Camera, Roll, Action!!!

| 2

Bismillahirrahmaanirrahiim
"Action", kata itu terdengar beberapa kali untuk hari ini. Masih kurang dalam artikulasi dan beberapa kesalahan pengucapan membuat harus "take" berulang-ulang untuk adegan "opening". Tapi inilah kenyataannya, dunia Teknik tak menjadi halangan untuk merambah dunia lain. Sejak beberapa bulan yang lalu dan dinyatakan diterima dalam sebuah audisi, aku kembali belajar tentang media massa. Media dengan segala sisi hitam putihnya, media yang membuat kita menyadari bahwa nilai sebuah kejujuran dan menghargai itu amatlah sangat penting. 

Dulu, pada tahun 2011, saat aku mengundurkan diri dengan tidak melanjutkan tes di MMTC Jogjakarta, ku kira memang dunia multimedia bukan jalanku. Sekarang aku merasakan hal yang lain, bahwa Allah akan menunjukkan Kuasa-Nya, disini aku diijinkan oleh Allah untuk kembali mempelajari dunia multimedia tanpa meninggalkan dunia teknik. Aku jadi berpikir, seandainya dulu aku diterima di FK, MMTC atau di STIS pasti tidak akan merambah ke beberapa dunia seperti yang ku lakoni saat ini. Aku bersyukur atas segala kesempatan yang Allah berikan, yang pastinya tidak semua orang merasakan kesempatan itu. Dalam hal ini aku juga masih ingat bahwa ditangan ini ada hak-hak orang lain yang harus diajarkan kepada mereka, atau dalam tanda kutip ilmu yang kita dapat tidak hanya untuk kita sendiri.

Tadi adalah on screen pertama yang digunakan untuk tayang, kemarin-kemarin hanya scene latihan. Atas ijin Allah yang tiada terduga akhirnya dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi pemeran sejenak didepan kamera. Dengan arahan PD, kameramen dan kru yang lebih senior, aku belajar, aku belajar untuk tetap bertahan menjadi jiwa dan diriku sendiri. Alhasil dengan beberapa kali "take", selesailah episode untuk hari ini. Banyak pelajaran yang aku dapatkan hari ini, mulai dari bekerja di media massa harus berprinsip serta tepat waktu. Aku jadi menilik hatiku, kalau pas bekerja, kita dituntut hadir satu jam sebelum "on", lalu apakah itu sudah kulakukan ketika adzan memanggil? Rasanya tak adil jika dunia ini membelenggu dengan aturan-aturannya namun untuk DIA sebagai pemilik segala isi dunia ini, tak ada waktu istimewa yang dipersiapkan. 

Selalu, ini menjadi tamparan keras bagiku, selama ini Allah sudah memudahkan jalan ini, namun sudahkah diri ini taat tanpa tapi kepada-Nya? Astaghfirullah, ya Rabb, ampuni aku... Ambilah aku dijalan-Mu yang Engkau ridhoi aku menghadap-Mu...


Malang, 28 Januari 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi

share on facebook

2 comments:

Wahyu Wibowo said...

Vita, : prnah pula dirasakan mengenai kerjasama Media Massa; lebih tepatnya membantu Ogan Ilir Ekspres (tanpa ingin menjadi wartawan),
Profesional waktu sangatlah penting, menunggu sebuah kepastian adalah harta yang paling berharga.
Hingga akhirnya terputuskan untuk 'mencoba mempelajari diri yang memang belum terlalu mengenal pribadi'
; seperti katamu di akhir ulasan ini...

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

iya kak, terasa berat kerja di media massa kalau dilihat dari moral dan hati.....mungkin seperti itu

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^