Hijab Bersandang, Prestasi Gemilang

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim 
Sejak mengenakan hijab sejak SMA, ada yang berubah dalam hidupku. Awalnya aku merasa akan terhalang oleh hijab yang ku kenakan. Kenangan yang ribet namun dimudahkan Allah adalah ketika lulus SMA. Katanya kalau berfoto menggunakan jilbab dengan telinga tidak terlihat akan sulit memperoleh pekerjaan, bahkan akupun sempat membuat surat pernyataan bahwa aku akan menanggung sendiri akibat jika suatu saat foto yang memakai kerudung itu membuat permasalahan. 

Namun kenyataannya sampai sekarang aku masih bertahan dengan hijabku, tentunya komponen jilbab serta kerudung yang menjadi identitas seorang muslimah. Saat inipun aku tidak merasa hijab menjadi penghalang untuk memperoleh pekerjaan. Justru Alhamdulillah Allah memudahkan jalan yang kutempuh. Alhamdulillah… dalam beberapa bidang dapat belajar mencari rezeki. 

Jika ada yang beranggapan bahwa hijab menghalangiku untuk beraktivitas outdoor atau lapangan, maka saya jawab dengan tegas “TIDAK”. Alhamdulillah diberi nikmat oleh Allah merasakan dunia luar dan siapa pula yang berani berkata bahwa kerudung yang kita kenakan akan membuat kepanasan dan semakin gerah. “TIDAK” semuanya tidak benar.

Kegiatan alam alhamdulillah juga masih mengenakan identitasku, kegiatan lapangan yang diadakan jurusan, keliling jaringan irigasi, menjadi panitia dimedan yang terjal semua dapat dilalui dengan tetap menggunakan hijab. Hijab, dia bukan penghalang namun sebagai pelindung dalam setiap aktivitas yang aku kerjakan. Alhamdulillah dibidang akademik, kembali dimudahkan Allah serta selama menjadi mahasiswa ini Alhamdulillah mendapat beasiswa. Aktif sebagai anak teknik sekaligus aktivis dibeberapa organisasi juga berkembang tanpa harus meninggalkan kewajiban berhijab. Sesungguhnya hijab itu cahaya, cahaya bagi setiap muslimah yang taat akan perintah Allah. Alhamdulillah melalui hijab Allah mengahantarkanku kepada prestasi non akademik. Alhamdulillah wa innalillah, sesungguhnya itu menjadi cambuk bagiku untuk terus mempertahakan apa yang telah kuyakini dan juga agar aku tetap bersyukur atas nikmat yang Allah senantiasa berikan. 

Sekalipun saat menjadi mahasiswa baru aku menjadi gunjingan teman-teman karena hijab yang kukenakan, Allah tetap memberiku kekuatan bahkan dengan kuasa-Nya Allah menjadikanku salah satu pemimpin disalah satu kegiatan. Subhanallah, atas ijin Allah justru teman-temanku yang awalnya mengejek dan membicarakanku dibelakang malah menjadi teman akrab dan tidak sadar bahwa ternyata menjadikanku salah satu tauladan. Astaghfirullah, padahal diri ini masih belajar namun juga Alhamdulillah berarti ada hal baik yang dapat ditularkan kepada sesama muslimah. 

Hijab telah mengantarkanku kepada satu persatu impian yang kutuliskan. Yang awalnya tidak memungkinkan ternyata mungkin menurut Allah. Bahkan saat hijab modern mulai berkembang dan banyak yang tidak sesuai syari’at yang sudah ditetapkan dalam Al Qur’an, Allah masih menarikku untuk tetap pada rel yang telah ditetapkan Allah. Subhanallah sungguh dengan hijab ini Allah mengulurkan rahmat-Nya dan melindungiku dari hal yang tidak bermanfaat.

Dengan hijab Allah menyadarkanku untuk menjadi seorang muslimah yang sesuai kodratnya sebagai muslimah. Jika diluar sana banyak yang bergeming menghijabi hati dahulu baru mengenakan kewajiban yang seharusnya tidak bisa ditawar, bagiku tidak seperti itu. Taati kewajibannya maka perlahan kulitas diri akan semakin baik dan proses menghijabi hati menuju keyakinan akan Allah akan semakin bertambah. Sebagai wanita, banyak hal yang berupa kebenaran mutlak dapat kita cari pembenarannya.

Saat awal memakai hijab, aku juga berpikir seperti diatas namun setelah berjalan beberapa bulan ternyata pemikiranku salah. Terkadang saat akan melakukan suatu kesalahan atau hal yang kurang mencerminkan sebagai muslimah, aku malu. Dengan hijab aku malu dan secara langsung aku malu kepada Allah telah mengenakan apa yang Dia perintahkan namun tidak sama dengan sikapku yang masih semaunya sendiri.

Memang semuanya butuh proses dan tidak bisa instan, namun jika tidak ada langkah awal maka akan menjadi omong kosong belaka. Ingat akan suatu peribahasa, langkah yang telah jauh dan bermakna bermula dari langkah pertama. Begitu pula dengan hijab, jika kita menunda-nunda maka kebaikan-kebaikan yang sudah menunggu kita juga tidak akan kita dapatkan. 

Terkadang aku miris mendengar obrolan para lelaki yang (maaf) berpenyakit hati. Astaghfirullah, ternyata mereka juga menjadi korban kelalaian wanita. Dalam artian sebagai wanita terkadang kita lupa bahwa yang kita kenakan akan menjadi malapetaka bagi kita jika tidak disesuaikan dengan aturannya. Sebut saja (maaf) untuk pakaian yang terlalu ketat, akan menimbulkan hasrat bagi yang melihatnya. Saudariku, sungguh kecantikanmu akan terpancar sempurna dengan hijabmu bukan dengan model semaumu.

Hijab juga tidak menghentikan langkahku untuk tetap mengabdi kepada masyarakat. Justru dengan hijab pula aku kembali dilindungi dari hal yang menyudutkanku sebagai wanita ketika berada dalam lingkup kerja mayoritas pria maupun dikalangan yang berusaha mencelakakan kita. Alhamdulillah mendapat pembiayaan dari DIKTI untuk melaksanakan pengabdian masyarakat bersama rekan-rekan yang lain. Terkadang juga mendapat tawaran untuk ikut serta dalam kegiatan himpunan maupun organisasi lain.

Pernahkan menjadi satu-satunya perempuan dalam suatu kepanitiaan atau organisasi pengurus inti? Aku pernah, dan hijablah yang menjadi pembatas sekaligus menjadikanku lebih dihargai sebagai wanita, baik terkadang toleransi pulang lebih awal atau sekedar menjadi istimewa saat berada dalam kondisi rapat.

Sungguh, hijab itu kemuliaan, hijab itu pelindung, hijab itu identitas bagi setiap muslimah yang membedakannya dengan yang lain, yang menjadikannya lebih dekat dengan Allah SWT. Akankah kita akan membiarkan hijab terakhir yang akan membuat kita menyesal dialam selanjutnya nanti? Ku kira tidak. Sebagai wanita ada satu hal yang kurang kita mengerti dan tidak ketahui yaitu betapa berharganya kita dan betapa mulianya seorang wanita dihadapan Allah SWT. Hijab, my choice, my life, my identity. 

Itu hanya sebagian nikmat Allah yang baru diberikan, dengan hijab yang bersandang, mulai jilbab, kerudung dan pelengkapnya yang menutupi aurat dikurangi berdandang berlebihan, maka prestasipun perlahan akan menjadi cerah dan gemilang dalam menggapai ada masa depan. Seorang muslimah akan mempunyai kenangan hidup bersama hijab yang terus melekat dalam raga yang Allah titipkan kepada-Nya. 

***

*Tulisan ini berjudul "Hijab Bersandang, Prestasi Gemilang" oleh Rescue Iffah, dimuat dalam antologi "Biarkan Hijabku Berkibar" bersama 30 finalis lainnya. Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif para muslimah yang kokoh menjaga hijab dan sukses menorehkan prestasi. Bagi yang menginginkan bukunya bisa melalui penyelenggara lomba "Hijabware".
 * Maaf jika ada kata yang kurang berkenan, tidak ada satupun niat lain selain karena Allah ingin berbagi bahwa dengan hijab kita tetap bisa beraktivitas seperti biasanya. Hijab bukanlah penghalang.

Malang, 29 November 2013
Vita Ayu Kusuma Dewi  

share on facebook

2 comments:

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^