Inspirasi dari Ust. Felix Siauw

| 0
01. bukan cinta bila tidak menambah taat | sedang nafsu mengarah pada maksiat

02. puasa itu menahan nafsu | perhatikan sebelum berbuka | semua makanan ingin dilahap

03. namun setelah berbuka | kita lebih tenang karena nafsu hilang | setelah sepiring selesai | makanan lain hilang selera

04. kerananya mudah mengetahui yang mana pasangan halal | yang mana pasangan yang pacaran belum halal

05. pasangan yang belum halal biasanya 'ganas' apa aja pengen diraba | apa aja mau dimakan seperti orang yang puasa belum buka

06. pasangan yang sudah halal jalan berdua kalem aja | sudah tenang layaknya orang berbuka puasa

07. itulah pacaran yang urusannya masih nafsu | beda dengan pernikahan yang dasarnya cinta

08. nafsu itu grasa-grusu dan tegang | cinta itu ajeg bersabar dan tenang

09. belajarlah dari ibadah puasa yang melahirkan takwa | menahan diri dari yang Allah haramkan sebelum masanya

10. tak selamanya lapar, ada waktunya berbuka | tak selamanya sendiri, ada waktunya berdua

11. masalahnya bukan lapar atau kenyang, sendiri atau berdua | tapi itu nafsu ataukah cinta, taat atau maksiat

12. lapar atau kenyang bila dalam taat itu cinta | sendiri atau berdua karena Allah itu cinta

13. makanya maksiat itu nafsu dan pasti bikin tegang | tapi ketaatan itu karena cinta dan buat tenang

14. "dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah" (QS 74:7)

15. "dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS 11:115)

16. nafsu memang terburu-buru lalu maksiat | namun cinta bersabar karena taat

17. bersabarlah dalam cinta | dan jangan bosa meminta | Allah selalu mendengar hamba-Nya

 
+++

dua rasa yang selalu berpadu | ialah rasa cemburu juga rindu

hati-hati dengan kasihan | lama-lama bisa jadi kekasih

aku ingin bersama denganmu karenanya menikahimu | bila hanya ingin menikmatimu cukup dengan memacarimu

aku ingin menjagamu karenanya aku menjauhimu | kupahami bahwa ketidaksiapan hanya akan merusakmu

akulah suami | dibawah menopangmu - diatas menolongmu | dibelakang mengawalmu - didepan memimpinmu | disisi menemanimu

akulah istri | kemarin suci - kini mendampingi - esok menguati | hartamu kujagai - kehormatanmu apalagi | demi kemuliaanku

sendiri kita jaga diri tetap murni, berdua jalan mulia kita tapaki | hari ini kita bersama hadapi, esok kita nanti apa yang jadi misteri

bila satu dari kita mendahului | yang lain pasti akan menanti | haturkan satu pinta nanti | di surga kelak bisa berbagi
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^