Berani Memulai, Berani Menjalani dan Berani Mengakhiri

| 4
Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, atas ijin Allah dengan mendaratnya tanda tangan pada laporan tugas didampingi sebuah peta kontur beserta layout main dam dan cofferdam serta terowongan pengelak berukuran A1 menandakan tugas secara akademik semester 5 selesai. Tugas besar Konstruksi Bendungan I aku satu kelompok bersama Mbak Diana dan Mas Syarif. Mereka adalah duo partner yang hebat, berjuang dan saling belajar bersama. Tugas ini tidak akan selesai tanpa perantara-perantara dari Allah, teman dan dosen di WRE. Salah duanya Mas Andri dan Mas Danis yang membantu selama setengah hari mengerjakan stabilitas, juga dengan teman-teman lain yang memberikan saran serta pembelajaran.

Lalu, apa sudah berakhirkah? Belum, masih ada pertanggungjawaban dari apa yang diperoleh dari segala aktivitas selama semester 5 ini.
 *
“Vita, semester ini tidak maksimal ya? Kenapa? Sibuk, banyak kegiatan diluar? Tahun ini angkatanmu sudah ada yang fungsionaris?” 

“Iya Pak, saya fungsionaris” 

Beberapa hari sebelumnya, percakapan dengan salah satu dosen favoritku itu terjadi selasa lalu, 21 Januari 2014, didepan kawan-kawan yang mengantri ACC dosen tugas besar Perencanaan dan Pengelolaan Waduk. Jujur, malu bercampur segalanya, dimana kondisi sedang dalam kondisi drop dan demam. Sebelum beliau mengatakan seperti itu sebenarnya aku sudah mengevaluasi hasil kinerja selama satu semester ini, dari segi manapun, akademik, non akademik dan kebutuhan rohani jasmani. Klarifikasi juga untuk teman-teman yang berbeda mengartikan 2 tulisan ini.hehe

Ternyata apa yang menjadi pertanyaanku beberapa waktu yang lalu dalam postingan singkat mulai ada jawaban yang ditunjukkan dari lain pihak. Dalam postingan “Tentang semester 5, Pengairan Peduli Lingkungan (PPL) dan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM)” ku sebutkan sedikit tentang yang kurasakan. 


Aku jadi teringat bagaimana aku selalu memantabkan hati setiap semesternya dan selalu bertemu beliau, dosen tersebut. Aku selalu ingat perkataan beliau tentang arti sebuah nilai. “Nilai itu adalah sebuah pertanggungjawaban, jika kamu mendapatkan 90 maka kamu harus menunjukkan kemampuan sesuai dengan nilai tersebut”. Ya, setiap sesuatu yang kita lakukan ada pertanggungjawabannya, termasuk dalam proses belajar mengajar.Selain itu nilai itu juga sebuah amanah, dimana didalamnya terdapat hak-hak orang lain yang dititipkan melalui kita, yang harus kita tularkan. Terpenting darimana nilai itu berasal, pasti semua bisa menjawab pertanyaan ini.  #LuruskanniatkuliahkarenaAllah

Beliau berpesan kepada kami, mahasiswanya, jangan sampai memiliki nilai siluman, yaitu nilai yang bagus namun tidak tahu dari segi mana nilai itu jika tidak bisa mempertanggungjawabkan. Sejatinya nilai memang bukan segalanya tapi kita dapat belajar bertanggungjawab dari sebuah nilai.
*
Berbeda dosen berbeda lagi, ini adalah salah satu dosen struktur yang mengajarku. Beliau selalu berpesan "semua itu ada resikonya, menghindar jelas tidak bisa, yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir  resiko tersebut". Action, talk less do more. *Siap Pak, Laksanakan!!!
*
Lain lagi beliau yang terkadang tahu aktivitasku diluar Kampus. Pernah suatu ketika beliau berpapasan di Kampus denganku dan beliau berkata "Vita, kamu ikut ini ya kemarin? Masak kalah sama anak SMA", "Maaf Pak, kok Bapak tau?"jawabku, "Saya baca korannya tadi pagi" *jeduuuarrr....maaf Pak saya belum baca koran pagi-pagi ini baru satu saja belum yang lainnya "Vita, kemarin motoran rame-rame itu mau kemana? Sama temen-temen Himpunan itu?"
 
Beliau berpesan bahwa ibarat mendaki gunung, semester 5 adalah tanjakan  curam 90 derajat, pilihannya jatuh atau lanjut ke puncak. Kalau diperbolehkan aku menambahkan quote menjadi seperti ini:

"Ibarat mendaki gunung, semester 5 adalah tanjakan curam 90 derajat, hanya ada dua pilihan, bertahan dan sampai di Puncak dengan selamat, atau sampai puncak dengan luka-luka atau bahkan terjatuh karena  pemandangan alam yang indah nan melenakan. Jika pilihan itu tepat untuk lanjut di Puncak, masih ada pilihan yang harus di putuskan, bersyukur atau menyombongkan diri. Bagi yang terjatuh, bagimu dua pilihan, membiarkan sekelilingmu tertawa lepas karena kau menyerah atau kau akan bangkit lagi untuk kembali mengarungi rintangan hingga menggapai Puncak, dan kata seorang sahabat,  sejatinya tidak ada Puncak yang abadi, selain Puncak kehidupan dengan berpedoman kepada aturan Allah. Lalu kepada siapa lagi kita akan mengharap pertolongan? Ya, hanya kepada Allah. Yang rasanya tidak mungkin, bisa jadi mungkin. Kalau kata ustadz, Istiqomah sampai khusnul khotimah.Aamiin"
 
Itu hanya sebagian quote dari dosen yang ku petik saat asistensi atau kuliah, sebenarnya masih banyak pesan lain yang disampaikan oleh dosen yang lain pula, karena setiap dari beliau memiliki karakternya masing-masing. Yang pasti beliau memberikan nasehat yang berguna bagi mahasiswanya agar tidak salah langkah. Itu baru dosen, Allah yang menciptakan kita pun memberikan kita hidayah atau petunjuk melalui Al Qur'an agar kita tidak salah jalan. #YukNgaji. hehe ^^

Akhirnya, karena saya telah berani mengisi KRS di awal semester 5 lalu, berani menjalani masa-masa kuliah, meskipun banyak yang ditinggal untuk kegiatan, maka saya berani mengakhirinya (dengan indah, insya Allah, aamiin). Apapun yang terjadi saya telah siap dengan hasil terbaik yang diberikan dan jika memang dibawah parameter yang telah ditentukan, maka konsekuensi yang telah disepakati akan saya laksanakan. Semangat untuk menyelesaikan pendidikan strata-1 ini, semangat untuk segera lulus, memenuhi permintaan orang tua, dan meneruskan kembali cerita ini dengan cara yang berbeda.
Aamiin #SemangatKKN ^^

Atas ijin Allah, aku dapat melaluinya, kalau bukan karena-Nya, pasti sudah dari awal aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. 

"Aku terjatuh dan pasti bisa bangkit lagi. Aku tenggelam dan akan muncul kepermukaan. Aku tersesat dan pasti ada jalan pulang. Karena Allah selalu bersamaku"

Terima kasih untuk seluruh keluarga besar di Rumah yang rela waktuku untuk berkumpul di Rumah banyak yang tersita. Bapak, Ibu, Adik harus rela sering ke Malang. Maaf... :( Keluarga WRE 2011, sahabat-sahabat Teknik, sahabat UB, keluarga seluruh organisasi intra Kampus dan ekstra Kampus, sahabat-sahabat sejak kecil, TK, SD, SMP, SMA, Universitas lain, sahabat-sahabat di seluruh penjuru Indonesia, juga sahabat-sahabat yang tertaut ukhuwahnya di Negara lain, terima kasih atas semangat dan bantuannya. Tanpa perantara dari-Nya melalui kalian, mungkin dunia ini akan terasa sepi karena berjuang sendiri. #Semangatkawan ^^

It's time to go home. Mak, Pak, anakmu pulang. Alhamdulillah... Walau saya bukan seorang aktivis tapi saya selalu ingat dengan kata-kata ini sebagai tamparan kalau saya jarang pulang "Seorang aktifis sejati selalu ingat kepada Penciptanya, bisa membagi waktu buat organisasinya,pendidikannya maupun untuk yang di rumah"
 
Malang, 24 Januari 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

4 comments:

Wahyu Wibowo said...

"Aku terjatuh dan pasti bisa bangkit kembali. Aku tenggelam dan aku akan muncul ke permukaan. Aku tersesat dan pasti ada jalan pulang. Karena Allah selalu bersamaku."

Sebuah kata yang sangat dan terpaling menginspirasi dari catatan kecil ini.
Teruslah menginspirasi.
^_^

Salam Kuns

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

salam kuns kak,


semoga tetap menginspirasi, barakah dan bermanfaat :)

Wahyu Wibowo said...

Aamiin...
Mencoba pula;
http://wahyuwibowopenulis.blogspot.com/2014/01/kesempatan-tak-ternilai-harganya.html

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

Sudah kak, menginspirasi ^^

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^