Tanggap Bencana Bersulam Rindu

| 0
Bismillahirrahmaanirrahiim
Pagi masih gelap, guyuran hujan tak juga berhenti. Rintik air yang menentramkan bersama alunan ayat suci yang terus menggema disudut desa. Perjalanan pagi ini akan mendarat di sudut Bumi Pahlawan, Surabaya. Meninggalkan sejenak aktivitas teknik di Malang. Agenda workshop tanggap bencana BSMI Provinsi Jawa Timur sekaligus dilanjutkan Muskerwil hingga esok hari. 

Travel menjemput dan bersama 2 rekan BSMI Kota Malang, dr.Merlita dan Pak Rizal, sedangkan dr.Nurul berangkat dari Jember.  Perjalanan hampir 2,5 jam melalui beberapa perhentian termasuk Bandara Juanda. Sesampainya di jalan kembar dengan sungai di tengahnya, berdirilah megah Asrama Haji Sukolilo.

Tulisan selamat datang kepada peserta dengan bendera BSMI berada di gerbang menandakan kegiatan yang akan dilaksanakan. Aku nantinya akan mewakili bidang tanggap bencana Kota Malang, padahal sebenarnya bidangku adalah BSMR. Namun kata dr. Merlita selaku Kabid. BSMR, tidak apa-apa karena BSMR, Klinik, Humas dan fundrising sudah dapat di cover.

Acara dimulai dengan registrasi dan berkumpulnya seluruh peserta yang akan menjalani aktivitas selama dua hari tersebut di Hall A. Kemudian mendapat materi dari Bapak Sugeng, BPBD Jawa Timur. Kemudian setelah itu kami berpisah menjadi  empat bidang dan aku berada di bidang tanggap bencana. Alhamdulillah materi-materi yang disampaikan hingga sore hari sangat bermanfaat sekaligus menambah wawasan paramedisku mengingat cita-cita yang tidak sampai. Lengkap dengan brain stroming, yang mewajibkan aku harus angkat bicara sebagai daerah terdampak meskipun aku yang paling muda karena kasus yang diangkat adalah Gunung Kelud. Aku banyak belajar dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang telah berpengalaman sebagai tim medis. Sedangkan aku, hanyalah mahasiswa teknik yang masih memiliki mimpi mewujudkan cita-cita dibidang medis.
 *
Bak kata pepatah bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wanginya,disini karena hampir basic dari medis atau kedokteran, akhirnya akupun disangka dari kedokteran, apalagi dengan melihat email di registrasi awal, dr.vita15@yahoo.com. Berdesir ketika panggilan "dok" terdengar di telinga. Namun itu bukanlah sebuah esensi menghibur diri disini, karena ilmu yang aku peroleh dan ukhuwah yang terjalin menjadi investasi tersendiri bagiku.

Selain itu, pagi tadi, saat di masjid, aku melihat beberapa orang sedang berlatih memakai pakaian ihram. Kemudian mataku terus bergerak memperhatikan apa yang mereka lakukan. Mereka melatunkan kalimat suci, niat dan juga saat mereka berjalan menuju miniatur ka'bah. Aku tak kuat menahan rindu saat kalimat talbiyah mulai terucap, "labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni'mata laka wal mulk laa syariika laka".

Ya Rabb, aku tertunduk, merinding rasanya, tak hentinya meneteskan air mata ditempat yang insya Allah dimuliakan ini, hingga dr. Merlita menyapa mengajak kembali ke Hall A. Ya Allah, panggil aku, aku rindu....


 
“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri,” (QS. Ath Thuur[52]:48) 

Kamar C1 114 Asrama Haji Sukolilo, 25 Desember 2013
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

0 comments:

Sekilas Info:



Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel saya sendiri maupun ilmu yang telah saya peroleh dari orang lain.

Vheytha

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^