berpikir logis dan tidak mengulangi kesalahan tersebut digame selanjutnya. Kami disini team work bukan individual. 
Masih penasaran dengan cerita selanjutnya? Jangan putus disini ya.. tetap ikuti petualangan bersama arek Teknik Pengairan. Seru abis.. ^_^
Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarokatuh..
================================================================================
Malang, 22 Januari 2012
©






share on facebook

1 comments:

Anonymous said...

It's really a nice and helpful piece of info. I am glad that you just shared this helpful info with us. Please stay us up to date like this. Thank you for sharing.
my web site > webdesign

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^