#4th day Japan : Snow and Wind, Alhamdulillah!!!

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim

"Bukankan telah Kami jadikan bumi sebagai hamparan. Dan Kami jadikan gunung-gunung sebagai pasak?" (An Naba' : 6-7)

Sejak setelah sholat, semua penghuni KIC sudah heboh sendiri-sendiri, mempersiapkan bekal menghadapi suhu minus dengan baju lapis bajanya. Begitu pula aku mempersiapkan baju lapis 2 dan jaket lapis 2, belum lagi kaos kaki lapis 2 pula serta menaruh kairo atau penghangat tangan ke tas dan saku mengantisipasi hawa dingin yang menyambut di Mt. Aso nanti.

Kemudian aku dan Mbak Ebi berangkat terlebih dahulu karena takut telat, mengingat kalau telat bus akan meninggalkan tanpa permisi. Wah... sayang sekali jika terlambat tidak bisa menikmati Mt.Aso yang melegenda itu.

Jam 08.00 AM hampir semua telah bersiap melakukan registrasi dan mendapatkan satu bekal kairo dan rundown. Adanya rundown selain mengetahui tempat mana saja yang akan dikunjungi juga untuk mentertibkan waktu.

Menurut informasi dalam guide yang aku dapat, Mt. Aso ini sudah terkenal di Jepang dengan kawah terlebar didunia sekitar 25 km yang merupakan salah satu kawah gunung vulkanik paling aktif  di Dunia letaknya masih sama, di Pulau Kyushu dan masuk wilayah Kumamoto.

Saat perjalanan, indah sekali pemandangannya dan yang membuatku tertarik adalah saluran drainase yang rapi dijalan menuju gunung. Jarang sekali ada drainasi buatan yang serapi ini (sepengatahuanku selama berkunjung ke pegunungan). Jalannya bersih, meski terjal namun dinding pengaman tebing-tebing tertata rapi. Apalagi tenaga angin yang memutar baling-baling di atas bukit-bukit menambah semarak, yang fungsinya sebagai tenaga listrik.


Jalan di Mt.Aso sudah enak sekali, sudah memakai aspal hingga puncak, namun jika ingin merasakan sensasi mendaki, ada jalur tersendiri. Ketika kami naik, ada pula yang mendaki lewat jalur pendaki dan keren sekali tantangannya. Naik turun tak terkira namun pemandangannya, subhanallah sekali. Indah dan membuat rindu untuk mendaki lagi.

Bus telah berputar entah berapa kali mengelilingi bukit dan melihat hamparan luas cekungan-cekungan alam yang indah, melewati museum Mt. Aso, Aso farmland dan bangunan-bangunan lain yang telah diberdayakan di komplek Aso ini. Jadi ingat muslimah yang menolong kemarin, rumahnya katanya di Aso.

Sampailah kami di kaki Mt. Aso dan mengantri untuk menaiki kereta gantung. Alhamdulillah... Dingin sekali namun ternyata tidak sedingin yang aku kira. Alhamdulillah 4 lapis ini mampu menahan hawa dingin meski pada hidung tidak terlalu kuat.

Pemandangan dari atas kereta gantung begitu indah, dan pastinya salju. Alhamdulillah, menyiapkan sirup untuk diminum diatas dengan salju. Ide konyol sejak berangkat!

Kawah menyemburkan asapnya dan banyak orang menjauh, tidak tahan akan baunya. Namun pada saat itu aku berkata kepada diriku sendiri dan Kak Ratri, "belum ke Aso kalau tak menengok kawahnya yang indah", saat itulah aku dikuatkan untuk mendekat dan melihat langsung kawah yang sebenarnya tertutup asap.

Menurut informasi yang ada pada lembaran guide, Kaldera Aso berukuran 25 km utara-selatan dan 18 km barat timur. Ditengahnya, ada lima puncak utama Aso, dari timur ke barat, Mt.Neko-dake, Mt.Taka-dake, Mt.Naka-dake, Mt.Eboshi-dake dan Mt.Kishima-dake. Naka-dake adalah puncak yang paling muda dan paling aktif diantara empat lainnya.



 Alhamdulillah, sekali lagi bisa menikmati salju musim dingin Jepang dengan tiupan angin yang kencang. Juga belajar langsung tentang sabo dam di sungai vulkanik. Sabo dam adalah perlindungan didaerah vulkanik terutama sungai yang menjadi tempat aliran lahar, sabo disini fungsinya bisa mengendalikan erosi dan memperkuat lereng. Tentunya yang paling vital melindungi dari bahaya bencana akibat aliran sediment, sedimentasi dan erosi. Pembahasan lebih lanjut tentang sabo ada pada ilmu sungai vulkanik. Berikut ini penampakan sabo dam dan sungai vulkanik di Mt. Aso.


Peserta fieldtrip terlarut dalam dinginnya salju dan indahnya Mt.Aso dan tampak para muslim mengucapkan kalimat-kalimat mengagungkan nama Allah. Bermukandanglah takbir di Mt. Aso. Sehingga panitiapun menyambangi kami di puncak meminta untuk segera turun, karena waktu 1 jam telah habis untuk menikmati Aso. Sayang sekali, kurang lama. Namun tak apa, panitia sangat berusaha untuk on time dengan jadwal yang telah dibuatnya. 

Setelah puas menikmati ring of fire Kumamoto, kami turun menuju Aso Farmland untuk makan dan istirahat hingga pukul 01.30 PM. Banyak hal yang ditawarkan di tempat ini, ada penginapan, ada restoran, pusat oleh-oleh, flora, fauna, spa, rumah dome yang unik dan masih banyak lagi. Namun karena waktu yang terbatas, kami istirahat makan dan sholat serta sedikit berjalan-jalan.
Ketika berada di kamar mandi untuk berwudhu, aku bersama teman-teman kembali berhati-hati untuk tetap menjaga agar tetap kering. Kemudian kami sholat disudut bangunan ruang kosong dengan mantel, tikar ataupun jaket sebagai alas. Di Jepang ini aku benar-benar merasa bersalah karena di Indonesia yang banyak disediakan tempat beribadah saja kadang tidak digunakan, sedangkan disini, hanya untuk bertemu Allah, muslim/muslimah disini harus sholat ditempat terbuka. Penuh perjuangan rasanya.

Perjalanan dilanjutkan menuju Aso Shrine, tempat beribadah di Aso. Disini kami diberi kebebasan untuk masuk atau tetap berada di luar. Kebanyakan dari kami, yang muslim hanya memotret bangunan-bangunan kuno dan melihat kolam berisi ikan koi yang sangat besar. Makmur sekali sepertinya ikan koi yang ada dikolam, satu pertanyaan, kenapa tidak ada yang mengambilnya ya? Apa karena koi menjadi suatu simbol yang diagungkan?

Ditempat ini pemandangan gunung mengitari bangunan, waktu tiga puluh menit berlalu begitu saja dan aku harus segera kembali ke bus. Pengetahuan baru tentang tempat-tempat kuno di Kumamoto.

Tempat singgah yang terakhir adalah Daikanbo. Tempat seperti puncak dengan full view  360 derajat memandang. Subhanallah... Tempat yang biasanya kulihat di background windows laptop/komputer ternyata memang benar adanya. Tempat ini sangat cocok bagi yang suka fotografi. Bisa memilih pemandangan yang disukai, kombinasi orange, hijau, biru putih, atau ladang bebas, rumput, langit dan awan menyatu menjadi satu. Mungkin inilah tempat perpisahan dengan peserta ICAST 2013 setelah closing ceremony kemarin.


 Alhamdulillah hari yang melelahkan namun membekas, melihat bukti kekuasaan Allah disalah satu sisi Dunia, diluar Indonesia. Aku benar-benar memperhatikan jam selama di Jepang, dan perjalanan dari pagi hingga kembali ke Kampus menjelang magrib hanya molor 6 menit. Itupun tadi siang aku hitung waktu di Mt. Aso peserta sengaja mengindahkan panitia yang meminta turun, otomatis molor beberapa menit, lalu aku lihat sopir bus mengusahakan agar memangkas waktu perjalanan namun dengan kecepatan konstan. Keren, biasanya wisata itu telatnya bisa lama namun dengan mengusahakan tepat waktu ternyata wisata jarak jauh pun bisa dikendalikan. 

***
Usai magrib aku kembali ingin menikmati malam di sekitar Kampus sendiri karena teman-teman sudah lelah setelah fieldtrip. Aku menuju ke pertokoan tempatku pertama kali jalan-jalan, aku tertarik karena banyak bendera negara tergantung disini. Ketika aku sampai, toko-toko menjelang tutup. Aku melihat proses tutupnya toko tersebut. Mereka sungguh tertib, ketika memang tutup ya tutup. Ada cerita dari salah satu temanku, Mbak Ebi. Mbak Ebi ingin membeli baju di Sun life, ketika itu jam 09.00 PM, toko tutup dan ketika mau membayar ternyata uang dikasir sudah diambil pemiliknya jadi tidak ada kembalian jika membeli. 

Kemudian aku kembali ke KIC mendekati sholat isya', sepeda-sepeda kayuh mulai berdatangan ingin sholat jama'ah. Benar saja, rasanya capai hari ini dan ingin lebih awal untuk beristirahat setelah sholat isya'. Ada juga yang mulai packing hari ini. Aku baru menyelesaikan packing ku beberapa. 

Banyak hal kupelajari hari ini, menyadari bahwa selama ini mungkin terlalu sombong di Indonesia dengan kenyataan disini lebih susah menjaga keimanan dan pastinya tingkat kesusahan ini menjadikan saudara seiman di Jepang lebih dekat dengan Allah. Belajar kembali tentang menghargai waktu dan peraturan. Efeknya sangat terasa. Semoga bisa kembali menerapkan pembelajaran ini di Indonesia. Aamiin...

Sebelum memejamkan mata, aku mengirim email ke Kak Ide terkait tawarannya untuk berkunjung ke Laboratorium Hidrologi. Semoga segera ada balasan. Aamiin...

Kumamoto Islamic Center, 14-12-13/09.48 PM (JPN)
Vita Ayu Kusuma Dewi 
share on facebook

2 comments:

Said Arsyad said...

wah, pengalaman yang sangat menakjubkan =)
Selamat yah... yayaya

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

semoga bermanfaat kak said :)

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^