Mau Jadi Ibu Rmah Tangga? Tahukah Kurikulumnya?

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh...
Gimana kabarnya kawan - kawanku semua, maaf ya sebelumnya baru nongol lagi setelah agak lama tenggelam dibawah air.hehe

Ini ada sedikit ilmu yang beberapa pekan lalu saya dapat dari sebuah kegiatan dikampus yang bertajuk "beauty class". Apakah itu? jreng..jreng.. Kurikulum para calon Ibu Rumah tangga.hehe

Jangan ditertawain kawan, ini perlu banget bagi calon Ibu rumah tangga, jangan sampai ga tau nanti mau ngapain ketika sudah berkeluarga. Oke, apa saja kurikulumnya? 

1. Fiqih keluarga & Kepribadian Islam (khusus muslimah).Nah, para suami, ini salah satu standar mencari calon istri yang kelak menjadi ibu bagi anak-anak anda. Carilah wanita sholehah. Banyak ditemukan di mesjid-mesjid sekitar :)
2. infrastruktur fisik rumah
3. desain interior
4. arsitektur exterior
Jangan main-main dengan hal ini. Kelihatannya sepele. Tapi perlu keahlian khusus bagi sang Ibu. Jadikan rumah anda menarik, betah untuk ditinggali berlama-lama, memberikan rasa tenang, damai, serta sebagai pelepas kepenatan suami setelah seharian bekerja. singkat kata, ilmu untuk menjadikan rumah sebagai surganya dunia :)
5. gizi dan nutrisi
6. pengetahuan kuliner
Nah, yang satu ini urusan dapur. Percayalah, citarasa masakan yang enak dan lezat akan selalu terkenang oleh suami dan anak-anak kita. Menjadi sesuatu yang amat dirindukan bahkan ketika sang ibu telah tiada. Karena lewat masakan lah ibu mengungkapkan bahasa cinta yang sesungguhnya.Tapi bukan sekedar enak, memperhatikan komposisi masakan pun penting, menimbang-nimbang gizi dan nutrisinya agar sehat terjamin. Contohnya dengan meminimalisir pemakaian bahan tambahan kimiawi seperti MSG, makanan pengawet, makanan yang berkali-kali dipanaskan, dll.
7. fashion dan perawatan pakaian
8. perawatan kecantikan
Urusan kecantikan lahiriah jangan di nomor duakan lho. Menjaga kecantikan itu wajib adanya. agar suami betah berlama-lama. Jangan kalah dengan wanita-wanita di luar sana. Fashionable dan rapih? bolehlah, asal tidak menguras dompet. Salah satu triknya dengan memiliki pengetahuan tentang merawat pakaian agar awet dan tahan lama. Ini untuk menerapkan prinsip ergonomis, selain menghemat anggaran rumah tangga. :D
9. penjagaan kesehatan & kebugaran
10. deteksi & penanganan dini masalah kesehatan
11. olahraga keluaga
Jangan sesekali menyepelekan hal ini. Sehat Itu Mahal. Camkan itu. sehingga, ibu wajib memiliki pengetahuan akan hal ini. selain sebagai investasi masa depan juga. Agenda lari pagi setiap minggu bersama keluarga salah satunya boleh dicoba.
12. perencanaan & manajemen keuangan
13. bisnis rumahan
Waspadalah. masalah keuangan dan faktor ekonomi seringkali menjadi penyebab meningkatkannya angka perceraian di masa kini. Memilih istri yang memiliki pengetahuan memadai untuk urusan pemasukan dan pengeluaran menjadi ‘wajib’ hukumnya. Hemat di segala lini, apalagi hidup di tengah kondisi ekonomi negeri yang tengah carut marut kayak Indonesia ini. Sesekali, ibu juga bisa membantu ‘pasokan’ keuangan rumah tangga dengan memulai bisnis dari rumah jika dirasa perlu, siapa tahu bisa menyalurkan hobi.
14. bertani di lahan sempit, eits, ini jangan disepelekan lho. Punya lahan 2×2 meter? jangan di sia-siakan. Lumayan lah untuk sekedar menanam cabe dan tomat. Selain punya kebun kecil yang bisa di panen sendiri, ibu juga turut berkontribusi dalam konsep go green .
15. hukum seputar rumah tangga. Penting diketahui. Agar suami dan istri paham akan hak dan kewajiban masing-masing. Plus meminimalisir persoalan rumah tangga yang seringkali timbul akibat ketidakpahaman akan hal ini.
16. beladiri untuk keluarga. Zaman sekarang, rumah kita selalu di gentayangi oleh oknum-oknum yang berniat jahat. waspadalah. siapkan ‘amunisi’ sebelum kejahatan menghampiri. perbekali diri dengan ilmu beladiri yang memadai. Saya malah kepikiran untuk beladiri dengan menggunakan alat dapur yang tersedia di rumah, seperti menggunakan pisau dapur, wajan dan panci, hingga sapu sekalipun. Hyaatt…
17. manajemen acara keluarga. Untuk urusan silaturahmi dengan kerabat tidak serta merta dilupakan begitu saja. dengan mengadakan arisan keluarga, atau pengajian antar kerabat, merupakan ide brilian lho.
18. pendidikan anak
19. psikologi keluarga
Ibu itu pendidik pertama bagi anak-anaknya. Sehingga memiliki pengetahuan tentang tata cara dan konsep pendidikan anak sampai perkembangan psikologinya sangat penting.
20. perawatan pasien dan manula
21. perawatan kehamilan dan menyusui
Ibu harus menjadi ‘dokter’ pertama di rumah sebelum memanggil dokter yang sesungguhnya. Siapa tahu jika kita berurusan dengan manula (misal tinggal bersama orangtua yang telah renta), atau ketika anak-anak sakit, ibu tidaka panik. Siapkan peralatan P3K dirumah. Urusan pregnancy dan laktasi juga wajib diketahui untuk bekal ibu sendiri nantinya.
22. media informasi dan komunikasi, ini ditujukan agar ibu tidak gaptek dengan urusan teknologi. Ketika ibu punya anak-anak yang sedang beranjak remaja, mengawasi pergaulan dengan cara memeriksa facebook atau twitternya jadi penting banget lho bu. Kalau ibu nya sendiri gak ngerti, apa kata dunia? So, mentang-mentang ibu menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk mem’babu’ dirumah, tetap stay tune dengan perkembangan dunia sekarang ini. melek informasi lah. jangan sampai lemot untuk urusan globalisasi. Gabung dengan KOMPASIANA bisa menjadi solusi sebagai komunitas yang mencerdaskan, terutama membuat ibu rumah tangga kayak saya jadi melek dunia. Jadi jangan cuma ‘ahli’ dalam urusan gosip artis terkini. :D
23. perencanaan transportasi
24. pengetahuan seputar belanja
Lagi-lagi, ini untuk urusan penghematan ‘anggaran’ rumah tangga. Hehe :D. apalagi bagi keluarga yang ‘numpang’ hidup di jakarta kayak saya, pengetahuan tentang transportasi jadi penting banget, secara Jakarta itu kota macet. :)). Pengetahuan seputar belanja juga penting, misalnya ibu tahu dan hapal di luar kepala momen-momen di mana ssupermarket besar menjajakkan diskon besar-besar. namanya juga dalam rangka penghematan :))
25. sosiologi bertetangga
26. kontribusi wanita dalam masyarakat
Manusia itu makhluk sosial. Jadi jangan hidup invidualis, jalinlah hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. Jika ibu punya potensi lebih yang bermanfaat bagi orang banyak, kenapa tidak digunakan untuk berkontribusi. ikutan PKK misalnya. atau mengadakan demo memasak, merajut, dsb.
27. dokumentasi dan informasi keluarga, Kelihatannya remeh memang. tapi urusan yang satu ini jangan dilupakan. Kita punya momen-momen penting yang sebaiknya di catat dan didokumentasikan dengan baik untuk kisah anak cucu kita kelak, misalnya ulang tahun perkawinan, hari kelahiran anak-anak, dll.
28. pengembangan kreatifitas anak, sebagai sosok yang paling dekat dengan anak, bermain bersama menjadi momen untuk menjalin kedekatan batin dengan si kecil. Gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan potensi kecerdasannya dengan permainan yang edukatif dan postif.

29. dakwah di dan dari rumah, Nah, kalau yang ini berkaitan dengan urusan saling nasehat menasehati antar keluarga dan sekitarnya. Jangan diam ketika melihat maksiat.Tegur ketika ada anggota keluarga yang berbuat kesalahan.

30. literatur keluarga. Melahirkan budaya gemar membaca dari rumah. Dengan membuat perpustakaan kecil misalnya.
31. Hiburan dan rekreasi dalam keluarga. Sesekali cobalah refreshing, liburan yang menyenangkan bersama keluarga. tidak harus mahal. Yang penting semuanya bisa menikmati liburan ini. Mari kita susun agendanya dari sekarang :)
32. Tanggap Darurat dan Penanggulangan Bencana. Hidup di negeri rawan bencana seperti indonesia membutuhkan keahlian tambahan yang mumpuni untuk ibu. Bagaimana mempersiapkan anggota keluarga ketika ada gempa misalnya. Atau bersimulasi sendiri dengan anak-anak bagaimana caranya menyelamatkan diri ketika ada kebakaran yang menimpa rumah anda.

Nah, kurang lebih seperti itu kawan, mungkin ada yang sudah tau namun ga ada salahnya diingat lagi, dan prlu dipelajari agar nantinya ga kaget waktu jadi Ibu rumah tangga. Semoga bermanfaat ^_^

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh...
===================================================================================
Malang, 1 Juni 2012
©






Comments

  1. assalamualaikum.. :)

    well, saya yakin kemungkinan besar pasangan hidup saya kelak sulit menjadi ibu rumah tangga mengingat profesinya sebagai seorang dokter.. but artikel ini harus saya bawa pualng untuk disimpan.. :)

    ReplyDelete
  2. Wa'alaykumsalam...

    menurut saya bagaimana kita memprioritaskan keluarga kita, semoga bermanfaat :)

    ReplyDelete
  3. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    ReplyDelete
  4. wah ternyata ada kurikulumnya juga ya jadi ibu, kalau begitu bisa pintar dong anaknnya. hehehe, bermanfaat, moga aja banyk yang baca artikel ini, khususnya ya para ibu-ibu, biar pinter kalau ngasuh anak. hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^