Setetes Cinta di Ujung Cita

| 11
Bismillahirrahmaanirrahiim
"Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan dunia. Berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnya.......Laskar Pelangi, tak kan  terikat waktu, bebaskan mimpimu diangkasa, warnai bintang dijiwa.....Walau hidup kadang tak adil, tapi cinta lengkapi kita "

Penggalan lirik yang selalu mengingatkan pada dini hari, berkumpul bersama dalam naungan cinta. Sebuah cinta yang Allah titipkan untuk mempersatukan 120 pemuda-pemudi Indonesia, sebuah perekat ukhuwah yang akan selalu menyatukan hati meski jarak seolah menjadi sekat.

Meski seminggu belum juga berlalu, hati ini masih tertaut. Bila mereka berkata ini wajar saja karena masih hangat terasa, bagiku ini lebih dari makna. Arti sebuah pertemuan yang tiada disadari awalnya, arti sebuah perpisahan yang akan menyatukan kita lebih erat. 

Malam itu, saat kita menuliskan mimpi kita, saat kita mengurai apa yang menjadi asa, saat sebuah coretan terasa sangat bermakna dan ketika cinta terselip dalam goresan pena, semua tertunduk. Jemari menari mengikuti apa yang ingin diungkapkan oleh hati. Bahkan saat harus menghela napas memikirkan masa depan yang belum jelas arah pastinya, pun juga yang kesulitan mengungkapkan kriteria pasangannya. Semua beraduk dibawah atap Ki Hajar Dewantara.
Bahkan air mata tumpah saat harus menggerakkan huruf demi huruf untuk sepuluh tahun lagi, lalu terhapus kembali dengan canda tawa yang terpancar menghiasi calon-calon pemimpin masa depan. Lagi-lagi semua hadir tanpa diminta. Saat amanah mulai dipikul dalam tempo yang singkat, mereka saling bertatap, mengharap 10 tahun lagi, jika nyawa ini masih diijinkan bersemayam, ia akan melihat kembali mimpi yang telah ditanam.

Sahabat, jika rindu ini teramat berat, pandanglah langit diluar sana, kita masih berada dalam satu atap, atap yang telah Allah ciptakan untuk mendekatkan kembali raga kita yang terpisah. Jika memang itu belum cukup, sebutlah namanya dalam doa-doa yang kau haturkan pada Sang Pencipta, mohonlah agar rindu itu sampai kepada keluarga-keluarga kecil yang telah menghadirkan bongkahan semangat kekeluargaan. Rasakan makna dibaliknya dalam dekapan rindu tiada terkira. 

Semoga citamu selalu dalam ridho Allah, kawan ^^
Salam rindu dari seseorang yang mungkin saja kau lupa perawakannya, meski waktu berlalu keluarga kecil FIM akan selalu terpatri...

*Kunang-kunang, tetaplah menyinari saat sekelilingmu terasa gelap, berkontribusilah untuk sekitar, hadirmu akan memberi pengaruh besar, dan kita ceritakan kembali apa saja yang sudah kita lakukan, nanti, saat reuni besar, mungkin. Lakukan yang terbaik, dengan niat yang lurus karena-Nya dan hanya mengharap ridho-Nya... ^^
*Ahmad Dahlan, aku rindu saat kita melingkar dibawah pohon Ahmad Dahlan, aku rindu merumuskan perubahan disisi Basecamp,  aku rindu kursi yang menjadi sandaran, dan aku masih rindu dengan apa yang tidak kutahu.... ^^

*Untuk adik Ahmad Dahlan, yang mendapatkan undian amanah dengan namaku, maaf aku sempat ceroboh dengan menjatuhkan amanah itu sewaktu pelatihan, insyaAllah dengan cara ini aku akan lebih berhati-hati menjaga amanah FIM.... ^^

(Dibawah ini merupakan surat yang ditulis dari diri sendiri untuk diri sendiri 10 tahun lagi, keberadaan surat-surat itu adalah pada sahabat terpilih dengan acak yang nantinya 10 tahun lagi sahabat yang mendapat amanah tersebut harus mengirimkan kembali surat itu kepada yang bersangkutan. Suratku sekarang berada di tangan Mbak Nina, dan yang berada di tanganku adalah surat dari Dek Falenthino)


*Mbak Nina, aku tunggu suratku 10 tahun lagi yang kebetulan undiannya dapat nama Mbak ya ^^
*Sahabatku semua, Kak Syahru bilang 10 tahun singkat, bukan waktu yang lama, semoga seminggu kebersamaan itu juga bukan waktu yang singkat pula untuk melupakan satu sama lain... ^^ 
*Kak Riskha dan kak Hilda sudah saya kirim, sekarang sedang perjalanan paketnya, semoga berkenan dan bermanfaat... ^^


Malang, 8 November 2013
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

11 comments:

Wahyu Wibowo said...

Masa yang tak terlupakan merupakan masa dimana telah dijalani dengan indah.

nina wijiani said...

eh dek,, aku gak dikirimin juga??? #iri hehe

Jo Sandy said...

aamiin, semoga Tuhan selalu membimbing kita semua :)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Kak Wahyu : Iya kak, semoga ukhuwah kita selalu terjalin kak juga dengan semua FIM, tidak hanya FIM 15

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Mbak Nina : kirimi alamat mbak ya :)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Kak Jo : Aamiin... iya kak :)

Syahrul Fitra said...

wah... kirim2 apa tuh... mm.. :D
1 hari pun merupakan waktu yg sangat lama untuk dilupakan.... :D

Riskha Oktavia said...

makasih kakak vita cantik :)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Kak syahrul : kirim-kiriman karya kak.... hehe Sip kak, semoga ukhuwah tetap terjaga :)

Kak Riskha : Semoga Allah mempertemukan kita lagi mbak :)

Wahyu Wibowo said...

Aamiin...
wah...kayaknya bisa mengirim alamat juga tuh... :-)

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Ayo barter kak, karya kakak, ntar aku kirim bukunya...

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^