Hari Tenangku, Belum Tentu Tenang Untukmu

| 3
Bismillahirahmaanirrahiim
Aku meneruskan hidupku sementara untuk belajar di tempat ini dengan segala ornamennya, lingkungan yang (mungkin)  berbeda. Aku memilih mengikuti hatiku untuk bertahan disini meski terkadang rasa ingin seperti mereka menjamah masuk, mengusik keteguhan yang sudah terbentuk.

Aku percaya setiap apa yang mereka lontarkan, atau sekedar membicarakan aktivitas yang sepertinya tanpa henti di jalan yang telah mewarnai hariku ini, adalah karena mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya aku dan rekan seperjuanganku lakukan. 

Tenang kawan, hari tenangku, belum tentu tenang bagimu. Semua memiliki parameter dan tentunya parameter diantara kita berseberangan.  Jelas saja tidak ada titik temunya kecuali memang Allah mentakdirkan untuk mempertemukan parameter kita. Aku menikmati setiap aktivitas ini. Jenuh memang, tapi aku dapat belajar dari kejenuhan itu. Berarti ada hal yang aku lakukan hingga aku merasakan hal tersebut, dan berarti masih ada harapan serta kekuatan untuk keluar dari kejenuhan. Aku selalu yakin, Allah, tempatku kembali, tidak akan mengujiku diluar batas yang ku mampu. Itulah kekuatan yang selalu melintas setiap rasa lelah itu datang. 

Lelah bagimu belum tentu lelah bagiku, ada parameter yang telah kita kaitkan hingga kita mampu mengucapkan kata itu. Sejak awal, aku bersama rekan-rekanku yang disini diajarkan tentang menggapai mimpi yang realitas, berusaha untuk mencapainya, terus memohon kepada Pemilik seluruh dunia dan isinya, membuat rencana yang jelas, dan juga menentukan parameter yang jelas.

Tenang itu banyak makna mungkin tenang yang dimaksud adalah saat semua teman di kos sedang pulang ke daerahnya dan tidak ada penghuni, sehingga rumah kos terasa tenang untuk mendekatkan diri pada-Nya atau bahkan dalam sujud kesendirian kau menitikan air mata. 

Tenang itu kala Kampus lain sepi, sedangkan kita masih bersemangat melalui hari-hari dengan melawan rasa malas yang selalu menggoda. Ada hasrat yang tidak biasa, dan hasilnyapun insya Allah akan berbeda. Saat yang lain tengah bersuka ria, kita mungkin masih mengerutkan dahi karena belum juga berakhir tugasnya. Tapi disanalah keyakinan itu, keyakinan bahwa semua akan berujung. Atau mungkin Allah mengirimkan kekuatan melalui sahabat-sahabat disekitar yang selalu mendampingi saat semangat kita mulai luntur.

Dalam gegap gempita ini, ada ketenangan yang tidak bisa terukur, saat menundukkan diri, seraya meletakkan kedua telapak ini ke lantai, bersujud kepada-Nya, memohon ampun kepada-Nya, ada ketenangan yang luar biasa meski dunia mengejar dengan tenggat waktunya.


 Whatever in your dream, whatever in your mind, it doesn't matter if you fail, it's OK. Whatever they will say, and make you feel despair and cry, don't be sad, coz Allah with you* (Edcoustic)
 *
Benar saja, kembali Allah menitipkan kekuatan melalui sahabat saat aku menuliskan rangkaian kata sore ini. Dalam satu grup yang insya Allah barakah, sahabatku, Mbak Iin (UNS), meski kita saling berjauhan tetap saling mentransfer energi semangat satu sama lain. Sebagai penutup dan semoga bermanfaat, ini adalah penggalan jarkom semangat sore ini...

.............
Pernahkah saat kau sedih, kecewa, tetapi tidak ada orang disekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati? Itulah Allah yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-Nya. (QS. 12:86)


"...Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya" (QS. 12:86)

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?  Itu adalah saat Allah mengijinkan kau untuk diuji dan ingin mendengar rintihan serta doamu agar kau menyadari keberadaan-Nya, karena Dia tahu kau sudah mulai melupakan-Nya dalam kesenangan. (QS. 47:31)

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu" (QS. 47:31)
Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa kasih dan kuasa Allah selalu ada disaat manusia merasa dirinya tidak mampu. Tenangkanlah dirimu, rasakan kehadirannya, dengarkan  suara-Nya yang berkata "jangan khawatir, Aku disini bersamamu" (QS. 2:214, QS. 2:186)

.................


***lirik asli kata yang bergaris bawah adalah "Coz I'm here for you" by Edcoustic
 
Kos Bromo, 31 Desember 2013
Vita Ayu Kusuma Dewi




share on facebook

3 comments:

meta sakina said...

Sabar ya vita sayang :)
ketika semua Lillah, hilanglah lelah..
Mangatt...

Arya Devi said...

Assalamu'alaikum sahabat
tidak ada satu penyemangat yang abadi selain Tuhan, dan Dia ada terdapat pada setiap insan.
Ada didalam, dalamnya hati atau hatinya hati, nyawanya nyawa.
Karena Dia meliputi seluruh alam
Karena tidak ada satu pergerakan, biar itu sebesar molekul pun tanpa seizin Tuhan
Membesarkan rasa keTuhanan, bukan menjadi Tuhan
tetapi menjadikan kesadaran tingkat tinggi, bahwa tidak ada daya dan upaya selain Allah, Tuhan semesta alam.
Merasakan manusia bertubuhkan Tuhan, kita berada didalam Tuhan, sehingga Dia memang sangat dekat.....sangat dekat.

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Mbak Meta : iya dokter Meta ^^ gemes sama kakak, udah dokter, sholehah, pinter lagi ^^ Bagi ilmunya kakak ^^

Arya : Wa'alaykumsalam.. Terima kasih pencerahannya ^^

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^