Tentang Theodolit dan Bak Ukur

| 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Melihat dua benda ini langsung membuat pikiranku melayang terhadap filosofi dua benda ini. Bayangkan ketika salah satunya tidak ada. Tidak akan lengkap dan menyatu. Jika keduanya bersinergi akan banyak kebermanfaatan yang dihasilkan. Ya, mereka saling menjauh, tapi keduanya saling membutuhkan dan memperhatikan.
Penggunaan Theodolite dan Bak Ukur. Jauh tapi tak terpisahkan

Jika aku bak ukur, maka kau adalah theodolitnya, begitupula jika aku theodolite maka aku adalah bak ukurnya. Kita dipersatukan disebuah tempat yang bermanfaat dan untuk memberikan manfaat.Insya Allah ^^

HMP, 22 Juni 2014
Vita Ayu Kusuma Dewi
share on facebook

2 comments:

ketty husnia said...

praktikum ya mba? aku pernah mengalami masa2 ini .. melelahkan juga menyenangkan, suka intip2 org lewat pake alat ini..hihii
eh, email habis dibajak ya?

Vita Ayu Kusuma Dewi said...

iya mbak :D maaf ya mbak baru balas...sampai berdebu ini mbak... iya email kemarin habis dibbajak mbak tapi alhamdulillah bisa diperbaiki. kalau kirim email bisa ke dr.vita15@gmail.com mbak

Post a Comment

Komentar dimoderasi, yuk sambung silaturahim, saya akan langsung berkunjung balik ke sahabat semua ^^