Diujung Menghimpun Cahaya Seribu Kunang-kunang

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Detik bergulir membentuk sudut diantara angka 10 dan nyaris diangka 3. Mata ini masih enggan terpejam.Dibawah naungan Sedap Malam ini terasa kembali seperti seminggu silam. Mulai sepi tak terdengar rintihan penghuni seperti hari-hari biasanya. Satu persatu mulai menarik kopernya melangkahkan kaki kembali ke Kampungnya masing-masing, baru saja kami bertemu namun ternyata memori itu semakin cepat berlalu.



Begitu pula Kenanga, bangunan yang tak jauh letaknya itu juga semakin hening. Mungkin kamar-kamar yang biasanya terisi 4 orang mulai terkikis satu persatu. Beberapa jam yang lalu kami bersatu dalam angkatan yang dipimpin oleh Choki, ketua angkatan FIM15, beberapa menit sebelum itu kami terhimpun  dalam sebuah agenda "Menghimpun  Cahaya Seribu Kunang-kunang). Mendekati satu hari yang lalu kami bersama berkompetisi dalam Olimpiade FIM dengan tagline "saat canda tawa lebih penting dari sebuah gelar juara", 2 hari sebelum itu kami mengakhiri pelatihan FIM15 dengan bersemangat menggenggam perubahan yang akan kami realisasikan. Dan... satu minggu yang lalu kami baru saja dipertemukan Allah dalam agenda Forum Indonesia Muda, pesertanya luar biasa, terpilih 120 peserta FIM15 dari 5965 pendaftar.

Pertemuan berkaitan dengan perpisahan, mungkin itulah quote umum yang sering kudengar. Hari ini aku akan kembali ke Malang, mengemban kembali amanah yang lama kutinggalkan. Hampir dua minggu di Ibu Kota memberikanku banyak pelaran. Dari NFEC maupun FIM. Namun jujur, FIM begitu mengena dan membekas dalam hati. FIM adalah agenda Nasional pertama yang beda dengan yang lain, yang membuatku bersama teman-teman bisa merasakan juga juara 2 tingkat Nasional lomba tarik tambang. Haha.. terdengar lucu namun kembali pada tagline, sebuah kompetisi yang justru mengeratkan.

Hari pertama, kedua, hingga terakhir ini memberikan satu persatu makna terselubung. Banyak yang ingin kuungkapkan, apapun itu namun belum pantas untuk mengakhiri kisah ini, karena inilah awal dari segala jejak yang akan kutapak. Masih ingat cerita satu persatu peserta, perjuangannya dari daerahnya hingga sampai di Jakarta. Kalau kata teman-teman walaupun kita belum sempat untuk berkeliling Indonesia, merasakan berkumpul dengan seluruh pemuda terpilih yang berasal dari perwakilan daerah sudah cukup berarti dan merasa bahwa kita pernah berkeliling indonesia.

Lipatan rapi menunggu untuk dimasukkan kedalam koper. Sebentar lagi subuh, mencoba memejamkan mata sejenak hingga gema adzan berkumandang.

*Menunggu mengcopy foto sambil ngeblog


Asrama Sedap Malam no. 4,
Taman Wiladatika, Cibubur
Sepertiga malam, 3 November 2013

share on facebook

2 comments:

Widodo van Sodhunk said...

FIM itu acara apa ya? kok menarik banget.... :-)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

temukan dia disini kak wid :)

https://twitter.com/fimnews

dijamin asyik banget ^^

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^