Status Awas, Gunung Kelud Meletus (13 Februari 2014)

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Malam ini, sekitar pukul 10.55 WIB mendapat sms dari seorang sahabat yang sedang berada di Kediri. Dikabarkan tentang kondisi gunung kelud yang erupsi. Baru saja teman memberi kabar lagi kalau letusan sudah terjadi 7 kali dengan letusan terbesar terjadi pukul 23.29 WIB. Saat melihat live di layar televisi, tampak kilat menyambar dan langit menjadi gelap. Gunung Kelud ditetapkan statusnya dari siaga level III menjadi awas pada malam ini, tergolong sangat cepat perubahan tersebut.

Sahabat di Blitar juga menghubungi bahwa awan gelap mulai menutupi langit Blitar, juga awan mengarah ke daerah Pare. Sedangkan letusan masih terdengar dimana-mana. 30 km dari puncak Gunung Kelud juga mengalami hujan material erupsi. Doakan saudara-saudara kita yang ada disana kawan, semoga selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin

Update sementara gedung pengungsian di Gereja, sekolah dan beberapa tempat pengungsian lain yang telah dipersiapkan. Saat ini (pukul 00.00 WIB) Letkol Inf.Heriyadi sedang melaporkan langsung melalui telepon di MetroTV, menjelaskan hujan pasir sedang berlangsung di daerah rawan sekitar Gunung Kelud. 

Saat ini (pukul 00.01 WIB) dijelaskan oleh reporter Rifai Pamone yang melaporkan dari radius 30 km kearah Kota Kediri, bahwa didaerah Wates juga terjadi semburan kerikil dengan diameter 1-3 cm dengan intensitas yang bervariasi. Kilatan lava pijar masih terlihat sangat jelas pada radius 20 km di Kecamatan Wates Kediri. Kabar terbaru datang dari sahabat saya yang ada di Ngantang yang mengatakan jarak pandang hanya 8-10 m. 

Konfirmasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) terkini (pukul 00.30 WIB) dari liputan reporter Rifai Pamone bahwa material yang tersimpan di kawah permukaan berjumlah 16 juta kubik. Material yang tersimpan didalam perut Gunung Kelud mencapai 120 juta kubik bermacam-macam, dapat berupa abu vulkanik, batuan dan kerikil, lava, dan material-material vulkanik lainnya.

Kondisi saat ini, dalam pantauan radius . Intensitas hujan abu vulkanik dan kerikil semakin rapat. Dibeberapa kelurahan warga tidak melakukan aktivitas diluar rumah kecuali mengungsi. Kecamatan lain yang dijadikan sebagai tempat mengungsi adalah Kecamatan Plosoklaten, Kecamatan Pucung, Kecamatan Klepung, dan Kecamatan Wates ring I dan II. Warga yang berada pada ring III atau lebih dari 15 km juga sudah mulai diungsikan.


Di Daerah Batu, Malang, yang merupakan daerah yang jauh dari lokasi juga merasakan suara dentuman dan juga dapat melihat dengan jelas kilatan lava pijar yang keluar dari Gunung Kelud.

Dijelaskan oleh Bupati Blitar Pak Heri Nugroho, di radius 22 km di stadion Nglegok terjadi hujan kerikil dengan diameter sebesar ibu jari dengan intensitas terus menerus (14/02/2014, pukul 00:59 WIB) 

Disampaikan oleh reporter Wahyu Tiar di Kota Malang (pukul 01.07 WIB), tidak terjadi hujan abu di Kota Malang, namun terlihat petir, abu diatas langit Kota Malang dan  erupsi Gunung Kelud di arah barat daya Kota Malang. Yang termasuk Ring I di Kabupaten Malang adalah Dusun Sambirejo, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang. 

 Dentuman dan hujan abu vulkanik masih terus berlangsung menandakann erupsi Gunung Kelud masih berlangsung. Terkait materi vulkanik, di radius 35 km hanya terjadi hujan abu vulkanik saja namun ketebalan sudah mencapai 5 cm yang dapat mengganggu kesehatan terutama saluran pernapasan.

Vita Ayu Kusuma Dewi
13-14 Februari 2014
share on facebook

2 comments:

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^